Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action

115342

Jika kita ingin mengatur dana trading dengan benar, maka wajib menentukan level stop loss dan target profit saat masuk pasar. Salah satu caranya menggunakan Price Action.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Level stop loss dan target profit semestinya wajib digunakan dalam trading forex. Ada yang menentukan stop loss dan target bersamaan dengan saat entry, ada pula yang menentukan target profit tanpa stop loss atau sebaliknya. Apapun alasannya, jika kita ingin menerapkan money management dengan benar, maka wajib menentukan level stop loss dan target profit saat masuk pasar. Banyak trader yang menentukan level stop loss dan target profit berdasarkan level support, level resistance atau level psikologis, tetapi banyak pula yang hanya dengan perkiraan saja.

Sebagai alternatif, dalam artikel ini dicontohkan bagaimana trader yang menggunakan metode price action menentukan level stop loss dan target profit. Metode ini relatif sederhana dan mudah diterapkan. Sesuai alur dalam money management, kita harus berpikir tentang besarnya resiko terlebih dahulu sebelum profit yang mungkin kita peroleh. Setelah menentukan level stop loss, kemudian kita melakukan position sizing untuk menentukan ukuran lot (atau volume) per trade, baru setelah itu risk/reward ratio.

Menentukan Level Stop Loss

Tentukan stop loss pada level yang paling logis, artinya level dimana sinyal trading kita sudah tidak lagi valid, sesuai dengan metode trading yang kita gunakan. Bagi trader yang menggunakan metode price action, stop loss tidak harus selalu ditentukan pada level support atau resistance terdekat, tetapi pada level yang paling obyektif dimana pasar telah menganggap posisi trading kita memang salah. Dengan berpegang pada konsep logis dan obyektif, jarak level stop loss hendaknya ditentukan sedekat mungkin dengan level entry agar bisa exit sedini mungkin jika kita salah posisi atau salah analisa.

Contoh 1: level stop loss pada pin bar.

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price

Pada gambar downtrend diatas, kita entry posisi sell pada bar setelah pin bar. Level stop loss yang logis dan paling aman adalah beberapa pip diatas ekor pin bar (jika di dekat area tersebut tidak terdapat level resistance yang signifikan). Seandainya harga berbalik arah dengan cepat hingga melampaui ekor pin bar dan stop loss kita kena, berarti yang kita perkirakan sebagai pin bar tersebut tidak valid, bisa disebabkan karena tidak adanya faktor pendukung (support/resistance, moving average) atau memang kita salah analisa.

Contoh 2: level stop loss pada inside bar.

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price

Pada pergerakan uptrend diatas, kita entry posisi buy pada bar setelah inside bar. Seperti diketahui inside bar mengindikasikan penerusan trend (trend continuation). Level stop loss yang logis ditentukan beberapa pip dibawah level terendah inside bar.

Contoh 3: level stop loss pada pin bar reversal signal.

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price

Pada pin bar yang mengindikasikan pembalikan (reversal) trend seperti gambar diatas, level stop loss bisa ditentukan tepat pada level terendah pin bar (untuk downtrend ke uptrend seperti pada contoh), atau level tertinggi pin bar (dari uptrend ke downtrend). Bisa juga diambil beberapa pip dibawah atau diatas level pin bar reversal-nya, tergantung posisi entry.

Contoh 4: level stop loss pada kondisi pasar ranging (sideways).

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price

Kita sering menemui setup price action yang cukup valid pada kondisi pasar ranging seperti pada gambar contoh diatas. Dalam hal ini kita entry posisi sell pada bar setelah pin bar. Level stop loss kita tentukan pada area di luar trading range, dan beberapa pip diatas pin bar. Untuk posisi buy sebaliknya.

Contoh 5: level stop loss pada kondisi pasar trending.

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price

Pada gambar di atas, tampak kondisi pasar downtrend dan setup fakey bar yang mengalami penolakan (rejection) pada level resistance dan mengakibatkan false break untuk pembalikan arah trend (reversal), sehingga arah pergerakan harga tetap downtrend. Untuk posisi sell yang kita buka setelah fakey bar, penempatan level stop loss yang logis adalah beberapa pip di atas level tertinggi (ekor) fakey bar. Untuk pergerakan uptrend sebaliknya.

