Metode Management Modal Trading

Terdapat berbagai variasi dalam Metode Manajement Modal. Apa saja jenis dan perbedaannya?

acy

iklan

Advertisement

iklan

Metode Management Modal memiliki berbagai variasi, dua diantaranya adalah "add winning" dan "add losing". Add winning, atau menambah pada posisi untung, bisa dilakukan dengan menggunakan asumsi penggandaan naik (doubling up), seperti Pyramiding ataupun dengan metode Anti Martingale. Sedangkan add losing, atau menambah pada posisi rugi, akan masuk dalam dua kategori management modal: menggunakan prinsip penggandaan menurun (doubling down) seperti Martingale, atau menerapkan Averaging.

manajemen uang

Martingale

Dalam dunia management modal trading, Martingale dapat diartikan sebagai proses dalam mendapatkan keuntungan sekaligus menutup kerugian melalui penggandaan modal. Setiap kali nilai management modal kita menurun, ukuran transaksi yang dilakukan setelahnya akan ditingkatkan. Dengan kata lain, management modal Martingale memilki karakter dasar: resiko meningkat sesuai dengan bertambahnya kerugian.

Apabila seorang trader mengalami kerugian dalam suatu transaksi berukuran 1 lot, maka lot dalam transaksi kedua harus diperbesar, dalam hal ini menjadi 2 lot. Jika transaksi kedua gagal lagi, maka lot yang dibuka di transaksi ketiga adalah dua kali lipat transaksi kedua (4 lot). Berikut ini contohnya:

Pair Martingale - twps2 - pendulangforex
Tabel di atas menjelaskan contoh dimana anda membeli 1 lot EUR/USD pada harga 1.2960 dan menggandakan jumlah lot pada setiap penurunan 30 pip (2 lot pada level 1.2930, 4 lot pada 1.2900 dan seterusnya). Sehingga pada transaksi keenam, jumlah total lot akan menjadi 63 lot dengan harga rata-rata 1.2839. Metode management modal Martingale hanya membutuhkan sekali menang untuk menutupi kerugian-kerugian dari posisi trading sebelumnya sekaligus meraup keuntungan. Jika ternyata untung, maka profit akan berlipat-lipat. Apabila lima transaksi sebelumnya rugi, maka dapat ditutupi dengan keuntungan dari transaksi keenam.

Resikonya terletak pada jumlah modal yang terbatas, sehingga Anda tidak bisa terus menerus melipatgandakan lot selama harga di chart belum mencapai target. Jika hingga transaksi keenam ternyata masih gagal juga, padahal persediaan modal anda sudah menipis, maka Anda beresiko terkena margin call dan mengalami kerugian luar biasa besar. Dengan kondisi seperti itu, maka seorang trader harus selalu berhati-hati dalam memainkan strategi martingale. Tren market dapat menghabiskan equity yang anda miliki, sehingga perlu ada batasan jumlah transaksi. Sistem Martingale seperti ini adalah yang paling populer dan telah banyak diadopsi oleh Automatic Trading System/Expert Advisor (robot).

Anti Martingale

Metode manajemen model ini kontras dengan Martingale. Anti Martingale berarti tidak akan menggandakan posisi saat kita mengalami kerugian, karena penambahan transaksi hanya akan dilakukan jika posisi dalam keadaan profit. Jadi, resiko manajemen modal akan ditingkatkan sesuai dengan penambahan keuntungan. Tujuannya adalah agar perolehan keuntungan yang dicapai semakin tinggi. Metode anti martingale memiliki keunggulan dalam menciptakan keuntungan yang menggelinding makin lama makin besar, layaknya bola salju. Semakin jauh perjalanannya, maka akan semakin besar pula keuntungan yang diraih. Namun sangat penting untuk membatasi jumlah dalam transaksi, karena kegagalan satu trade dapat mengakibatkan kerugian yang besar pula.

Pair Anti Martingale - twps2 - pendulangforex

Sebagai contoh, dapat Anda lihat pada tabel diatas, dimana Anda membatasi transaksi hingga posisi kelima. Anda membeli EUR/USD pertama kali pada kisaran harga 1.2900 dan menggandakan lot untuk setiap kenaikan 50 pips, sampai kali kelima dititik level 1.3100 dengan jumlah lot 16. Setelah titik level ini, anda tidak akan menambah posisi kemanapun arah market bergerak, sehingga anda akan memiliki 31 lot dalam posisi terbuka. Kelemahan akan muncul disaat harga mengalami konsolidasi atau reversal. Apabila tidak segera diantisipasi, maka keuntungan yang terakumulasi dengan metode anti martingale akan bisa menghilang kembali dengan cepat.

