Menentukan Support Dan Resistance Dengan Price Action (1)

Para analis menentukan level Support dan Resistance berdasarkan level harga yang paling signifikan dan yang paling mendapat reaksi dari pasar.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Didalam komentar atau analisa harian pasar forex, kita selalu melihat level-level support dan resistance pada gambar chart yang menyertainya. Para analis menentukan level-level tersebut berdasarkan level harga yang paling signifikan dan yang paling mendapat reaksi dari pasar. Tidak ada aturan atau ketentuan khusus tentang bagaimana cara menentukan level support atau resistance, tetapi juga bukan berdasarkan perasaan atau perkiraan. Analis menentukan level support atau resistance dengan cara yang obyektif, logis dan sederhana.

Banyak trader yang kesulitan menentukan level support atau resistance. Biasanya mereka tidak mempunyai gambaran umum tentang level-level kunci (key levels) yang mempengaruhi pergerakan harga pasar, dan cenderung membuat ide yang kompleks dan tidak sederhana. Kadang mereka menarik banyak garis-garis support atau resistance pada chart trading tanpa memperhatikan proses pergerakan harga (price action) yang ada didalamnya hingga terkesan rumit dan membingungkan.

Artikel ini memberikan beberapa contoh cara menentukan level support dan resistance dari seorang ‘trader price action’ pada chart daily. Sebelumnya, perlu diketahui beberapa mitos umum dalam menentukan level-level support dan resistance.

 

Mitos Umum Dalam Menentukan Level Support Dan Resistance

Mitos 1: Anda mesti menarik garis pada setiap level yang Anda lihat pada chart trading.

Banyak trader pemula yang terjebak melakukan ini hingga memerlukan waktu berjam-jam untuk menarik level sekecil apapun yang mereka temukan pada chart, hingga tampak rumit dan mengganggu penglihatan kita dalam menganalisa pergerakan harga pada chart. Anda seharusnya hanya menarik garis-garis pada level yang signifikan sebagai acuan dalam mempelajari pergerakan harga lebih lanjut.

Mitos 2: Garis-garis support dan resistance yang Anda tentukan harus persis pada level terendah atau level tertinggi dari bar atau candlestick-nya.

Barangkali ini adalah mitos yang banyak mempengaruhi trader. Seringkali, yang dimaksud support dan resistance adalah daerah atau zona (zones) tertentu daripada hanya sekedar titik pada level tertentu. Memang ada level kunci yang mesti tepat pada harga yang dimaksud, tetapi lebih sering garis-garis tersebut dibuat dengan melewati ekor atau kadang body candlestick-nya. Jadi level support atau resistance tidak harus selalu ditentukan persis pada level terendah atau level tertingginya.

Mitos 3: Anda harus melihat pada level histori masa lalu, makin jauh waktunya makin akurat.

Kecuali Anda investor jangka panjang atau trading dengan time frame bulanan atau tahunan (sangat jarang), Anda tidak harus melihat pada level harga yang telah lebih dari setahun lalu ketika hendak menentukan level-level support atau resistance. Anda cukup fokus pada histori pergerakan harga 3 sampai 6 bulan lalu untuk menarik garis-garis level pada chart daily. Mungkin level kunci pada 2 atau 3 tahun lalu masih signifikan dan terulang tampak pada chart sekarang, tetapi pasar cenderung merespons level-level kunci yang belum lama terjadi.


Contoh Level Support Dan Resistance Pada Chart Daily Berdasarkan Price Action

Berikut dicontohkan cara menentukan level support dan resistance dari beberapa pasangan mata uang, emas, index Dow Jones dan minyak mentah (Crude Oil) dalam tahun 2012 lalu pada chart daily. Dalam semua contoh ini garis yang berwarna merah atau level kunci menunjukkan level yang ditarik pada jangka waktu yang lebih panjang dan lebih signifikan dibanding dengan garis yang berwarna biru (level jangka pendek).

Contoh 1: EUR/USD – daily

Menentukan Support Dan Resistance Dengan Price

Pada gambar diatas tampak bahwa EUR/USD bergerak dalam range dengan level resistance pada zona 1.3140-1.3170 dan level support pada 1.2830. Itulah level kunci resistance dan support-nya. Dalam range level resistance ini terdapat level-level resistance jangka pendek walau tidak signifikan yaitu 1.3070 dan 1.3020. Level 1.3070 adalah level tertinggi pada 5 Oktober 2012, dan melewati body dan ekor candlestick harga antara 17-23 Oktober 2012, tetapi tetap sebagai resistance. Ini juga sebagai contoh mengapa level resistance atau support tidak harus selalu tepat pada harga tertinggi atau terendahnya. Demikian juga level 1.3170 tidak tepat pada level tertinggi pada 14 September 2012.

