iklan

Menggunakan Fibonacci Retracement Untuk Memprediksi Take Profit

Penulis

Fibonacci Retracement itu sangat cantik dan canggih. Pergerakan harga yang acak pun bisa ditampilkan secara rapi, sehingga lebih mudah untuk trading forex.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Yuk mari kita bermain-main dengan Fibonacci Retracement. Ini adalah indikator favorit saya untuk trading forex. Menurut saya, dasar Fibonacci Retracement sangat menarik. Semakin kita utak-utik, semakin banyak keunikan yang ditemukan dari deret Fibonacci yang kelihatannya sederhana. Boleh dibilang, Fibonacci Retracement adalah cinta pertama saya diantara semua indikator yang saya kenal. Eh, kok jadi lebay gini yah? Intinya, Fibonacci Retracement merupakan indikator teknikal yang sangat layak dicoba.

Oke deh, tanpa perlu berlama-lama, mari kita lihat bagaimana cara menggunakan Fibonacci Retracement untuk menganalisis pergerakan harga. Sesuai dengan filosofi dasar dari Fibonacci itu sendiri, kita mencoba mengamati pola dari sesuatu yang terlihat acak. Dalam hal ini, sesuatu yang acak tersebut adalah pergerakan harga sebuah pair mata uang.

Dalam pergerakan harga yang sepintas terlihat acak, ternyata kita bisa menemukan pola-pola tertentu yang ternyata "dipatuhi" secara alamiah oleh segala sesuatu di alam ini. Hmm, kalau kita membahas tentang bagaimana amazing-nya deret Fibonacci, mungkin bisa satu buku atau satu film sendiri deh.

Yah sudahlah, saya tidak akan membahas secara detail tentang deret Fibonacci dan segala misteri yang ada di dalamnya. Kalau Anda tertarik mengenal deret ini, silahkan search saja di mesin pencari. Kita langsung membahas bagaimana penggunaan deret Fibonacci untuk memprediksi batas harga di atas chart saja.

 

First Step

Langkah pertama untuk menggunakan Fibonacci Retracement adalah mengidentifikasi swing atau wave yang terjadi dari harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) dalam satu chart. Itulah mengapa, Fibonacci sering dikaitkan dengan teori-teori wave lainnya seperti Elliot Wave. Sementara kita tunda dulu bahasan tentang Elliot Wave. Kita fokus dulu pada bagaimana menarik Fibonacci Retracemet di atas chart kita.

Setelah kita tahu ayunan high-low, barulah kita dapat menarik garis Fibonacci Retracement. Tarik garis dari kiri ke kanan, sesuaikan level 0 dan 100 pada Fibonacci dengan high-low yang sudah teridentifikasi. Untuk lebih jelasnya, mari kita amati chart berikut:

Pada chart di atas, saya memasang indikator Parabolic SAR, ADX, dan MACD, serta menarik Fibonacci Retracement di swing yang teridentifikasi. Level high terletap pada 1.5476, sedangkan level low terletak pada 1.5126. Fibonacci Retracement saya tarik dengan patokan 0 pada level low dan 100 pada level high. Nah, sekarang mari kita perhatikan bagaimana pergerakan harga mematuhi pola yang dibentuk oleh level-level Fibonacci Retracement tersebut.

 

Second Step

Lihatlah bagaimana harga mencoba menembus masing-masing level Fibonacci Retracement. Perhatikan bagaimana usaha harga menembus level harga 1.5208 dan 1.5260 dan 1.5343. Harga berkali-kali menyentuh batas-batas tersebut dalam rangka mencoba menembusnya. Setelah tertembus, harga akan melaju ke level berikutnya.

Dengan memahami kecenderungan pergerakan harga tersebut, kita bisa menggunakan harga di level-level Fibonacci ini sebagai target profit kita. Sebagai contoh, posisi yang saya ambil menggunakan patokan level Fibo 61.8 di harga 1.5343 sebagai target Take Profit (TP). Posisi itu hanya sebagai contoh. Kebetulan TP yang saya ambil hanya sekitar 20 pips sih.

Lalu, apakah time frame harus 4 Hours (H4) seperti yang saya gunakan? Tidak. Pada dasarnya, kita bisa menggunakan Fibonacci Retracement di semua time frame. Tapi, disarankan digunakan untuk time frame Hourly (H1) atau lebih tinggi lagi. Masalahnya, kalau kita trading menggunakan time frame 5 menit, lalu menarik Fibo baru setiap kali terbentuk wave, trus kapan trading-nya dong!?

Kita juga bisa menggunakan Fibonacci Retracement sebagai patokan menentukan support dan resistance pengganti Pivot Point dalam trading forex. Tertarik? Simak lebih lanjut dalam artikel "Menggunakan Fibonacci Retracement Sebagai Pivot".

62083
Penulis

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.

Ekin Aprilia

Pernah coba trading pakai tools ini tapi kenapa selalu gagal ya? Harga sudah menyentuh level kunci 50% tapi tidak segera memantul, malah meneruskan trend, apa saya yg salah narik garisnya?


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone