Advertisement

iklan

Mengenal Liquidity Voids Dalam Forex

Penulis

+ -

Liquidity Voids adalah cermin dari ketidakefisian pasar. Di saat orang-orang mencoba menghindarinya, Anda bisa memanfaatkan kondisi tersebut untuk meraup profit. Bagaimana caranya?

iklan

iklan

Dalam forex, dinamika harga terjadi selama 24/7 dari Senin sampai Minggu, detik per detik, serta mengacu pada permintaan dan penawaran di pasar. Ini berarti, kuotasi harga pasangan mata uang terus mengalir tanpa henti.

Dengan kata lain, pasar forex adalah bursa keuangan yang sangat likuid di mana para trader mata uang dapat masuk dan keluar transaksi pada harga berapa pun yang dikehendakinya, tanpa perlu antre seperti yang terjadi di pasar saham.

Baca Juga: Likuiditas Dan Volatilitas Dalam Pasar Forex

 

Apa Itu Liquidity Voids?

Istilah Liquidity Voids yang mengacu pada terjadinya perubahan harga yang tiba-tiba pada pasangan mata uang, baik yang sifatnya ke atas maupun ke bawah. Mungkin Anda pernah menemukan sebuah currency pair tiba-tiba harganya anjlok atau malah melambung dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi ini sering disebut sebagai flash crash atau, bila menggunakan kata likuiditas, situasi demikian disebut Lack of Liquidity.

Jika dimaknai secara bebas, Liquidity Voids adalah cermin dari ketidakefisienan pasar, dan terjadi dalam bentuk keringnya likuiditas akibat kekosongan pada salah satu order beli atau jual.

liquidity voids

Di chart, fenomena ini direpresentasikan oleh candlestick bullish atau bearish dengan panjang tidak normal, yang merupakan indikasi bahwa buyer dan seller tidak bertemu di level harga yang sama. Akibatnya, dinamika harga bergerak signifikan ke satu arah saja. Meski sekilas mirip tren, sebenarnya yang terjadi pada flash crash ini adalah ketidakseimbangan atau ketiadaan ask dan bid pada rentang harga tertentu, yang nampak sebagai lonjakan harga yang masif.

Contoh, sebuah pair XY berharga, sebut saja 100. Tiba-tiba terjadi aksi jual besar-besaran atas pasangan valas tersebut menyusul munculnya sentimen negatif di pasar, yang biasanya dipicu oleh data ekonomi yang buruk atau akibat pengumuman kebijakan yang dianggap tidak pro-pasar, maupun breaking news yang bernada minor atau negatif.

Nah, akibatnya, tidak ada yang berminat membeli XY di harga 100. Yang ada hanya mereka yang sudi membeli XY di harga 75. Maka dalam waktu singkat terjadilah flash crash dari 100 ke 75. Kekosongan demand atau tidak adanya pelaku pasar yang bersedia membeli di rentang harga 100 hingga 76 inilah yang disebut sebagai Liquidity Voids atau Lack of Liquidity. Kejadian nyata terkait fenomena ini terjadi pada kasus populer Swiss Franc tahun 2015.

 

Jenis-jenis Liquidity Voids

Situasi kekosongan di atas sebenarnya merupakan peluang bagi para trader selama mereka menguasai sejumlah kiat terkait Liquidity Voids.

Sebelum sampai ke pembahasan soal ini, ada baiknya diketahui bahwa terdapat beberapa jenis situasi kekosongan likuiditas di pasar forex, yakni kekosongan likuiditas umum (common liquidity voids), kekosongan likuiditas karena gerak harga kehabisan tenaga (exhaustion liquidity voids), kekosongan likuiditas ketika harga menembus support/resistance yang merupakan zona likuiditas (breakout liquidity voids), dan kekosongan likuiditas yang sifatnya lanjutan dan searah dengan tren (runaway liquidity voids).

