Menemukan Peluang Trading Dalam Pasar Forex

140104

Trading di pasar forex berbeda dengan trading di jenis pasar lainnya. Diperlukan trik-trik khusus untuk menemukan celah guna mendapatkan keuntungan.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Trading di pasar forex berbeda dengan trading di jenis pasar lainnya. Dibandingkan dengan pasar saham, misalnya, ada perbedaan signifikan dalam hal jenis aset, ragamnya, dan cara analisa yang bisa digunakan untuk mencari peluang trading dalam pasar forex.

Menemukan Peluang Trading Dalam Pasar Forex

 

Perbandingan Trading Di Pasar Saham Dan Pasar Forex

Jika trading di pasar saham, Anda bisa melakukan buy atau sell terhadap satu saham tertentu pada suatu saat. Katakanlah Anda memperkirakan saham A akan naik harganya dalam waktu dekat, maka Anda putuskan untuk membeli sekian lembar saham A tersebut. Pada saat yang sama Anda melihat saham B akan jatuh harganya dalam waktu dekat, maka Anda jual saham B yang Anda miliki, atau jika Anda tidak memilikinya Anda mungkin bisa mencari pinjaman saham tersebut dari perusahaan pialang (broker) saham untuk Anda jual, dan Anda beli kembali nanti pada harga yang lebih rendah dari harga jual Anda.

Dalam hal ini, Anda hanya melakukan analisa pada satu jenis saham, saham A atau saham B. Jika saham A prospeknya bagus (atau strength-nya tinggi) maka beli saham A, sebaliknya jika saham A prospeknya akan jatuh (weakness-nya tinggi), maka jual saham A. Skenario trading Anda pada saham A hanya beli (buy) atau jual (sell).

Namun jika trading di pasar forex, kasusnya akan berbeda. Asset yang diperdagangkan dalam pasar forex adalah pasangan mata uang, atau nilai tukar mata uang yang satu dengan pasangannya. Jadi ada dua sisi dari satu asset yang Anda akan perdagangkan, atau yang Anda akan beli atau jual. Setiap sisi dari asset tersebut masing-masing mempunyai kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness). Ambil contoh misalnya pasangan paling populer EUR/USD, atau Euro terhadap US dollar. Mata uang Euro mempunyai strength dan weakness, demikian pula mata uang US dollar.

Oleh karena itu, cara analisa forex tidak akan sesederhana seperti ketika Anda hendak membeli atau menjual saham A atau B. Sebenarnya, jika mau jujur Anda semestinya mengetahui strength dan weakness masing-masing mata uang, Euro dan US dollar. Tidak bisa dengan sederhana mengatakan ’’Euro kok kelihatannya sedang melemah, saya ingin sell.’’ Jika Anda sell Euro, tetapi tidak benar-benar melemah terhadap pasangannya maka Anda akan mengalami kerugian, sekalipun analisa Anda mengenai pelemahan Euro benar.

 

Tidak Bisa Hanya Fokus Satu Mata Uang Saja

Sebagai contoh, setelah Anda melakukan analisa chart pada gambar di bawah ini, Anda memutuskan untuk sell EUR/USD. Dengan posisi trading yang telah Anda lakukan tersebut, berarti Anda sell EUR dan buy US dollar. Agar memperoleh profit, pasangan tersebut harus bergerak ke harga yang lebih rendah.

Mungkin pada awalnya pasangan EUR/USD bergerak turun, hingga ada rilis data fundamental penting dari Amerika Serikat yang membuat USD melemah. Karena data tersebut begitu penting, maka bobot pelemahan USD lebih besar dari bobot pelemahan EUR. Saat itu EUR mungkin memang sedang melemah terhadap JPY, GBP dan AUD, tetapi tidak lebih lemah terhadap USD. Jika memang demikian, Anda akan mengalami kerugian karena data fundamental penting biasanya berdampak agak lama terhadap mata uang.


