Advertisement

iklan

Mengenal Monroe Trout Sang Pelopor Trading Kuantitatif

Penulis

+ -

Dalam buku "The New Market Wizards", Jack Schwager mewawancarai beberapa trader sukses, salah satunya ialah Monroe Trout. Siapa dia? Dan apa saja pencapaiannya?

iklan

iklan

Mungkin banyak yang masih asing mendengar namanya, tapi Monroe Trout adalah salah satu trader paling sukses dan berpengaruh di dunia. Monroe secara luas dianggap sebagai pelopor trading kuantitatif yang telah menjadi kontributor pengembangan algoritma dan sistem trading canggih saat ini. Namun sebelum membahas strategi tradingnya, mari mengenal perjalanan karir Monroe Trout di dunia trading terlebih dulu.

monroe trout

 

Siapakah Monroe Trout?

Lahir pada tanggal 22 Januari 1962, Monroe Trout adalah investor, hedge fund manager, dan trader profesional asal AS yang masuk dalam daftar New Market Wizards oleh Jack Schwager.

Dia menjadi terkenal setelah mencatat 69 bulan keuntungan dari 79 bulan yang ia jalani. Dia juga bekerja sebagai floor trader di dua bursa sebelum membangung perusahaannya sendiri, Trout Trading, pada tahun 1986.

Berkat pengalamannya selama dua puluh lima tahun di dunia trading, Monroe Trout dianggap sebagai salah satu trader paling sukses di generasinya. Maka tak heran bila ia menjadi mentor, penasihat, dan pembicara yang banyak dicari.

 

Karir Trading Monroe Trout

Monroe Trout mulai mengenal trading di usianya yang masih 17 tahun. Saat itu, ia bekerja pada trader futures Vilar Kelly.

Ketika kuliah di Harvard, Monroe Trout menulis enam makalah tentang forecast harga futures dan options. Ia juga menulis dengan tesis berjudul Price Movements in Stock Index Futures Markets.

Setelah lulus dengan gelar B.A. di bidang Ekonomi pada tahun 1984, Trout bekerja sebagai trader futures dan options di NCZ Commodities, Inc. (NCZ), perusahaan trading futures yang dijalankan oleh Victor Niederhoffer. Di sana, dengan cepat Trout memantapkan dirinya sebagai salah satu trader tersukses di bursa dan dikenal berkat kemampuannya memprediksi arah harga saham secara akurat.

Saat bersama NCA, selain pengalaman perdagangan off-the-floor yang luas, Trout juga memiliki sejumlah pengalaman trading on-the-floor sebagai anggota Commodity Exchange, Inc. (COMEX), New York Futures Exchange, dan American Stock Exchange

Pada Juli 1986, Mr. Trout meninggalkan NCZ untuk mendirikan Trout Trading Company. Dalam tradingnya, Monroe Trout tidak menempatkan banyak stop order karena lebih memilih menggunakan mental stop. Dia menyetel beeper sehingga peringatan akan berbunyi setiap kali ada order yang berjalan berlawanan.

 

Ide Trading Kuantitatif

Pada 1990-an, Trout memutuskan untuk fokus pada trading kuantitatif. Ketika menjadi trader komoditas dan futures di Chicago Board of Trade, dia mengembangkan sistem lewat kecerdasan buatan yang menggabungkan analisa teknikal dengan analisa fundamental. Trout mampu memprediksi arah harga secara akurat dan meraup cuan di situ.

Lebih lanjut, sistem buatannya sangat bermanfaat dan berperan penting dalam membantu mengembangkan sistem trading terkomputerisasi pertama. Dia juga sukses mengembangkan sejumlah algoritma dan sistem trading lainnya.

Kini, Trout masih aktif terlibat dalam trading dan dianggap sebagai salah satu pelopor trading kuantitatif. Dia telah menulis beberapa buku dan artikel tentang trading, salah satunya berjudul "Trading for a Living: A Guide to the Art and Science of Investing and Trading" yang diterbitkan pada tahun 2010.

Strategi dan sistem tradingnya masih digunakan oleh banyak trader dan sosoknya sangat dihormati di komunitas trading. Dia pensiun sebagai trader aktif pada usia 40 tahun dengan estimasi kekayaan bersih senilai lebih dari $900 juta.

 

Tips Trading Ala Monroe Trout

Pada buku "The New Market Wizards", Monroe Trout sempat mengemukakan tips trading yang bisa menjadi inspirasi. Ia percaya bahwa menjadi trader yang baik dan sukses perlu sikap rasional dan kemampuan mengendalikan emosi. Menurutnya, trader yang sukses adalah mereka yang rasional, analitis, mampu mengendalikan emosi, praktis, dan berorientasi profit.

Untuk tips selengkapnya, simak ulasan berikut ini:

 

1. Pastikan Anda Memiliki Keunggulan

Menurut Monroe Trout, trader harus memiliki keunggulan tak hanya dalam money management tetapi juga manajemen risiko.

"Money management yang baik sekalipun tidak akan meningkatkan keunggulan. Jika sistem Anda tidak bagus, Anda masih bisa kehilangan uang, tidak peduli seberapa efektif aturan pengelolaan uang yang diterapkan. Tetapi, jika Anda berorientasi profit, maka pengelolaan keuangan dapat membuat perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan," katanya.

Terlebih, Trout memiliki pengamatan yang jeli dalam melihat transaksi potensial, sehingga ia biasanya masuk ke pasar sedikit lebih awal sebelum harga mencapai titik tertentu.

