Menjadi Trader Forex Profesional (2)

102139

Menjadi seorang trader profesional tidak dapat diraih dalam waktu singkat. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh trader.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Setelah pada bagian 1 kita telah menguji kemampuan menggunakan metode dan strategi trading pada account demo, pada bagian ini kita bahas mengenai aspek psikologis saat transisi dari account demo ke account riil dan pengaturan resiko yang efektif. Anggap saja Anda telah siap mental untuk mulai ‘lepas landas’.

III. Lepas landas menuju pasar riil 
Trading dengan dana riil secara mental berbeda dengan demo. Anda harus menerima kenyataan bahwa sangat mungkin Anda akan mengalami kerugian sejumlah uang tertentu. Banyak trader yang coba-coba dan cenderung mengadu untung ketika baru membuka account riil, mengabaikan rencana trading karena tergoda oleh kenyataan bahwa mereka bakalan mendapatkan uang beneran. Inilah salah satu aspek dari psikologi trading yang mesti Anda pahami sebelum memikirkan untuk hidup dari trading (trading for living). Intinya hindarilah berpikir untuk menjadi ‘kaya dengan cepat’, tetapi berpikirlah bagaimana menghasilkan profit yang konsisten dalam periode waktu tertentu.

Langkah 7: Terjun ke live trading
Seperti telah disebutkan diatas, psikologi trading di account live sangat berbeda dengan sewaktu Anda menguji kemampuan trading di account demo. Perhatikan hal-hal berikut ketika Anda terjun dan lepas landas menuju account riil:

  • Selalu kendalikan emosi Anda - Aspek utama yang harus diperhatikan ketika Anda trading dengan account riil adalah faktor emosi Anda. Emosi hampir tidak berperan ketika Anda masih di account demo, sebaliknya Anda akan cenderung tegang dan was-was ketika menggunakan uang beneran. Karena faktor emosi ini bisa membuat Anda mengabaikan langkah-langkah sistematis dalam rencana trading yang bisa berakibat merusak hasil trading Anda, usahakan untuk trading di account live dengan cara yang sama seperti yang Anda telah lakukan di account demo.
  • Gunakan dana yang memang Anda telah persiapkan untuk trading forex atau dana yang ‘siap hilang’. Jangan pernah menggunakan dana untuk biaya hidup sehari-hari. Anggaplah itu modal usaha Anda karena trading forex memang adalah sebuah bisnis beneran. Cara pikir ini bisa menghindarkan Anda cara trading yang emosional.
  • Bersiaplah menerima kenyataan bahwa Anda sangat mungkin akan mengalami kerugian. Walaupun mungkin sinyal trading Anda benar-benar valid, Anda tidak bisa dengan pasti mengetahui apa yang akan terjadi di pasar. Mengetahui kenyataan ini akan sangat membantu Anda memahami realitas yang terjadi dalam trading forex.
  • Tetap konsisten pada rencana trading dan tidak menambah atau mengurangi menu-menu yang telah pernah Anda terapkan dalam account demo. Merubah langkah dalam rencana trading dengan misalnya melakukan analisa yang berlebihan bisa mengacaukan proses trading yang telah biasa Anda jalankan.
  • Tirulah cara pikir para trader profesional bahwa hasil trading tidak diukur dari sekali atau dua kali membuka posisi, tetapi dilihat dari hasil keseluruhan trade yang telah Anda lakukan selama jangka waktu tertentu.

Menjadi Trader Forex Profesional


Langkah 8: Mengatur resiko dengan efektif

Dengan mengatur resiko yang efektif, Anda juga akan mengendalikan emosi dan melakukan cara trading yang benar. Mengatur resiko dengan efektif artinya besarnya resiko yang Anda tentukan setiap kali membuka posisi sudah sesuai dengan rencana Anda dan sudah cukup membuat Anda nyaman hingga bisa trading dengan tanpa emosi.