Menemukan Peluang Trading Dalam Pasar Forex

 

Setelah Anda tahu adanya kemungkinan akan salah jika hanya menganalisa satu mata uang, maka Anda mencoba untuk menganalisa mata uang lain untuk menemukan pasangan yang cocok. Katakan Anda telah menganalisa Euro dan saat itu sedang melemah. Kini Anda coba mencari mata uang mana yang sedang kuat, atau dalam hal ini sedang menguat terhadap hampir semua mata uang utama. Misal Yen saat itu sedang kuat. Maka Anda bisa mengambil keputusan untuk tidak sell pasangan EUR/USD, tetapi sell EUR/JPY.

Hal itu tidak berarti Anda pasti benar dan profit. Hanya saja, kemungkinan untuk benar dan profit akan lebih besar daripada jika Anda sell pasangan EUR/USD. Jika saja keadaan berubah dan EUR tidak lagi lemah terhadap USD, GBP dan AUD, maka selama JPY masih lebih kuat, posisi Anda akan aman dan harga akan tetap bergerak turun.

Jadi dengan fokus pada strength dan weakness kedua sisi pasangan mata uang, Anda akan bisa memperbesar kemungkinan untuk mengambil posisi yang benar. Lalu, bagaimana caranya?


Memilah Mata Uang Yang Kuat Dan Yang Lemah

Cara ini sering digunakan oleh para broker dan trader besar. Sering disebut dengan "strong-weak analysis", yaitu sebuah proses mengisolasi mata uang yang paling kuat dari yang paling lemah. Cara detail proses ini tidak diulas dalam artikel ini, tetapi secara garis besar adalah dengan berfokus pada USD sebagai acuan. Kita mengukur pergerakan setiap mata uang terhadap USD sehingga terlihat dasar kekuatan setiap mata uang secara individual.

Sebagai contoh, jika EUR/USD sedang naik dengan kencang, tetapi pada saat yang sama GBP/USD bergerak turun. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat itu EUR sedang lebih kuat dibandingkan USD, dan USD sedang lebih kuat dibandingkan GBP. Dari analisa sederhana ini secara logika bisa disimpulkan bahwa buy EUR/GBP kemungkinannya akan lebih menguntungkan daripada buy EUR/USD.

Seperti telah disebutkan, kita bisa mengukur pergerakan setiap mata uang terhadap USD sebagai acuan, dan memperbandingkannya untuk mengetahui mata uang yang paling kuat dan yang paling lemah. Berikut adalah data perbandingan yang diambil pada 13 Juli 2012:

Menemukan Peluang Trading Dalam Pasar Forex

 

Tampak pada data di atas, pasangan NZD/USD unggul 92 pip terhadap USD. Harga NZD/USD saat itu adalah 0.7956. Persentasi perubahannya adalah: (0.0092/0.7956) x 100% = 1.156%. NZD unggul 1.156% terhadap USD, atau USD mengalami kerugian 1.156% terhadap NZD. Demikian juga USD mengalami kerugian 0.177% terhadap JPY. Berikut tabel urutan keunggulan (atau kekuatan) masing-masing mata uang terhadap USD:

Pertama: NZD
Kedua: AUD
Ketiga: GBP
Keempat: CAD
Kelima: CHF
Keenam: EUR
Ketujuh: JPY
Kedelapan: USD

Tampak bahwa kedelapan mata uang tersebut menguat terhadap USD. Ini berarti USD adalah mata uang yang paling lemah pada periode waktu analisa tersebut.

 

