iklan

Mengenal Strategi Double Cross MACD Dan Stochastic

Tahukah kamu? Dua indikator forex populer seperti MACD dan Stochastic bisa dikombinasikan dalam strategi double cross. Seperti apa penggunaannya?

iklan

iklan

Strategi trading forex merupakan sebuah sistem yang digunakan trader untuk membuat keputusan jual-beli valuta asing. Dari berbagai sistem yang ada, kita pasti pernah mendengar indikator Stochastic dan MACD. Kedua indikator tersebut merupakan metode umum bagi trader untuk mengidentifikasi kemungkinan sinyal entry dan exit dalam kondisi pasar tertentu.

Akan tetapi, kedua indikator tersebut tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Faktanya, MACD dan Stochastic bisa dikombinasikan dalam strategi double cross. Pertanyaannya, apakah strategi double cross ini efektif digunakan untuk trading?

 

Sekilas Tentang Indikator Stochastic Oscillator

Indikator Stochastic

Stochastic oscillator adalah indikator momentum untuk mengenali sinyal overbought atau oversold. Stochastic Oscillator memiliki dua garis horisontal yang bergerak naik turun. Garis hitam menunjukkan %K, sementara garis titik-titik merah ialah garis %D. Kedua garis tersebut bisa menunjukkan sinyal entry jika mengalami crossing, terutama di area overbought (di atas 80) dan oversold (di bawah 20).

Disamping itu, Stochastic juga bermanfaat untuk mengenali sinyal divergence. Ketika harga turun tetapi Stochastic naik, maka sinyal yang terindikasi dinamakan bullish divergence. Jika harga bergerak menguat sedangkan Stochastic mengalami penurunan, maka kita menyebutnya beairsh divergence. Perlu diketahui, divergensi hanya merupakan cue bahwa harga mungkin berbalik kembali, yang biasanya dikonfirmasi oleh break garis tren.

 

Sekilas Tentang Indikator MACD

Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) membantu trader mengestimasi arah tren, potensi reversal, dan momentum. Sebagai alat analisis teknikal, MACD sangat berguna menentukan tren ketika diaplikasikan pada trend trading strategy. MACD sendiri terdiri dari tiga elemen:

  • MACD line: Perbedaan antara Fast EMA dengan Slow EMA.
  • Signal line: dihitung dari EMA (Exponential Moving Average) periode 9 hari.
  • Histogram: dihitung dari pengurangan nilai MACD line dengan signal line.

Rumus MACD adalah sebagai berikut:

MACD = EMA 12 − EMA 26

Disamping rumus MACD line, kamu juga bisa menghitung signal line dan histogram.

Signal line = EMA 9 dari MACD line

MACD histogram = MACD line – signal line

MACD chart

Menurut grafik di atas, indikator MACD terletak di bawah, di mana kamu dapat melihat dua garis: MACD line (biru) dan signal line (orange). Elemen lain yang sering muncul adalah histogram, biasanya tampil sebagai bar naik turun yang menandakan kekuatan trend harga saat ini.

 

Kombinasi Strategi Double Cross Stochastic Dan MACD

Untuk menjalankan strategi ini, yang harus diperhatikan pertama-tama adalah time frame. Glenda Dowie dalam ulasannya di Investopedia menyebutkan penggunaan time frame daily dalam strategi double cross. Selain itu, garis 50 dalam Stochastic juga menjadi acuan penting. Sementara untuk indikator MACD, yang menjadi sinyal adalah pergerakan histogram.

Mengenal Strategi Double Cross MACD Dan Stochastic

Dalam grafik di atas, terlihat bahwa Stochastic telah crossing di bawah level 50. Sementara itu, histogram MACD bergerak dari area negatif ke positif tak lama kemudian. Situasi ini membentuk double crossing yang bisa dimanfaatkan untuk trading berdasarkan sinyal bullish reversal.

Kondisi lain yang harus diperhatikan adalah:

  1. Entry buy diambil setelah terbentuk 2 bar histogram di area positif.
  2. Crossing antara sinyal Stochastic dan histogram MACD masih berdekatan.

 

Aplikasi Strategi Double Cross Pada Kondisi Bearish Reversal

Strategi double cross pada dasarnya digunakan untuk mencari peluang bullish reversal di pasar saham. Namun dalam trading forex, teknik ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengenali sinyal sell dari indikasi bearish reversal.

sinyal jual bearish reversal

Untuk memahami bagaimana sinyal jual didapatkan dari strategi double cross ini, coba perhatikan grafik di atas. Ketika membaca sinyal jual strategi double cross Stochastic dan MACD, syarat pertama ialah perpotongan Stochastic terjadi di atas level 50. Langkah kedua, pastikan terdapat momen perlintasan MACD ke bawah level 0 tak jauh dari crossing Stochastic.

 

Trading Dengan Strategi Double Cross

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa aturan trading dengan strategi double cross adalah sebagai beikut:

Sinyal Buy:

  • Terdapat crossing Stochastic di bawah level 50.
  • Terdapat crossing histogram MACD ke atas level 0.
  • Crossing Stochastic dan MACD terjadi hampir secara simultan.

Sinyal Sell:

  • Terdapat crossing Stochastic di atas level 50.
  • Histogram MACD crossing ke bawah level 0.
  • Crossing Stochastic dan MACD terjadi hampir bersamaan.

Perlu dicatat, sinyal pergerakan histogram MACD harus terjadi setelah crossing Stochastic. Jika tidak, maka kamu bisa terjebak dalam kondisi sideways. Hal itu tentu tak akan menguntungkan untuk posisi buy atau sell yang terlanjur kamu tempatkan.

Selain itu, penting diperhatikan bahwa crossing MACD dan Stochastic sebaiknya tidak terlalu berjauhan. Standar yang direkomendasikan dalam hal ini adalah dua batang histogram sebagai konfirmator crossing MACD. Jadi apabila kamu menggunakan time frame daily, perlu waktu setidaknya dua hari untuk mengkonfirmasi sinyal crossing Stochastic.

 

Tak hanya strategi double cross dengan Stochastic, strategi kombinasi MACD juga bisa dilakukan dengan Pivot Point. Seperti apa ulasannya? Kamu bisa cek di Strategi Trading Pivot Point Dengan Price Action Dan MACD.

Download Seputarforex App

294744

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Kini tengah sibuk melanjutkan kuliah di jurusan Media Komunikasi Universitas Airlangga sekaligus menjadi jurnalis seputarforex.com


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone