OctaFx

iklan

Mengenal Likuiditas Dalam Pasar Kripto

Selain kapitalisasi pasar, likuiditas merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam memperdagangkan mata uang kripto, karena menjadi penentu kecepatan eksekusi transaksi.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Saat ini, pasar paling likuid di dunia adalah pasar Forex dengan lebih dari $5 triliun volume perdagangan yang terjadi setiap hari. Karena itu, kita dapat mengeksekusi order secara instan di pasar Forex 24/5 non-stop. Lantas bagaimana dengan likuiditas di pasar kripto? Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai likuiditas mata uang kripto, mari mengenal lebih dulu tentang likuiditas itu sendiri.

 

Apa Itu Likuiditas?

Likuiditas adalah sejauh mana asset tertentu dapat dengan cepat dibeli atau dijual tanpa mempengaruhi stabilitas harganya secara umum. Dalam istilah yang paling sederhana, likuiditas mengacu pada kemampuan suatu asset untuk dikonversi menjadi uang tunai dengan mudah.

Likuiditas Kripto

Asset yang paling likuid (cair) ada dalam bentuk tunai, karena digunakan oleh semua orang, sangat stabil dan mudah diakses, serta mudah digunakan untuk membeli, menjual, membayar utang, atau memenuhi kebutuhan mendesak lainnya. Oleh karena itu, uang tunai umumnya digunakan sebagai standar untuk mengukur likuiditas asset.

Kesamaan umum di antara asset likuid adalah bahwa mereka semua memiliki pasar yang siap dan terbuka untuk diperdagangkan. Dengan kata lain, asset-asset tersebut banyak diperdagangkan secara global di berbagai bursa dengan harga stabil.

Sementara itu, asset non-likuid biasanya tidak diperdagangkan di bursa umum, tetapi lebih sering diperdagangkan secara pribadi. Hal ini membuat harga asset non-likuid dapat sangat bervariasi dengan margin yang sangat besar, dan dapat menghabiskan banyak waktu untuk penyelesaian transaksinya. Bisa dikatakan, semakin sulit bagi sebuah asset untuk diubah menjadi uang tunai, semakin tidak likuid aset tersebut.

 

Pentingnya Likuiditas Di Pasar Kripto

Likuiditas penting untuk semua asset yang dapat diperdagangkan, termasuk mata uang kripto. Dalam konteks mata uang kripto, likuiditas mengacu pada kemampuan koin untuk dikonversi menjadi uang tunai atau koin lain dengan mudah. Asset dengan likuiditas yang lebih tinggi di pasar, akan lebih disukai karena mendatangkan keuntungan berikut:

 

1. Harga Lebih Baik Dan Adil

Di pasar yang likuid, harga jauh lebih adil bagi pelaku pasar karena banyaknya pembeli dan penjual. Misalnya, pasar yang kuat dengan aktivitas perdagangan tinggi memastikan bahwa penjual akan menjual dengan harga yang kompetitif. Sementara itu, pembeli akan menawar dengan harga lebih tinggi, sehingga menciptakan harga keseimbangan yang adil untuk semua pelaku pasar. Sebagai mata uang kripto paling likuid yang menarik minat banyak pengguna, harga Bitcoin menunjukkan keseimbangan terbaik di antara asset-asset kripto lainnya.

 

2. Stabilitas Pasar

Likuiditas tinggi memastikan bahwa harga stabil dan tidak akan rentan terhadap perubahan besar di pasar, karena adanya perdagangan besar. Misalnya, sangat mudah bagi Whale (istilah bagi individu dengan jumlah uang sangat besar) untuk mempengaruhi harga secara signifikan, atau memanipulasi harga di pasar yang tidak likuid karena hanya memiliki sedikit aktivitas pasar.

Istilah trading kripto

(Baca juga: Istilah - Istilah Unik Dalam Trading Kripto)

Perintah beli atau jual tunggal oleh Whale akan menciptakan perubahan besar dalam harga mata uang kripto, yang berkontribusi terhadap peningkatan volatilitas dan risiko untuk pasar secara umum. Sementara di pasar likuid, harga akan cukup stabil untuk menahan transaksi dengan ukuran besar, karena kehadiran banyak pelaku pasar.

 

3. Waktu Transaksi Lebih Cepat

Jauh lebih mudah membeli atau menjual mata uang kripto pilihan Anda di pasar likuid, karena order beli atau jual akan dieksekusi lebih cepat dengan adanya jumlah pelaku pasar yang lebih besar. Anda dapat dengan cepat melakukan entry atau exit trading secara instan, yang tentu saja sangat penting dalam pasar mata uang kripto, mengingat pergerakan harga asset-assetnya sangatlah volatile.