Seperti telah pernah dibahas pada tulisan sebelumnya, tidak ada ketentuan baku berapa persen seharusnya besar resiko dari modal Anda.  Para trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tentu hal ini sangat relatif dan tergantung dari kondisi keuangan trader masing-masing, tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan efektif. Yang harus tetap diingat adalah bahwa besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pip, dan ditentukan dalam persentasi dari modal atau balance dalam account trading kita.

Position sizing atau menentukan besarnya ukuran lot hendaknya dihitung setiap Anda membuka posisi berdasarkan besar stop loss yang Anda tentukan sesuai kondisi pasar saat itu. Jadi besar position size selalu berubah setiap Anda akan membuka posisi.

Seperti yang telah Anda lakukan dalam account demo, tetaplah mengacu pada risk/reward ratio yang biasa Anda terapkan, misalnya 1 : 2 atau 1 : 3 tergantung dari kondisi pasar. Usahakan Anda bisa menerapkan risk/reward ratio dengan rasional dan konsisten, agar dalam jangka panjang diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit Anda secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya.

Sebagai tambahan yang mungkin belum tercakup dalam rencana trading Anda, hindari untuk membuka beberapa posisi secara bersamaan jika Anda belum benar-benar berpengalaman. Penambahan posisi untuk memaksimalkan profit misalnya teknik averaging, bisa Anda lakukan jika memang kondisi pasar benar-benar mendukung dan sesuai dengan rencana trading Anda.

IV. Menggabungkan pengetahuan dan kemampuan trading.

Langkah-langkah dalam rencana trading untuk menentukan timing masuk pasar sepenuhnya tergantung dari pengetahuan metode trading yang telah kita uji pada account demo. Pada artikel ini dicontohkan bagaimana penulis (Nial Fuller) membaca pasar dengan metode price action guna menemukan sinyal trading yang cukup valid dan momentum yang tepat untuk masuk pasar.

Langkah 9: Menemukan sinyal trading yang valid dengan price action
Jika kebetulan Anda menggunakan metode price action, Anda tentu akan menentukan kriteria berikut dalam membaca sentimen pasar. Dianjurkan Anda menggunakan time frame daily agar akurat dan indikator exponential moving average (ema) 8-daily dan ema 21-daily untuk menentukan momentum entry.

  • Bagaimanakah kondisi pasar sekarang? Sedang trending atau konsolidasi (sideways) ?
  • Apakah ada level support dan resistance yang kuat (key level)?
  • Bagaimana korelasi harga sekarang terhadap garis ema 8-daily dan ema 21-daily?
  • Apakah telah terbentuk setup price action pada pergerakan harga sekarang? (pin bar, inside bar atau fakey bar?)
  • Jika terjadi setup price action, apakah didukung oleh level support atau resistance-nya (key level)?, atau level fibonacci retracement-nya?
  • Apakah garis ema 8-daily dan ema 21-daily sebagai level support/resistance dinamis juga mendukung?
  • Apakah disekitar level support atau resistance-nya terjadi penolakan (rejection) atau penembusan (break) yang memperkuat dukungan sebagai momentum untuk entry?

Hal-hal diatas adalah beberapa check list yang secara otomatis Anda lakukan setiap kali mulai berinteraksi dengan pasar guna menemukan probabilitas terbaik untuk masuk pasar.
Berikut ini chart NZD/USD daily sebagai contoh. Terbentuk pin bar yang menembus level resistance (key level), yang akan menjadi level support baru bila konform, juga menembus garis ema 8-daily. Kedua level tersebut merupakan faktor pendukung untuk entry, disamping garis ema 8-daily dan ema 21-daily sedang terpisah mengembang keatas yang menandakan kondisi pasar sedang uptrend dengan cukup kuat dan sentimen buy sedang tinggi.

