Menyelisik Seluk Beluk Nabung Saham

277735

Sebenarnya nabung saham adalah sebuah kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal. Apa saja untung ruginya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Istilah nabung saham mulai terdengar sejak Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2015 lalu meluncurkan program nabung saham. Sayangnya, masih ada beberapa orang yang belum paham maksud dari program tersebut.

Nabung saham adalah investasi saham dengan menggunakan skema pengalokasian dana yang ada ditransfer ke rekening efek perusahaan sekuritas untuk selanjutnya dibelikan saham secara berkala. Konsep nabung saham ini diambil untuk memudahkan investasi saham, karena pada umumnya masyarakat sudah sangat mengenal konsep nabung itu sendiri.
 

Data PMI AS Di Bawah Ekspektasi, Harga Emas Rebound


Pentingnya Nabung Saham

Program nabung saham BEI sebenarnya bertujuan untuk menambah investor baru dan jumlah investor aktif serta menanamkan kebutuhan masyarakat untuk investasi di pasar modal. Program BEI ini dinilai berbagai pihak sebagai sebuah solusi kreatif dalam membangun kesadaran publik bahwa investasi saham tidak selalu memerlukan jumlah dana banyak. Sederhananya, nabung saham adalah program investasi saham dengan prinsip seperti menabung, yang paling penting adalah rutin serta bisa menjadi kebiasaan.

Dengan berpartisipasi dalam program nabung saham, investor akan menginvestasikan dana mereka dengan besaran yang sama secara teratur, misalnya setiap bulanan atau kuartalan. Keuntungan dari mengikuti ini adalah investor saham dapat diversifikasi saham berdasarkan waktu. Transaksi beli saham bisa dilakukan para investor lebih banyak saat harga sedang menurun dan lebih sedikit pada saat harga sedang naik. Oleh karena itu, investor saham dapat terhindar dari kerugian karena telah membeli banyak saham ketika harga saham meninggi.
 

Keuntungan Nabung Saham

Istilah nabung saham mungkin belum terlalu umum bagi masyarakat karena biasanya mereka menabung uang di bank. Lalu sebenarnya apa keuntungan nabung saham dibandingkan nabung secara konvensional?
 

  • Nabung Saham Dapat Dilakukan Oleh Semua Kalangan

Sejak tiga tahun lalu, tepatnya pada bulan Januari 2014, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan peraturan baru terkait jumlah lot dalam perdagangan saham. Jumlah satu lot perdagangan saham dari sebelumnya 1 lot 500 lembar menjadi 100 lembar. Kondisi tentu saja menguntungkan investor karena tidak perlu menggunakan dana yang sangat besar dalam berinvestasi saham.

Sebagai contoh, Anda ingin membeli satu lot saham PT Aneka Tambang (Antam) seharga Rp 800 per lembar, Anda hanya butuh menyisihkan uang Rp 80,000 per bulan untuk investasi (karena minimal pembelian saham ialah satu lot, atau 100 lembar). 

  • Imbal Hasil Saham Lebih Menjanjikan Daripada Deposito

Investasi saham menawarkan return (imbal hasil) menjanjikan. Rata-rata return tahunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai 16 hingga 24 persen. Di sisi lain, rata-rata keuntungan yang diperoleh dari deposito bank per tahunnya hanya sekitar 6 sampai 7 persen.

 

  • Mendapatkan Dividen Atau Pembagian Keuntungan Perusahaan

Jika Anda membeli saham, imbal hasil bisa juga berasal dari pembagian dividen. Setiap tahun para pemegang saham sebuah perusahaan akan memutuskan berapa persen laba bersih perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Sisa laba bersih tersebut dapat dijadikan tambahan modal perusahaan dan diinvestasikan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.

Presentase dividen/laba bersih biasanya disebut Dividend Payout Ratio (DPR) dan laba yang kembali diinvestasikan disebut sebagai laba ditahan. Rasio DPR apabila dikali dengan laba bersih per saham (earning per share/EPS) akan menghasilkan dividen per saham (DPS). Selain itu, ukuran lain yang dipakai adalah Dividend Yield.

