Mengintip Strategi Trading Dari Trader Bank

291121

Trader bank hanya mencakup sekitar 5 persen dari total jumlah trader, namun bisa dibilang mereka adalah penguasa pasar forex. Apa rahasia trading trader bank?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Bila selama ini Anda berpikir keputusan Anda dalam trading forex turut mempengaruhi kondisi market, Anda salah besar. Meski jumlah trader individual paling banyak, mereka tidak punya cukup power untuk ikut mempengaruhi gejolak pasar. Yang punya cukup banyak modal untuk "mempermainkan" pasar adalah bank-bank besar yang ada di dunia.

Ya, pelaku pasar forex tidak hanya terdiri atas spekulan-spekulan dalam level individu. Ada pemerintah dan perusahaan dari berbagai negara yang terlibat di dalamnya. Namun pemain utamanya adalah bank sentral dan bank besar. Di antaranya adalah Deutsche Bank, Citi, JP Morgan Chase, HSBC, Goldman Sachs, Barclays, Morgan Stanley, dan lain-lain.

Trader bank hanya mencakup sekitar 5 persen dari total jumlah trader forex di dunia. Meski begitu, trader bank bertanggung jawab atas 92 persen volume forex yang diperdagangkan. Jadi bisa dibilang, trader bank adalah "penguasa" di pasar forex, sedangkan kita adalah pemain-pemain kecil dengan modal terbatas.

Mengintip strategi trader bank

Nah, bayangkan Anda adalah pemain tinju profesional. Tak lama lagi Anda punya jadwal untuk melawan petinju bertubuh jauh lebih besar dan seringkali mengalahkan rivalnya dengan mudah. Apa yang akan Anda lakukan?

Pilihan pertama adalah Anda langsung bertarung di ring dan hanya mengandalkan insting. Pilihan kedua, Anda mempelajari bagaimana petinju besar itu bertarung, teknik apa yang ia gunakan, dan apa kelemahannya. Bila masih ingin bernafas dengan baik keesokan harinya, tentu Anda akan memilih opsi kedua.

Sama halnya dengan trading forex. Anda berada dalam satu ring dengan petinju-petinju besar, yakni trader bank. Untuk survive dan mendapat profit yang konsisten, Anda bisa belajar untuk mengimplementasikan teknik mereka. Berikut strategi trading trader bank yang bisa Anda ikuti:

 

Teknik Trading ala Trader Bank

1. Tidak Seharian Melototi Chart

Meski trader bank adalah penguasa pasar forex, mereka tidak setiap saat duduk memandangi pergerakan harga pada chart. Mereka juga tidak melakukan scalping, yakni trading dalam time frame rendah dengan tujuan mendapatkan keuntungan cepat. Trader bank hanya membuat keputusan saat analisa fundamental dan teknikal mereka sejalan!

Trader bank

(Baca juga: Memahami Psikologi Pasar Bagi Trader Forex)

Ya, trader bank biasanya melakukan transaksi hanya 2-3 kali dalam seminggu untuk akun trading mereka sendiri. Trading tersebut pun hanya dinilai pada akhir tahun untuk menentukan apakah mereka layak mengantongi bonus atau tidak.

 

2. Entry Posisi Saat Pasar Sedang Konsolidasi

Trader bank dan institusi besar lainnya seringkali entry posisi saat pasar sedang konsolidasi. Yang dimaksud konsolidasi adalah ketika pergerakan harga sedang flat atau tak banyak mengalami perubahan. Konsolidasi kerap dihindari para trader spekulan/ritel karena dianggap seret profit. Tapi kenapa trader bank justru entry posisi?

Ternyata tujuannya adalah agar mereka bisa mendapat titik entry yang menguntungkan. Mereka mengambil profit dengan mengakumulasi posisi di mana mereka nantinya akan Buy atau Sell, tergantung titik entry.

Grafik pasar sedang konsolidasi

Untuk lebih jelasnya, bila trader bank entry dengan mengakumulasikan posisi Buy, mereka akan mendapat profit dengan menjual pada harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, bila mereka entry dengan mengakumulasikan posisi Sell, mereka akan profit dengan membeli pada harga yang lebih rendah.