 

2. Trading "Efek Magnet"

Monroe Trout yakin pasar hampir selalu mencapai angka psikologis atau angka bulat. Jadi, tempat yang ideal untuk entry adalah sebelum harga menyentuh angka tersebut dan melakukan apa yang disebut "efek magnet".

Untuk mengilustrasikan ini dengan lebih baik, anggaplah Trout open buy ketika Dow diperdagangkan di sekitar 2,950 dan menunggu harganya mencapai 3,000.

Ketika indeks Dow mendekati 3,000, Trout akan memberi tahu semua orang di lantai bursa untuk mengambil telepon mereka dan menelepon broker serta mendengarkan tingkat kebisingan di lantai. Jika tidak terdengar cukup keras, itu berarti order size-nya kecil, sehingga Trout akan mulai keluar dari posisinya karena memprediksi harga bakal jatuh. Sebaliknya, jika lantai bursa terdengar ramai dan banyak transaksi yang dilakukan, dia bertahan pada posisi tersebut.

 

3. Likuiditas Berlaku Di Hampir Semua Pasar

Monroe Trout mengatakan bahwa periode paling likuid dalam sesi trading adalah saat pembukaan. Ia berkata:

"Likuiditas mulai turun cukup cepat setelah pembukaan. Waktu kedua yang paling likuid adalah tutup. Volume trading biasanya membentuk kurva berbentuk U sepanjang hari. Ada banyak likuiditas pada pembukaan, kemudian turun, mencapai titik terendah pada tengah hari, dan kemudian mulai naik kembali, mencapai puncak kedua pada penutupan."

 

4. Trading Bukan Tebak-Tebakan

Trout mengatakan bahwa pasar bukan tempat main tebak-tebakan karena asumsi itu menyiratkan trader belum bisa menghasilkan profit di atas rata-rata.

 

5. Gunakan Moving Average Atau Indikator Lainnya

Bagi Trout, Moving Average berguna membantu meraup cuan jika trader memadukannya dengan manajemen risiko yang baik.

"Saya yakin Anda bisa membuat keuntungan di atas rata-rata dengan menggunakan Moving Average asalkan Anda tahu cara memanfaatkannya," ungkapnya.

 

6. Ingin Sukses Trading? Jadilah Full Time Trader

Apabila Anda serius berkarir sebagai trader, maka mau tak mau Anda harus menjadi full-time trader.

"Saya mengatur jatah libur trading sepuluh hari dalam setahun, tetapi saya tidak pernah mengambilnya. Saya sangat yakin bahwa untuk setiap hal baik dalam hidup, ada harga yang harus dibayar," ujar Trout.

 

7. Memiliki Pengendalian Risiko

Trader harus mempunyai metode pengendalian risiko untuk menghadapi situasi yang bahkan hampir tidak mungkin terjadi. Semua itu semata-mata karena pasar dipenuhi ketidakpastian dan mempersiapkan diri atas kemungkinan terburuk.

 

8. Tutup Posisi Saat Loss Dan Menunggu Saat Tepat Untuk Kembali Trading

Salah satu aturan manajemen risiko Monroe Trout adalah jika dirinya kehilangan lebih dari 1.5% dari total ekuitas pada suatu transaksi tertentu, maka dia harus keluar dari perdagangan itu.

Apabila dia loss 4% dalam satu hari, dia bakal menutup semua posisi dan menunggu sampai hari berikutnya untuk melakukan transaksi baru. Selanjutnya, jika tingkat kerugian mencapai 10% per bulan, dia keluar dari semua posisi dan menunggu hingga bulan berikutnya untuk mulai trading lagi.

Baca Juga: Trading Loss Terus? Ini 7 Trik Ampuh Mengatasinya

 

Prinsip Trading Monroe Trout

Strategi trading Monroe Trout didasarkan pada kombinasi analisa teknikal dan fundamental. Dia menggunakan berbagai alat, termasuk charting dan indikator untuk mengidentifikasi titik entry dan exit. Trout juga memanfaatkan analisa fundamental guna menentukan arah pasar jangka panjang sekaligus menemukan peluang perdagangan potensial.

Selain itu, Trout sering menggunakan strategi trading jangka pendek seperti day trading dan swing trading. Trout memiliki seperangkat aturan trading yang dia patuhi, meliputi:

  • Tinggalkan aset yang nilainya semakin turun.
  • Jangan mengambil risiko lebih dari yang Anda mampu.
  • Jangan pernah melakukan overtrading.
  • Buatlah rencana konkret sebelum masuk pasar.
  • Jangan terikat secara emosional dengan pasar.
  • Jangan over-leverage.
  • Gunakan rasio risk/reward dengan baik.

Selain itu, filosofi trading Monroe Trout didasarkan pada gagasan bahwa Anda tidak harus selalu benar untuk menghasilkan uang di pasar. Dia percaya bahwa seorang trader sebaiknya fokus pada manajemen risiko dan profitabilitas jangka panjang daripada keuntungan jangka pendek.

 

Untuk mengisi daftar Market Wizards, Jack Schwager tak hanya mewawancarai Monroe Trout, tapi ada juga berbagai trader sukses lainnya seperti Michael Marcus. Siapa dia dan seperti apa pengalaman trading Michael Marcus?

298778
Penulis

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Kini tengah sibuk melanjutkan kuliah di jurusan Media Komunikasi Universitas Airlangga sekaligus menjadi jurnalis seputarforex.com