Advertisement

iklan

Menggunakan Emosi Dengan Cerdas

Emosi memang selalu ada dalam diri manusia. Namun, dalam bertrading sering kali timbul emosi negatid yang harus dihindari.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

“Daripada hanya berharap seorang trader seharusnya merasa takut, dan daripada merasa takut seorang trader seharusnya berharap. Ia seharusnya takut kerugiannya akan bertambah besar, dan berharap keuntungannya bisa bertambah banyak.” - Jesse Livermore, trader legendaris.
Kata-kata diatas sering dikutip karena trading bukan berarti melawan pasar atau menunjukkan pada orang-orang bahwa Anda piawai dalam bisnis ini. Emosi memang selalu ada dan tidak bisa dihilangkan, namun dalam trading yang sering timbul adalah emosi negatif, yang seharusnya dihindari.

Mengapa emosi negatif harus dihindari
Sebagian trader memilih untuk menggunakan software trading otomatis atau ‘black box strategy’ yang kebanyakan tidak diungkapkan dengan detail metode dan strategi yang digunakannya. Maksud digunakannya software trading otomatis adalah agar bisa entry pada kondisi pasar yang probabilitasnya paling tinggi sesuai strategi tersebut, dan exit pada keadaan yang paling menguntungkan. Alasan utama digunakannya software trading otomatis adalah karena Anda tidak bisa melepaskan emosi negatif ketika memutuskan untuk entry maupun exit.
                                                     Menggunakan Emosi Dengan

Jika Anda memutuskan sendiri untuk entry ataupun exit (discretionary trading) emosi Anda akan ikut terlibat. Keterlibatan emosi ini sering kali tampak pada trader pemula yang berharap kerugiannya akan segera tertebus dan mereka akan entry dengan harapan tidak akan mengalami kerugian lagi. Mereka juga takut profit yang telah diperoleh akan bisa berbalik jadi loss sehingga mereka secepatnya menutup trade tersebut. Namun demikian tarik-menarik antara ketakutan dan harapan ini tidak akan bisa selalu berjalan dalam jangka panjang.

                                   Menggunakan Emosi Dengan

Cara yang lebih cerdas untuk menggunakan emosi
Emosi tidak selalu berdampak negatif jika Anda bisa mengendalikannya untuk keuntungan Anda. Secara default Anda tentu tidak ingin rugi atau kehilangan uang, tak seorang trader-pun ingin rugi. Sesekali salah masuk atau pergerakan harga pasar yang kadang tidak sesuai dengan perkiraan adalah wajar dan tidak bisa dihindarkan. Cara yang lebih cerdas untuk mengendalikan emosi adalah dengan bagaimana Anda menyikapi rasa takut dan harapan. Jika Anda bisa mengubah rasa takut entry karena takut rugi ke rasa takut karena tidak bisa mengendalikan emosi ketika loss, maka Anda telah bisa menggunakan emosi dengan cerdas, terlepas dari balance pada account trading Anda.

Trader mesti menerima dasar pemikiran bahwa kita tidak akan pernah tahu apakah trade yang telah kita lakukan akan mengenai level stop loss atau level take profit. Jika Anda telah entry sesuai dengan sinyal trading yang Anda peroleh, biarlah harapan Anda yang bermain. Berharaplah pasar akan bergerak sesuai dengan perkiraan dan pada saat yang tepat Anda bisa menggeser level stop loss pada level breakeven.

Sumber : www.dailyfx.com : Becoming an Emotionally Intelligent Trader, by: Tyler Yell, Forex Trading Instructor

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Bagus
apa yang dimaksud emosi negatif disini? yang negatif bukannya emosi yang takut saja ya karena bersifat pesimisme?
Martin S
@ Bagus:
Emosi negatif dalam trading biasanya mengacu pada 4 jenis, yaitu serakah (greed), takut (fear), harapan (hope) yang berlebihan dan penyesalan (regret). Semuanya ada di dalam pikiran Anda dan harus dihindari atau paling tidak diminimalisir. Untuk keterangan lebih lanjut silakan baca: 4 Faktor Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda.
Milo Efendy
Emosi yg negatif mungkin yg punya efek negatif ke trading, jd bukan cuman takut rugi aja, tapi emosi yg serakah jg bahaya utk trading, karena bisa bikin trader jadi lebih ceroboh mengelola akunnya & kurang memperhatikan resiko cuz trlalu fokus sama kemungkinan profitnya.

