OctaFx

iklan

Menggunakan MACD Dalam Trading Forex (1)

153567

MACD atau Moving Average Convergence-Divergence adalah salah satu indikator teknikal yang bisa diandalkan trader.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

MACD atau Moving Average Convergence-Divergence adalah salah satu indikator teknikal yang bisa diandalkan (reliable). Sering kali kita kurang percaya dengan berbagai indikator teknikal dan cenderung mengandalkan analisa pergerakan candlestick atau garis-garis trend, tetapi ketika telah menemukan sinyal trading, kita biasanya akan melihat arah indikator MACD sebelum benar-benar entry. Jadi indikator MACD biasanya kita gunakan untuk mengkonfirmasi setup trading yang akan kita lakukan, dan sangat sering memang tepat, atau dengan kata lain MACD bisa bekerja dengan baik.

Dua tampilan MACD yang sering dijumpai adalah seperti pada chart trading berikut. A adalah versi standard platform populer Metatrader, terdiri dari MACD dalam bentuk histogram dan grafik sinyal, sedang B adalah versi tradisional, terdiri dari grafik MACD, grafik sinyal dan Oscillator Moving Average (OSMA) dalam bentuk histogram, yaitu nilai MACD dikurangi sinyal. Keduanya tidak berbeda dan memberikan informasi yang sama.

Menggunakan MACD Dalam Trading Forex

Banyak trader profesional baik pemain pasar saham, forex atau komoditi mengandalkan MACD, tetapi tentu saja kita tidak ingin membesar-besarkan indikator ini. MACD bukan indikator ’’holy grail’’ yang serta merta menunjukkan sinyal buy atau sell, tetapi kita bisa mengatakan bahwa MACD memang bisa diandalkan dibandingkan banyak indikator teknikal lainnya.

Mengapa MACD bisa bekerja dengan baik?

Pertanyaan ini tentunya menyangkut uang yang akan Anda peroleh. Sebelum menjawab, ada baiknya Anda mengingat kembali salah satu alasan utama kenapa banyak trader forex (dan juga trader saham atau komoditi) gagal mendapatkan profit. Anda telah sering mendengar atau membaca, dan kita akan ulangi lagi disini. Kekurang sabaran adalah salah satu alasan utama kenapa banyak trader forex gagal.

Banyak trader yang tidak cukup sabar menunggu setup trading yang benar-benar bagus, atau yang probabilitas-nya tinggi. Setelah menunggu beberapa menit, jam atau bahkan hari (tergantung dari time frame trading), dan belum memperoleh sinyal trading, banyak trader yang kehilangan kesabarannya dan memaksakan diri mengambil posisi tanpa setup trading yang jelas. Mereka untung-untungan, bisa loss bisa profit.

Sebaliknya ketika punya posisi trading yang bagus mereka exit terlalu dini dengan reward yang kecil karena takut kehilangan profit yang telah diperolehnya. Mereka tidak cukup sabar untuk menahan posisinya hingga menyentuh target yang sebenarnya telah direncanakan, sehingga mereka membatasi profit yang seharusnya bisa diperoleh. Indikator MACD bisa mengatasi masalah tersebut karena responsnya yang agak lambat sehingga menunda kita untuk entry atau exit terlalu dini. Oleh karenanya MACD selalu dianjurkan untuk digunakan terutama oleh para trader forex dan saham. Indikator lain yang sifatnya hampir mirip adalah Heikin Ashi.

Dalam banyak kasus, ketika indikator lain bahkan formasi price action candlestick menunjukkan sinyal trading, MACD mengisyaratkan kita untuk menunggu, dan membuat kita terhindar dari loss akibat melawan arah trend. Juga ketika kita ingin masuk sesuai arah trend, tetapi MACD mengatakan kita sudah terlambat karena kekuatan trend sudah menurun dan akan segera berbalik arah. Kasus-kasus semacam ini akan kita ulas pada bagian berikutnya.


