Menggunakan Fibonacci Retracement Untuk Memprediksi Take Profit

62083

Fibonacci Retracement itu sangat cantik dan canggih. Pergerakan harga yang acak pun bisa ditampilkan secara rapi, sehingga lebih mudah untuk trading forex.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Yuk mari kita bermain-main dengan Fibonacci Retracement. Ini adalah indikator favorit saya untuk trading forex. Menurut saya, dasar Fibonacci Retracement sangat menarik. Semakin kita utak-utik, semakin banyak keunikan yang ditemukan dari deret Fibonacci yang kelihatannya sederhana. Boleh dibilang, Fibonacci Retracement adalah cinta pertama saya diantara semua indikator yang saya kenal. Eh, kok jadi lebay gini yah? Intinya, Fibonacci Retracement merupakan indikator teknikal yang sangat layak dicoba.

Oke deh, tanpa perlu berlama-lama, mari kita lihat bagaimana cara menggunakan Fibonacci Retracement untuk menganalisis pergerakan harga. Sesuai dengan filosofi dasar dari Fibonacci itu sendiri, kita mencoba mengamati pola dari sesuatu yang terlihat acak. Dalam hal ini, sesuatu yang acak tersebut adalah pergerakan harga sebuah pair mata uang.

Dalam pergerakan harga yang sepintas terlihat acak, ternyata kita bisa menemukan pola-pola tertentu yang ternyata "dipatuhi" secara alamiah oleh segala sesuatu di alam ini. Hmm, kalau kita membahas tentang bagaimana amazing-nya deret Fibonacci, mungkin bisa satu buku atau satu film sendiri deh.

Yah sudahlah, saya tidak akan membahas secara detail tentang deret Fibonacci dan segala misteri yang ada di dalamnya. Kalau Anda tertarik mengenal deret ini, silahkan search saja di mesin pencari. Kita langsung membahas bagaimana penggunaan deret Fibonacci untuk memprediksi batas harga di atas chart saja.

 

First Step

Langkah pertama untuk menggunakan Fibonacci Retracement adalah mengidentifikasi swing atau wave yang terjadi dari harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) dalam satu chart. Itulah mengapa, Fibonacci sering dikaitkan dengan teori-teori wave lainnya seperti Elliot Wave. Sementara kita tunda dulu bahasan tentang Elliot Wave. Kita fokus dulu pada bagaimana menarik Fibonacci Retracemet di atas chart kita.

Setelah kita tahu ayunan high-low, barulah kita dapat menarik garis Fibonacci Retracement. Tarik garis dari kiri ke kanan, sesuaikan level 0 dan 100 pada Fibonacci dengan high-low yang sudah teridentifikasi. Untuk lebih jelasnya, mari kita amati chart berikut:

Pada chart di atas, saya memasang indikator Parabolic SAR, ADX, dan MACD, serta menarik Fibonacci Retracement di swing yang teridentifikasi. Level high terletap pada 1.5476, sedangkan level low terletak pada 1.5126. Fibonacci Retracement saya tarik dengan patokan 0 pada level low dan 100 pada level high. Nah, sekarang mari kita perhatikan bagaimana pergerakan harga mematuhi pola yang dibentuk oleh level-level Fibonacci Retracement tersebut.

 

Second Step

Lihatlah bagaimana harga mencoba menembus masing-masing level Fibonacci Retracement. Perhatikan bagaimana usaha harga menembus level harga 1.5208 dan 1.5260 dan 1.5343. Harga berkali-kali menyentuh batas-batas tersebut dalam rangka mencoba menembusnya. Setelah tertembus, harga akan melaju ke level berikutnya.

Dengan memahami kecenderungan pergerakan harga tersebut, kita bisa menggunakan harga di level-level Fibonacci ini sebagai target profit kita. Sebagai contoh, posisi yang saya ambil menggunakan patokan level Fibo 61.8 di harga 1.5343 sebagai target Take Profit (TP). Posisi itu hanya sebagai contoh. Kebetulan TP yang saya ambil hanya sekitar 20 pips sih.

Lalu, apakah time frame harus 4 Hours (H4) seperti yang saya gunakan? Tidak. Pada dasarnya, kita bisa menggunakan Fibonacci Retracement di semua time frame. Tapi, disarankan digunakan untuk time frame Hourly (H1) atau lebih tinggi lagi. Masalahnya, kalau kita trading menggunakan time frame 5 menit, lalu menarik Fibo baru setiap kali terbentuk wave, trus kapan trading-nya dong!?

Kita juga bisa menggunakan Fibonacci Retracement sebagai patokan menentukan support dan resistance pengganti Pivot Point dalam trading forex. Tertarik? Simak lebih lanjut dalam artikel "Menggunakan Fibonacci Retracement Sebagai Pivot".