Kesalahan yang umum dilakukan trader biasa adalah menganggap pasar konsolidatif tidak menarik untuk dimasuki. Padahal momen tersebut bisa jadikan waktu terbaik untuk memasuki pasar, terutama ketika breakout masa konsolidasi mulai tampak.


3. Tidak Memakai Terlalu Banyak Indikator

Trader biasa seringkali memasang banyak indikator sebelum mengambil keputusan. Indikator itu tidak digunakan untuk sekadar membantu analisa, tapi justru untuk menjustifikasi spekulasinya sendiri. Mereka mengganti satu indikator ke indikator lainnya sampai cocok dengan dugaannya.

Nah, teknik trading seperti ini tidak diterapkan oleh trader bank. Mereka hanya memperhatikan level Support dan Resistance jangka panjang. Kemudian mereka membuat keputusan dengan cepat berdasarkan kunci-kunci teknikal dan perubahan fundamental. Jadi bila Anda ingin mencontoh kesuksesan trader bank, Anda harus memahami analisa teknikal mereka dan lihai mengindikasikan letak Support Resistance.


4. Perhatikan Level Psikologis

Selain memperhatikan pergerakan harga pada titik tertinggi dan terendah, trader bank juga sangat mengamati level psikologis. Level psikologis adalah level harga yang cenderung menarik perhatian, menimbulkan reaksi, dan berupa angka bulat. Contohnya adalah level 100 pada USD/JPY.

Bila Anda punya jam terbang tinggi dalam mengamati pergerakan harga forex, Anda mungkin sudah bisa menebak reaksi pasar pasca munculnya level psikologis yang penting. Trader ritel biasanya berama-ramai entry/pending order pada titik harga tersebut karena angkanya mudah diingat dan sederhana. Trader bank ternyata juga melakukan hal ini. Namun trader bank hanya memilih level psikologis yang paling penting dan berjangka panjang.

 

Jangan Mencoba Mengalahkan Trader Bank

Perlu Anda ingat, yang bisa dilakukan spekulan atau trader ritel adalah memahami teknik trader bank untuk kemudian diterapkan ke dalam strategi trading sehari-hari. Jangan mencoba untuk mengalahkan trader bank atau bahkan pasar forex sendiri, sebab dari skala modal saja spekulan sudah kalah jauh.

Jangan mencoba mengalahkan trader bank

(Baca juga: Strategi Trading Forex Yang Simpel Tapi Efektif)

Saking besarnya modal bank-bank tersebut, bisa dibilang bahwa trader bank adalah pasar itu sendiri. Anda mungkin juga pernah mendengar bahwa bank bisa memanipulasi pasar forex untuk masuk ke arah yang mereka inginkan. Mereka juga mengetahui informasi yang tidak diketahui trader biasa, yakni di mana mata uang tertentu berkumpul. Mereka juga tahu di mana kebanyakan pending order ditempatkan, jangka panjang maupun pendek.

Meski begitu, tak perlu menganggap bahwa trader bank adalah musuh trader ritel. Trader bank sebenarnya tidak tertarik dengan trader ritel karena modalnya yang terlalu kecil. Mereka mendapatkan profit dari bank lain, bukan dari uang trader biasa seperti kita.

Justru yang perlu diwaspadai oleh trader biasa adalah broker mereka sendiri. Seringkali broker-lah yang memanipulasi harga bid dan ask, serta eksekusi order sehingga trader mengalami kerugian. Jadi, demi mencapai profit yang konsisten, pilihlah broker yang aman dan profesional, sehingga memperbesar kemungkinan untuk bisa menerapkan strategi trading trader bank.

 

Apa yang terjadi bila semua trader meraup profit? Trader tentu merasa senang, sementara broker juga merasa riang karena mendapat komisi dari nasabahnya. Namun ternyata ada pihak yang dirugikan dari setiap profit yang kita dapatkan. Baca selengkapnya di Semua Trader Profit, Siapa Yang Rugi?

Alumni Universitas Airlangga yang terjun ke dunia jurnalistik sejak 2013, di media cetak maupun online. Menyukai analisa fundamental sambil nabung saham mulai awal 2019.

Matheus
Pake Price Action Market Maker entrynya antara lain dengan menggunakan Candle ORDER BLOCK.