Mengapa Trader Kebanyakan Loss?

98027

Fakta membuktikan bahwa sebagian besar pedagang kehilangan modal saat berdagang forex karena loss. Apakah sebegitu misterius market itu, sehingga orang-orang yang berdagang kebanyakan mengalami kerugian?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Melalui artikel ini kita akan menelusuri fakta tersebut untuk mencari solusi agar terhindar dari kerugian di masa akan datang. Berdasarkan pemantauan selama beberapa tahun, fakta menunjukkan bahwa sebagian besar trader kehilangan modal saat trading Forex karena loss. Dalam benak kita pasti segera muncul pertanyaan: apakah market Forex begitu misterius, sehingga orang-orang yang trade kebanyakan mengalami kerugian?

Dari permasalahan di atas, faktor psikologis emosi yang mempengaruhi mereka ketika trading forex dapat menjadi pemicu terjadi loss. Namun ada kabar gembira bahwa emosi dan psikologis trader yang dapat mengganggu saat transaksi dapat diatasi dengan manajemen risiko. Hari ini kita akan membahas 2 aspek kunci dari manajemen risiko, di antaranya:


Point 1: Kerugian harus lebih kecil dari profit dengan perbandingan rasio 1:2
Pada beberapa waktu yang lalu, penelitian mengenai sifat dasar manusia dalam melakukan transaksi mata uang belum populer digalakkan. Kini setelah penelitian semacam ini sering dilakukan, kita akan tahu penyebab trader mengalami rugi akibat trade Forex.

Grafik yang menunjukkan perbandingan posisi trading profit dan loss pada tiap pair forex



Satu dari banyak alasan mengapa trader kehilangan uang adalah karena mereka tidak mengerti dan tidak mematuhi praktek manajemen uang (money manajemen) dengan baik. Money mangement pada dasarnya adalah menentukan risiko sebelum seorang trader melakukan sebuah transaksi trading. Tanpa ada management modal, trader akan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Untuk mengantisipasi hal itu, kita memerlukan manajemen risiko. 

Rasio manajemen risiko yang umum digunakan oleh trader adalah 1:2. Dengan pengelolaan risiko kita tidak perlu khawatir kehilangan uang lebih banyak, atau bekerja lebih keras untuk mendapat keuntungan lebih besar. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh gambar di bawah ini:



Point 2: Risiko kehilangan modal harus kurang dari 5% dari balance

Sebagai trader tentu kita menginginkan hasil yang konsisten. Oleh sebab itu, penggunaan manajemen risiko dengan rasio 1:2 belum cukup. Kita juga harus menempatkan risiko maksimal pada balance. Apa yang dimaksudkan artikel ini adalah berapa banyak modal yang kita relakan jika nanti terjadi kerugian. Di sinilah kita akan mengetahui betapa pentingnya batasan risiko pada akun kita, supaya tidak banyak modal yang melayang.

Sering kali trader menetapkan take profit (TP) mereka hanya pada 20 poin. Yang menjadi pertanyaan adalah, berapa stop loss (SL) yang akan diberikan jika seorang trader menetapkan TP hanya 20 poin? Apakah mungkin diberikan SL sebesar 10 poin?

Untuk melihat kemungkinannya, kita bisa memperhitungkan berapa jumlah kerugian yang kita dapat dalam satuan dollar jika order kita terkena stop loss. Jika pada akhirnya stop loss sebanyak 10 poin di atas malah menghasilkan kerugian yang berada di luar batas toleransi kita, maka perhitungan di atas tentu tidak bisa kita terapkan.