Parameter indikator MACD

Gerald Appel, seorang trader dan analis yang membuat indikator ini mendifinisikan MACD sebagai selisih dari exponential moving average periode 12 (ema-12) dan ema-26. Hasilnya berupa sebuah grafik yang disebut dengan MACD main line. Pada tampilan MACD tradisional, selain grafik MACD terdapat grafik sinyal (signal line) yang merupakan moving average dari grafik MACD dengan periode 9. Sebagai trader mungkin Anda tidak perlu mengetahui perhitungan parameter MACD, tetapi jika Anda ingin memprogram atau memodifikasi EA (Expert Advisor) atau robot, Anda harus tahu perhitungan parameter indikator ini:

MACD main line = ema (close, 12) - ema (close, 26)
Signal line = sma (MACD, 9)
Histogram Oscillator Moving Average (OSMA) = MACD main line - signal line

Pada platform Metatrader indikator MACD main line ditampilkan dalam bentuk histogram dan signal line dalam bentuk grafik, OSMA dibuat terpisah, sedang pada platform trading yang lain MACD main line dan signal line ditampilkan dalam bentuk grafik bersamaan dengan OSMA.


Tampilan MACD histogram yang lebih detail (Extended Version)

Sama dengan tampilan pada platform Metatrader, hanya histogramnya dibuat berwarna untuk membedakan sentimen bullish atau bearish. Dalam prakteknya penggunaan Extended Version ini tidak menampilkan signal line (signal SMA diset = 0), tetapi bisa ditampilkan bila diperlukan dengan menset signal SMA = 9.

Menggunakan MACD Dalam Trading Forex

Pada gambar diatas tampak ketika trend sedang kuat maka jarak antara ema-12 dan ema-26 melebar (ema-12 - ema-26 makin besar) atau nilai MACD makin besar. Semakin lebar jarak maka garis histogram MACD akan semakin panjang. Warna garis histogram biru menunjukkan sentimen bullish yang sedang kuat atau dominan sedang warna merah menunjukkan bearish yang dominan. Warna garis kuning menunjukkan ketika terjadi perpotongan antara ema-12 dan ema-26, atau MACD = 0.

Dalam aturan trading dengan perpotongan dua garis moving average, sinyal buy terjadi bila garis ema-12 memotong ema-26 dari bawah keatas, atau MACD lebih besar nol, dan sinyal sell terjadi bila garis ema-12 memotong ema-26 dari atas kebawah, atau MACD lebih kecil nol. Tetapi dengan histogram warna, Anda bisa mengantisipasi sinyal buy ketika sentimen bullish sedang kuat (area A) sebelum kedua garis ema saling berpotongan dan MACD diatas nol (area B). Demikian pula antisipasi sinyal sell ketika sentimen bearish kuat (area C) sebelum MACD dibawah nol (area D).

Jika Anda trader yang agresif, Anda bisa entry buy ketika MACD pada area A dan tidak harus menunggu MACD diatas nol (area B), atau entry sell ketika MACD masih pada area C. Namun tentu saja harus dikonfirmasi dengan formasi candlestick-nya atau indikator lainnya


Menggunakan MACD Dalam Trading Forex


Tampilan trend histogram indikator MACD mencerminkan trend pergerakan harga. Ketika sedang bergerak uptrend akan terbentuk titik-titik higher highs baik pada pergerakan harga maupun pada garis histogram, demikan juga ketika bergerak downtrend, akan terbentuk titik-titik lower lows (gambar atas).

(Bersambung)

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Rm Indra
Bagus keteranganx, gag sabar move on ke tahapan berikutx....
Soni Ex
jd macd ini lbh bwt mnknfrms aja ya? kl sbg indi utama bgmn? jd dsn sblkx yg jd indi utk mnknfrms y pola candle dr pngmtn price action itu
Okto Nugroho
To Soni. Kalau menurut sifatnya, lebih baik mengikuti apa yang disarankan karena MACD yang lebih lambat merespon pergerakan harga bisa sangat berguna untuk memberi kepastian tental sinyal entri dari strategi price action yang terbentuk lebih dulu. Kalau menggunakan cara yang sebaliknya, dihawatirkan malah entri bisa terlambat karena MACD yang merupakan lagging indikator
Soni Ex
jd ya ttp aja slm mmprhtngkn macd yg laging itu posisi entry bs trlmbt jg. jd apa g sm aja kl pake price action d awal2 trus ujung2nya entri msh nunggu macd ya entry ttp akan lbh trlmbt msuknya. drpd sprt itu knp g sekalian ja macd dbuat sbg indi utama
Okto Nugroho
To Soni. Menentukan penggunaan indikator itu bersifat relatif. Tergantung pada keinginan trader mana yang bisa menjadi indikator penentu dan mana yang bisa menjadi indikator untuk mengkonfirmasi sinyal trading yang dihasilkan oleh indikator penentu.