Chart Anti Martingale - twps2 - pendulangforex
Pada gambar diatas ialah contoh dari sebuah transaksi, dimana seorang trader membeli 1 lot EUR/USD pada kisaran harga 1.2900. Pada saat transaksi kelima dimana pergerakan harga sudah mencapai 1.3100, harga tiba-tiba turun sampai ke 1.3050 sebelum posisi order dilikuidasi. Trader tersebut akan menghilangkan sebagian besar profit dan rugi sebesar -2,500 USD. Jika tidak segera diatasi maka loss tersebut akan bertambah besar ketika EUR/USD terus menurun ke 1.2900 (level awal). Dengan demikian, total loss Anda telah mencapai 33,000 USD untuk 31 lot.

 

Cost Averaging

Definisi metode ini yang paling mudah ialah “menambah pada posisi rugi”. Sekilas, metode management modal ini memiliki mirip dengan Martingale, karena keduanya menitik beratkan penambahan ukuran trading di saat posisi sebelumnya merugi. Namun dalam averaging, trader tidak menggandakan jumlah lot yang diperdagangkan di transaksi kedua dan seterusnya. Dalam transaksi-transaksi berikutnya, trader membuka lot dengan jumlah sama persis dengan transaksi pertama.

Pair Cost Averaging - twps2 - pendulangforex
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat pada contoh tabel di atas; seorang trader melakukan open posisi pada pair EUR/USD dan menggunakan metode Cost Averaging 20 poin dalam 6 kali trading. Dapat dilihat bahwa total lot yang ditradingkan hanya berjumlah 6, sesuai dengan jumlah transaksi. Averaging tidak menggunakan prinsip Doubling atau penggandaan posisi, sehingga penambahan keuntungan tidak secepat Martingale.

Namun demikian, potensi kerugian yang ditimbulkan pun tentunya lebih kecil dibandingkan dengan Martingale. Cost Averaging tidak bertujuan untuk menang dari satu transaksi, melainkan lebih ke arah akumulasi posisi yang umum digunakan dalam trading jangka menengah dan panjang. Metode management modal ini sangat sering diaplikasikan ke pasar forex, saham, dan reksa dana, akan tetapi tidak begitu populer di futures karena ada tanggal kadaluarsa.

 

Pyramid

Sistem management modal Pyramid ialah kebalikan dari metode Cost Averaging, yakni “menambah disaat posisi untung”. Management modal seorang trader akan mengalokasikan dananya sebesar $10,000 untuk trading EUR/USD, dan membeli 2 lot disaat harga 1.2900, dan akan kembali membeli 2 lot jika harga Euro mencapai 1.3000, dan seterusnya. Dari teknik tersebut, maka trader hanya membutuhkan 5 kali transaksi dengan trend bergerak 400 poin untuk membuat return 200%. Coba perhatikan table di bawah ini:


Pair Pyramid - twps2 - pendulangforex
Logika dibalik Pyramid adalah, apabila pasar bergerak sesuai dengan yang diharapkan, maka kemungkinan besar trend sedang terjadi. Oleh karena itu, penambahan posisi perlu dilakukan dengan harapan pasar akan meneruskan arah sesuai trend. Management modal ini bisa sangat powerful dalam menciptakan keuntungan yang kita harapkan. Namun bagaimanapun, setiap metode management modal memiliki kelemahan tersendiri. Pyramid bisa juga mengecewakan jika harga bergerak tidak sesuai dengan perkiraan atau harapan pada sebelumnya.

 

Fixed Fractional Position Sizing

Management modal jenis ini beserta variasinya merupakan metode yang  paling direkomendasikan oleh para trader profesional dan disadari atau tidak, kita telah menggunakan metode manajemen modal ini sejak lama. Secara sederhana, management modal Fixed Fractional adalah penentuan ukuran posisi secara tetap (fixed), berdasarkan persentase management modal tertentu dari jumlah modal.

Sebagai contoh, katakanlah seorang trader memiliki modal 10,000 USD dan menggunakan Fixed Fractional Method sebesar 5 persen. Ia tidak akan menggunakan lebih dari 500 USD (10,000 USD x 0.05) dalam setiap transaksi yang dilakukannya. Berdasarkan perhitungan itu, maka ia hanya akan membuka satu lot ketika total modalnya sebesar 10,000 USD. Namun jika total modalnya bertambah menjadi 20,000 USD, maka ia bisa menggandakan jumlah lot per transaksinya, karena 5 persen dari 20,000 USD adalah 1,000 USD. Sebagai contoh manajemen modal jenis ini, dapat anda lihat pada gambar berikut;