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price

 

Contoh gambar di atas adalah kondisi break-out dimana harga memang benar menembus level resistance yang diindikasikan oleh pin bar dan penutupan harga pada bar setelahnya. Untuk posisi buy pada entry point yang kita buka, level stop loss yang logis adalah diantara penutupan harga pin bar dan level terendah (ekor) pin bar, dengan asumsi jika harga bergerak balik melampaui level terendah pin bar sehingga terjadi false break, berarti pin bar tersebut tidak cukup valid atau break-out yang terjadi memang lemah. Untuk kondisi break-out kadang-kadang bisa menjadi false break sehingga level stop loss perlu diperketat.

Catatan: untuk pin bar yang terjadi dekat dengan level-level support atau resistance, hendaknya level stop loss ditempatkan beberapa pip diatas atau dibawah level resistance atau support karena pergerakan harga biasanya menembus level-level itu terlebih dahulu sebelum berbalik arah.

Menentukan Level Target (Take Profit)

Dalam kaidah money management yang benar, level target atau exit selalu ditentukan sesuai dengan risk/reward ratio yang direncanakan. Namun demikian level target yang kita tentukan harus logis dan obyektif sesuai kondisi pergerakan harga pasar. Sebagai contoh seperti pada gambar dibawah, kita masih bisa menentukan level target hingga 2R (2 kali besarnya resiko dalam pip) dengan asumsi pergerakan harga minimal akan menyentuh level resistance sebelum berbalik arah. Untuk level target diatas resistance lebih beresiko kecuali kita menggunakan fasilitas trailing stop.

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price

Pada contoh gambar di bawah, tampak ada 2 level support kunci yang tentunya akan cukup kuat untuk bisa ditembus. Jika kita merencanakan level take profit sebesar 2 kali resiko (2R) atau lebih, kita bisa menggunakan trailing stop dengan jarak 1R, atau menggeser level stop loss secara manual dengan terlebih dahulu menentukan level target sebesar 1R. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya false break pada level support kunci.

Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan PriceJika level support atau resistance kunci ternyata lebih kecil dari 1R, kita lebih bijak untuk memilih tidak masuk pasar.