Yang paling realistis adalah dengan memperhitungkan resiko loss dulu, baru kemungkinan profitnya.
Batasi kerugian kita setidaknya 5% dari saldo akun ketika bertransaksi. Sehingga seandainya transaksi mengalami kerugian, maka kita masih punya cadangan berupa 95% balance yang dapat digunakan untuk trading di esok hari.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Anggie Fx
Terima kasih, sangat bermanfaat informasi dan perhitungannya untuk trader forex
Maman Suparman
gimana hubungan nya faktor psikologis sama manajemen resiko ini? bukan nya dg stop loss trader malah bnyk yg merasa g berhasil krn tp nya blm tercapai?
Darmawan Putra
sisi psikologis yang dimaksud disini mungkin adalah waktu trader terus membuka posisi saat trading sebelumnya dirasa salah. padahal seperti itu bukannya mengurangi rugi tapi bisa memperbesar jumlahnya kalo dilakukannya cuma untuk menuruti emosi aja. manajemen resiko disini dipakai supaya trader tidak sembarangan buka posisi dan ada manajemennya, jadi waktu hasilnya ternyata loss, jumlah kerugiannya bisa ditanggung dan tidak memicu emosi untuk terus masuk pasar tanpa perhitungan yang tepat.
Murni
Tp laen lg akirnya kalo udh punya set manajemen risiko tp emosi tradingnya belom terkontrol. Yg ada malah karna kena pengaruh emosi settingan manajemen diubah2 g sesuai aturan. Ya emg manajemen risiko bs minimalisir efek dr psikologi yg buruk, tp kembali lg, justru itu bs sm tdk bergunanya klo trading msh penuh emosi. Jd yg paling utama ttp, kontrol emosi sebaik mungkin. Ini yg plg berperan dlm trading forex krn sebgaus apapun sistem dn manajemen risiko kl emosinya msh blm terkendali mk sm sja trading jg tdk akan konsisten profitabel.
Maman Suparman
@darmawan trus kl trnyata hasil sl nya lbh bnyk gimana? berarti g efektif dong penggunaan nya?
Darmawan Putra
sebelumnya perlu diingat juga bahwa penerapan manajemen resiko juga dibarengi dengan strategi trading tertentu. untuk mengetahui keberhasilannya bisa dilakukan backtest apakah hasil yang diperoleh menunjukkan hasil yang untung atau rugi. lebih banyak stop loss bukan berarti cara tradingnya tidak berhasil. dengan menerapkan rasio reward yang lebih rendah, trader masih bisa profit meski banyak trading di backtest menunjukkan hasil rugi, karena jumlah profit akan lebih besar beberapa kali lipat dari hasil rugi yang didapat.
Adrian Suwirya
kudu diliat dulu seberapa banyak persentase lossnya. kalo kalah lebih banyak berarti ya emang dah ga cocok itu sistemnya. masih ditest bisa coba pake sistem2 lain sampe ketemu yang paling cocok. gag perlu paksakan pake sistem itu kalo bisa nemu lain yang lebih oke. walopun udah pake manajemen rasio tapi kalo keluarnya lebih banyak kalah tetep aja propit jadi gag maksimal. yah emang forex ini penuh resiko tapi bukan berarti kita gag bisa maximize peluang untung kan?
Ahmad Sahira
Kalau boleh saya mau menambahkan, keterangan di atas sudah mantap tentang penetapan stop loss dulu sebelum target profit. Tapi untuk supaya lebih jelas lagi, bisa dicontohkan bagaimana memasukkan persentase kerugian 5% dari balance menjadi stop loss per posisi, atau per beberapa posisi. Misalkan untuk setiap posisi risiko maksimal adalah 5% dari balance, maka tinggal menghitung berapa usd jumlahnya, dan kemudian memperhitungkan nilai posisi kita, bisa berapa usd per pips. Setelah itu baru akan ketemu berapa pips dari jarak entry yang nilainya sama dengan risiko 5% dari balance itu. Jika menggunakan rasio 1:2, nantinya target profit tinggal dikalikan 2 saja dari jumlah pips yang ketemu untuk stop loss tadi.
Lenny 1414
setujuu. biar aman op fx jgn keburu cari brp pips mau tp, tapi liat slnya dulu br dilipatin sesuai rasionya. semuanya diawalin dr diri kita sendiri, mau deposit brp, siap nerima rugi pertrade brp, rugi total brp. nah baru deh perhitungan mmnya bisa dimulai dari situ, klo blm2 udah nentuin tpnya dulu sama jadinya kayak trader yg masih blm bljr ttg manajemen resiko. karna melihat resiko nomer 2 setelah menargetkan profit, jadi perhitungan lossnya blm tentu sesuai sm apa yg udah dipersiapkan
Brian Mhd
memang ajaib rasio risk reward karena dengan winning 40% pun masih bisa memastikan profit +, biasanya secara mudah trader bakal menargetkan supaya winning percentagenya at least bisa 50% buat break even, padahal kalo dari manajemen resiko itu bukan dilihat dari berapa kali menang. tapi dari berapa banyak netapin target loss dan profit tiap posisi. seenggaknya kalo seperti ini kita bisa tahu sampe berapa kali trade loss kita bisa tanggung resikonya, supaya kontrol balance akun bisa lebih gampang enggak kebablasan untuk open trade terus melebihi kemampuan balance sendiri.
Agus Bastian
Kalo di akun isi depositnya cuma USD 1, 5%-nya kira2 bisa buat beli kerupuk ga yah?
Alex Denis
modal segitu manajemen resikonya gimana gan? impossible pake aturan besar resiko per trade :)
paling2 ya caranya ngirit lot sebisa mungkin