OctaFx

iklan

Metode Trading Price Action

Anda boleh jadi sering mendengar istilah metode trading Price Action. Namun, bagaimana sih penerapannya dalam trading forex?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini berhubungan dengan konsep 'spesialisasi' dalam trading forex, dimana metode trading Price Action adalah salah satu bagiannya. Trader forex adalah sebuah profesi, dan seperti halnya profesi lain pada umumnya, spesialisasi selalu lebih menguntungkan.

Seorang spesialis tentu akan melakukan eksekusi dengan penuh perhitungan. Beda dengan seorang amatir yang melakukan eksekusi sembarangan dan tidak tahu risiko di baliknya. Banyak trader forex yang cenderung mencoba menganalisa beberapa variabel dalam waktu yang bersamaan, terutama trader yang belum memiliki sebuah metode dan strategi tertentu untuk diterapkan dalam trading sehari-hari. Yang mereka lakukan adalah menggabungkan beberapa indikator teknikal sekaligus, melihat beberapa pasangan mata uang dalam berbagai time frame serta membaca perkembangan berbagai berita fundamental.

Alih-alih mendapatkan pencerahan, yang ada mereka justru kebingungan karena cara seperti ini jelas tidak efektif. Mereka bermaksud memahami pergerakan harga pasar dengan cakupan yang terlalu luas, tetapi malah memperbesar risiko melakukan Over-Analysis. Padahal, trader sebenarnya cukup memusatkan perhatian pada salah satu metode sebagai model analisa utama. Nah, satu contoh analisa yang banyak dipelajari dan digunakan untuk melakukan eksekusi dalam transaksi forex adalah metode trading Price Action.

 

Keuntungan Metode Trading Price Action

Keuntungan utama dari metode yang satu ini adalah penggunaannya yang relatif cukup sederhana. Kita hanya perlu fokus pada pola pergerakan harga pasar apa adanya, serta memperhatikan level-level Support dan Resistance. Indikator teknikal sangat minim digunakan, biasanya hanya indikator Moving Average untuk konfirmasi.

 

Trading dengan MA

(Baca Juga: Trading Dengan Moving Average)

 

Metode trading Price Action bisa diterapkan pada seluruh pasangan mata uang, dengan Time Frame trading yang digunakan biasanya Daily atau 4-Hours.

Time Frame tersebut banyak dipilih karena Noise yang tercipta tidak terlalu banyak, sehingga menghindari risiko sinyal palsu. Jika pada salah satu Time Frame tersebut telah terbentuk formasi dalam setup Price Actionnya, maka tidak harus diperbandingkan lagi dengan Time Frame yang lebih besar ataupun lebih kecil. Dengan terbiasa menggunakan metode Price Action secara disiplin, trader tidak akan ragu ketika hendak membuka posisi, karena sinyal trading yang dihasilkan biasanya cukup valid.

 

Contoh Penerapan Metode Trading Price Action

Menerapkan metode trading Price Action dimulai dengan menentukan kondisi pasar, apakah Trending atau Ranging. Pada umumnya, trader Price Action cenderung memilih untuk menghindari membuka posisi saat kondisi pasar sedang Ranging. Mereka memilih untuk menunggu hingga pasar menentukan trennya, apakah Downtrend atau Uptrend.

Trend Forex

(Baca Juga: Apa Yang Disebut Dengan Trend Forex)

 

Berikut dicontohkan metode trading Price Action pada EUR/JPY Daily. Namun, ini hanyalah contoh. Pada dasarnya, trader bisa mengembangkan metode trading Price Action dengan strategi masing-masing, terutama dalam menentukan Entry dan Exit Point serta Risk/Reward Ratio. Di sini dicontohkan EUR/JPY karena pasangan mata uang ini cukup populer, likuid dan relatif mudah diprediksi (Predictable).

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pertama-pertama kita perlu menentukan kondisi pasar:

Metode Trading Price Action

 

Dengan melihat titik-titik High dan Low yang semakin meninggi, terlihat jelas bahwa pergerakan mengarah ke atas (Uptrend). Setelah mengetahui bahwa kondisi pasar sedang Uptrend, langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah menentukan level-level kunci Support dan Resistance:

Metode trading price action 2

 

Selanjutnya, kita gunakan indikator Exponential Moving Average (EMA) 8 dan EMA 21 sebagai konfirmasi setup Price Action yang terbentuk. Exponential Moving Average adalah indikator yang akan merespon pergerakan harga lebih cepat jika digunakan pada jangka pendek.

Dalam setup Price Action, terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Pin Bar 
    Yaitu sebuah candlestick yang mempunyai ekor lebih panjang dari Body, dan biasanya menonjol keluar. Semakin sempit atau semakin kecil Body sebuah Pin Bar, maka validitasnya akan semakin tinggi.
  • Fakey Bar
    Yaitu formasi yang mengindikasikan penolakan pada level signifikan. Ciri utama dari Fakey Bar terdiri dari Inside Bar, diikuti oleh bar False Break yang terbentuk dan ditutup pada level range Inside Bar.
  • Inside Bar 
    Adalah formasi dua batang candle dengan candle pertama adalah candle induk, sedangkan candle kedua adalah candle turunan. Inside Bar sering digunakan sebagai sinyal reversal atau pembalikan arah.


