Advertisement

iklan

Mengintip Strategi Trading Breakout Ala Kathy Lien

278224

Lewat ulasan ini, trader sukses Kathy Lien berbagi info mengenai strategi trading breakout andalannya, yang melibatkan indikator CCI dan teknik unik mengamankan profit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Potensi keuntungan yang bisa dikumpulkan dari strategi trading breakout memang menggiurkan. Akan tetapi, tak sedikit trader ragu-ragu menggunakan strategi tersebut karena khawatir terjebak sinyal false breakout.

Merespon masalah itu, trader sukses Kathy Lien punya solusi menarik. Ia menggunakan bantuan indikator CCI untuk mengidentifikasi peluang breakout dari momentum harga. Menurutnya, penguatan harga masih akan berlanjut apabila didukung oleh momentum yang bergerak kencang. Oleh karena itu, indikator CCI yang sejatinya adalah oscillator dapat memberi arahan tepat untuk melihat potensi breakout sesungguhnya.

Indikator ciptaan Donald Lambert itu dibatasi oleh level +100 dan -100, yang secara umum diinterpretasikan sebagai batas overbought dan oversold. Menariknya, strategi trading breakout ini tak berpedoman pada prinsip standard tersebut. Daripada mengartikan pergerakan di luar batas +100 dan -100 sebagai sinyal jenuh, Kathy Lien memandang kondisi tersebut sebagai peluang entry dari sinyal breakout. Lantas, bagaimana cara kerja strategi trading breakout ini? Langsung saja kita simak dalam pedoman dan aturan trading di bawah ini.

Strategi Trading Breakout Kathy Lien

 

Pedoman Penggunaan Strategi Trading Breakout Kathy Lien

Sebelum mempelajari aturan entry dan exit dari strategi trading ini, ada baiknya Anda memahami 2 pedoman penting berikut terlebih dulu:

1. Time Frame dan Setting Indikator CCI

  • Gunakan chart H1 jika Anda trader jangka pendek. Apabila Anda terbiasa dengan strategi long-term, maka time frame yang direkomendasikan adalah D1.
  • Indikator CCI bisa ditempatkan dengan periode 20.


2. Menutup Separuh Trading

Bagi trader yang tak terbiasa mengubah lot saat posisi masih terbuka, teknik ini mungkin terdengar asing. Padahal, salah satu keunikan strategi trading breakout Kathy Lien adalah adanya aturan untuk menutup separuh trading saat sebagian profit sudah terkumpul.

Pada dasarnya, menutup separuh trading adalah mengurangi setengah ukuran posisi ketika order masih berjalan. Jadi apabila Anda open posisi dengan ukuran 1 lot, maka dengan menutup separuh trading, Anda mengurangi ukuran trading sebesar 0.5 lot. Tindakan ini biasanya dilakukan saat posisi trading sudah mulai mendapat keuntungan, tapi belum mencapai target profit. Banyak pihak menganggap langkah ini merupakan keputusan trader yang takut rugi, tapi tidak demikian halnya dengan Kathy Lien. Menurutnya, strategi ini penting untuk mengamankan profit yang sudah tercapai.

Trading forex selalu berhadapan dengan risiko harga yang bergerak di luar prediksi. Itulah mengapa Kathy Lien menyarankan para pengikutnya untuk mengamankan keuntungan ketika pergerakan harga sudah menyamai ukuran stop loss (SL). Jadi apabila harga tiba-tiba berubah arah dan SL tersentuh, trader tak perlu khawatir karena kerugian itu akan tertutupi dengan profit yang sebelumnya sudah diamankan.


Bagaimana cara menutup separuh trading?


1. Pada trade yang masih berjalan, klik 2 kali.

Cara Menutup Separuh Trading 1

2. Pilih kolom Type, kemudian klik Market Execution.

Cara Menutup Separuh Trading 2

3. Ubah volume menjadi separuh dari ukuran trading semula, lalu klik tombol Close.

Cara Menutup Separuh Trading 3

4. Selanjutnya, trade yang masih aktif akan berubah ukuran.

Cara Menutup Separuh Trading 4


5. Jika dicek di Account History, maka akan terlihat bahwa setengah dari ukuran trading sebelumnya telah berhasil ter-close.

Cara Menutup Separuh Trading 5



Aturan Trading Untuk Open Buy

  • Lihat kapan terakhir kali indikator CCI naik melampaui level +100 dan catat value-nya.
  • Ketika indikator CCI kembali menembus level +100, bandingkan value-nya dengan nilai dari kenaikan sebelumnya. Jika lebih besar, maka Anda bisa membuka posisi buy di level penutupan (close) harga saat itu.
  • Tempatkan SL di level terendah (low) harga saat itu.
  • Saat kenaikan harga sudah sepadan dengan ukuran SL, tutup separuh trading dan pindahkan SL ke level breakeven.
  • Gunakan level breakeven sebagai parameter untuk menghitung target profit dengan rumus risk/reward ratio 1:2.


