Advertisement

iklan

Menentukan Target Profit Yang Sederhana Dan Efektif

116981

Trader forex pemula biasanya menentukan target dengan perkiraan semata atau berdasar emosi. Padahal, itu keliru. Ini cara menentukan Target Profit yang tepat.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Level Target Profit atau Take Profit (TP) dalam trading forex biasanya ditentukan setelah resiko, sesuai dengan Risk/Reward Ratio yang telah kita rencanakan. Namun, dalam kenyataannya, Target Profit relatif bergantung pada kondisi pergerakan pasar.

Trader pemula biasanya menentukan level target profit dengan perkiraan semata atau berdasarkan emosi, tanpa membaca pola pergerakan harga yang mungkin bisa terjadi. Padahal, ini justru memperbesar kemungkinan rugi.

Pada artikel ini dicontohkan cara menentukan Target Profit sekaligus memutuskan untuk Exit dengan cara sederhana, relatif mudah tetapi cukup efektif, yaitu dengan melihat setup Price Action sebagai sinyal, serta indikator Moving Average sebagai pendukung.

Menentukan Target Profit Yang Sederhana Dan Efektif

 

Target Profit Yang Ditentukan Dengan Emosi VS Dengan Logika

Pada kenyataannya, banyak trader yang menentukan level Target Profitnya dengan emosi dan tidak mengikuti rencana strategi Exit yang telah direncanakan. Alasannya bermacam-macam.

Yang pertama: keluar pasar sebelum waktunya. Alasan yang umum adalah khawatir tidak kebagian profit, sehingga profit yang diperoleh hanya sebagian saja dari yang seharusnya bisa didapatkan.

Kedua: memperkirakan pasar akan bergerak sesuai harapan, lalu posisi ditahan meski kondisi pasar sudah berubah, sehingga profit yang seharusnya bisa diperoleh malah jadi hilang. Seperti contoh berikut ini:

Menentukan Target Profit Yang Sederhana Dan

Kita memperoleh sinyal untuk entry dari Pin Bar yang mengalami penolakan (rejection) pada level support sekaligus sebagai sinyal penerusan arah trend (uptrend), dan kita bisa membuka posisi buy. Harga terus bergerak di atas garis Moving Average (biasanya EMA-8 dan EMA-21 Daily) sebagai level support dinamis.

Ketika beberapa hari kemudian harga telah mulai menembus garis Moving Average dan membentuk level resistance (garis horisontal atas), secara logika dan mudah bisa diartikan bahwa pergerakan harga telah mengalami penolakan pada level resistance yang baru terbentuk tersebut. Harga penutupan hari itu yang berada di bawah level harga pembukaan (bar candlestick warna hitam). Hal ini merupakan sinyal untuk Exit, atau menggeser level Stop Loss untuk memaksimalkan profit (bisa dengan memanfaatkan fasilitas Trailing Stop yang tersedia pada platform trading).

Harga bergerak turun dan kemudian mengalami penolakan kembali oleh garis Moving Average berikutnya, sehingga ada kemungkinan untuk terus rally. Jika Anda telah Exit pada bar sebelumnya, mungkin tidak begitu risau, tetapi yang masih dalam posisi tentu agak cemas, apakah mungkin harga akan kembali naik?

Rasa cemas dan khawatir adalah salah satu contoh keterlibatan emosi dalam trading, dalam hal ini mungkin karena tidak memperhatikan sinyal exit dari pergerakan harga (price action) hingga terlambat Exit, atau karena rasa greed (serakah) untuk memperoleh profit sebanyak-banyaknya, yang juga tak lepas dari pengaruh emosi.

Jika Anda masih dalam posisi dan tetap mengamati pasar, pada hari berikutnya terbentuk setup Pin Bar lagi (meski kurang signifikan) dan mengalami rejection oleh garis Moving Average periode yang lebih panjang (warna abu-abu).

Pasar memang ajang pertarungan antara bullish dan bearish. Jika yang bullish menang, maka harga akan bergerak ke atas dan sebaliknya. Karena pasar telah membentuk level resistance, maka kita mesti hati-hati ketika harga mendekati level tersebut. Bisa breakout, false break (sinyal break palsu), atau berbalik arah.

Dalam contoh di atas, pada hari berikutnya ternyata gerak harga mengalami rejection di level resistance tersebut, disusul dengan terbentuknya formasi Bearish Engulfing yang menembus batas-batas kedua indikator Moving Average. Isyarat pasar sudah jelas, kemungkinan besar harga akan bergerak turun. Di sini adalah point kritis untuk Exit.