Sebagai contoh, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pada tahun 2016 lalu, memutuskan untuk membagikan dividen ke pemegang saham sebesar 25 persen dari laba bersih sebesar Rp 2.26 triliun. Artinya, pemegang saham menerima dividen tunai senilai Rp 122.5 per saham.
 Data PMI AS Di Bawah Ekspektasi, Harga Emas Rebound


Kelemahan Nabung Saham

Meskipun nabung saham mempunyai beberapa keuntungan dan kelebihan, nabung saham juga memiliki kelemahan seperti berikut:
 

  • Harga Saham-Saham Perusahaan Unggul Relatif Mahal

Ketika memanfaatkan program nabung saham dan ingin membeli saham-saham yang bagus, jumlah besaran dana yang harus dipersiapkan tidak mungkin dalam nominal kecil. Kondisi ini terjadi karena harga saham unggul ini, biasa disebut pula sebagai saham Blue Chips, mahal. Saham yang masuk kategori ini mempunyai kapitalisasi pasar tinggi dan performa perusahaan yang bagus. Jarang sekali harga saham Blue Chips di bawah Rp 1,000 per lembar saham. Sebagai contoh, saham bank BCA dijual di level harga Rp 15,000 per lembarnya, sehingga Anda memerlukan dana sekitar Rp 1,500,000 hanya untuk membeli satu lot saham ini.
 

  • Sulit Melakukan Diversifikasi Saham

Kelemahan nabung saham kedua adalah investor hanya bisa fokus membeli saham satu perusahaan saja. Hal ini membuat investor sulit melakukan diversifikasi saham. Padahal, diversifikasi saham dapat menurunkan risiko investasi seperti risiko non sistematis, yaitu risiko yang berasal dari suatu perusahaan itu. Sebenarnya, investor tetap bisa melakukan diversifikasi ketika nabung saham, tapi harus membeli saham yang berbeda tiap periodenya hingga Anda memiliki sejumlah jenis saham yang berbeda.
 

  • Risiko Perusahaan Mengalami Kebangkrutan

Sebagai pemegang saham suatu emiten, Anda dihadapkan dengan risiko pailit perusahaan tersebut. Ketika bangkrut, perusahaan tidak dapat memberikan keuntungan apapun kepada investor-nya. Bahkan, pemegang saham perusahaan yang bangkrut juga tidak bisa menuntut dana dikembalikan.
 

Bagaimana Cara Melakukan Nabung Saham?

Setelah mempertimbangkan keuntungan dan kelemahan nabung saham dan sudah benar-benar tertarik berinvestasi saham, maka saatnya Anda membuka tabungan saham dengan langkah-langkah di bawah ini.

  • Membuat Rekening Efek

Calon nasabah nabung saham dapat membuka rekening saham di perusahaan sekuritas atau broker. Pastikan perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai perantara perdagangan saham antara investor dengan BEI telah memiliki izin usaha dari Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Dokumen yang diperlukan untuk membuat rekening efek hampir sama dengan membuka rekening tabungan biasa, yaitu seperti:

- Fotokopi KTP
- Fotokopi NPWP
- Fotokopi Halaman depan buku tabungan
- Materai

 

Data PMI AS Di Bawah Ekspektasi, Harga Emas Rebound

  • Menetapkan Besaran Dana Untuk Nabung Saham

Nominal dana yang perlu disihkan untuk nabung saham bisa disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan nasabah. Anda bisa menabung Rp 100,000 hingga Rp 1,000,000 tidak menjadi masalah. Hal yang terpenting adalah besaran dana untuk nabung saham ini tidak mempengaruhi pengeluaran rutin Anda.
 

  • Memilih Saham Yang Tepat

Langkah selanjutnya adalah memilih saham yang tepat. Agar tidak salah memilih saham, sebagai investor saham sebaiknya Anda perlu membaca prospek perusahaan dengan menelaah fundamental dan memeriksa beta saham serta rasio-rasio lainnya. Perhatikan juga pergerakan harga saham dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian saham. Anda tidak perlu khawatir dana disalahgunakan oleh broker, karena pembelian saham dilakukan atas izin dari nasabah, jadi perusahaan sekuritas tidak bisa asal membeli saham.
 

  • Setor Dana Dan Beli Saham Secara Rutin

Tahap terakhir nabung saham adalah lakukan setor dana yang sudah ditentukan secara rutin pada setiap periodenya. Jika tabungan sudah meningkat dan cukup untuk membeli saham yang diinginkan, maka Anda bisa melakukan pembelian saham melalui perintah order pada sekuritas atau secara online dengan memanfaatkan platform trading saham online.