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Yuwana97
Fibonacci retracement emng bgs buat nyari level2 sl atau tp yang bnr. Biasany yg paling kena y dari indikator ini ni
Reza Arkan
masak sih mastah? ane ngerasanya lebih manteb nyari stop loss tuh berdasarkan berapa pip yang sanggup ane terima kl kena loss. setelah itu narik take profit pake rasio laba rugi. jadi misalkan ane bisa terima loss 20 pip ya stop lossnya ane tentuin 20 pip dari entry. terus seumpama rasio laba ruginya 1:2 berarti take profitnya 40 pip. begitu aja ga pake indikator manapun kaya fibonacci ini
Teguh Awal
Cari stop loss dan tp memang lebih baik senyamannya saja. Tidak bisa bilang stop loss dari fibo adalah yng terbaik, atau stop loss dari perhitungan manajemen resiko-lah yng paling baik. Masing - masing selalu ada kekurangan n kelebihan, ada potensi melesetnya pula. Yng paling tepat cari yng paling mudah tapi efektif untuk digunakan. Misalkan suka trading dengan fibo maka bisa sekalian mencari stop loss dan tp dari situ. Atau lebih suka main aman dengan perhitungan manajemen yang matang maka bisa menyesuaikan dengan rasio. Terlepas dari itu dan itu masih banyak juga cara mencari stop loss seperti dari high/low harian harga dsb
Nino.iffali
dr gmbrx sih pas bgt kykx tu grs fibo. tp pa tiap saat msti tpt kyk gt? atau ada saat2 dmn fibo ngasi sinyal trdng yg slh?
Sibowo
bukan sinyal fibonaccinya yang salah, tapi tredernya yang salah narik fibonacci atau sewaktu analisa masih kurang tepat interpretasinya. ini rasanya juga berlaku buwat indikator lain yang sering dikata suka ngasih sinyal false dan semacemnya. padahal ini bukan dari salah indikator kalau ditelusurin sebenernya kesalahan itu bisa karna treder yang gagal paham mencerna sinyal indikator itu. atau emang aplikasinya gag tepat. soalnya indikator cuman sebagai alat yang udah diset sesuai pengaturannya. kecuali kalo yang dipake sinyal robot ato alat trading otomatis lain yang bikinan mungkin disuatu saat bisa eror atau gag sesuai sama kondisi pasar.
Fauzi Alamsyah
Kalau menggunakan fibonacci, resiko yang mungkin terjadi timbul karena penarikan di swing high swing low yang kurang tepat. Karena disini trader bebas menentukan swing high dan low dari pola harga yang sedang terbentuk, makatiap trader bisa berbeda-beda. Dan perbedaan itu yang sebenarnya bisa menimbulkan perbedaan hasil dari analisa juga, karena kalau meleset terlalu jauh maka bisa menyebabkan trader exit di posisi yang salah
M.husein
@fauzi. betul gan, mang butuh banyak2 lat. buwat bisa bener2 narik fibo retracement kl pingin hasilnya bener. tapi kl udah kebiasaan bisa mantap banget bukan cuman buat open posisi sama exit posisi aja, tapi juga buat prediksi harga selanjutnya. cuman kl buwat penggunaannya masih disaranin dibantu sama penggunaan indikator laen, karna buwat konfirmasi sinyal trading lebih baek dari lebih dari 1 indikator biar hasilnya lebih mantap.
Nino.iffali
iy bnr bgt, kyk cnth diatas jg indix mcm2 g cm fibo ja, msh da parabolic sar, adx sm macd yg dipake dstu. tp ane msi blm paham nie, apa grs fibo tu msti dtrk tiap ada wave? kok klo pakex tf yg rndh jd ribet gt krn mst narik grs fibo lg tiap ada wave baru. trus klo kita biarin ja grsx ngikutin wave yg sblmx pa ntar hsl analisisx jd slh?
Ultima
Fibo juga bisa dikalahin sama high impact news. wkwkwkwk
Fauzi Alamsyah
Bisa jadi kurang tepat, sinyal yang dihasilkan dari penempatan fibonacci yang kurang sesuai jadinya tidak menghasilkan sinyal yang profitable. Memang paling baik untuk tidak menggunakan indikator teknikal di timeframe rendah, kecuali jika sudah terbiasa mengikuti perubahan harga yang cepat.

Karena semakin rendah timeframe akan semakin sering pula pola wave baru terbentuk, yang tidak semuanya mencerminkan pergerakan harga yang sesungguhnya. Untuk melihatnya dari sudut pandang yang sebenarnya coba terapkan fibonacci di timeframe h4 atau selebihnya.
Pipinr_
memang asik udah terbiasa pakai fibo
tapi sayangx gw ndak pernah bisa paham cara trading pakai fibo yang mantap seperti apa
ada yang bilang level fibo paling penting di 50, ada yang bilang di 100, ada pula yang di 61.8 kl begini semuax aja dianggap penting
kl support resistan gw masih lebih gampang lihat dari pivot karena ndak perlu tarik2 lagi cukup dihitung dari level harga yang udah ada
walaupun musti nyari custom indicator ato bahkan tarik2 garis secara manual
Komar
Saya ndak suka pake fibonacci, bikin penuh tampilan chart di metatrader. enakan pake trendline.
Ekin Aprilia
Pernah coba trading pakai tools ini tapi kenapa selalu gagal ya? Harga sudah menyentuh level kunci 50% tapi tidak segera memantul, malah meneruskan trend, apa saya yg salah narik garisnya?