Sebagai kesimpulan, yang penting untuk diperhatikan adalah hendaknya kita menentukan resiko terlebih dahulu sebelum level target yang telah kita rencanakan. Untuk menentukan level take profit kita seharusnya realistis dan obyektif sesuai dengan kondisi pergerakan harga pasar. Tidak peduli apakah account trading kita US$100 atau US$100,000, cara menentukan besarnya resiko dan level target yang potensial adalah sama.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Feriska Md
Apa perlu menyesuaikan position sizing dan rasio risk/reward di setiap kita mau open posisi? Kalau sebelumnya sudah diset sebagai aturan & bagian dari sistem trading, acuan manajemen itu bisa digunakan disemua trade kan? So waktu akan open posisi kita hanya perlu analisa dan mencari posisi open yang tepat saja, selebihnya tinggal menuruti apa yang sudah diatur saja?
Martin S
@ Feriska Md:
Position sizing perlu disesuaikan karena untuk setiap posisi yang Anda buka belum tentu besarnya resiko dalam pip sama, sementara besarnya resiko dalam satuan uang mungkin saja sama (misal Anda mematok 2% dari free margin). Sementara risk/reward ratio perlu disesuaikan karena target profit untuk tiap posisi belum tentu sama, bisa saja berbeda, misalnya 1: 1.5, atau 1:2 atau 1:2.5 dsb. Jadi perlu disesuaikan dengan kondisi pasar, asal masih lebih besar dari 1:1.
Sebagai referensi Anda bisa baca: Hal Pokok Dalam Money Management
Sauron
gan, lbh bgs mn pasang sl d lvl trndh inside bar / mother barnya? klo pin bar rasane terlalu sempit. trus kalo misal ada bnyk price action yg muncul, kyk hbs ada inside bar trus ada pin bar, itu ngambil slnya lbh bgs dr inside bar apa pin barnya? minta pencerahanya gan... thnx
Martin S
@ sauron:
Diambil pada level terendah yang terdekat, dan tidak bertabrakan dengan level support atau resistance penting. Maksudnya jika misalnya level terendah berdekatan dengan level support penting maka yang diambil adalah level support tersebut karena probabilitas untuk stop di level tersebut lebih tinggi.
Hariman Saputra
Ane masih belajar soal stop loss ini, dari yg pernah ane tau bisa juga stop loss diatur deket atau jauh dari posisi entry tergantung volatilitasnya. Liat di aplikasi stop loss pas trending itu kok slnya deket sekali ya master?
Apa klo pasar trending itu volatilitasnya udah pasti rendah?
Atau apa ada aturan khusus kalau stop lossnya ditempatin di resisten begitu? Disitu lebih terjamin harga gag bakal tembus resistan ya master makanya ambil stop lossnya bisa tenang walopun jaraknya deket banget dari posisi entry?
Martin S
@ Hariman Saputra:
Pada contoh tersebut memang terjadi pada saat false break dan breakout pada level resistance, sehingga stop lossnya disesuaikan denga price action disekitar level tersebut. Dalam hal ini dicontohkan menentukan stop loss dari price action, untuk menentukan stop loss berdasarkan volatilitas Anda bisa menggunakan indikator Bollinger Bands, dan untuk lebih jelasnya bisa dibaca di: Beberapa Cara Menentukan Stop Loss.
Febi
Banyak trader yang menentukan level stop loss dan target profit berdasarkan level support, level resistance atau level psikologis, tetapi banyak pula yang hanya dengan perkiraan saja.... menentukan stop los dengan perkiraan apa diperbolehkan n ada strateginy?