Dalam kegiatan menabung saham, investor perlu mempunyai pengetahuan cukup tentang investasi saham dan perusahaan yang akan digunakan sebagai wadah investasi. Kedua hal ini adalah modal sangat penting untuk analisis risiko, peluang, profit dan keamanan dana Anda. Persiapkan segala sesuatunya dengan matang dan segeralah berinvestasi saham.

 

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.


Anakkemarinsiang
Hmm cukup menjanjikan juga sih, tapi resikonya kalo dipikir-pikir masih lebih besar daripada deposito.

Btw, emang apa bedanya istilah trading saham dengan nabung saham? Kalo nabung cuma bisa beli saham saja gitu? ga bisa dijual lagi?
Utari N
Benar sekali, risiko investasi saham memang lebih besar daripada deposito. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, program nabung saham itu sebenarnya adalah salah satu gagasan dan kampanye BEI yang bertujuan untuk mengajak masyarakat pada umumnya untuk bertrading saham.
Jesia Ningsih
Sy mo tny jg dunk mas,klo sy beli saham bole gk titip sama teman? soalny sy lom ad RDI ato sekuritas dan klo sy titip sama teman,saham itu pakai nama siapa?tlg info y, soalny sy br rncana mo invest dan apakah hrs rutin tiap bln beli saham,krn sy ada baca klo slma 3 bln td ad pembelian saham maka akan ditutup benarkah? Dan tiap thn apkh ad pembagian keuntungan dr perusahaan tertentu ? trima ksi
Seputarforex
Berikut beberapa jawaban untuk pertanyaan Anda:1. Saham yang dibeli teman Anda, biarpun menggunakan dana Anda, maka akan tetap atas nama teman tersebut. Jika Anda ingin saham atas nama sendiri, cobalah mendaftar ke sekuritas. Saat ini, pendaftaran bisa dilakukan jarak jauh, hanya via online atau surat menyurat saja, tidak perlu datang langsung ke kantor sekuritas.2. Tidak harus rutin membeli saham. Umumnya perusahaan sekuritas menyerahkan sepenuhnya pada Anda, apakah ingin beli saham atau beli sekali lalu ditahan dan tidak membeli lagi. Walaupun, boleh jadi peraturan di setiap sekuritas mengenai ini berbeda-beda.3. Pembagian keuntungan yang Anda maksud itu biasa disebut Dividen. Pada umumnya, perusahaan membagian Dividen setiap tahun. Akan tetapi, bisa terjadi perusahaan tertentu tidak membagi Dividen karena alasan keuangan.Demikian, semoga bermanfaat.
Reza
Tahap terakhir nabung saham adalah lakukan setor dana yang sudah ditentukan secara rutin pada setiap periodenya. Jika tabungan sudah meningkat dan cukup untuk membeli saham yang diinginkan, maka Anda bisa melakukan pembelian saham melalui perintah order pada sekuritas atau secara online dengan memanfaatkan platform trading saham online.

Apakah berarti dengan menabung kita belum membeli atau memiliki saham?
Seputarforex
Untuk "nabung saham", langkah-langkahnya:
1. Buka rekening di perusahaan sekuritas.
2. Menyetorkan dana ke perusahaan sekuritas,
 3. Setelah dana masuk ke rekening, Anda dapat memilih saham untuk dibeli dengan dana yang sudah disetorkan. Jadi, jika hanya menyetorkan dana ke perusahaan sekuritas saja, itu belum nabung saham.
Yang menentukan saham apa yang akan dibeli, itu adalah Anda, bukan perusahaan sekuritas/broker saham-nya.
Memet
Bagaimana kalau saya memutuskan ingin menjual apakah harus lewat broker atau jual sendiri pake jari lewat hp pintar??
Seputarforex
Jika sudah menggunakan platform trading saham online yang disediakan broker, maka Anda bisa menjual langsung dari platform trading sendiri.
Siswanto
Apakah teknis jual beli saham sama dengan jual beli barang....contoh bila kita ingin beli saham A apakah lngsung bisa beli.begitu sebaliknya bila kita ingin jual saham A apakah bisa lungsung jual ataukah nunggu pembeli ..???
Seputarforex
Jika sudah ada orang yang siap menjual pada harga yang Anda inginkan, maka tentu bisa langsung beli. Namun jika belum ada orang yang siap menjual pada harga yang cocok, maka boleh jadi Anda perlu menunggu. Antrian jual-beli berikut daftar harga yang diinginkan penjual/pembeli ini bisa dilihat langsung di platform trading saham online jaman sekarang.