Advertisement

iklan

Mengendalikan Market? Mimpi

89383

Di pasar forex, harga ditentukan oleh mekanisme tarik menarik kekuatan penjual (seller) dan pembeli (buyer). Tak seorang pun bisa mengendalikannya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Ada temen trader (baru) yang dengan polosnya bertanya: siapa sih sebenernya yang menentukan harga pair? Ehh… harap jangan terlalu menyepelekan pertanyaan ini yah! Iya bagi anda para master mungkin akan menganggap ini semacam pertanyaan (maaf) bodoh. Tapi bagi saya, ini justru pertanyaan cerdas yang sangat mendasar. Lah, masuk akal kan, kalau kita ingin terjun ke sebuah bisnis, kita mesti mengetahui siapa pemain dalam industri tersebut dan bagaimana struktur pasar yang berlaku di industri tersebut. Menurut saya, ini sama saja dengan mengetahui medan sebelum terjun dalam pertempuran.

meneliti medan sebelum perang
Ok, kembali ke permasalahan nih, jadi siapa sih sebenernya yang menentukan harga? Perkenankan saya kembali ke teori dasar ilmu ekonomi yah... Hehehe! Bukan bermaksud membuat permasalahan menjadi ruwet lho, tapi maksud saya justru supaya menjadi lebih jelas gambaran permasalahannya.

Begini, dalam ilmu ekonomi, pihak yang menentukan harga itu tergantung dari type pasar yang terjadi. Secara garis besar, ada beberapa type pasar yang ada: pasar monopoli, pasar monopsoni, pasar oligopoly dan pasar persaingan sempurna. Dalam pasar monopoli, dimana penjual hanya satu sedangkan pembeli ada banyak, maka harga cenderung ditentukan oleh penjual. Sebaliknya, dalam pasar monopsoni dimana penjual ada banyak dan pembeli cuma ada satu, maka harga akan cenderung ditentukan oleh pembeli. Sedangkan pasar oligopoly dimana penjual hanya ada beberapa dan pembeli banyak, maka harga ditetapkan oleh kelompok penjual.

Nah, pasar forex, jika dilihat dari teori ekonomi, bisa dimasukkan dalam type pasar persaingan sempurna. Dalam pasar type ini, harga ditentukan dengan mekanisme pasar, yaitu tarik menarik kekuatan penjual (seller) dan pembeli (buyer). Hal unik dalam pasar forex, seller dan buyer hanya dibedakan berdasarkan aksi yang mereka lakukan di pasar saat itu. Maksudnya, seorang trader bisa menjadi seller dan bisa juga menjadi buyer. Semua tergantung dari posisi yang sedang dia ambil saat itu. Ini berbeda dengan kondisi di pasar secara umum, dimana biasaya seller dan buyer itu merupakan pihak yang sama sekali berbeda.

Karena kemampuan trader untuk mengambil berbagai posisi inilah, maka harga dalam forex trading sangat tergantung pada persepsi dan pengharapan dari trader  yang terlibat di market tentang prediksi harga suatu pairs di waktu yang akan datang. Atau yang sering kita kenal dengan istilah trend. Jelasnya, apabila mayoritas trader menganggap kemungkinan besar harga akan turun, maka mereka akan mengambil posisi sebagai seller. Ujung-ujungnya, aksi jual ini akan semakin menekan harga pair yang bersangkutan dan trend akan semakin turun. Demikian juga apabila kondisi yang sebaliknya terjadi. Harapan akan naiknya harga suatu pair akan membuat traders mengambil posisi buy dan akan mendorong harga untuk naik.

Ok, pertanyaannya sekarang adalah: apa sih yang menentukan "kekuatan" masing-masing pihak, buyer dan seller tersebut? Jumlah kah? Mm.. terus terang, jumlah seller dan trader dalam hal ini bukanlah faktor yang berpengaruh langsung. Yang menentukan kekuatan buyer dan seller adalah jumlah uang yang dilibatkan dalam transaksi. Semakin banyak uang yang terlibat di satu pihak (buyer/seller) semakin kuatlah kekuatan buyer/seller tersebut.

Trus, apa yang bisa kita manfaatkan dari uraian di atas? Saya sih cuma menyarankan, kalau anda bertrading dengan modal yang relatif sedikit, mendingan anda mengikuti saja sentimen yang terjadi di pasar saat itu. Kasarnya, ikuti aja arus.

Eh, santai bro, "mengikuti arus" di market tidak berkonotasi buruk kok... Mengikuti arus di sini maksudnya ya kita ikuti trend yang sedang terjadi. Ketika banyak trader (dan uang) yang terlibat dalam aksi sell misalnya, iya sudah… kita ikutan sell aja lah. Intinya, gak usah ngotot melawan pasar. Just remember: nobody is bigger than the market. Jadi (kecuali anda trading dengan modal milyaran dolar AS), anda ingin mengendalikan market? Mimpi kali ya!