Perlu dicatat inside bar yang terbentuk pada 18 Oktober 2012. Setelah inside bar, harga menembus resistance dan mencoba untuk bergerak kembali keatas tetapi gagal dan bergerak lagi kearah bawah disekitar level resistance 1.3070. Level break kearah bawah (breakdown level) inside bar tersebut dalam hal ini adalah level resistance (jangka pendek) 1.3070, dan sebaliknya untuk level break keatas (breakout level) dari inside bar biasanya sebagai level support.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ryan
itu di sebeleah kiri ada candle hitam yang dibungkus oleh candle putih di bar sebelumnya. apakah itu juga termasuk inside bar? tapi koq ga turun yaa? apa ada indikator lain untuk menentukan itu grafik akan turun atau tidaknya? mohon pencerahannya dari para master disini
Martin S
@ Ryan:
Ya, itu inside bar. Candle putih di bar sebelumnya adalah mother bar.
Inside bar menunjukkan konsolidasi, dan bar setelahnya bisa bergerak turun atau naik tergantung sentimen pasar.

Jadi untuk trading berdasarkan inside bar Anda harus menunggu level ekstrem mother bar ditembus (bisa level tertinggi atau level terendahnya). Pada contoh diatas level tertingginya yang ditembus. Untuk menentukan momentum entry bisa dibantu dengan indikator trend dan indikator oscillator seperti pada contoh EUR/USD daily yang terjadi sebulan lalu:



Dari indikator parabolic SAR, MACD, RSI dan ADX tampak bahwa pergerakan harga cenderung bearish. Konfirmasi untuk sell ketika harga telah menembus level terendah mother bar dan juga menembus kurva supprt sma 50.
Baca juga: Trading Dengan Strategi Inside Bar
Ali Hanafi
@ryan: disini kalau anda mengamati candle inside bar berarti bisa menggunakan teori candlestick khususnya tentang inside bar. sebenarnya terbentuknya inside bar itu menandakan akan adanya volatilitas yang tinggi, tapi tidak hanya dari terjadinya reversal melainkan juga dari penerusan tren. jika pada grafik tersebut inside bar pada akhirnya melanjutkan uptren, itu normal karena candle selanjutnya mampu menembus garis diatas level inside bar. sedangkan inside bar kedua bisa dikatakan menandakan penurunan karena candle selanjutnya juga breakout ke level yang lebih rendah. jadi kalau ada inside bar jangan terburu untuk order, tapi tunggu dulu apakah candle berikutnya mampu menembus garis support atau resistance.
Syarif R
@Ali. Kekurangan trading dg analisa candle itu ya mesti tunggu bbrp candle jadi dulu baru bisa yakin, kadang kalo lagi g tentu mlh bisa bikin telat op, g heran kalo cara ni cocok bwt trading berdsrkan trending aja, kalo g gitu ya mesti pasang indikator lain lagi buat bantu konfirmasi sinyalnya.
Hamdan Margiyono
klo mo masuk dgn sinyal yg bagus y emang musti tunggu konfirmasi bro.. emang mau cepet2 entri tapi trnyata sinyalnya false?? mlh rugi domg ente
Ali Hanafi
@syarif: itu semua karena sifat indikator candle sendiri yang bersifat lagging, karena harus benar-benar menunggu terbentuknya candle baru bisa memperkirakan pergerakan selanjutnya.

jadi akan tepat sekali kalau menggabungkannya dengan pengamatan pada garis support dan resistance, karena indikator itu akan memberi gambaran lebih jelas soal arah tren selanjutnya kalau pola-pola candle tertentu dapat breakout pada garis-garis di level tertentu juga.
Nung Nung
mkn bingung nich ane bcx...
Sus.widianto
tinggal tarik aja pake fibo retracement ntar juga pasti langsung keliatan otomatis mana sr kunci mana sr jangka pendeknya... cuman nentuin swing high swing lownya masih subjektif si. tapi kalau level2 yg lain bisa ditarik otomatis sesuai perhitungan kan lumayan juga hasilnya..
Hans
Ngutip, "Anda harus melihat pada level histori masa lalu, makin jauh waktunya makin akurat", masa sih? bukannya udah ga relevan lagi kalo udah semakin lama? kalo tracknya diambil dari 2 tahun lalu ya jelas udah ga sesuai sama kondisi pasar saat ini kan
Martin S
@ Hans: Kalau Anda baca lagi kalimat tersebut adalah mitos. Jadi Anda tidak harus melihat pada level histori yang sudah terlalu lama. Misalnya jika Anda trading pada chart daily Anda perhatikan histori pergerakan harga 3 sampai 6 bulan lalu untuk menarik garis-garis level support dan resistance. Meski demikian validitas suatu level support atau resistance tergantung dari seringnya level tersebut dikunjungi, jadi meski sudah lama terjadi tetapi jika masih sering dikunjungi maka validitasnya masih tinggi. Biasanya terjadi pada level-level psikologis dengan angka bulat. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:
Pasar Mempunyai Ingatan
Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance