Metode Averaging Up Dan Averaging Down Dalam Trading Forex

102118

Dalam strategi forex Averaging Up maupun Averaging Down, trader membuka posisi berulang kali ke satu arah saja hingga terbentuk profit. Risiko cukup besar, tapi ada tips agar lancar.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Secara teknis, strategi forex averaging adalah praktek entry searah dengan berkali-kali open posisi. Maksudnya, apabila posisi pertama adalah posisi buy atau long, maka posisi selanjutnya juga sama hanya buy. Meskipun terjadi floating minus, tetapi trader akan melakukan buy terus secara konsisten hingga harga bergerak ke arah yang diharapkan dan menghasilkan profit.

Bisa dibayangkan kalau strategi forex ini membutuhkan modal yang besar untuk menahan floating minus tadi. Namun, saya kira dengan modal sekitar $100, kita bisa menggunakan teknik Averaging Up maupun Averaging Down dengan mengambil lot terkecil. Berikut ulasan selengkapnya.

Averaging Up dan Averaging Down

 

Bagaimana Cara Melakukan Averaging?

Sebagai contoh, Averaging Down misalnya: Open posisi (OP) dengan buy EUR/USD 0.01 lot pada harga 1.2545 dan memasang target Take Profit (TP) 20 poin di 1.2565. Namun ternyata harga turun, sehingga kemudian melakukan buy lagi 0.01 lot di harga 1.2525 dan memasang TP di harga 1.2555. Harga ternyata turun, maka kembali melakukan buy EUR/USD 0.01 lot lagi di 1.2505, dengan TP 1.2535.

Akhirnya harga naik dan menyentuh target TP pertama, yaitu di 1.2535. Dua posisi di atasnya saya close manual karena kalau dijumlah, hasil akhirnya profit. Penjumlahannya:

Posisi 1. OP di 1.2545, close di harga 1.2535= USD -0.1

Posisi 2. OP di 1.2525, close di harga 1.2535= USD 0.1

Posisi 3. OP di 1.2505, close (TP) di harga 1.2535= USD 0.3 atau sama dengan 30 PIPS!!

Total profit= -0.1+0.1+0.3=$0.3.

Keterangan: 0.01 lot =$0.01, spread tidak dihitung karena saya menggunakan akun tanpa spread

 

Apakah Strategi Averaging Ini Profitable?

Apakah strategi Averaging dalam trading forex ini bagus dan selalu profitable? Jawabannya adalah belum tentu profitable, karena tidak ada yang pasti dalam trading forex. Meski demikian, strategi Averaging sangat manjur apabila dilakukan dengan disiplin tinggi.

Dalam menggunakan teknik Averaging Up maupun Averaging Down, para trader bisa menggunakan indikator forex, tetapi ada juga yang trading tanpa indikator.  Biasanya trader individu menggunakan teknik Averaging apabila sudah benar-benar yakin kemana arah harga akan bergerak, tetapi perkiraan entry awalnya meleset. Akhirnya mereka  menambah posisi dan menambah lagi.

Rumornya, strategi forex Averaging juga sering dilakukan oleh bank-bank besar. Bank-bank menggunakan teknik ini dan melakukan buy only untuk mendapatkan bunga dari swap. Jadi, setiap hari bank menerima bunga untuk posisi yang menginap (swap) tersebut, meskipun menahan minus akibat perubahan kurs yang banyak.

 

Lebih Baik Averaging Up atau Averaging Down?

Terkait dengan strategi forex averaging ini, ada dua hal yang dapat Anda lakukan:

  1. Averaging Down: melakukan buy dalam rentang interval harga tertentu apabila suatu pair terus bergerak menurun, dengan harapan dapat melipatgandakan keuntungan jika harga nantinya berbalik naik.
  2. Averaging Up: menunggu sampai suatu pair turun hingga mencapai dasarnya, kemudian baru Anda melakukan buy. Setelah itu, trader melakukan buy secara bertahap hingga harga hampir menyentuh target profit terakhir.

Averaging Down merupakan strategi yang cukup agresif, karena kemungkinan Anda akan mengucurkan uang Anda terus-menerus. Padahal, Anda tidak akan tahu sampai di mana harga mata uang akan terus turun. Investor juga harus memiliki disiplin dalam melakukan pembelian. Strategi ini mudah diikuti apabila dilakukan satu atau dua kali, tapi bila harga terus turun, maka emosi investor akan mudah terpengaruh. Pasti terlintas pertanyaan, "Apakah akan meneruskan Averaging Down atau tidak?". Tapi secara umum, dalam kondisi pasar mata uang yang bullish atau sideways, strategi ini cukup efektif. Karena di kondisi pasar tersebut, harga hanya turun secara terbatas.

Apabila ingin melakukan Averaging Down, maka kuncinya adalah membatasi diri. Biasanya, Averaging Down paling baik hanya 3 kali saja. Setelah itu, berhenti dan jangan melakukan Averaging Down lagi. Bila ternyata harganya terus turun, diamkan saja. Setelah sampai bottom, baru saya Averaging Up. Kenapa membatasi diri? Karena kadangkala kita bernafsu untuk terus melakukan Averaging Down (dendam pada pasar), sampai dana kita habis. Kalau dana Anda tidak terbatas seperti bank-bank besar itu, maka tak ada salahnya terus-menerus melakukan Averaging Down. Namun kalau modal tipis, maka lebih bermanfaat jika membatasi Averaging Down.

Sebaliknya, menurut saya Averaging Up lebih baik dibandingkan dengan Averaging Down, karena kita baru membeli mata uang di saat harga terendah. Hanya saja, masalahnya terletak pada bagaimana kita bisa menentukan harga terendah (bottom)tersebut. Seringkali kita kelewatan, dan harga sudah terlanjur rebound. Belum lagi kalau kita salah prediksi, saat harga akan rebound, ternyata cuma bull trap (tipuan), kemudian malah merosot makin ke bawah lagi.

Secara psikologis, akan lebih mudah bagi investor untuk melakukan Averaging Up daripada Averaging Down, karena strategi Averaging Up bisa digunakan saat menghadapi pasar yang bearish. Jadi saat pasar mata uang turun dan Anda masih punya cash, Anda tidak perlu menjual mata uang yang dimiliki, melainkan cukup menunggu saat tepat untuk masuk kembali dan melakukan pembelian di harga terendah.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

Andrew Wise
Maaf sepertinya ada kesalahan sedikit, karna bagian "dalam kondisi pasar uang yang bullish atau sideways strategi ini cukup efektif karena di kondisi pasar tersebut harga saham turun cukup terbatas." kaitannya pasar uang dan pasar saham ini dimana? dan sebenarnya pasar mana yang dimaksud?

Tolong untuk diperbaiki agar penyampaiannya lebih jelas, karena menurut saya artikel ini sangat informatif.

