Mengenal Pivot Breakout

66743

Terdapat dua cara utama untuk menentukan trading breakout: cara agresif atau cara yang aman. Apapun itu, pivot point bisa membantu Anda menentukan TP dan SL.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seperti pada artikel yang sebelumnya, pada Pivot Breakout, saya menggunakan pivot poin untuk trading range yang akan bekerja, tetapi tidak setiap saat. Pada tingkat pivot level yang tembus, anda harus memiliki beberapa indikator agar siap dalam mengambil suatu keuntungan dari situasi tersebut. Seperti yang telah saya uraikan kepada anda sebelumnya, dimana terdapat dua cara utama untuk menentukan trading breakout: cara agresif atau cara yang aman. Hanya saja selalu ingat bahwa jika Anda mengambil cara yang aman, yang berarti menunggu harga mengetes support dan resistance beberapa kali, Anda mungkin terlambat.

Mari kita lihat pada gambar dibawah ini untuk melihat potensi perdagangan menggunakan pivot points. Berikut adalah chart 15m dari EUR/USD.

PPB - twps2 - StarFish

Pada gambar diatas kita dapat melihat pair EUR/USD yang mana sedang menunjukkan trend naik sepanjang hari. Kita melihat bahwa EUR/USD dibuka oleh gapping diatas titik pivot. Dimana Harga naik sebelum berhenti pada R1. Akhirnya, R1 mampu dilewati dan harga melompat sebesar 50 pips. Apabila anda telah mengambil langkah agresif, anda akan menghasilkan banyak pips. Sedangkan pada sisi lain, jika anda mengambil cara yang aman dan menunggu tes ulang kembali pada R1, anda pasti akan sedih, karena Harga tidak akan mengetest ulang setelah menembus R1. Bahkan, hal yang sama terjadi pada R1 dan R2.

Sekaran coba anda perhatikan bagaimana EUR/USD sedang berusaha naik sampai R3 (Bulls). Namun, jika anda telah mengambil metode agresif, anda akan terperangkap dalam breakout palsu, karena harga gagal untuk mempertahankan breakout awal. Namun disi lain, anda akan mendapatkan harga pada akhirnya menerobos R3. Perhatikan bagaimana tes ulang dari garis resistance yang telah tembus, dan juga amati bagaimana ketika harga melakukan balik arah dan naik lagi hingga R3. Ada kesempatan untuk sell pada tes ulang dari harga yang memantul dari R3 tersebut. Perlu untuk anda diingat, ketika tingkat support terlampaui, mereka biasanya berubah menjadi sebuah resistance level.

Penempatan Stop Loss dan Take Profit Melalui Breakout
Salah satu hal yang amat sulit dalam trading breakout ialah memilih tempat untuk menempatkan stop loss. Mari kita kembali ke chart EUR/USD untuk melihat dimana anda dapat menempatkan stop loss anda. Sedangkan untuk pengaturan target take profit, anda sebaiknya menempatkan pada pivot level yang selanjutnya. Hal ini sangat jarang terjadi dimana bahwa harga akan menembus dan melewati semua tingkatan pivot point, kecuali dimana terdapat sebuah peristiwa ekonomi yang besar atau berita yang mengejutkan keluar.

Mari kita kembali kepada gambar chart EUR/USD untuk melihat dimana anda akan menempatkan stop loss dan take profit.

Stop Loss - twps2 - StarFish

Pada contoh kali ini, dimana anda setelah melihat harga yang mampu menembus R1, anda akan mengatur stop loss tepat dibawah R1. Jika anda percaya bahwa harga akan terus naik, anda bisa menjaga posisi dan memindahkan stop secara manual untuk melihat apakah harga akan terus merangkak naik. Dalam hal ini, anda harus menggunakan pengetahuan anda mengenai support dan resistance, chart pattern, dan indikator momentum untuk membantu anda memberikan sinyal yang lebih kuat.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Zizizi
trdng d tf M15 masi kurang meyakinkan, sinyal tradingnya blm seberapa jelas. kalo tfnya dipanjangin di H1 pasti bisa lebih stabil itu sinyal tradingnya
Putra_jbls
buat yang suka breakout trading tembus di R3 memang kurang bisa diambil untuk open posisi coz daerah itu cenderung sering ada konsolidasi harga. bakal lebih baik tunggu sampai break ke bawah itu biasanya bakal balik downtren,
Imam Nori
Putra. Kalau yang dinantikan adalah pembalikan di tren yang sebaliknya, bisa mengandalkan indikator oscillator juga. Saat mencapai R3 harga juga bisa dianggap mencapai level overbought, saat oscillator sudah menunjukkan indikasi yang sama dengan pergerakan harga maka tidak perlu menunggu break ke bawah garis R3. Tapi ada baiknya juga melihat berita fundamental dulu, karena jika tidak ada news yang mendukung pembalikan itu bisa jadi harga tetap berkonsolidasi di area R3 itu.
Aji Perdana
pasang pending order trus diukur sl sama tpnya sekalian aja udah mantap daripada pusing2 nengokin chart mulu bisa tambah stres kl ga sesuai harapan.
Mengharap Profit
@aji. yg namanya trading mestinya kan terus belajar dari analisa itu. kalau nggak mau repot ya pakai robot trading aja, atau sekalian jadi copy trader jadi bisa santai aja sambil nunggu hasil trading, tapi nggak dapet apa-apa dari situ.