Ilustrasinya masing-masing demikian:

1. Kekosongan likuiditas umum (common liquidity voids), biasanya terjadi secara acak dan tidak ada alasan mendasar dari sisi price action terkait situasi tersebut.

common liquidity voids

 

2. Kekosongan likuiditas karena gerak harga kehabisan tenaga (exhaustion liquidity voids), biasanya muncul pada akhir sebuah tren dan penutupan voids sering berlarut-larut karena tren mengalami pembalikan dari yang sebelumnya.

exhaustion liquidity voids

 

3. Kekosongan likuiditas ketika harga menembus support/resistance atau zona likuiditas (breakout liquidity voids), yang sering menandai dimulainya tren baru.

breakout Liquidity voids

 

4. Kekosongan likuiditas lanjutan yang searah dengan tren (runaway liquidity voids), terjadi dalam sebuah tren yang sudah terbentuk dan sifatnya searah dengan tren tersebut. Kekosongan yang satu ini sering butuh waktu lama untuk "ditutup".

runaway liquidity voids

 

Tips Trading Liquidity Voids

Temukan zona likuiditas atau kolam likuiditas (pool liquidity), yang umumnya berada di sekitar support/resistance, sebelum kekosongan harga terjadi. Visualisasinya demikian:

pool liquidity 1

Bisa juga dicari zona likuiditas atau kolam likuiditas (pool liquidity), yang umumnya berada di sekitar support/resistance, setelah kekosongan harga terjadi. Ilustrasinya seperti berikut:

pool liquidity 2

Dari langkah di atas terlihat bahwa harga cenderung berada dalam sebuah rentang atau zona likuiditas, yang tak lain adalah area di sekitar support/resisten baik sebelum atau sesudah voids terjadi.

Kekosongan likuiditas dapat terjadi di semua timeframe, yang berarti trader mempunyai banyak kesempatan untuk memanfaatkan situasi ini. Semua gaya trading berpeluang mendapatkan keuntungan dari kondisi flash crash: trader harian dapat mengacu pada chart 30 menit, scalper dapat mencermati chart 1 menit, dan swing trader pun dapat memanfaatkannya dengan menggunakan timeframe 4 jam ke atas.

Sesaat setelah munculnya flash crash, transaksi forex akan mengalami gangguan, di antaranya:

  • Pair yang mengalami kekosongan lukiditas transaksinya di pasar akan terkena suspend.
  • Stop loss atau take profit tidak akan tereksekusi.
  • Setelah suspend dilepas dan ternyata trader rugi bahkan melebihi jumlah deposit, maka ia wajib membayar ke broker.
  • Setelah suspend dilepas, bila ternyata trader untung banyak atau malah untung besar, maka broker berhak membatalkan profit.

Kelangkaan likuiditas merupakan indikasi bahwa yang sedang bermain di pasar saat itu adalah market makers atau stop loss hunters, seperti trader insititutional dalam hal ini bank, hedge fund atau manajer investasi.

Secara visual fenomena Liquidity Voids tercermin dari candlestick yang terbentuk sangat panjang yang setelah itu membentuk sumbu panjang. Itulah saat big players memanipulasi harga guna mengeksplorasi stop loss hunters. Secara ilustrasi kurang lebih demikian:

stop loss hunter

Untuk menghindari jebakan Liquidity Voids yang sering terlihat sebagai perubahan tren, trader disarankan untuk tidak melakukan buy saat harga sudah dekat dengan resisten kuat, dan jangan menjual ketika harga sudah dekat dengan support kuat. Hal ini mengingat banyak big player yang cenderung sengaja menaruh order sell di resisten dan order buy di support.

Liquidity Voids berakhir apabila kekuatan buyer dan seller mulai kuat dan kekuatan tren mulai melemah atau akan melakukan konsolidasi. Kondisi kelangkaan likuiditas ini oleh trader banyak dimanfaatkan untuk melakukan analisa entry dengan memanfaatkan area supply dan demand dengan asumsi harga nantinya akan mengisi celah kosong.

Perlu diingat pula bahwa trading dengan memanfaatkan situasi kelangkaan likuiditas tidak dapat bersifat isolatif dan tetap harus memperhitungkan indikator teknikal yang lain agar trader tidak salah membaca situasi.

 

Tak hanya Liquidity Voids, ada banyak jebakan di pasar forex yang harus Anda waspadai, seperti keberadaan Twilight Hours yang kerap membuat price action menjadi semrawut. Selengkapnya silahkan baca artikel berjudul Waspadai Jebakan Twilight Hours Dalam Trading Forex di sini.

297790
Penulis

Lebih dari 15 tahun mencermati isu-isu fiskal dan moneter Indonesia sebagai jurnalis dan penulis. Kini menggeluti data makro, kalender rilis ekonomi, dan dinamika pasar keuangan global sebagai periset dan analis lepas di sebuah news and market data platform. Di sela-sela kesibukannya, penyuka novel Agatha Christie ini kerap mencari peluang trading maupun investasi di Bursa Efek Indonesia.