Mengenal Kriptografis NEO, Ethereum-nya Orang China

Mata Uang Kripto NEO disebut juga Chinese Ethereum, karena dibuat untuk masyarakat China. Pengkodean berbasis pada Ethereum, tetapi dengan tujuan berbeda.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Generasi milenial saat ini pasti mengetahui tentang apa itu Cryptocurrencies (Mata Uang Kripto) yang selama tahun 2017 ini menjadi pembicaraan hangat, setelah dipicu oleh nilai Bitcoin yang fantastis hingga mencapai Rp250 juta per BTC. Namun, perlu diketahui bahwa mata uang kripto yang berpotensi tinggi bukan hanya Bitcoin saja.

Saat ini ada hal yang sangat menarik untuk dibahas, yaitu NEO yang menempati ranking ke-13 dari keseluruhan 1,373 mata uang kripto yang beredar saat ini. Bahkan jika kita melihat ranking kriptografis pada tahun 2016, NEO belum masuk pada ranking 15 besar. Hal ini menunjukkan bahwa NEO sebagai salah satu Altcoin baru, memiliki manfaat yang mumpuni sebagai aset investasi digital dan juga sebagai alat pembayaran.

Mata Uang Kripto NEO

 

Masuknya NEO pada ranking 15 besar juga menunjukkan bahwa adopsi mainstream secara global juga sudah terjadi. Artinya, NEO dapat diterima khalayak global sebagai aset dan sistem pembayaran.

Jika kita masuk lebih jauh pada data yang disediakan Coinranking.com, kita akan mendapatkan data bahwa selama 1 bulan terakhir, NEO sudah membukukan sekitar 77% kenaikan nilainya. Jika kita bandingkan dengan investasi saham maupun perdagangan Forex, tentu saja pertumbuhan nilai seperti ini tidak akan didapatkan dengan mudah.

Mata Uang Kripto NEO

Pada saat tulisan ini dibuat, NEO sedang diperdagangkan pada kisaran harga $69, dengan Total Market Cap (Total Kapitalisasi Pasar) sebesar $4.5 miliar. Volume perdagangan selama 24 jam terakhir mencapai $187 juta.

Menariknya, sirkulasi maksimal NEO adalah 100 juta keping, dengan 65 juta-nya sudah tercipta dan beredar di pasaran saat ini. Jika kita bandingkan dengan Bitcoin yang memiliki stok maksimum 21 juta, tentunya NEO memiliki hampir 5 kali lipat stok yang diberikan; artinya tidak sampai pada angka miliaran stok. Sehingga, masih ada kemungkinan besar Demand (Permintaan) yang muncul akan lebih besar daripada Supply (Penawaran) yang ada, dan akan membuat harga terus mengalami kenaikan. Apalagi, adopsi mainstream secara luas kepada mata uang kripto sudah mulai terjadi secara signifikan.

Adopsi tersebut bisa kita lihat dengan semakin naiknya Total Kapitalisasi Market Mata Uang Kripto yang sudah lebih dari $621 miliar per hari ini.

Mari kita analisa lebih lanjut tentang perjalanan pertumbuhan NEO dengan mengunjungi situs Tradingview.com. Level terendah sepanjang masa yang pernah dialami oleh NEO adalah level $4.1, sedangkan titik tertinggi sepanjang masa yang dicetak pada tanggal 19 Desember lalu di level $84.6. Jika kita kalkulasikan secara persentase, NEO sudah mengalami pertumbuhan nilai sebesar 20,600%, atau naik 20.6 kali lipatnya dari harga terendah ke harga tertinggi selama beberapa bulan terakhir.

Mata Uang Kripto NEO

 

Pertumbuhan yang sangat signifikan tersebut menunjukkan bahwa NEO dapat dijadikan alternatif aset digital yang masih dalam kisaran harga terjangkau, tetapi dengan pertumbuhan sangat signifikan. Namun, pembahasan saat ini adalah Apa Sebenarnya NEO? karena pastinya belum banyak pembahasan yang mendetail tentang NEO yang bisa kita temukan.

 

Apa Itu NEO?

NEO merupakan sebuah platform yang diunggulkan sebagai Next Generation Smart Economy Platform (Ekonomi Cerdas Generasi Berikutnya); dulunya disebut dengan Antshares. NEO biasa juga disebut sebagai "Chinese Ethereum" atau Ethereum-nya Orang China, karena NEO memang diciptakan oleh dan untuk masyarakat China. Jika kita berkunjung ke situs resminya Neo.org, kita juga akan disuguhkan sebuah situs resmi berbahasa China.

NEO atau Ethereum-nya Orang China diciptakan atas dasar pemrograman Blockchain milik Ethereum (ETH) yang saat ini menduduki peringkat ke-2 di bawah Bitcoin. NEO juga memiliki hampir keseluruhan fitur dan kelebihan Ethereum, diantaranya adalah Smart Contracts.

Smart Contracts atau Kontrak Cerdas di sini adalah Kesepakatan atas pertimbangan yang cukup untuk melakukan atau tidak melakukan hal tertentu. Artinya, seluruh proses pertimbangan dan validasi transaksi, apakah transaksi tersebut sah atau tidak dilakukan secara otomatis pada sistem jaringan Blockchain tanpa campur tangan pihak ketiga ataupun manusia di dalamnya. Sehingga, kesalahan yang dapat terjadi karena faktor "x" dapat ditekan secara signifikan.

