Mengenal Mata Uang Kripto IOTA

IOTA saat ini bertengger di posisi ke-7 dari keseluruhan 1,360 mata uang kripto yang sudah tercipta dan beredar di pasaran.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bagi peminat Cryptocurrencies (mata uang kripto) yang selalu menjadi perbincangan hangat selama tahun 2017 ini, pastinya tidak akan asing lagi pada situs Coinmarket.com dan Coinranking.com. Nah, jika kita lihat di kedua situs tersebut, akan muncul peringkat mata uang kripto berdasarkan Market Cap atau Total Valuasi Pasarnya.

apa itu iotaMata uang kripto yang akan kita bahas kali ini adalah IOTA yang saat ini bertengger di posisi ke-7 dari keseluruhan 1,360 mata uang kripto yang sudah tercipta dan beredar di pasaran. IOTA dengan satuan IOT saat ini diperdagangkan di harga $3.34, dengan total valuasi pasar lebih dari $9.2 miliar.

Peringkat Mata Uang Kripto - IOTA

 

Jika dilihat dari Grafik pertumbuhan, Harga IOT memang jauh dari pemegang puncak Ranking, Bitcoin. Namun, pertumbuhan yang dicapai oleh IOTA sudah bisa dibilang cukup lumayan. IOTA telah membukukan kenaikan lebih dari 260% selama 2 bulan terakhir (diukur dari harga awal November, hingga Running Price saat ini). Sedangkan jika dihitung hingga titik high yang bisa diraih, IOTA sudah membukukan lebih dari 600% pertumbuhan hanya dalam kurun waktu 2 bulan saja.

Dengan melihat angka pertumbuhan yang juga tergolong besar tersebut, IOTA bisa saja dijadikan sebagai alternatif investasi dengan harga yang masih relatif rendah, jika Investasi pada Bitcoin maupun pemegang puncak ranking lainnya tidak bisa kita lakukan karena terkendala harga yang sangat mahal.

Namun sebelum menanamkan dana di dalamnya, sebaiknya kita mengenali dulu, apa sebenarnya IOTA?

 

Apa Itu IOTA?

IOTA (Internet of Things) merupakan Open-Source Distributed Ledger atau buku besar terdistribusi terbuka, atau mata uang kripto yang berfokus pada penyediaan komunikasi dan pembayaran yang aman antar mesin di Internet. IOTA menggunakan Directed Acyclic Graph (DAG) atau teknologi asiklogal terarah, bukan teknologi blockchain tradisional seperti yang kita kenal saat ini; sehingga membuat transaksi IOTA bebas terlepas dari ukuran transaksi, waktu konfirmasi yang super cepat, jumlah transaksi yang dapat ditangani sistem secara simultan Unlimited (tidak terbatas), dan sistem dapat dengan mudah diskalakan.

Jadi, keseluruhan kelebihan yang dimiliki mata uang kripto lainnya juga dimiliki oleh IOTA. Sedangkan beberapa kelebihan IOTA justru tidak dimiliki oleh berbagai mata uang kripto yang diciptakan sebelumnya, seperti Skalabilitas, Ukuran, dan Jumlah Transaksi yang tidak terbatas.

 apa itu iota

 

Sejarah Penciptaan IOTA

IOTA didirikan pada tahun 2015 oleh David Sonstebo, Sergey Ivancheglo, Dominik Schiener, dan Dr. Serguei Popov. IOTA diawasi oleh IOTA Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk mengembangkan teknologinya dan mempertahankannya sebagai teknologi bebas lisensi bagi semua pengembang yang ingin ikut serta. 

IOTA Foundation telah menjalin kerjasama dengan Vlokswagen dan Innogy untuk mengembangkan CarPass, sebuah teknologi berbasis IOTA yang memungkinkan jalur audit yang aman, identitas digital, dan jaringan pengisian BBM untuk mobil. Beberapa perusahaan teknologi raksasa juga ikut bergabung dengan IOTA seperti Deutsche Telekom, Microsoft, dan Fujitsu, mereka bergabung dengan IOTA untuk membuka sebuah pasar data baru dengan menggunakan teknologi IOTA.

Secara kronologis, berikut ini sejarah IOTA:

  • 2015

IOTA didirikan oleh David Sonstebo, Sergey Ivancheglo, Dominik Schiener, dan Dr. Serguei Popov. Pasokan untuk IOTA ditetapkan sebesar 2,779,530,283,277,761 keping IOT. Karena tidak ada pertambangan, maka tidak ada lagi IOT yang akan tercipta dikemudian hari.

  • 2016

Sementara pengujian Beta berlanjut, perdagangan Over-the-Counter sudah dimulai.

  • 2017

Pada bulan Mei, IOTA mengumumkan dana ekosistem $10 juta untuk mempromosikan kolaborasi perusahaan yang lebih besar, beberapa proyek komunitas, dan inisiatif akuisisi pemngembang.
Pada bulan Juni, IOTA sudah mulai melantai di Bursa Perdagangan Bitfinex dan Outlier Ventures.
SatoshiPay beralih dari penggunaan Bitcoin (BTC) ke penggunaan IOTA (IOT) karena terjadi peningkatan biaya yang tajam pada Bitcoin.