 

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Singkongkeju
ga ada yang sanggup ngelawan market kecuali klo anda adalah tuhan wwkkwk. yang lucunya kbanyakan pemula biasanya pengen nglawan market , merasa diri paling bner dan mrasa yakin klo dya bisa membaca market seutuhnya. tapi lama2 mreka akhirnya sadar bahwa yang mereka lawan bukan burung, kuda, atau pun macan, melainkan alam semesta yang mereka lawan XD
Hendar Wiriatmaja
dimana-mana emang darah muda yang suka coba-coba.. yang pemula yang suka coba-coba.. karena apa? karena mereka blon tau.. wkwkwk.. biarin aja lah, biarkan margin call memberi mereka pelajaran.. hehehe.. kejam dot kom :D
Heru Komari
Setuju bro. Emg gak ada pelajaran yg lebih efektif dari pengalaman. Sebelom ngerasain sendiri akibatx pasti masih banyak yang gak percaya ato suka ngeyel, apalagi yg ngomongx pernah profit padahal gak ngikutin arus. Yg begitu datengx dari pemula, apa bisa dipercaya kalo profitx itu dari kemampuanx? Paling2 juga cuman keberuntungan pemula... Nah kalo udah ngalamin yg namax gagal karna gak ngikutin arus, baru ketahuan mana yg cocok jadi trader mana yg cuma main2 aja. Yg semula niat pasti bisa nyadari dn berusaha belajar trading ngikuti arus, tapi yg asal ikutan main2 pasti udah nyerah ato malah sakit hati gak mau trading lagi...
Arief P.s
Harga pair bisa jadi sangat labil karena ditentukan kekuatan pasar. Makanya tidak aman sekali kalau sampai mengambil tindakan melawan tren pasar
Masrimah
Mau Safe Trade? Follow the trend aja guys.
Aries_baskoro
cara ngikutin tren psr yg bnr gmn yah? kan naik turun hrg jg g pasti. pas tren bullish atau bearish yg keliatan bgt sih gmpng ngenalinnya. tp klo g sbrp keliatan kn susah jg nentuinnya......
Halim
Apa maksud anda adalah ketika harga sedang ranging sehingga tidak kelihatan tren naik dan turunnya? Jika ya, maka anda bisa menggunakan bantuan indikator, khususnya indikator support dan resistance yang biasanya bekerja dengan baik di pasar ranging. Tapi kalau anda adalah tipe trader yang lebih suka mengandalkan tren, maka sebaiknya anda mundur dulu dari kegiatan trading dan mencari kesempatan baru saat ada pergerakan tren yang menjanjikan. membuka order tidak harus selalu anda lakukan secara terus-menerus, karena sinyal yang sangat profitable sebenarnya jarang terjadi.
Ag Gusman
gmn dgn strategi counter trend yg udh bnyk dibhs d artikel2 sm forum2? trus buknkh kl kita entri misalny dgn oscilator, kita jg bkl melawan arus krn pas oversold kn hrg turun tp kita mlh anjuranny utk open buy? bnyk jg kn indikator2 ato strategi2 reversal yg mnyarankn kt bwt open g sesuai tren krn indikasiny sbntr lg hrg bkl berbalik? kl sdh ada aturanny bgt apa msh krg dsarankn kt melawan arus? pdhl bnyk jg tuh trdr yg pake cr itu, dn prinsip entri dr oscilator jg krg lbh gt.
Halim
Sebenarnya counter trend strategy boleh-boleh saja dilakukan asal momennya tepat. Seperti yang anda katakan tadi, ketika harga sudah mencapai oversold, maka wajar bagi seorang trader untuk bersiap membuka order buy.  Memang level jenuh pada oscilator menandakan indikasi pembalikan, namun trader tidak harus open ketika reversal benar-benar terjadi. Trader pengikut tren bisa saja menunggu hingga harga melewati level jenuh baru entri order. Sehingga keputusan yang menyangkut kapan trader akan membuka order, apakah sesudah atau sebelum harga melewati level jenuhlah yang menentukan apakah trader tersebut suka mengikuti atau melawan arus. Setiap metode ada resikonya, dan untuk memilih mana yang paling tepat bisa tergantung gaya tradernya masing-masing. Asal trader sudah memiliki manajemen resiko sendiri saya rasa cara apapun asal didasari pertimbangan analisa yang matang dan cocok dengan gaya trading bisa digunakan.
Arifatti
betululul gan
ngikutin tren pun juga ada risiko nya. klo salah analisa bisa2 kita masuk pas tren dah mau berakhir. akhirnya... ya loss deh. sama aja kalo kayak kita masuk ngarepin tren bakal berubah tapi ternyata tren itu masih lanjut terus. kemungkinan loss gimanapun metode nya itu selalu ada, jadi dari pada bahas mau ikut ato lawan tren, mending diskusiin pelajaran soal gimana cara nya naruh stop loss yg tepat. lagian klo sedari awal udah suka & cocok trading lawan tren, ga ada salah nya juga kan? itu pun juga salah 1 bentuk strategi yg ada proses analisa nya.
Riski Nur
Mimpi sih boleh lah ya, tapi jangan mimpi untuk bisa menggendalikan market juga lah..sebagai trader yang baru terjun di pasar forex, saya setuju sekali kalau masih tetap mau eksis dan gak rugi banyak, para trader baru tersebut harus menguikuti arus pasar yang ada di market. Selain itu, para trader yang baru itu juga perlu untuk tetap waspada terhadap tren yang sedang ada saat itu, dan tetap berjaga- jaga karena mengikuti tren juga berisiko tinggi juga. Inti dari semuanya adalah terus belajar dan jangan pernah lengah dalam analisa kondisi pasar, maka keuntungan bisa diraih. Happy Trading guys!