Chart EUR/USD di bawah ini menunjukkan contoh open buy Kathy Lien dari strategi trading breakout dengan indikator CCI:

Aturan Trading Breakout Kathy Lien Untuk Posisi Buy

Terlihat bahwa momentum harga menguat tajam dan melampaui level +100 di Step 1. Kala itu, value indikator CCI adalah 130.00. Pada Step 2, momentum EUR/USD kembali meningkat, kali ini dengan value yang lebih tinggi yaitu 162.61. Close harga saat itu berada di level 1.1945, dan low tercatat di 1.1905. Sesuai aturan trading di atas, entry buy ditempatkan sesuai level close (1.1945), sedangkan stop loss diposisikan di level low (1.1905). Jadi pada skenario ini, ukuran stop loss adalah sebesar 40 pips (1.1945-1.1905).

Tak lama kemudian, harga bergerak naik dan mencapai level 1.1985. Karena sudah mencatatkan kenaikan sebesar 40 pips, maka separuh trading ditutup dan SL digeser ke level breakeven (1.1945). Target profit diukur 80 pips dari breakeven, sehingga ditempatkan di 1.2025.


Aturan Trading Untuk Open Sell

  • Identifikasi kapan indikator CCI terakhir kali turun melewati batas -100, kemudian catat berapa value-nya.
  • Saat indikator CCI kembali menembus garis -100, perhatikan value yang tercapai. Jika melebihi value sebelumnya, Anda bisa open sell di level penutupan (close) harga saat itu.
  • Gunakan level tertinggi (high) harga saat itu untuk menempatkan SL.
  • Jika penurunan harga sudah sepadan dengan ukuran SL, tutup separuh trading dan pindahkan SL ke level breakeven.
  • Level breakeven kemudian digunakan sebagai parameter untuk menghitung target profit dengan rumus risk/reward ratio 1:2.


Contoh entry sell dari stratagi trading breakout dengan indikator CCI:

Aturan Trading Breakout Kathy Lien Untuk Posisi Sell
Pada grafik EUR/JPY di atas, terlihat indikator CCI pertama kali turun dan melintasi level -100 dengan value -115.19. Pada penurunan kedua, indikator CCI mencatatkan value -133.68, yang menjadi lampu hijau untuk open sell karena nilainya lebih besar dari penurunan pertama.

Harga saat itu tertutup di level 140.79, sehingga entry dibuka pada level tersebut. Di sisi lain, SL diposisikan di level high saat itu, yakni 141.51. Langkah-langkah tersebut menghasilkan ukuran SL sebesar 72 pips (141.51-140.79).

Ketika harga melanjutkan penurunan dan akhirnya sampai di level 140.07 (72 pips lebih rendah dari level open), separuh dari ukuran trading ditutup dan stop loss dipindahkan ke level breakeven. Selanjutnya, target profit tinggal dicari dengan menghitung dua kali lipat ukuran stop loss (144 pip) dari level breakeven.


Akhir Kata

"Strategi trading breakout ini memungkinkan trader untuk mengenali peluang entry di arah yang tepat. Namun demikian, setup trading ini tak akan bermanfaat apabila Anda tidak disiplin menggunakan stop loss sesuai aturan," demikian ungkap Kathy Lien.

Kathy Lien

Kathy Lien

Trader wanita yang menjadi rekan Boris Schlossberg ini menekankan wejangan tersebut, karena seperti halnya strategi trading forex pada umumnya, metode breakout dengan indikator CCI juga tak setiap saat bisa akurat. Itulah mengapa, aturan Stop Loss dalam strategi trading breakout begitu penting dan wajib diterapkan secara konsisten.

 

Selain strategi trading breakout, Kathy Lien juga tak pelit berbagi tips belajar forex. Kiar-kira, apa sajakah tips-tips belajar dari sang trader sukses? Temukan jawabannya di artikel: Solusi Dilema Belajar Trading Dari Kathy Lien.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Luthfan
Keren Ka Info nya, aku ingin baca bukunya Kathy Lien Nama Judulnya apa?  
Galuh
Kathy Lien sudah menulis beberapa buku terkenal. Beberapa yang jadi best seller di antaranya adalah "Day Trading and Swing Trading the Currency Market", "The Little Book of Currency Trading", dan "Millionaire Traders: How Everyday People Beat Wall Street at its Own Game". Selain itu, esainya juga pernah dimuat di What Moves The Currency Market