Menggunakan MACD Untuk Trading Binary Options

233568

MACD adalah salah satu indikator yang bisa mengkonfirmasi arah dan kekuatan tren. Indikator ini ternyata juga sangat bermanfaat untuk trading di binary options.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Follow the trend adalah salah satu prinsip yang dianut oleh banyak trader dalam mencapai kesuksesan. Banyak peluang tercipta dari tren harga, dan mengikuti pergerakannya untuk mendapatkan analisa yang tepat merupakan salah satu cara trading yang banyak diadopsi oleh trader, baik di spot forex maupun binary options. Meskipun tampak mudah, trader kadang masih perlu menerapkan strategi trend trading untuk membantu mengenali, menganalisa, dan menempatkan option sesuai dengan tren yang sedang terjadi.

trading binary options dengan macd
Pada pembahasan mengenai strategi trend trading, telah disebutkan tentang penggunaan analisa teknikal dan jenis trading. Salah satu indikator teknikal yang dapat mengidentifikasi tren, Moving Average (MA), merupakan suatu perangkat yang sangat diandalkan oleh trend trader. Selain mengenali tren, analisa pada strategi trend trading juga melibatkan tahap konfirmasi tren. Mengapa hal ini perlu?

Pada kenyataannya, MA saja tidak cukup untuk mengkonfirmasi arah tren dan mengetahui kekuatan pergerakannya. Trader perlu menganalisa apakah tren masih akan terus berlanjut atau segera berakhir agar dapat menempatkan option dan expiry time dengan benar. Salah satu indikator yang banyak digunakan sebagai konfirmator adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang sering diaplikasikan bersamaan dengan MA.

Sekilas Tentang MACD

MACD adalah salah satu indikator yang dapat menunjukkan arah trend dan juga momentum pasar. Kerap dimasukkan ke dalam kategori oscillator, trader sering memanfaatkan indikator ini untuk mengkonfirmasi arah dan mengetahui kekuatan suatu tren. MACD terdiri dari 2 komponen, yaitu garis sinyal dan area MACD. MACD dihasilkan dari selisih Exponential Moving Average (EMA) 12 dengan EMA 26, sedangkan garis sinyal merupakan Simple Moving Average (SMA) 9 dari nilai MACD itu sendiri.

Sinyal indikator ini diambil dari posisi area MACD terhadap garis 0. Jika area MACD berada di atas garis 0 (di zona positif), maka dapat dijadikan sebagai konfirmator uptrend. Sebaliknya, downtrend dapat terkonfirmasi jika MACD berada di zona negatif (di bawah garis 0). Lebar area MACD bisa digunakan sebagai penanda kekuatan tren. Semakin lebar area MACD, atau semakin jauh bar-bar MACD dari garis 0, maka semakin kuat pula tren yang sedang terjadi.

Selain itu, trader juga bisa mengambil sinyal overbought dan oversold dari MACD. Indikasi tersebut bisa dianalisa dari perpotongan garis sinyal dengan area MACD. Kondisi oversold terjadi apabila MACD memotong garis sinyal dari bawah, sedangkan posisi overbought terkonfirmasi saat MACD memotong garis sinyal dari arah atas.

Trading Binary Options Dengan MACD

Dalam binary options, trader perlu mengetahui kekuatan tren agar bisa menempatkan option "call" atau "put" dengan lebih meyakinkan. Selain itu, analisa pada kekuatan tren juga diperlukan agar trader bisa memperkirakan expiry time yang tepat. Meski trader sudah membuka option sesuai dengan arah tren, posisi tersebut tetap bisa berakhir out-of-the-money jika option ditutup saat tren harga mengalami perubahan.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, konfirmasi arah dan kekuatan tren dengan MACD perlu dilakukan. Secara sederhana, trader dapat memperhatikan momentum persilangan MACD dengan garis sinyal untuk membuka option sesuai arah tren.

macd binary options
Pada grafik di atas, tampak bahwa jika option "put" dibuka berdasarkan indikasi MACD yang memotong garis sinyal dari atas di nomor (1),(3), dan (5), posisi tersebut akan berakhir in-the-money. Peluang option "call" juga muncul pada indikasi nomor (2) dan (4), dimana MACD terlihat memotong garis sinyal dari arah bawah.