Ada banyak cara lain untuk menemukan peluang trading dalam pasar forex, termasuk dengan analisa forex teknikal maupun analisa fundamental.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Newbie
yang sy bingungin klo di saham kan beli saham , tapi klo di mata uang ada buy euro , sell dollar . itu opo maksudnya yaa? koq posisi yang diambil bisa langsung dua sekaligus?
John
yaaa logikanya gampang broo, anggep ajah agan punya rupiah sebesar 10000 rupiah. terus agan ke money changer n ngliat harga 1 dollar sekarang sebesar 10000 rupiah kalau mau nuker jadi 1 dollar. Jadi yaa agan kan BUY(beli) dollar kan? rupiahnya? yaaa di sell(jual).. jadi klo misal USD/IDR jadi artinya beli 1 USD harus jual ....IDR. Dengan contoh kasus di atas berarti untuk beli 1USD = harus jual 10000 IDR... gmn gan ngertii yaa?
Rujittt
wowwww.. mantab ilmu baru, saya dulu juga sempet untuk memikirkan cara kayaq gini seh, tapi ga di praktek praktekin hehehe..:p .. emang logikanya bisa diterima dan menganalisa dengan cara kayaq gini bisa cukup menghemat waktu dalam menganalisa..top dahhhh
Rusli
Kalo logika saham sih ane masih ngerti..misal harga saham indocement kita prediksi naik trus kita dah beli duluan.. Eh..trus bener harga bergerak naik karena indocement dapet kontrak suplly cement di arab selama setahun.. Nah untung kan beli saham si indo...
Rusli
Lanjut yg kemaren yaa.. Nah sekarang kalo harga kita prediksi naik..teng..tong.. Ternyata ada info..salah satu unit produksi si indo..terbakar.. So akibatnya..penurunan kapasitas produksi dalam jangka lama... Efeknya harga saham turun.. Padahal kita dah terlanjur order beli di saham ini..so amsiong deh kite..
Rusli
Nah pertanyaany..kalo di forek nih.. Aneh..maklum logika anak baru..hehehehe.. Kalo kita beli pair misal GBP/USD...trus ada news.. Penjualan ritel di inggris sono..membaik dari bulan kemarin.. Trus pasar merespon dengan banyak membeli GBP.. So kita hepi hepi donk..
Rusli
Ini keanehannya.. Lanjutan yang kemaren yah..sodare-sodare.. Kita order posisi sell di GBP/USD.. Trus ada news pertumbuhan di UK menurun.. Nah ini die..kita masih bisa dapet untung..hahaha.. Enak jg sih..beli untung..jual juga untung..tapi..kan dari lubuk hati terdalam..ada perasaan yang menggelitik.. Ini mungkin karena ilmu yg masih cetek..yang pasti kalo di dunia sehari-hari..kita dapet untung kalo beli murah trus dijual tinggi.. Nah ini kita jual di harga sekarang trus harga turun..kog kita masih bisa dapet untung? Nah..silakan para master yang kebetulan mampir ke sini..tolong dibantu ya.. Kebingungan ini..terimakasih & tengkiyu
Anang Xd
Intinya ngikut tren pasar aja
Rudi Maulana
ane sih sukanya g pilih pair yg lg kuat soalnya lompatan hargane fantastis. kalo g awas ksmptn ruginya bs wow jg. biasanya ane pilih yg ditengah2 aja jd bkn yg paling kuat tp jg ukan yg plg lemah utk trading jangka pnjng
Anang Xd
Emang bener kalo trading mata uang dasar yang nilainya terkuat bisa beresiko tinggi, tapi kan sinyal arah pergerakan harganya juga akan lebih jelas. Begitupun juga dengan yang paling lemah, paling enggak kita bisa ambil short position.
Eci Wahyu Xp
btw ada gg ya software yg analisa strng-weak analysis gitu. habisnya repot kan kalo disuruh ngitung2in pips per mata uangnya satu-satu gitu. kalo hasilnya akurat kan lumayan bisa jadi pedoman setiap mau pilih pair yang dipake open position..
Heru Mulyono
Tulisanx masi bersambung tapi kok ndak ada lanjutanx yang part 3?
Martin S