Pada bulan November, Yayasan IOTA secara resmi diumumkan sebagai badan nirlaba terdaftar dibawah hukum Jerman. Tak lama setelah itu, Data Marketplace IOTA diumumkan dan secara resmi di Online-kan sebagai suatu Instrumen perdagangan.

Harga IOTA Hingga Desember 2017

 

Desain Mata Uang Kripto IOTA

Beberapa desain IOTA memang ada yang mirip dengan mata uang kripto lain, namun IOTA memiliki perbedaan yang sangat mencolok diantaranya adalah :

  • Transaksi Dengan IOTA.

Bagi pengguna IOTA, untuk mengirimkan sebuah transaksi, pengguna harus memvalidasi dua transaksi lain yang dipilih secara acak. Transaksi yang dikirim harus mengumpulkan tingkat verifikasi yang memadai (yaitu harus divalidasi beberapa kali oleh pengguna lain) agar dicatat pada sistem sebagai "Valid Transaction".

 

  • The Tangle.

Alih-alih menggunakan blockchain sebagai basis jaringannya, IOTA justru menggunakan Directed Acylic Graph (DAG) atau Grafik Asiklik Terarah. Bahasa pemrograman DAG pada IOTA disebut dengan "The Tangle", dan merupakan generalisasi dari protokol rantai blok.

 

  • Kriptografi IOTA

IOTA menggunakan Signature (Tanda Tangan) kriptografi berbasis Winternitz dan tidak mengadopsi signature kriptografi pada umumnya, Curve Cryptography (ECC). Winternitz diunggulkan sebagai Hash yang jauh lebih cepat daripada ECC.

Pada awalnya, IOTA memanfaatkan fungsi Hash yang dirancang sendiri bernama Curl. Namun pada bulan Juli 2017 lalu, para peneliti menemukan suatu kerentanan yang berbahasa pada Curl. Pada tanggal 7 Agustus, para pengembang kemudian mengganti fungsi Hash dengan versi SHA-3 bernama Kerl, yang bekerja dengan operasi Terner (bukan biner), sehingga dapat memperbaiki kerentanan secara efektif.

 

Kelebihan IOTA Dibanding Mata Uang Kripto Lainnya

Inovasi utama di balik IOTA adalah Tangle, sebuah buku besar terdistribusi revolusioner baru yang tidak terukur, ringan, dan untuk pertama kalinya memungkinkan untuk mentransfer suatu nilai tanpa harus men-charge biaya apapun. Berbeda dengan Blockchain yang kita kenal saat ini, konsensus tidak lagi dipisahkan, melainkan disatukan dan merupakan bagian intrinsik dari sistem, yang mengarah pada jaringan Peer-to-Peer terdesentralisasi dan berjalan secara otomatis.

Beberapa kelebihan yang dibawa oleh IOTA melalui sistem Tangle adalah :

  • Transaksi Mikro

Untuk pertama kalinya, transaksi dengan ukuran mikro dan nano dapat dimungkinkan terjadi karena arsitektur IOTA Tangle yang unik. Hal ini memberikan para pengembang seperangkat alat baru untuk implementasi IOT pada aplikasi bisnis mereka. Sehingga, para pelaku bisnis maupun perusahaan yang enggan menggunakan Bitcoin karena biaya transaksinya yang semakin mahal, dapat beralih menggunakan IOTA, karena biaya transaksi nol (0).

 

  • Transfer Data

Data Transfer merupakan fitur inti pada IOTA, yaitu kemampuan untuk mentransfer data melalui Tangle. IOTA memberikan pilihan kepada para pengembang dan pengguna untuk membuat saluran komunikasi yang aman dan ter-autentikasi antar perangkat. Semua data yang ditransfer melalui IOTA Tangle sepenuhnya ter-autentikasi dan dapat dilakukan dengan mudah.

 

  • Masked Authenticated Messaging (Pesan Tersinkronisasi dengan Masked)

Masked Authenticated Messaging (MAM) merupakan protokol komunikasi data lapis kedua yang memungkinkan aliran data terenkripsi, seperti RSS, yang dikirim dengan aman didalam buku besar ter-distribusi IOTA. Untuk melakukan suatu transaksi, sejumlah kecil bukti kerja harus dilakukan untuk mencegah Spamming jaringan.

 

  • Flash Channel (Lightning Network/Saluran Cepat)

IOTA memungkinkan saluran pembayaran throughput seketika berkecepatan tinggi yang bersifat bi-directional dan off-Tangle. Hal ini memungkinkan transaksi diproses dengan kecepatan tinggi, tanpa menunggu waktu konfirmasi normal.

Flash Channel atau Lightning Network ini merupakan fitur utama yang akan menyelesaikan keseluruhan masalah skalabilitas yang mungkin terjadi. Bahkan, Bitcoin dan Ethereum belum bisa meluncurkan Flash Chanel (Lightning Network) milik mereka sendiri.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.