Mengenal Bank Of Japan (BOJ)

181563

Bank of Japan mengemban berbagai tugas penting sebagai bank sentral Jepang, terkait mata uang Yen, stabilitas keuangan dan menerapkan kebijakan moneter.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Sebagai trader forex, kita dianjurkan untuk mengenal karakteristik dan misi bank-bank sentral, terutama bank sentral negara-negara mata uang utama. Dengan mengenal karakteristik dan misi bank-bank sentral suatu negara, kita bisa mengantisipasi kebijakan apa yang akan diberlakukan untuk memperkuat ataupun memperlemah mata uang guna memperbaiki perekonomian negara tersebut. Nah, pada artikel ini akan diulas mengenai bank sentral Jepang, yaitu Bank of Japan atau BoJ.

Bank of Japan

 

Latar Belakang Bank of Japan (BoJ)

Bank of Japan adalah bank sentral yang berusia tertua kedua di dunia setelah Bank of England (BoE). Didirikan pada tahun 1882, BoJ berkantor pusat di Chuo, Tokyo. Website resmi BoJ adalah www.boj.or.jp. Bank sentral Jepang saat ini dipimpin oleh Haruhiko Kuroda, yang menggantikan Masaaki Shirakawa pada 20 Maret 2013 sebagai Gubernur BoJ.  

Sejarah BoJ dimulai ketika pemerintah kerajaan Jepang menetapkan undang-undang mata uang baru pada tahun 1871 atau tahun ke-4 Meiji, yang menyatakan bahwa Yen adalah satu-satunya mata uang resmi di Jepang. Dalam perkembangan selanjutnya, untuk menjaga ketersediaan mata uang Yen dan mengawasi peredaran dan distribusinya, maka pada tahun 1882 atau tahun ke-15 Meiji, didirikanlah Bank of Japan (BoJ).

BoJ memonopoli pencetakan, pendistribusian dan pengawasan mata uang Yen. BoJ mencetak uang pertamanya pada tahun 1885. Pasca Perang Dunia II, untuk sementara waktu pihak sekutu mengeluarkan mata uang militer dan merestrukturisasi BoJ ke dalam bentuk yang lebih independen. Setelah itu, BoJ kembali beroperasi dengan terus-menerus melakukan perbaikan, terutama yang menyangkut independensinya, seperti layaknya bank sentral di negara-negara modern.

Amandemen atas undang-undang tentang Bank of Japan pada tahun 1997 memberikan kemandirian yang lebih besar, meski BoJ masih menerima kritik sehubungan dengan independensinya. Salah satu ketergantungannya pada pemerintah tertuang di dalam undang-undang tersebut pada pasal 4, "Dengan memahami fakta bahwa mata uang dan kendali moneter adalah bagian penting dari kebijakan ekonomi menyeluruh, Bank of Japan akan selalu memelihara hubungan yang dekat dengan pemerintah dan saling bertukar pandangan secukupnya, sehingga mata uang, kendali moneter dan acuan dasar kebijakan ekonomi pemerintah akan selalu harmonis."

 

Tugas Utama Bank of Japan (BoJ)

Bank of Japan mengemban berbagai misi dan tugas di bidang moneter. Diantaranya yang paling utama adalah sebagai berikut:

  1. Mencetak mata uang Yen dan mengatur serta mengawasi peredarannya.
  2. Menjamin kestabilan sistem keuangan di Jepang.
  3. Menerapkan kebijakan moneter yang diperlukan untuk mencapai target inflasi.
  4. Mengatur portofolio kekayaan negara (cadangan emas, valuta asing dan lainnya) dan efek pemerintah.
  5. Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan internasional.
  6. Mengumpulkan berbagai data ekonomi dan mengadakan penelitian serta analisa.

Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Bank of Japan dapat menggunakan berbagai instrumen kebijakan moneter, layaknya bank-bank sentral dunia lainnya. Beberapa instrumen kebijakan yang telah dipergunakan oleh BoJ antara lain suku bunga, program pembelian obligasi, dan intervensi atas nilai tukar mata uang. 

 

Keputusan Suku Bunga dan Kebijakan BoJ Lainnya

Kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh BoJ terhitung ekstrim, karena mereka merupakan salah satu dari segelintir bank sentral yang berani menerapkan suku bunga negatif sekaligus melancarkan Quantitative Easing dalam waktu sangat lama untuk memerangi deflasi dan memperbaiki pertumbuhan ekonomi Jepang. Per rapat kebijakan tanggal 23 Januari 2019, suku bunga BoJ berada pada -0.1 persen, dengan Quantitative Easing ditargetkan untuk mempertahankan yield obligasi pemerintah Jepang tetap pada kisaran 0 persen.

Suku Bunga Bank of Japan

Rangkaian suku bunga dan QE yang menjadi bagian kebijakan moneter bank sentral Jepang tersebut biasanya ditinjau ulang dalam rapat berkala sebanyak 8 kali per tahun. Dalam rapat, BoJ dapat memutuskan untuk merubah ataupun mempertahankan kebijakan yang dibuat pada rapat sebelumnya, sesuai dengan outlook ekonomi terkini.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.