Menjadi Trader Forex Profesional


Langkah 10: Menentukan risk/reward ratio untuk posisi yang akan dibuka

Setelah menemukan sinyal trading yang valid, para trader profesional biasanya segera menghitung resiko dan menentukan risk/reward ratio yang rasional sesuai kondisi pergerakan harga saat itu. Yang mesti selalu diingat adalah menentukan resiko dalam nilai mata uang, bukan dalam pip. Seperti contoh NZD/USD tersebut, kenyataan selanjutnya reward bisa sampai 4 kali faktor risk yang secara rasional ditentukan sedikit dibawah level support barunya.

Menjadi Trader Forex Profesional


Langkah 11: Melakukan trade management setelah membuka posisi

Tujuan trade management yang utama adalah memaksimalkan profit, dan dilakukan setelah membuka posisi sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Anda bisa merubah level stop loss dengan fasilitas trailing stop pada platform trading Anda, atau teknik averaging dengan membuka posisi baru, atau merubah stop loss sambil membuka posisi baru (teknik pyramiding). Pada contoh NZD/USD ini, jika Anda telah menentukan risk/reward ratio sebesar 1 : 2, Anda masih bisa membuka posisi buy lagi karena terlihat kondisi pergerakan harga masih trending dengan cukup kuat. Tentunya Anda juga melihat faktor pendukung lain semisal level fibonacci retracement disamping level resistance yang pernah terbentuk sebelumnya.

Menjadi Trader Forex Profesional


Langkah 12: Tetap menjaga keseimbangan emosi setelah masuk pasar

Trading forex sangat rentan oleh pengaruh emosi, jika Anda bisa mengendalikan emosi sebelum dan sewaktu akan membuka posisi, maka tetaplah menjaga keseimbangan emosi Anda setelah masuk pasar. Tetaplah pada langkah-langkah yang telah Anda tetapkan pada rencana trading dan hindari mengintervensi yang tidak perlu posisi yang telah Anda buka. Biasanya para trader profesional menggunakan cara ‘set and forget’ setelah membuka sebuah posisi trading, dan kembali memonitor pasar beberapa waktu kemudian untuk melihat kemungkinan dilakukannya trade management jika posisinya sedang profit atau membuka posisi lagi jika terjadi sinyal trading.

Jika Anda telah melakukan semua langkah-langkah mulai dari bagian 1 artikel ini, tentunya masih diperlukan waktu untuk memperoleh profit yang konsisten. Waktu yang dibutuhkan oleh setiap trader untuk mencapai hasil trading yang konsisten tersebut tentu berbeda, tetapi sepanjang Anda tetap bisa mengendalikan emosi serta disiplin dalam menerapkan rencana trading Anda, cepat atau lambat Anda akan menjadi seorang trader profesional.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Suwanda Fx
ke3 langkah diatas baru diketahui stlh evaluasi kan? apa ini jg bisa disebut tahap evaluasi, dimn yg prtma kali dilihat adlh keberhasilan rencananya, terus kesimpulan & tindak lanjutnya, & yg terakir melihat kinerja brokernya? bagaimana kalau trader mengevaluasi brokernya dulu? broker yg kondusif kn lebih bisa memberi hsl yg diandalkan utk evaluasi plan & jurnal. kalau brokernya dievaluasi diakhir2, bisa2 apa yg diperoleh dr evaluasi plan & jurnal itu hasilnya jadi kurang valid karna bisa saja kekurangan2 yg terjd itu lbh karna kurangnya support dr broker
Martin S
@ Suwanda Fx:
Maksudnya disini yang terakhir itu menguji broker yang memang Anda minati untuk trading beneran. Kalau sebelumnya bisa broker sembarang dulu asal untuk demo saja (belum ditetapkan harus trading di broker itu). Kadang-kadang trader bisa berubah pendirian ketika melihat spesifikasi broker lain, atau mendapat penawaran dari broker lain. Intinya disini adalah fokus ke metode dan strategi dulu baru fokus ke broker.
Zul Fikar
Soal kualitas broker itu perkara yang rada tricky kalo ane bilang. Kenyataannya kualitas broker itu relatif, tergantung sama kebutuhan trading, soalnya semua broker ada kelebihan & kekurangannya. Jadi sebelum coba akun demonya pun mending banyak cari tau dulu seputar broker yang mau dipake. Kalo broker diliatnya sudah bukan sekedar dari leverage, stop out, dan eksekusinya aja, tapi juga dari layanan, keamanan, sama aturan dp dan wdnya. biar jadi nggak terlalu lama habisin waktu coba akun demo di broker yang salah, mending perdalam dulu pengetahuannya juga soal broker yang paling mendekati sama kebutuhan deh
Suni Aditya
leverage kt msh bs pilih sndr, lah bd lg sm stop out, tu lngsng fix ditetepin sm brokerx. jdx klo pngn trdng sm itungan yg sesuai sm manajemen sndiri, ya kt yg msti sesuaiin sm standar brokerx. pertanyaanx, klo ada broker yg dah punya spec idaman; regulasi oke, lot sesuai, dp min yg setara sm kemampuan, cs bgs, fitur menarik, tp stop outx tinggi bgt., trus kt mesti gmn? apa cr broker yg lain aja atau ubah rencana trdng dan sesuaiin itungan kita buat adaptasi sm stop out yg ditentuin broker itu?
Martin S
@ Suni Aditya:
Stopout yang tinggi itu yang baik. Stopout level 100% lebih baik dari yang stopout-nya cuman 5% misalnya, karena jika Anda menggunakan broker yang stopout-nya rendah maka ketika terkena margin call dana Anda yang tersisa lebih sedikit dibandingkan dengan broker yang stopout-nya tinggi.

