OctaFx

iklan

Mengenal Jenis - Jenis Emiten Menurut Tingkat Pertumbuhannya

281561

Untuk membeli saham, tentunya kita harus mengenal jenis - jenis emiten di Pasar Modal sesuai dengan tingkat pertumbuhannya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Apakah Anda termasuk investor baru dan bingung melihat banyaknya emiten di Pasar Modal? Jumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini saja sudah lebih dari 500, sehingga wajar jika pemula bingung mengenai saham emiten mana yang cocok untuk dibeli. Untuk dapat membeli saham emiten yang sesuai dengan karakter kita, pertama-tama tentunya kita harus mengenal jenis - jenis emiten di Pasar Saham sesuai dengan tingkat pertumbuhannya

 Jenis Jenis Emiten Di Pasar Saham

 

1. Stalwart

Stalwart adalah jenis emiten yang sudah sangat dikenal, dengan market cap yang besar, salah satu yang terkuat di sektornya. Contoh emiten Stalwart di Indonesia adalah saham-saham penggerak IHSG kita, contohnya TLKM, UNVR, BBCA, BBRI. Emiten-emiten ini sangat stabil karena sudah berada dalam kategori perusahaan maju; sehingga pertumbuhannya tidak secepat perusahaan berkembang, namun konsisten. Saham Stalwart menjanjikan keamanan, dan kepastian dalam pembagian dividen.

Emiten-emiten Stalwart cocok bagi pemula di dunia saham karena memiliki resiko rendah. Silahkan pilih saham-saham LQ45, lalu pilih yang grafiknya tidak naik turun ekstrem dan hampir tidak pernah percobaan downtrend. Contohnya BBCA; pertumbuhannya sempurna, naik 10 kali lipat dalam 10 tahun dan termasuk tahan krisis. Saham jenis Stalwart cocok bagi Anda yang sibuk dan termasuk kategori pemula di dunia saham.

 

2. Fast Grower

Emiten Fast Grower adalah perusahaan berkembang yang sedang bertumbuh menuju ke level Stalwart. Perusahaan ini memiliki pertumbuhan penjualan yang tinggi, sering melakukan ekspansi dan akuisisi, dan rutin membagikan deviden. Contohnya adalah INKP. Parameter penilaian tersebut antara lain kinerja fundamental emiten, tata kelola perusahaan, transformasi perusahaan, penerapan teknologi digital, serta perkembangan emiten di bursa.

Emiten Fast Grower akan ditemukan oleh para Growth Investor (mencari saham yang kenaikannya baik, berpotensi naik berkali-kali lipat dari harga sekarang). Untuk menemukan saham-saham Fast Growing, dibutuhkan analisa fundamental yang tidak sederhana, dibutuhkan ketelitian dalam menilik potensi yang terkandung dalam sebuah emiten. Karena dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk itu, maka saham-saham Fast Grower hanya akan ditemukan dan dimasuki di level yang pas oleh "fundamentalis" yang teliti dalam memilih saham.

 

3. Slow Grower

Emiten Slow Grower adalah jenis emiten yang gagal mempertahankan eksistensinya baik kalah oleh emiten lain, atau memang berada dalam sektor yang sudah jenuh. banyak perusahaan yang dahulu jaya akan tetapi lambat laun jadi melemah kondisinya, sektor yang mengalami hal ini contohnya adalah emiten properti: APLN cara melihatnya adalah mengecilnya Return On Equity dan menurunnya EPS, minimnya inovasi, trend penjualan yang turun, dan kondisi sektor secara umum yang sedang kurang begitu baik.

Saham Slow Grower sebaiknya dihindari untuk investasi, karena secara jangka panjang kurang baik. Cocok untuk trading karena rentan digoreng Bandar. Oleh sebab itu, analisa saham secara teknikal sangat dibutuhkan.

 

4. Cyclical

Emiten Cyclical maksudnya adalah jenis emiten yang harganya didikte harga komoditas global, seperti emiten-emiten batubara atau minyak. Emiten yang termasuk emiten Cyclical contohnya: PTBA dan ELSA. Emiten-emiten tersebut sangat tergantung dari faktor eksternal (harga komoditi, nilai tukar kurs, dan lain-lain)

Saham emiten Cyclical sangat cocok untuk dibeli saat harga komoditasnya merangkak naik, dan dilepas saat harga komoditas turun. Anda diwajibkan pantau setiap harinya harga komoditas pasar.

Emiten ELSA

 

5. Asset Play

Emiten Asset Play adalah perusahaan yang diukur bukan menitikberatkan pada performa perusahaan, melainkan berdasarkan nilai Asset Perusahaan tersebut terhadap harga saham sekarang, dicari yang sedang dalam kategori murah. Pemilihan emiten Asset Play adalah dengan memilih PBV yang sangat murah, tetapi sedang berada dalam kondisi sektor yang siklusnya sedang kurang baik, sehingga saat sektornya membaik maka akan memberikan return luar biasa.

Contoh emiten Asset Play adalah INDY. Di awal tahun 2016, INDY dihargai dengan PBV hanya 0.2. Kala itu, harga batubara cenderung rendah. Akan tetapi hari ini, INDY bernilai Rp3000.

Saham-saham Asset Play hanya akan ditemukan oleh para Value Investor. Value Investor yaitu para investor yang mencari saham salah harga, dimana saham-saham ini sedang dihargai sangat murah sekali.

 

6. Turn Over

Emiten Turn Over adalah perusahaan yang berperforma kurang baik, lalu diakusisi perusahaan lain yang membawa perubahan atas perusahaan tersebut ke arah lebih baik; walau masih banyak yang harus dibenahi dari sisi permodalan maupun hutang. Emiten jenis ini kurang dilirik, tetapi sering dijadikan saham Scalping oleh para trader. Terkadang kurang likuid. Saham jenis ini adalah saham yang diakuisisi oleh induk dengan kinerja yang bagus yang 5-10 tahun ke depan diharapkan menjadi emiten Fast Growing.

Harus sabar apabila membeli saham emiten ini. Dibutuhkan mental investing dan perhitungan yang baik mengenai kualitas fundamentalnya.

 


Bagaimana cara memilih saham bagus dan murah? Joel Greenblatt, salah satu Value Investor terkemuka, punya tips-nya. Simak di artikel Cara Menyaring Saham Bagus dan Murah Ala Joel Greenblatt.

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'