Advertisement

iklan

Mengapa Saya Memilih Menjadi Technicalist

63091

Dua kelompok analisis dalam forex trading adalah fundamental dan teknikal. Di masa awal saya belajar trading, saya mencoba untuk memahami kedua teknik analisis tersebut. Saya memantau news, mencoba memperkirakan bagaimana reaksi market terhadap news tersebut, selain juga menggunakan (banyak) indikator di chart saya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dua kelompok analisis dalam forex trading adalah fundamental dan teknikal. Di masa awal saya belajar trading, saya mencoba untuk memahami kedua teknik analisis tersebut. Saya memantau news, mencoba memperkirakan bagaimana reaksi market terhadap news tersebut, selain juga menggunakan (banyak) indikator di chart saya.
indikator di chart
Tapi sejalan dengan waktu, lama kelamaan saya lebih cenderung untuk mengandalkan analisis teknikal. Mengapa? Ada beberapa alasan yang membuat saya cenderung untuk memilih menjadi teknikalis di antaranya:

  1. Hasil berupa angka
    Hasil dari technical analysis itu berupa angka. Semua informasi dan dampaknya terhadap market dinyatakan dalam harga mata uang (pairs) yang langsung berupa angka.
  2. Menunjukkan trend secara lebih jelas
    Analisis teknikal secara jelas menunjukkan trend (kecenderungan arah) pergerakan harga pairs. Ini jelas satu hal yang paling penting. Bukankah sebagai trader, membaca trend adalah satu hal yang "wajib" dilakukan supaya kita bisa mengambil posisi yang tepat?
  3. Pola-pola yang terjadi pada chart cenderung berulang
    History itu selalu berulang. Hal ini jelas terjadi pada pergerakan harga pairs dalam forex trading. Pola chart tertentu konsisten, dapat diandalkan dan berulang. Technical analysis sangat membantu kita untuk melihat pola-pola tersebut.

Nah, Karena 3 alasan utama di atas (plus pengalaman buruk ketiga mencoba mengandalkan analisis fundamental) saya cenderung untuk lebih mengandalkan analisis teknikal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam ber-trading.

Ok, bicara tentang technical analysis tentunya tidak bisa lepas dari indikator. Mungkin anda bertanya, trus, apa indicator yang sebaiknya digunakan? Mm… kalau menurut mentor saya sih… "semua indikator itu bagus, tinggal bagaimana tingkat pemahaman kita terhadap indicator tersebut". Thanks mastah… atas informasinya! Yah… berbekal quote standar tersebut, akhirnya saya memilih untuk menggunakan indikator-indikator berikut:

Moving Average
Saya memakai indicator ini karena inilah indikator yang menurut saya paling sederhana dan paling mudah dipahami. Oh iya… satu lagi… karena inilah indikator yang pertama kali saya lihat karena secara default sudah terpasang di trading platform yang saya gunakan. Pada intinya indicator ini memberikan gambaran tentang nilai rata-rata bergerak untuk periode tertentu yang kita inginkan. Kita bisa menggunakan beberapa moving average untuk membaca apakah trend untuk jangka waktu yang lebih pendek memang berbeda dari jangka waktu yang lebih panjang untuk menentukan kapan kita masuk/keluar market.

MACD dan RSI
Saya terutama menggunakan MACD untuk membaca momentum yang ada di sebuah trend. Sedangkan RSI digunakan untuk melihat kondisi  market, apakah terjadi oversold mapuan overbought. Selain itu juga bisa digunakan apabila kita ingin melakukan divergence trading.

Fibonacci Retracement
Nah, yang satu ini adalah indicator favorit saya. Fibonacci retracement secara umum menggambarkan pola-pola yang terjadi di alam semesta, termasuk juga dalam pergerakan harga pairs di forex trading. Saya biasa menggunakan patokan Fibonacci retracement untuk menentukan level-level support-resistant untuk memperkirakan pergerakan selanjutnya harga sebuah pairs berdasarkan pola-pola yang ada. Oh iya, tambahan  satu lagi, yang wajib dipahami bagi technicalist, yaitu: candlestick.

Candlestick
Yups, bener banget, "cuma sekedar" candlestick. Eh, jangan salah, jenis chart yang satu ini banyak sekali memberikan informasi bagi trader. Dari melihat bentuk-bentuk candlestick, kita bisa melihat apa sebenarnya yang terjadi di market, bagaimana tarik-menarik terjadi antara buyer-seller dan juga berapa volume transaksi yang akhirnya terjadi. Ini jelas merupakan informasi standart yang perlu diketahui dan dipahami oleh semua trader.