@ rudi maulana: Pilih pair yang terdiri dari pasangan yang saat itu paling kuat vs yang saat itu paling lemah, atau sebaliknya. Misal pasangan A/B : A saat itu paling kuat dan B paling lemah, maka buy A/B. Kalau A saat itu paling lemah dan B paling kuat maka sell A/B. Dalam keadaan normal, perubahan dari paling kuat menjadi ke yang paling lemah tidak bisa mendadak dalam waktu yang singkat, jadi lompatan harga yang fantastis kemungkinannya kecil, kecuali ada peristiwa atau rilis data yang luar biasa. Justru yang kekuatannya ditengah-tengah cenderung labil, bisa cepat berubah ke yang paling kuat atau ke yang paling lemah. Contohnya saat ini EUR sedang lemah dan USD sedang kuat. Lompatan EUR/USD untuk bullish tidak bisa mendadak dan fantastis, yang berarti EUR tiba2 menjadi yang paling kuat dan USD menjadi yang paling lemah.... Jadi sebaiknya pilih yang paling kuat vs yang paling lemah, atau sebaliknya.
Martin S
@Heru Mulyono Ya Pak, nanti juga akan disambung....
Martin S
@ eci wahyu xp :
Bisa coba kontak broker FXCM untuk FXCM App Store, di: sini
Nanda
tanya-tanya..kayaknya menarik nih..tapi masih bingung..hehehehe..kalo kita dah nemu mata uang yg paling kuat & paling lemah berperang terhadap Usd..trus ternyata itu ada 2..misal Euro menguat & Jpy melemah..kebetulan sama angkanya tapi beda di + & - ny. nah kita pilih yg mana nih?cenderung pilih yang + ato yg -? kalo yg kuat kita bisa buy & yg lemah kita bisa sell kan?itu kalo kita mau main pukul rata...tapi..pasti ada yg punya pengalaman lebih..gmn memilih yg paling pas untuk di tradingkan saat itu...maksih ya para guru.. yang kebetulan lewat trus nglirik pertanyaan tolol ini...
Martin S
@ newbie: sebetulnya sama saja, hanya jenis komoditinya berbeda. Kalau Anda membeli saham, berati membeli barang dengan uang, tetapi kalau di pasar forex Anda membeli uang dengan uang. Kalau Anda buy EUR/USD berarti pada saat yang sama Anda membeli EUR dan menjual USD. Misal EUR/USD = 5, berarti untuk membeli 1 EUR Anda harus membayar 5 USD, dan jika Anda menjual 1 EUR Anda akan memperoleh 5 USD.
Martin S
@ rusli: begini Pak Rusli. kalau Anda menjual saham kan harus punya barangnya. Misalnya Anda mau ngejual saham Telkom (TLKM) sebanyak 1 lot (500 lembar), kan Anda harus punya 1 lot TLKM untuk dijual, kalau nggak punya barang tentu nggak bisa jual kan? nah, di forex ini lain aturannya. Anda boleh ngejual tanpa punya barang, untuk dibeli lagi pada harga yang lebih rendah dari harga pada saat Anda jual. Kalau Anda ngejual Anda harus membelinya kembali sesuai dengan jumlah lot (volume)nya, kan trading forex pakai kontrak, mau lot standard (regular), lot mini, micro dsb. kalau Anda jual tetapi tidak membelinya kembali berarti posisi Anda terus open... bisa untung bisa rugi, sampai Anda membelinya kembali. jadi kalau harga sekarang lebih rendah dari saat Anda menjual, maka Anda akan untung, dan sebaliknya.
Martin S
@ nanda: EUR menguat terhadap USD, dan JPY melemah terhadap USD. Berarti EUR lebih kuat dari USD, dan USD lebih kuat dari JPY. Jadi dalam hal ini yang paling kuat adalah EUR, dan yang paling lemah adalah JPY. So, maka BUY EUR dan SELL JPY, atau BUY EUR/JPY......
Julia
Gimana kita menganalisa saat yang tepat untuk entry dngan dasar korelasi pair seperti di atas? Apakah kita bisa gunakan persentase sebagai sinyal untuk entry? Misal Usd dah kalah dari rata-rata 5 pair utama 0.5 persen maka kita baru masuk ke metatrader untuk open sell di semua pair utama tersebut? Mohon pencerahan bang.
Martin S
@ julia:
- Analisa bisa dilakukan setiap saat.
- Bisa saja kalau memang USD melemah terhadap semua mata uang utama, atau dalam hal ini USD adalah mata uang yang paling lemah. Tetapi sebaiknya dipilih mata uang yang paling kuat terhadap USD (karena belum tentu persentase pelemahannya sama 0.5% untuk semua mata uang utama).
Fran
di google play store, ada beberapa apps yg mengukur  strength weakness currency