Terima kasih
Putra Herdian
awalx ane pikir dasar teknik averaging itu kya averaging down itu, makax ane anggap cara kya bgini itu cara yg agak useless karna tampak kya nuruti emosi aja. tap ternyata ada jg averaging up yg lebih disarankan & ane rasa itu nggak ada bedax sma cara buy low sell high. barangkali bsa diseimbangin kali ya proporsi antara penjelasan averaging up sm down, soalx kalo yg diutamain jenis down jelas bikin salah paham. pdhal kalo ambilx averaging up juga jadix hmpir sma kya trading biasa yg pemosisianx juga bisa didukung sma analisa.
Rudy Dodol
@Putra: Setuju gan, ane jg br mudeng d akir2 kl averaging trnyt g asal tmbh posisi ja walopun ngelawan tren. wktu prtm kl bc brs takjub ja gmn bs nmbh resiko terus2an jls2 trennya uda brlawann gtu. walopun dibatasin tp ttp aja kan kl prediksinya slh mulu jg dptnya rugi terus. dn mlh lbh bsr ruginya dr trading biasa cs itu op smp 3x tp loss mulu. seenggaknya kl averaging up trdng msh sesuai sm tren, dn telat msk dikit jg bkn mslh bsr cs bs mnfaatin tren tu aja sbnrnya uda nandain kl analisanya oke
Untungselamet
cara trading buy low sell high itu seperti apa ya kalau boleh taw?
kenapa bisa sama seperti averaging up?
cara menganalisa nya bagaimana? maaf banyak nanya, karena saya sebagai nubai ingin terus tambah pengetahuan buat melengkapi trading forex saya
Rachmat Mubarok
kurang lebih, penjabarannya/ulasannya anda bisa menyimak di Buy The Dip Dan Sell The Rally
Putra Herdian
cara buy low sell high itu kita order di puncak / dasar harga. jadi kebiasaanx kalo harga seudah sampe di puncak tertinggi harga bakal turun lagi, sementara waktu harga terus turun sampe di posisi dasar maka trus bakal mental ke atas lagi. nah gimana cara tau harga udah sampe level top / bottomx? biasax disini pake oscilator macam rsi / stochastic / macd / cci / dll, pokokx yg bisa mendeteksi level overbought / oversold, soalx harga cenderung balik turun kalo sampe di level overboguht & balik naik waktu harga udah di level oversold. ini sama kya averaging up karna averaging up kan orderx ditunggu dulu sampe harga sudah di level terendahx baru trus buy karna ekspektasix harga sudah jenuh jual makax trus bakal naik.
Reziki Amal
setahu saya sih proses averaging down itu dipake sama investor saham yang siap nanggung drawdown besar, setelah pada titik tertentu harga kembali naik. Untung besarlah dia.... itu kalo harga akhirnya naik kembali...

Averaging down biasanya dipake sama investor saham setelah harga share suatu listing jatuh ke harga terendahnya loh, jangan salah... tapi eh tapi, dia ga nyangka kalo harga masih jatuh lagi setelah dia buka posisi. Nah di situ dia buka posisi lagi dengan harga yng lebih rendah ini sih pikirnya dia harganya kan turun terus tuh jadi kepukul reratanya dia menurun (averaging down).

Kalo misalnya harga ternyata naik, buih untungnya dia berlipat-lipat karena dia udah beli saham2 dengan harga murah meriah tadi.... langsung kaya...

Tapi pada kenyataannya pasar forex tidak seperti itu. Averaging down pada forex sangat beresiko karena nilai rendah pada suatu mata uang bisa berlangsung relatif lama dan tidak ada jaminan akan bergerak naik kembali.
Gablukganyerah2
owh ini benernya teknik dari investor saham toh? Kalo dilogika sih averaging down macem nimbun beras pas harganya lagi rendah-rendahnya terus dijual lagi pas harganya naik yah.... hmmm masuk-masuk. Kalo gitu sih emang modalnya harus kuat banget, jadi bisa siap nanggung resiko seandainya harga masih terjun terus atau masih belum bergerak sesuai prediksi...
Reziki Amal
iyalah kalo modalnya setengah-setengah sih, belum apa2 juga dijamin kecium miss MC itu mah... mending jangan dipraktekkan kalo situ make high leverage di atas 1:50. Bayanging aja kalo harga masih terus terjun tapi kita pake leverage 1:100, pake averging down mah sama aja buang-buang uang hahaha
Sulastri
Menurut sy sih...itu tergantung keahlian tredernya sndiri....kl untuk pemula...saya rasa gak di anjurkan....mnding bk acount demo dulu...kl mau succes jgn bosan untuk belajar dan belajar....
Rachmat Mubarok
Tidak jauh dengan martingale, cuma martingale itu ada yang jadi martil / di korbankan.
Martingale ada dua, ada yang murni ada yang antisipasi. Yang murni jelas melawan tren, kalau antisipasi open posisi untuk menunjang dengan harapan harga bisa balik lagi. memang butuh keahlian dan keterampilan. he he
Rommy Syahrian
Hebat sekali, salah satu cara tercepat untuk MC jika posisi yang kita tambahkan salah.