Tapi di sini juga diperlukan pemahaman tentang prioritas penggunaan indikator2 itu, karena ada kalanya mereka menghasilkan sinyal yang sama dan kadang juga bisa berbeda. Meskipun untuk entri trader misalnya perlu menunggu konfirmasi dari MACD, bukan berarti hal itu bisa berlaku untuk setiap posisi yang akan dibuka.

Dalam kasus2 tertentu, trader bisa saja mendahulukan sinyal trading dari indikator utamanya tanpa perlu menunggu pembacaan dari indikator lain, atau melah mengabaikannya sama sekali. Menggunakan lebih dari 2 indikator barangkali bisa membantu memutuskan entri posisi dengan lebih pasti.
Martin S
@ soni ex: indikator utamanya tetap pergerakan harga itu sendiri, MACD sebagai konfirmatornya. Jadi price action yang belum terkonfirmasi masih ada kemungkinan salah. MACD memang lambat tetapi hasil perhitungannya pasti benar karena dihitung pakai rumus matematika. Kita dituntut untuk meng-interpretasikannya dengan benar sehingga tidak buru-buru entry atau exit. MACD bisa menunjukkan arah trend, overbought / oversold dan keadaan konvergen atau divergen untuk konfirmasi. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca sambungan artikel ini pada bagian 3 s/d bagian 5.
Firma
Indikator MACD biasanya kita gunakan untuk mengkonfirmasi setup trading yang akan kita lakukan, dan sangat sering memang tepat, atau dengan kata lain MACD bisa bekerja dengan baik. Namun tentunya bisa seperti itu jika penggunaannya bisa kita lakukan dengan baik, perlu latihan dan pengalaman tentunya. Soalnya saya bisa menjalankan kegiatan trading saya dengan baik menggunakan indikator ini di Gainscopefx.com juga tidak instan bisa saya peroleh.
Rizal Sf
iya gan, latihan dulu mengenai indikator pake akun demo, kalau sudah sukses, baru buka akun riil.
Ricardo
Tolong tanya, Pak Martin... Terus OsMA fungsinya buat apa ya? Yg di part 2 dan 3 juga tidak dijelaskan.

Terima kasih
Martin S
@ Ricardo:

Artikel tsb stressingnya memang pada MACD.
OSMA sendiri gunanya untuk mengetahui arah trend dan juga kemungkinan terjadinya divergensi. Histogram OSMA di atas level 0 menunjukkan pergerakan harga sedang bullish, dan jika di bawah level 0 menunjukkan pergerakan harga sedang bearish. Semakin panjang garis histogram maka bullish atau bearish semakin kuat.

Untuk penjelasan mengenai OSMA, silahkan baca:
Apa Itu Indikator OSMA?
Trading Dengan Indikator MACD

Ricardo
Jadi, bolehkah dikatakan MACD kurleb sama fungsinya dgn OsMA dikarenakan merupakan selisih 2 EMA? Di mana MACD dan OsMA sama-sama menunjukkan kekuatan bullish/bearish dengan melihat panjang pendeknya histrogram dan juga sama-sama menunjukkan arah trend dengan melihat apakah melewati garis 0.
Martin S
@ Ricardo:

Perhitungan MACD dan OSMA tidak sama. OSMA adalah nilai dari (MACD - signal).
Untuk melihat kekuatan trend, diamati dari jarak MACD dan kurva signal, sementara OSMA dari panjangnya garis histogram.

Seperti pada contoh berikut ini, pergerakan histogram MACD dan OSMA tidak selalu sama. Kalau Anda ingin tahu arah trend berdasarkan histogram, maka amati OSMA.
Untuk mengetahui divergensi, OSMA yang lebih akurat, seperti pada contoh ini.