Sebagai catatan, ini hanyalah contoh jika Anda entry pada kondisi pasar seperti di atas, dan Anda mengamati pergerakan pasar dari hari ke hari. Pada contoh di atas kebetulan tidak tampak level resistance kunci sebagai acuan target Take Profit. Oleh karenanya, Anda memutuskan level exit dengan mengamati pergerakan harga (price action) dari hari ke hari.

Namun, Target Profit juga bisa ditentukan bersamaan dengan setting Risk/Reward Ratio ketika entry dengan batas-batas acuan yang jelas, lazimnya di level-level support atau resistance kunci. Apabila sudah ditentukan seperti ini, Anda tidak mesti selalu mengamati pasar sampai level yang telah Anda tetapkan tercapai

 

Menentukan Target Profit Pada Kondisi Pasar Trending

Jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat (bisa dilihat dari indikator Moving Average atau indikator ADX), maka cara yang cukup efektif untuk memaksimalkan profit adalah dengan menggunakan Trailing Stop. Tidak ada kaidah yang baku dalam menerapkan Trailing Stop. Bergantung pada besarnya resiko atau level Stop Loss yang telah Anda tetapkan, teknik Trailing Stop membuat Anda mampu "mengunci" profit yang telah doperoleh tanpa dibatasi oleh level Target Profit tertentu.

Apabila kondisi pasar bergerak dengan trend yang cukup kuat, sebaiknya Anda tidak membatasi level Target Profit, karena biasanya pasar akan cenderung menembus level Support atau Resistance kunci. Dan jika Anda berhenti untuk take profit pada level kunci tersebut, tentu Anda akan kehilangan peluang untuk profit yang lebih besar. Berikut contoh penerapan teknik Trailing Stop pada AUD/USD di chart Daily yang sedang trending up:

Menentukan Target Profit Yang Sederhana Dan

Pada contoh di atas, indikator pendukung adalah exponential moving average (EMA) 8 dan EMA-21 Daily.

Anda bisa entry dengan sinyal Pin Bar yang mengalami rejection, atau dengan sinyal Inside Bar yang terjadi sesudahnya. Trailing Stop bisa ditentukan pada level antara band EMA-8 Daily dan EMA-21 daily. Jika trend pasar makin kuat, maka jarak antara garis EMA-8 Daily dan EMA-21 Daily akan makin lebar, dan level Trailing Stop kita tentu juga akan makin besar, sebanding dengan level target profit yang akan kita kunci (locking profit).

 

Menentukan Target Profit Pada Kondisi Pasar Sideways (Ranging)

Menentukan level Target Profit pada kondisi pasar Sideways (Ranging) relatif lebih mudah, terutama jika kita telah mengetahui batas-batas kisarannya (range). Apabila tidak ada sinyal yang mengisyaratkan harga akan break pada level Support atau Resistance-nya, maka cara yang paling aman adalah menentukan level Target beberapa pip di atas level Support atau beberapa pip di bawah level Resistance-nya. Berikut contoh pada GBP/USD pada chart Daily:

Menentukan Target Profit Yang Sederhana Dan

Dalam contoh di atas, level Entry bisa diletakkan pada 50% dari level Pin Bar yang mengalami rejection oleh resistance, dan level Target Profit ditentukan beberapa pip di atas level support.

Jika kemudian ternyata tampak sinyal yang mengisyaratkan batas-batas range akan break (dalam hal ini jika level support akan break), maka kita bisa membuka posisi baru dengan level Stop Loss dan Target Profit yang berbeda.

Penggunaan Risk/Reward Ratio

Dalam kasus pada dua contoh di atas, kita tidak harus menentukan Risk/Reward Ratio.

Pada contoh penggunaan Trailing Stop, Risk/Reward Ratio akan membatasi level Target Profit hingga tidak maksimum, di samping profit yang telah kita peroleh tidak terkunci. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan teknik Trailing Stop pada beberapa platform trading mengharuskan komputer Anda selalu "on". Oleh karena itu, Anda juga bisa menggunakan Trailing Stop manual dengan setiap kali menggeser level Stop Loss sesuai dengan keinginan.

Sedangkan dalam hal kondisi pasar benar-benar sideways, batas-batas range sudah jelas, sehingga akan cukup riskan bila take profit di luar range tersebut.