dengan level support, resisten, bahkan psikologis sy tahu tapi tidak dengan
perkiraan. jika disertakan disini berarti itu juga salah satu metode menentukan stop los kan?
Martin S
@ febi:
Kebanyakan trader pemula menentukan stop loss memang hanya dengan perkiraan saja, tetapi semakin bertambah jam tradingnya mereka akan semakin tahu bahwa menentukan stop loss seharusnya ada aturannya, paling tidak dengan level-level support atau resistance. Jadi seharusnya level stop loss tidak ditentukan dengan perkiraan semata melainkan disesuaikan dengan kondisi pasar. Selain dengan price action seperti pada artikel ini ada beberapa cara dalam menentukan stop loss, Anda bisa baca di: Beberapa Cara Menentukan Stop Loss.
Gugun Roker
cara ngitung 1r 2r itu bagaimana gan apa ada indinya ? itu samakah sama r1 r2 di pivot?
Martin S
@ gugun roker:
Tidak sama, kalau R1 dan R2 pada pivot itu adalah level Resistance 1 dan Resistance 2, sedang disini R berarti resiko. atau Risk. 1R berarti satu kali besarnya resiko, jadi kalau resikonya atau stop lossnya = 50 pip maka 1R adalah 50 pip dan 2R adalah 2x50 pip = 100 pip. Dalam hal ini target profit 1R berarti 50 pip dan 2R berarti 100 pip.
Tini
Bagaimana jika kita pasang SL dengan jumlah pip tertentu? Misal 50 pip atau 25 pip di bawah open kita saat itu. Jika pin bar lebih dari 100 pip jaraknya dari open kita padahal kebiasaan hanya berjarak 25 pip, apakah itu pertanda akan terjadi pergerakan yang besar? Apakah kita tetap paksakan juga masuk dengan SL 100 pip tersebut? Tolong dibantu ya bang.. terimakasih
Martin S
@ Tini:
- Ya, SL yang logis tetap 100 pip, kecuali ada level penting yang cukup kuat pada pin bar tsb, misalnya level support kuat atau level psikologis angka bulat maka kita bisa atur SL dibawah level tsb (jika posisi kita buy). - Belum tentu akan terjadi pergerakan yang besar. Jika Anda perhatikan biasanya setelah pin bar yang panjang akan diikuti dengan inside bar yang menunjukkan konsolidasi.
Aji
mohon maaf sebelumnya saya malah bingung dengan kata2 ini dan saya newbie bisa terjerumus dengan hal ini: "Seandainya harga berbalik arah dengan cepat hingga melampaui ekor pin bar dan stop loss kita kena, berarti yang kita perkirakan sebagai pin bar tersebut tidak valid, bisa disebabkan karena tidak adanya faktor pendukung (support/resistance, moving average) atau memang kita salah analisa" apa bener jika STOP LOSS kita kena karena salah analisa? padahal ada yang bilang kalau market itu sebenarnya bergerak bebas dan kita hanya berasumsi, valid dan tidak apakah kita bisa tau sebelum terjadi ? mohon maaf dan terimakasih banyak
Martin S
@ Aji:
Benar, market bergerak bebas, tetapi kemungkinan arah pergerakannya bisa diprediksi sebagai dasar untuk analisa. Sebagian besar analis teknikal percaya bahwa history repeats itself atau histori pergerakan harga akan selalu berulang. Meskipun tidak semua analis sependapat, tetapi mereka sepakat pada satu hal yaitu bahwa resistance dan support sangat penting dalam analisa, yaitu sebagai patokan batas-batas level pergerakan harga sehingga bisa digunakan untuk menentukan level stop loss dan take profit. Baca juga: Kekuatan Support-Resistance Level dan Manfaat Support Dan Resistance Valid atau tidak valid bukanlah suatu kepastian tetapi besar atau kecilnya kemungkinan. Valid berarti kemungkinan untuk benar besar dan sebaliknya kurang valid artinya kemungkinan untuk benarnya kecil. Kita memang berasumsi, tetapi berdasarkan prediksi dari hasil analisa kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Jadi asumsi kita tidak berdasarkan feeling…
Sukomo Putra
@Aji kita memang berasumsi tapi berasumsi berdasarkan analisa teknikal, fundamental, trend. Judi juga berasumsi, tapi berdasarkan nasib dan tebak-tebakan. Kita jadi pedagang di pasar juga berasumsi beli cabai 100kg di grosir cabai untuk dijual lagi eceran dan berasumsi cabai akan naik. Bedanya pedagang cabai ini dengan penjudi, pedagang cabai ini berasumsi besok weekend pasti banyak orang yg butuh cabai, pedagang cabai ini juga berasumsi hampir menjelang hari raya harga cabai akan naik dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, asumsi pedagang cabai ini adalah analisa yg kemungkinan benarnya sudah teruji dan tingkat kepercayaannya sudah diatas 70%.

Kemudian timbul pertanyaan bagaimana jika cabai 100kg itu tidak laku, kan pasar itu bebas banyak pedagang, bisa saja cabai banjir dari petani harga cabai jatuh. kembali ke pepatah zaman romawi kuno waktu alexander yg agung lagi bicara di depan petani romawi, tidak ada kebenaran yg 100% sekalipun itu keluar dari raja maka itu hai petani-petani romawi pasanglah Stop Loss. Salam Profit, tetap semangat.
Fatur
Ukuran pip stop loss itu gimana ya. Misal kita mau sell pair eur/usd. Dan buka posisi di harga 1.13000. Stop loss katakanlah 100 pip. Apakah stop loss kita pasang di harga 1.13100 atau 1.12000? (koma 5 digit)
Martin S
@ Fatur:

Harga EUR/USD pada 1.13000. Ini berarti Anda menggunakan platform tradinh yang 5 digit, yang mana digit terakhir menunjukkan angka pecahan desimal.
Harga 1.13000 artinya 1.1300 (koma) 0.
Kalau Anda open sell di harga 1.13000, dan akan setting stop loss (SL) sebesar 100 pip, berarti SL Anda di level 1.14000. Ingat: sell berarti SL-nya harus lebih tinggi..