Misal stopout level = 5% maka jika terkena margin call yang tersisa tinggal 5% dari margin total, sementara yang stopout-nya 100% yang tersisa adalah sebesar margin totalnya. Sebaiknya memilih broker dengan stopout tinggi, dan biasanya broker yang teregulasi dengan benar menetapkan level stopout tinggi (biasanya 100%).
Sahrul Budimann
tahapan trader yang sudah cukup berani untuk mencari investor itu bukankah yang sudah mencapai tahap benar-benar profesional? jika keberhasian masih di akun demo, apa nantinya sudah cukup dipercaya untuk trading dengan dana investor?

setahu saya trader yang mengelola uang investor itu sebelumnya sudah punya portofolio untuk ditunjukkan sebagai bukti kemampuan dalam meraih profit yang konsisten secara real, jadi bukan di akun demo saja. mungkin untuk bisa mencari investor trader harus melalui tahapan terjun di akun real, dan membuktikan kesuksesan di sana.

karena di langkah-langkah awal trading trader pasti banyak jatuh bangun, sepertinya jarang ada investor yang mau percaya dengan trader yang baru sukses hanya di akun demo saja. apa yang terjadi di demo dan real itu kan berbeda.
Martin S
@ Sahrul Budimann:
Menurut sy mencari investor itu tergantung dari cara Anda mempresentasikan atau menjelaskan bisnis trading forex ini ke calon investor. Apa untung ruginya dibandingkan dengan bisnis lainnya dan bagaimana prospeknya, jadi sebenarnya hal ini termasuk dalam aktivitas marketing.

Banyak broker yang mempekerjakan para marketer atau sales yang sekaligus trader untuk mencari investor, mereka hanya mempunyai pengalaman trading pada account demo, tetapi banyak juga yang bisa mendapatkan klien.

Dalam hal ini pihak broker mendukung penuh para marketernya dengan menyediakan tempat untuk persentasi, konsultasi dan trading serta menyiapkan juga para analis handal untuk membantu para tradernya. Setahu sy mereka tidak hanya mengincar klien individual, tetapi juga klien institusi yang dananya jauh lebih besar.

Untuk mencari investor, Anda bisa juga bekerja sama dengan broker dengan perjanjian yang jelas.
Fitria H
Bgs sekali artikel nya. Menambah wawasan utk trading.
Semua yg biasa nya ditanyakan dn disarankan suda dibahas smw disini.
Lanjut ke next part....