Beberapa strategi trading binary options yang mengaplikasikan penggunaan MACD juga melibatkan beberapa jenis indikator tren seperti 2 jenis MA yaitu SMA dan EMA. Disamping itu, MACD juga bisa difungsikan dalam trading boundary di binary options.

Trend Trading Dengan MACD
Sesuai dengan fungsinya, MACD berperan sebagai konfirmator gambaran tren yang sudah teridentifikasi di chart oleh indikator lain. Dalam hal ini, trader bisa menggunakan SMA, EMA, ataupun Parabolic SAR sebagai indikator tren utama.

  • Kombinasi SMA dengan MACD

SMA adalah salah satu jenis MA yang sangat populer di kalangan trader. Meski terhitung memiliki respon yang lebih lambat dari EMA, indikator ini sering dipilih karena menghasilkan false signal yang lebih sedikit. Salah satu contoh penggunaan SMA dengan MACD dapat dilihat pada setup grafik di bawah ini:

macd sma binary options
Strategi tersebut dirancang oleh James Ayetemimowa, dan telah banyak dipublikasi ulang di berbagai situs binary options. Time frame yang digunakan di chart tersebut adalah 5 menit. Trader bisa menggunakan time frame manapun karena strategi ini tidak terbatas di time frame 5 menit saja. Tampak bahwa pada chart harge, ada 2 garis SMA yang dipasang dengan periode 50 dan 100.

Tren bullish teridentifikasi ketika SMA 50 (garis hijau) berada di atas SMA 100 (garis merah). Hal yang sebaliknya berlaku untuk tren bearish. Pergerakan harga di atas menunjukkan downtrend yang ditandai dengan posisi SMA 50 di bawah SMA 100. Untuk entry di posisi yang tepat, trader bisa memperhatikan perpotongan MACD dengan garis sinyal, atau posisi harga yang terkoreksi di atas garis-garis MA. Poin-poin overbought yang ditandai dengan area pink di atas bisa dijadikan sebagai sinyal "put" yang efektif.

  • Kombinasi EMA dengan MACD

Pada penggunaan EMA, sinyal option diambil dari persilangan EMA yang dikonfirmasi dengan perpindahan MACD dari area positif ke negatif atau sebaliknya.

macd ema binary options 1
Contoh gambar di atas menampilkan penggunaan EMA 7 dan EMA 26, indikasi option "call" muncul ketika EMA 7 memotong EMA 26 dari bawah ke atas. Di saat yang bersamaan, MACD bergerak meninggalkan zona negatif dan kemudian berpindah ke atas level 0.

Meski dengan penggunaan EMA yang berbeda periode, cara analisa yang sama masih bisa diterapkan:

macd ema binary options 2
Kali ini, EMA yang digunakan adalah EMA 4 dan EMA 10. Downtrend harga terkonfirmasi ketika EMA 4 memotong EMA 10 dari atas dan area MACD berpindah ke zona negatif (1). Akan tetapi, ketika MACD memotong garis sinyal dari bawah (2), sinyal "call" yang muncul tidak terlalu meyakinkan karena harga tidak menunjukkan perubahan tren dan masih berada di bawah EMA. Sinyal option baru tampak lagi(put) ketika EMA 4 memotong EMA 10 dari arah atas lagi, dan MACD kembali bergeser ke zona negatif (3).

Trader yang menginginkan setup lain bisa menambahkan RSI atau jenis oscillator lainnya untuk melengkapi konfirmator sinyal entry option. Selain itu, trader juga bisa menyesuaikan sendiri penggunaan MACD dengan sistem trading yang telah diterapkannya.