Fixed - twps2 - pendulangforex
Tabel di atas memperlihatkan bahwa untuk setiap peningkatan modal 10,000 USD, satu lot ekstra dapat ditambah untuk trading, karena setiap lot membutuhkan 1,000 USD sebagai margin. Jika modal meningkat ke 20,000 USD, 2 lot dapat ditradingkan. Namun apabila modal turun balik ke 10,000 USD, hanya 1 lot saja yang diperbolehkan. Semakin tinggi modal, semakin banyak jumlah lot yang bisa digunakan dalam transaksi. Manajemen modal ini mengalokasikan resiko sesuai dengan persentase yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu 5 persen, sehingga 95 persen sisanya bisa menjadi margin untuk mencegah modal tersapu bersih dalam sekejap.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Ian_priyono
semuax berisiko kecuali yg terakhir fixed fractional position sizing itu
Luky Wiraharja
Itupun juga beresiko. Apapun metodenya dalam trading tetep ada resiko. Mungkin maksudnya yang position sizing itu paling kecil resikonya. Itu jelas gabisa dibilang ga beresiko sama sekali, karna yang namanya masuk trading pasti ada resikonya. Dengan menempatkan 5% dari modal berarti resikonya ya itu, 5%. Tetep ada resiko kehilangan sebanyak itu dari modal.
Arwan
klo ane liat metode terakhr bs jadi yg paling aman. tapi juga plg nggak bisa dibuat utk memaksimalkan profit dr tren. karena mau seberapapun harga naik lotnya ya tetep segitu aja. bahkan kalo udah pake rasio risk reward profitnya malah dibatasin. beda sama prinsip cost averaging n pyramiding yg selalu nambah lot ketika tren berlanjut
Luky Wiraharja
Memang itulah prinsipnya disini. Semakin aman semakin kurang profitable. Mau yang bisa profit banyak, maka kudu siap menanggung resiko lebih besar. Sekarang semua tergantung pilihan trader mau ambil jalan yang mana.

Saran yang banyak diberikan lebih baik kalau masih pemula belum banyak pengalaman di sini ambil yang aman dulu saja yang penting fokusnya ke pengamanan resiko dulu jangan langsung ke pemaksimalan profit. Lagipula tren harga tidak sering terjadi. Yang kerap ada justru harga mengalami konsolidasi, bergerak sideways, atau retrace.

Jadi tidak setiap saat metode mm yang cocok untuk peningkatan profit seperti anti martingale dan pyramiding bisa diterapkan.
Husein
Semua trading pasti lah ada resikonya. Investasi, bisnis, dan usaha lainnya aja juga beresiko, apalagi forex trading. Bagaimana cara memastikan setiap metode itu untuk berhasil itu yang seharusnya jadi perhatian. Kalau dari contoh profit yang dihasilkan memang sangat menarik. Tapi untuk memastikan keberhasilannya kan pasti juga butuh cara analisa yang mumpuni. Kalau hasil analisa sudah mantap ya tidak ada yang perlu dikhawatirkan bahkan dari metode martingale sekalipun
Ian_priyono
@husein: ane sadar semua pasti ada resikox. tapi kalo liat cara2 martingale dll tu rasax terlalu g mungkin. mungkin cara tu bs berhasil sekali 2x. taapi tu kayakx bakal dari factor luck ja deh. apalagi liat prinsip market yg g bisa ditebak. kalo hancur pasti sehancur2x itu. paling g dengan fixed position sizing itu loss nya bisa diminimalisir dan diatur semampu trader. jadi g terbebani sama penggandaan ato peningkatan trading kayak metode yg lain2
Jerry
Wah asik itu strateGi martingale sama anti martingale. biar kayak judI yang ninkkatin taruhan tapi tak apalah asal propit bisa nambaH truss....
Ellen Rachma
D artikl sebelmny ada pembahasn tentng pyramidng yang efektif pake modifikasi stop los levl. mungkn sarn itu bsa ditambahkn supaya ada unsr pengendalian resiko juga dari metode ini. Saya jg ingn tahu apakh ada cara serupa untk metode2 mm yang lain terutama dari anti martingale yang tujuan pengelolaannya hampir sama dengn pyramidng.
Rasmon Arif
tentunya ada.
apalagi dg cost averaging jg musti tau kapan saat yg tepat utk likuidasi spy tdk termakan pergerakan hrg yg berbalik
seperti ini bs contohny dg memanfaatkan trailing stop jd stiap hrga naik bbrpa poin stop loss d pindhkan spy ktk harga berubah arah ada profit yg bs dilikuidasi
tdk hilang semua sprti contoh chart d atas.
Fery Wd
Mantap. Makasih ini infonya cukup bantu kadang - kadang masih agak bingung bedakan contoh - contoh mm diatas.
Sekali - sekali begini bahas mm yng ada hubunganya sama martingale dkk. Biar gg play safe buat mengakomodasi pemula aja. Masak mm yng dibahas persentase modal 5 persen melulu. Buat yng udah pro kan aman aja mau pake metode manapun krn udah lebih tau soal resikony. Masing - masing disesuaikan sj dengan ukuran resiko yg bisa diterima, terus diuji dulu apa cara itu sesuai dgn gaya tradingnya apa tdak.