Makanya trus disini dijelasin cara manfaatin ke2 emosi negatif itu dgn bener. Cuz sbg manusia emang mustahil kt bs menghindar dr emosi2 negatif itu, mengontrol emosi itu jg g segampang yg bnyk orang kira. Jd solusinya selain pake robot trading tp jg mnggunakan emosi itu dimomen yg tpt.
Agus.chandra
hmm, benar. mengalihkan rasa takut rugi jadi rasa takut menjadi emosional saat trading memang masuk akal. lalu bagaimana dengan harapan? harapan yang terlalu muluk bisa mengakibatkan serakah karena terlalu pd. bagaimana cara cerdas mengatasi emosi harapan yang terlalu berlebihan? apa bisa dialihkan atau hanya perlu dikurangi saja?
Martin S
@ Agus.chandra:
Harapan yang berlebihan, atau terlalu pd biasanya disebabkan oleh euforia setelah profit berturut-turut, atau sekali profit besar. Hal tsb bisa dihindari dengan entry hanya berdasarkan sinyal trading. Jika tidak ada sinyal tidak perlu memaksakan untuk entry.
Milo Efendy
Nah itu udah dibilang harapan bermain sesudah entry sesuai trade signal. Tp kalau tidak dijaga rasanya juga masih rawan ya, toh ketika sudah entrypun, masih banyak yg bisa diubah2. Kalo sudah punya ekspektasi yg telalu bsr sama posisinya malah berpotensi utk meningkatkan resiko itu tradernya.

Mungkin perlu dilengkapi sma cara menjaga emosi sewaktu posisi trdng masih open, bahkan utk menutup posisi pun, emosi seperti apa yg semestinya dipakai, jg akan jauh lebih baik lg kalau disarankan jg di sini.
Martin S
@ Milo Efendy:
Ketika entry Anda harus tentukan juga level resiko (stop loss) dan level target (take profit). Pada saat posisi masih open dan kondisi pasar sedang bagus (misalnya trending dengan kuat), Anda bisa memaksimalkan profit dengan teknik trailing stop, averaging atau pyramiding, tetapi hindari untuk memperbesar resiko (stop loss).
Edwin Uwk
master, bisa ditambahin enggak keterangan entry sama exit di gambar itu, maksudnya entry karena serakah itu entry buy apa sell? dan exit karena panik n takut itu nutup posisi yg mana? ane masih newbi jadi agak susah mengenali posisi entry dan exit yg seperti itu, kalau dengan support n resisten ane ngertinya itu entry sama exit udah bener soalnya. hehehe
Martin S
@ Edwin Uwk:
Entry karena serakah: entry buy pada titik A. Exit karena panik maksudnya posisi tersebut ditutup karena mendekati level support (ditutup pada B), takut kalau harga menembus level support dan kerugiannya makin banyak. Exit karena takut maksudnya profit sedikit yang diperoleh pada titik C cepat-cepat direalisasikan daripada tidak kebagian, padahal harga masih mungkin menembus level resistance..
Franky
Ya itulah yang paling susah. Dah nyoba demo berbulan-bulan kog ya namanya TAKUT RUGI masih saja menghantui. Tapi yang namanya dah komit pake sistem discretionary trading, maka faktor ketakutan memang menjadi satu bagian utuh. Kesiapan mental untuk mencet tombol buy ato sell memang harus sering diuji baik dengan hasil loss ato profit nantinya. Selamat berlatih..guys
Martin S
@ Franky:
Kalau sistem trading yang Anda gunakan sudah teruji dengan persentasi profit atau winning rate diatas 50%, seharusnya Anda percaya diri. Cobalah berlatih untuk tidak takut rugi. Kalau masih sering ragu ketika entry, cobalah berlatih di account demo lagi sampai bener-bener percaya diri..
Hans
memakai robot trading untuk entry/exit posisi, menurut sy bukn alasan yg tepat untuk menghindari  emosi, coba aja sendiri, kalo robot sewaktu diawasi malah "berulah" ujung2nya jg sama kita tetep panik, ato malah justru lebih buruk kita jadi depresi setlah robot berulang kali melakukan suicide bombing tanpa sepengetahuan kita... gimana hayooo
Hisbulloh
Cara siasatinya kembali ke sistem dan berupaya untuk konsisten
Sykoo
apakah money management dan management risk bisa mengendalikan emosi kita pada saat loss?