Boundary Trading Dengan MACD
Selain mengkonfirmasi tren, MACD juga bisa difungsikan untuk mengenali harga yang sedang sideways. Kondisi ini bisa membantu trader untuk bisa menempatkan option dengan boundary trading.

macd boundary options


Pada grafik di atas, tampak bahwa pergerakan MACD yang masih berada dalam jangkauan tersebut menunjukkan harga yang juga bergerak secara sideways. Agar pengaturan indikator dan penempatan option bisa berjalan dengan baik, trader bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Untuk memberikan range atau batasan yang mengindikasikan pergerakan sideways, trader perlu menambahkan level 0.0005 dan -0.0005 pada indikator MACD.
  2. Setelah sideways teridentifikasi dari area MACD yang pergerakannya terbatas di range tersebut, trader bisa mencari support dan resistance dari pergerakan harga saat ini.
  3. Boundary trading bisa dilakukan sesuai dengan range harga broker dan support-resistance harga. Option "in" dapat dipilih jika range harge broker tidak lebih jauh dari support dan resistance. Sebaliknya, option "out" bisa dipilih apabila range harga broker ternyata berada diluar batasan support dan resistance.
  4. Pada broker yang tidak menentukan range harga, trader bisa dengan mudah mengatur range atas dan bawah sesuai support dan resistance lalu memilih opsi "in". Sementara jika masih kurang yakin jika harga akan bertahan di range tersebut saat expiry time habis, Anda bisa memilih option "out" dengan pengaturan range yang sama.


Selain untuk boundary trading, penggunaan MACD yang dipasangi range ini juga bisa diterapkan untuk trading breakout. Bila MACD bergerak keluar range bawah -0.0005, trader bisa mengambil sinyal breakout itu dengan membuka option "put". Di sisi lain, breakout MACD dari range atas 0.0005 dapat dimanfaatkan dengan menempatkan option "call". Tentunya, jenis trading yang digunakan di sini adalah high/low.

Menentukan Expiry Time

Setelah mengetahui cara entry option dengan teknik-teknik MACD di atas, trader binary options kemudian perlu menentukan expiry time yang tepat agar option bisa berakhir in-the-money. Tidak ada aturan baku dalam menyusun strategi exit di sini, karena expiry time umumnya ditentukan sesuai jangka waktu trading dan time frame yang digunakan. Karena MACD bisa diterapkan pada time frame apapun, maka penyesuaian expiry time bisa dicocokkan dengan jangka waktu trading saja.

Expiry time yang ditetapkan 3 kali lebih besar dari time frame dinilai dapat membatasi durasi option dengan waktu yang paling proporsional. Misalnya, pada time frame 15 menit, expiry time bisa ditetapkan pada 45 menit. Namun, hal ini tidak selalu mutlak diterapkan pada setiap option. Jika dalam prosesnya harga menunjukkan pergerakan yang kurang menjanjikan, trader masih bisa menggunakan fasilitas broker untuk menambah (rollover) atau mempercepat (early closure) waktu expiry time. Kedua fasilitas ini sebaiknya digunakan dengan perhitungan yang lebih teliti, karena pemakaian yang kurang tepat akan beresiko membatasi keuntungan dan menambah komisi trading.

Kesimpulan Dan Saran

Penggunaan MACD tidak hanya populer di kalangan trader forex, tetapi juga untuk trader binary options. Meski hanya menjadi alat konfirmator, MACD memiliki peranan penting dalam analisa trading di binary options. Indikator ini bisa mengkonfirmasi tren, menentukan kekuatan tren, menemukan posisi entry yang tepat, dan membantu mengenali peluang trading dari kondisi sideways. Untuk mendapatkan analisa tren terbaik, indikator yang paling sering dipasangkan dengan MACD adalah tipe-tipe Moving Average. Meski demikian, trader juga bisa menggabungkan MACD dengan oscillator dan indikator tren lain seperti Parabolic SAR.

Teknik membatasi MACD dengan range bisa dijadikan acuan untuk boundary trading ataupun breakout trading. Namun, trader tetap disarankan untuk tidak hanya menggunakan range tersebut sebagai satu-satunya panduan dalam menentukan jenis trading dan option yang tepat. Karena resiko false signal yang masih ada, akan lebih baik jika trader menggunakan konfirmasi dengan indikator lain sebelum mengambil keputusan trading.

Namun, hal tersebut tidak lantas menghindarkan option dari potensi kegagalan. Kesalahan sinyal tetap mungkin terjadi, sehingga trader sebaiknya memastikan dulu efektivitas penggunaan MACD di akun demo. Anda bisa memanfaatkan platform trading demo dari broker-broker yang menyediakan akun demo gratis untuk menguji strategi trading ini. Selain itu, menerapkan money management juga perlu dilakukan untuk membatasi angka kerugian dari option yang gagal.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.