Belum lagi dari melihat pola chart (chart pattern) yang terjadi dari sederetan candlestick, kita bisa memahami apa yang sedang terjadi. Dan yang terpenting:  apa yang bakalan terjadi di market sehingga kita bisa mengambil posisi yang tepat. Nah, ternyata, cuma berbekal pengetahuan tentang beberapa indikator di atas plus candlestick, sampai sekarang saya ternyata masih "betah" tuh menjadi technicalist. Bagaimana dengan anda?

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Nur Habibi
klo ane malah susah tuh trading pake ma, padahal itu kan yang paling sering dipake sama kebanyakan trader ya? apapun indikatornya kebanyakan trader paling nggak ada satu ma yang dipake. apa cara trading ane ini termasuk aneh & kurang bagus?
Gun Rusdianto
Kualitas strategi tidak ditentukan dari indikator yang digunakan. Jika seseorang bisa menghasilkan profit secara konsisten hanya dengan satu indikator yang tidak umum karena memang telah cocok dengan cara tradingnya, maka strategi tersebut sudah bisa dikatakan bagus untuk dirinya.

Sebetulnya tidak ada standar untuk menentukan indikator mana yang paling baik, kombinasi mana yang paling bagus, karena penggunaan satu indikator di tangan trader lain juga bisa menimbulkan hasil yang berbeda. Maka dari itu segera pahami jenis dan fungsi indikator, dan tentukan mana yang bisa mendukung cara trading anda.

Jika memang MA bukanlah indikator yang tepat, tidak menggunakan MA akan lebih baik dibandingkan dengan ikut-ikutan menggunakan MA hanya karena banyak yang berhasil menerapkannya.
Nur Habibi
oh gitu ya suhu, gimana2 tetep lebih baik yg paling sesuai sm cara sendiri ya? makasih suhu, ane jadi lebih yakin kalo gini, tadinya ane mang udah tau sih soal beginian, cuma tiba2 ragu soalnya ada yg bilang pilih indikator yg umum tuh kesempatan profitnya lebih gede, karena makin banyak juga trader yang nempatin order diposisi sama, gitu....
Anas Gufron
fundamental jg bukannya hasil berupa angka? kn data2 yg rilis wujudnya dlm bentuk angka. memang kabur bngt kl trdng cm pke fundamental ja, msk dpt bhn pertimbangan buat op dr sentimen fundamental aja. tp apa teknikalis sm sekali gg butuh analisa fundamental? gmn2 yg mnggerakkan hrga itu kan ya fundamental ini. pola harga dichart boleh jd sama, tp kl sewaktu2 ada lonjakan yg gg biasa drmn lagi trader analisanya kl bkn dr fundamentalnya? lgian cr apapun gg ada yg bs mastiin bkl sukses 100% cz hrg gg ada yg scr akurat bs nebak hrg larinya bakal kemana. jd meskipun pake prinsip history selalu berulang itu gg menjamin hrg bkl nurutin prkiraan teknikalis aja
Gun Rusdianto
Kenyataannya walaupun trader mengklaim dirinya sebagai seorang technicalist atau fundamentalist, dalam tradingnya pasti tetap menggunakan dua jenis analisa tersebut. Yang membedakan di sini hanya porsinya saja. Technicalist akan lebih cenderung mengandalkan sinyal indikator dichart dan sedikit memperhatikan fundamental, sedangkan fundamentalist akan lebih rajin menyimak faktor fundamental dan hanya menggunakan indikator untuk mengetahui arah tren dan posisi entry yang tepat. Dalam penggunaannya akan sangat sulit untuk menggunakan salah satunya saja. Technicalist tetap perlu memperhatikan fundamental terutama di waktu-waktu rilis berita penting, sedangkan fundamentalist tentunya perlu menganalisa tren dan mendapatkan poin entry yang tepat agar posisinya tetap bisa menguntungkan.
Enias
maaf sy pnya kemahan tdk bs analisis tren.. jg gak mggunakan RSI ato indi lain yg menentukan overbought/sold. jd sy andalkan pivot mingguan. fibo. fundamental dan MA mgkin ada temen trader yg steginya mirip sy.. bisa sharing.. trims.