 

4. Akurasi Untuk Analisa Teknikal

Analisa teknikal mengacu pada studi tentang harga masa lalu, yang seringkali dilakukan dengan penggunaan indikator teknikal dan pola grafik untuk memprediksi arah harga mata uang kripto berikutnya. Meskipun banyak yang tidak setuju dengan akurasi analisa teknikal, metode ini masih banyak digunakan dalam trading, terutama untuk menentukan posisi entry dan exit yang paling optimal. Formasi harga dan pembuatan grafik di pasar likuid biasanya lebih mudah dianalisa secara teknikal, karena jarang mengalami gap maupun pola choppy yang tidak menguntungkan.

Pola reversal kripto

(Baca juga: Pola Reversal Paling Umum Dalam Trading Mata Uang Kripto)

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Likuiditas

Pasar mata uang kripto mungkin tidak selikuid Forex, tapi beberapa faktor di bawah ini membuktikan bahwa likuiditas pasar kripto sudah memiliki potensi di antara asset lainnya di dunia trading.

 

Volume Perdagangan

Volume mengacu pada jumlah koin yang telah diperdagangkan dalam pertukaran, biasanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Pada dasarnya, volume mencerminkan aktivitas pasar dari koin tertentu; volume yang lebih tinggi menunjukkan bahwa lebih banyak orang membeli dan menjual koin.

Faktor inti yang mempengaruhi likuiditas di pasar mata uang kripto adalah volume, karena jumlahnya cukup tinggi. Mayoritas pengguna kripto memang lebih suka memanfaatkan asset ini sebagai instrumen trading, daripada sekedar menjadi alat pembayaran. Tujuannya tentu untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual.

 

Bursa Mata Uang kripto

Bursa adalah tempat di mana asset diperdagangkan oleh para pembeli dan penjual. Jumlah bursa mata uang kripto yang lebih tinggi menandakan aktivitas pasar yang lebih besar, karena ada lebih banyak jalan yang dapat dilakukan oleh individu untuk mendapatkan mata uang kripto.

Bursa kripto

(Baca juga: Bursa Bitcoin Internasional Yang Banyak Dipakai Trader Indonesia)

Saat ini, ada lebih dari 200 bursa mata uang kripto, 21 bursa terdesentralisasi, dan beberapa platform peer-to-peer (P2P) yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna mata uang kripto. Selain itu, masih ada banyak bursa lain yang saat ini sedang dalam proses dan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

 

Penerimaan

Keberhasilan dan kelangsungan hidup mata uang apa pun bergantung pada penerimaan publik, atau setidaknya sekelompok besar individu yang benar-benar dapat menggunakannya. Itulah mengapa, penting bagi mata uang kripto untuk diterima oleh masyarakat sebagai cara pembayaran, sehingga dapat meningkatkan kegunaan dan utilitas mata uang kripto sebagai alat transaksi.

Belanja dengan Bitcoin

(Baca juga: Tempat Belanja Dengan Bitcoin Di Indonesia)

Bitcoin dan mata uang kripto lainnya cepat mendapatkan daya tarik dan penerimaan sebagai cara pembayaran, khususnya di toko online. Saat ini, ada lebih dari 370,000 vendor di 182 negara berbeda, yang menerima pembayaran dalam mata uang kripto. Beberapa di antaranya termasuk perusahaan-perusahaan raksasa seperti Amazon, IBM, Microsoft, toko aplikasi Apple, PayPal, dan eBay.

 

Regulasi

Hukum dan peraturan dari berbagai negara juga dapat memengaruhi likuiditas mata uang kripto. Sayangnya, saat ini masih ada beberapa negara yang melarang perdagangan mata uang kripto atau penggunaannya dalam transaksi. Ini akan mengganggu likuiditas di negara tertentu, karena larangan mata uang kripto sama dengan larangan operasi bagi bursa mata uang kripto, yang berarti akan sulit bagi pengguna untuk membeli atau menjual mata uang kripto di negara tersebut.

Siapa pun yang ingin memiliki mata uang kripto harus mencari penjual secara pribadi, atau mengandalkan platform peer-to-peer. Karena itu, likuiditas di negara itu akan sangat rendah. Ini biasanya akan memicu kenaikan harga kripto secara abnormal di lingkungan tersebut.

 

Setelah belajar mengenai likuiditas dan pengaruhnya bagi kelancaran trading di pasar kripto, Anda mungkin juga perlu mengenali pentingnya sistem desentralisasi. Mengapa demikian? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel Memahami Desentralisasi Dan Sentralisasi Di Ruang Lingkup Kripto.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.