Dalam chart EUR/JPY ini, tampak setup Fakey Bar oleh penolakan (Rejection) dari EMA8 sebagai level Support Dinamis. Jika setup ini benar (terkonfirmasi), maka harga akan bergerak sesuai arah Uptrend.

Metode Trading Price Action

 

Entry point untuk posisi Buy bisa ditentukan saat level atas Inside Bar ditembus, sedang level Stop Loss ditetapkan pada level Low dari formasi Fakey Bar (False Break).

Metode Trading Price Action

Setelah menerapkan langkah-langkah metode trading Price Action di atas, hal yang tidak boleh dilupakan adalah menentukan Risk/Reward Ratio. Perhitungan rasio ini bisa 1:1 atau 1:2, sesuai dengan strategi Money Management yang telah disepakati. Untuk semakin memaksimalkan angka harapan profit, Anda dapat menggunakan beberapa fasilitas trading yang disediakan oleh MetaTrader, seperti:

  • Trailing Stop, fitur yang bisa menggeser Stop Loss dari suatu posisi, mengikuti pergerakan harga di satu arah. Hal ini membuat Trailing Stop sifatnya bergerak (tidak statis)
  • Averaging, yaitu langkah menambah (membuka) posisi trading baru ketika kita telah mempunyai satu atau beberapa posisi yang sedang open. Dengan analisa kondisi market terkini, kita bisa memutuskan strategi exit yang paling logis, dan apakah masih memungkinkan untuk membuka posisi trading baru dengan level exit yang sama pada kondisi pasar tersebut.
  • Pyramiding, yaitu penambahan posisi trading ketika harga bergerak sesuai prediksi (sedang dalam posisi untung) tanpa memperbesar resiko. Tetapi, perlu diingat: Banyak trader menemui kesulitan ketika menggunakan strategi pyramiding, karena tidak mengubah level Stop Loss-nya untuk mengurangi resiko. 

 

Metode trading Price Action banyak dipilih karena lebih simpel (tanpa perlu menghafalkan berbagai jenis Candlestick), dapat menghindarkan trader dari Over-Analysis, serta dapat diterapkan dalam Time Frame yang relatif pendek. Setelah mempelajari apa itu metode trading Price Action, pelajari juga bagaimana cara penerapan Price Action yang efektif

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Vira
saya suka teknik ini..simple..segala sesuatu di chart monitor tampak jelas..cuma kog harus pake tf d1 ya?si om nial ini pasti punya alasannya?apa teknik ini emang pas nya pake tf ini ya?adakah penulis bersedia memberikan pencerahan/..thanks..
Pitung
salam..iya..kenapa sih..kan ane pingin pake ilmu ini buat scalping. Bs kagak sih?ayo donk para master..pada kemn sih?
Tegas
mencoba membantu.. begini..tf tersebut sangat cocok dipasangkan dengan strategi price action karena sinyal yang muncul dari pemahaman price action akan lebih valid/solid terjadi di tf ini. D1 mengumpulkan kegiatan/news yang terjadi seharian otomatis akan sangat kuat berpengaruh terhadap perubahan pergerakan tren ke depan.. semoga terjawab
Upit
kog belum nyangkut ke pertanyaan yg diatas yaa?mereka cari jawaban buat scalping..gan.
Dina
kepada mas @upit..kog gak ngikut aj sih mas? kan dah enak tuh ada yang ngajari walau gak secara langsung.Masih mendingan ada yang mo buka ilmuny. Apalagi buat kita2 yang masih bau kencur(orang bule ngerti kencur gak yaa..heheheh).
Martin S
@vira: si Nial Fuller ini memang biasa trading di time frame daily atau 4 hour. Alasannya karena pergerakan harga di time frame yang lebih rendah dari 1 hour akan banyak noise atau kesalahannya. Karena contoh-contohnya selalu pada tf daily maka akurasinya cukup tinggi. Pada dasarnya metode trading price action bisa diterapkan pada semua time frame tetapi pada tf yg lebih tinggi akurasinya akan semakin tinggi juga, dan lagi pada saat yg sama tidak semua tf menunjukkan setup price action. Jadi tergantung pada tf mana saat kita mengamati setup price action tersebut, seperti kalimat pada artikel ini: "Jika pada salah satu time frame tersebut telah terbentuk formasi dalam setup price actionnya, maka tidak harus diperbandingkan lagi dengan time frame yang lebih besar ataupun yang lebih kecil"
Martin S
@ pitung: metode price action untuk scalping? bisa, karena price action itu sebenarnya mencerminkan perubahan sentimen pelaku pasar. Makin rendah time frame-nya makin cepat reaksinya. Sedikit saran dari saya kalau untuk scalping begitu ada terbentuk formasi price action langsung masuk, jangan lama-lama nunggunya bisa nggak kebagian...
Uqi
Untuk yg mau scalping sebenarnya teknik price action sangat bagus karena teknik ini simple, yang perlu di perhatikan adalah untuk tidak melawan trend dan usahakan emosional selalu terkontrol.Mengapa menggunakan tf h4 dan daily karena di tf tersebut news tidak begitu mempengaruhi fluktuasi harga sehingga pattern lebih valid dan emosi lebih terjaga