 

Desain NEO

NEO didesain dengan lebih rinci di dalam sistem Smart Contracts yang dimilikinya. Pengkodean NEO diunggulkan sebagai cara baru untuk era digital dalam proses transaksi tanpa kesalahan meliputi :

  • Delegated Byzantine Fault Tolerance (DBFT), yaitu suatu Algoritma yang memiliki mekanisme konsensus (bukan bukti kerja/saham tradisional) yang memungkinkan sistem untuk melawan semua masalah keamanan yang terjadi dengan tetap mempertahankan konsensus. Bahkan jika beberapa Node (simpul) jaringan dirusak, konsensus akan tetap utuh.
  • NeoX, sistem NEO diciptakan untuk memiliki kemampuan eksekusi dan operasi pada berbagai macam Blockchains (Lintas Chain).
  • Neo Contract, merupakan suatu mekanisme untuk membuat sebuah Smart Contracts secara mulus didalam lingkup berperforma tinggi dan terukur dengan integrasi berbagai macam Codebases yang sudah ada sebelumnya (misal : C#, F#, Java, Kotlin, maupun VB.Net).
  • NeoFS, adalah sebuah layanan khusus yang memungkinkan penyimpanan ter-desentralisasi (seperti Peer-to-Peer Dropbox).
  • NeoQ, adalah sebuah mekanisme kriptografi berbasis Lattice / Kisi yang menciptakan suatu permasalahan matematikan yang tidak akan dapat diatasi dengan komputer kuantum. Hal ini dipastikan bahwa Quantum-Proof yang diciptakan benar-benar unik dan tidak dapat dilacak maupun ditiru.

 

NEO = Chinese Ethereum

NEO dijuluki sebagai "Chinese Ethereum" atau Ethereum-nya Orang China, karena memang basis pemrograman yang diambil adalah basis pengkodean Ethereum yang dipublikasikan secara Open-Source. NEO juga bahkan diposisikan sebagai "a public cloud" dimana difungsikan sebagai bagian dan strategi pemerintah china dalam membuktikan diri sebagai pemimpin industri berbasis platform Blockchain.

Bahkan salah satu perusahaan FinTech terkemuka di China, OnChain, diunggulkan sebagai calon Microsoft atau Apple di lingkup Blockchain. OnChain sudah menciptakan sebuah sistem unik dengan nama Distributed Networks Architecture (DNA) yang mendukung aplikasi berbasis Cross-Chain. Artinya, NEO dapat diimplementasikan pada Chain mata uang kripto (blockchain) jenis apapun, sehingga integrasi antara sistem bisnis tradisional dan jaringan blockchain dapat terjadi.

Baru-baru ini, Ethereum-nya China ini sudah berintegrasi dengan Alibaba, salah satu perusahaan ritel terbesar di dunia. Tujuannya untuk mewujudkan sistem pembayaran blockchain kelas enterprise, Alibaba’s Ali Cloud.

 

Perbandingan Ethereum (ETH) Dengan NEO

Jika kita ibaratkan dengan tokoh terkenal yang ada di dunia ini, perbandingan Ethereum (ETH) dengan NEO seperti berikut :

  • Jika Ethereum adalah Goliat, Maka NeO adalah David.
  • Jika Ethereum adalah Brad Pitt, Maka NEO adalah sepupu Brad Pitt; Zach Pitt yang lebih muda, berpakaian lebih baik, dan lebih berbakat.

Dari kedua perumpamaan di atas, kita pastinya langsung bisa mengambil kesimpulan bahwa Ethereum (ETH) merupakan senior sekaligus penggagas pertama sistem blockchain dengan fitur Smart Contracts. NEO muncul sebagai junior yang mengadopsi basis penciptaan Ethereum dengan modifikasi berbagai fitur, sehingga menjadi suatu sistem pembayaran yang "dinilai lebih baik" daripada Ethereum.

Sebenarnya, kedua platform kriptografis ini memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin menjadi platform untuk generasi internet baru: Dapps (Desentralized Applications/Aplikasi ter-desentralisasi), ICO (Initial Coin Offering/Penawaran Koin Perdana) dan Smart Contracts (Kontrak Cerdas). Namun, ada tujuan yang sama sekali jelas berbeda antara keduanya yaitu:

  • Ethereum (ETH) bertujuan untuk menciptakan sebuah platform pengembangan DApps sehingga tercipta "Internet yang dapat diakses secara global, lebih bebas dan lebih dapat dipercaya", yang disebut oleh mereka sebagai "Internet 3.0".
  • Sedangkan NEO utamanya adalah sebuah proyek blockchain "yang memanfaatkan teknologi blok dan identitas digital untuk mendigitalisasi sebuah aset, untuk mengotomatisasi manajemen aset digital dengan menggunakan Smart Contracts". NEO bertujuan untuk menciptakan sebuah "Smart Economy/Ekonomi Cerdas" dengan jaringan terdesentralisasi.

 


Tertarik untuk mengetahui seluk-beluk Altcoins lainnya? Simak juga artikel Mengenal Mata Uang Kripto EOS yang mengulas salah satu kripto terlaris di dunia dan segala fitur yang dimilikinya. 

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.