Anda bisa juga menggunakan Risk/Reward Ratio untuk menentukan level Target Profit, tetapi kita tidak bisa tahu dengan pasti apa yang akan terjadi pada pergerakan pasar selanjutnya. Pada umumnya jika kita tahu pasar sedang Trending dengan kuat atau sedang bergerak Sideways, cara menentukan level target profit seperti pada contoh di atas akan lebih efektif.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Putra W_s
tp kn bnyk buanget formasi2 pin bar itu? ane coba ngenali polax g berhasil2 dari dulu. kalo sideways gni apa mesti repot ngliatin posisi pin bar kyk gitu?
Martin S
@ putra w_s:
Untuk kondisi sideways Anda hanya perlu mengetahui level resistance dan support-nya, setelah itu perhatikan formasi bar pada level resistance dan support tersebut sebelum entry. Kalau formasinya menunjukkan pergerakan reversal baru entry. Biasanya formasi tsb berupa pin barpin bar berekor panjangatau doji dan variasinya.
Santi
Apakah yang harus kita lakukan jika sinyal exit trade ternyata lebih sedikit dari risk? Misal ada sinyal dengan pin bar rejection dengan jarak 100 pip untuk kita pasang SL. Setelah konfirmasi, kita open candle setelah pin bar tersebut. kemudian muncul kembali pin bar rejection yang berlawanan dari pin bar pertama yang akan digunakan sebagai sinyal close. Pada saat di close ternyata hanya profit 50 pip. Berarti Risk:Rewardnya kurang dari 1:1 kan? Kalau gitu gimana tipsnya master?
Martin S
@ Santi:
Maksud Anda adalah risk/reward ratio lebih kecil dari 1:1, atau reward-nya lebih kecil dari resikonya.
Yang Anda contohkan adalah take profit (TP) yang tidak ditentukan dari awal, jadi dalam hal ini Anda tentukan SL duluan, baru TP-nya belakangan.

Yang Anda contohkan tsb risk/reward-nya adalah 1 : 0.5 (meskipun tidak ditentukan dari awal).
Menurut anjuran dari trader pro, jika ingin menggunakan risk/reward ratio sebaiknya lebih besar dari 1:1 atau minimal 1:1 agar dalam jangka panjang hasil trading Anda bisa profitable, dan ditentukan dari awal (saat entry).

Tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi pasar, misal pasar sedang trending dengan kuat. Tapi jika ragu, Anda bisa menggunakan trailing stop untuk memaksimalkan profit.
Agus Bastian
kalo dah terbiasa ma pinbar ma inside bar setups, kita cuma perlu fokus sama S-R doang... Setelah itu gwa jamin sisa2nya, tetek bengek dll, ngikut lancar lah, ga perlu indikator macem2, bersih!
Anton Baskoro
Pak, biasanya kan kita nih nentukan exit dari titik Support dan resistance terdekat kan yah? Nah seringkali saya kebobolan gara-gara SR yang saya tarik dari beberapa periode lalu (saya pake frame h4) kurang tepat dalam menandakan adanya reversal misalnya pada chart ini.. Jadi saya pasang posisi sell, soalnya saya kira garis merah itu resistennya, eh malah harga naik terus... Kira2 bagaimana cara meminimalisir kesalahan ini


Martin S
@ Anton Baskoro:
Mungkin maksud Anda saat menentukan entry. Untuk pergerakan bar yang pendek-pendek dan bersifat konsolidasi seperti itu harus dikonfirmasi dengan indikator terutama RSI karena tampak bergerak sideways (setelah long bullish bar):

Pada bar saat Anda entry sell tampak kurva RSI diatas center line (level 50.0), dan kurva MACD tepat memotong kurva sinyal (warna merah) dari arah bawah, jadi kemungkinan besar akan breakout resistance. Anda bisa buy diatas resistance. Mengenai level resistance dan support, dalam hal ini yang tampak jelas adalah level tertinggi bar A (sebagai resistance) dan level tertinggi bar B (sebagai support). Untuk mengetahui level resistance dan support setelah bar A bisa menggunakan Fibonacci retracement seperti pada gambar diatas. Dalam hal ini tampak resistance yang kuat adalah pada level 23.6% Fibo retracement, bukan pada garis merah seperti yang Anda maksud.
Andri L.h.
Apakah semakin besar volume yg saya pasang dalam trading bisa semakin berisiko?
Rizal Sf
Trading bagaikan pedang bermata dua, semakin besar volume yang anda set, maka semakin besar pula risikonya. Disarankan menggunakan money management yang baik sebelum memasang posisi dengan menggunakan volume yang besar.  Salam sukses
Nita Surina
Biasanya pasang volume berapa set gan? Sebaiknya pake 0.01 saja klw takut loss. Tapi dapatnya juga sikit nanti.
Hadi Wijaya
Ya makin berisiko mas, katakan anda membuka posisi 0.01 lot, kemudian harga bergerak berlawanan dengan prediksi anda sebesar 1,000 poins, maka posisi anda sudah pasti langsung minus 10 Dolar. Kalau anda buka posisi 0.03 lot, maka anda akan loss 30 Dolar. Kalau anda buka posisi 0.10 Lot maka anda sudah loss 100 Dolar. Kalau lebih dari itu, akun Anda mungkin sudah tidak terselamatkan lagi. Lot memang mengerikan, jadi hati2.