Metodologi Hedging

102209

Metode Hedging sangatlah berguna untuk membatasi atau mengimbangi probabilitas kerugian dari fluktuasi pergerakan harga di pasar forex.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Hedging merupakan salah satu strategi trading yang sudah tidak asing lagi di kalangan trader. Dikutip dari BusinessDictionary, Hedging adalah sebuah strategi manajemen risiko yang digunakan dalam membatasi atau mengimbangi kerugian dari fluktuasi harga. Dengan kata lain, metode Hedging dalam forex sama dengan mengalihkan risiko tanpa membeli polis asuransi.

Dalam trading forex, Hedging diartikan sebagai membuka dua posisi yang berlawanan, sehingga meskipun harga naik atau turun, nilai floating-nya tetap sama. Pada penerapannya, metode Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang Anda buka mengalami kerugian. Hal ini sejalan dengan terjemahan dari kata Hedging itu sendiri yang artinya adalah melindungi nilai. Karena fungsi inilah, dalam metode Hedging ini dikenal pula istilah Locking (mengunci).

metode hedging

(Baca Juga: Strategi Hedging Bisa Berbuah Profit, Mitos Atau Fakta?)

Metode Hedging bisa diterapkan menggunakan berbagai teknik. Selain dengan menempatkan dua posisi dalam satu pair forex, dapat pula melibatkan pengambilan posisi yang berlawanan di dua pair berbeda (misalnya EUR/USD dan GBP/USD).

 

Dasar-Dasar Hedging

Sebagaimana dijelaskan di atas, metode Hedging adalah suatu keadaan dimana Anda membuka 2 posisi berlawanan secara bersamaan. Contohnya Anda membuka posisi Buy dan posisi Sell secara bersamaan tanpa dipasangi Stop Loss, melainkan hanya Target Profit saja berkisar 30 sampai 50 poin. Adapun maksud dan tujuannya adalah supaya Anda bisa memperoleh Profit saat terjadi swing harga, baik itu Bullish maupun Bearish.

Bagi sebagian orang, metode Hedging dianggap salah satu cara yang cukup ampuh untuk meraih profit. Namun, perlu diingat bahwa apapun taktik, strategi dan caranya, yang namanya risiko pasti akan selalu melekat. Sebagian trader mungkin lebih suka memposisikan Hedging untuk menyelamatkan atau mengunci Loss. Pertanyaanya, apakah teknik ini akan bisa selalu bekerja sesuai yang Anda mau? Tentu tidak.

Ibarat pisau bermata dua, metode Hedging ini juga memiliki kelemahan, antara lain membutuhkan waktu lama untuk menganalisa, serta menuntut perhitungan lebih cepat dan teliti. Tak heran, jika teknik ini berpotensi mempengaruhi segi psikologis, terutama jika Anda termasuk orang yang tidak sabaran. Pada akhirnya, emosional berlebih bisa membuat Anda semakin terjebak dalam floating loss yang lebih besar lagi.

 

Cara Kerja Hedging Dalam Forex

Anda pasti menginginkan ilustrasi yang lebih detail tentang cara kerja Hedging ini. Berikut adalah penjelasan detail tentang penerapan metode Hedging tersebut:

 

1. Anda diasumsikan membuka dua Open Posisi, yaitu Buy dan Sell secara bersamaan dengan target profit masing-masing sebesar 50 Pips. Perhatikan pair EUR/USD di bawah ini, posisi Buy dan Sell dieksekusi secara bersamaan di level harga 1.06912.

metode hedging

 

2. Pada saat salah satu Open Posisi mencapai target 50 Pips, maka Open Posisi tersebut secara otomatis akan terlikuidasi, sehingga Anda hanya mempunyai 1 Entry saja yang masih minus 50 Pips. Gambar di bawah ini menunjukan Candle (B) bergerak ke atas dan menyentuh Take Profit Anda sebesar 50 Pips. Posisi Buy Anda untung 50 Pips, tapi posisi Sell mengalami floating loss 50 Pips.

metode hedging

 

3. Langkah selanjutnya adalah menunggu sampai minus di posisi Sell tersebut berkurang sedikit, misalnya dari minus 50 Pips jadi tinggal 30 Pips. Jika benar terjadi minus berkurang, maka Anda bisa melakukan Open Posisi yang berlawanan lagi untuk melanjutkan Hedging. Namun, Anda juga bisa menerapkan opsi alternatif, yaitu Exit di level harga yang strategis.

Yang terpenting dari metode Hedging ini adalah, Anda harus konsekuen dengan target. Jangan menjadi gugup jika misalnya kedua posisi tersebut malah minus semua. Bagaimana jika setelah mencoba menunggu beberapa waktu dengan harapan posisi yang tinggal satu ini minusnya berkurang, tapi kenyataannya minusnya malah semakin bertambah?

Solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah sesegera mungkin membuka posisi lagi di arah berlawanan, sebelum minusnya semakin bertambah besar. Harapannya adalah kelak kesempatan untuk mengurangi minus akan selalu ada. Idealnya, metode Hedging ini bisa dipraktekkan apabila salah satu posisi mengalami kerugian berkisar 30 sampai 50 poin saja. Teknik ini akan mulai terasa berat dipraktekkan jika salah satu posisinya sudah mengalami kerugian mencapai lebih dari 100 poin.

 

Tips Lain Cara Menerapkan Hedging Dalam Forex

Terkadang, Anda akan terjebak dalam situasi yang sulit ketika menggunakan metode Hedging ini. Dalam situasi seperti ini, Anda disarankan untuk tetap sabar, tenang dan tidak terbawa oleh emosi mencari momen keluar dari Locking. Selain itu, jika Locking atau Hedging lebih dari 50 pips, diperlukan sampai beberapa kali penggunaan teknik ini. Berikut cara pertama yang bisa Anda lakukan:

 

Cara Pertama:

  1. Set Time Frame menjadi H1, dan siapkan Indikator Pivot Daily v2.
  2. Pasang Indikator tersebut di Metatrader Anda. Kemudian, tunggu momen harga menyentuh Support atau Resitance Level 3.
  3. Apabila harga telah menyentuh Support atau Resistance Level 3, maka harga akan bouncing 30-50 pips, sebelum market memutuskan akan melanjutkan Trend atau mengubah Trend.
  4. Dalam situasi tersebut, Anda bisa melepas Hedging yang bernilai profit saat harga menyentuh Support atau Resistance Level 3.
  5. Jika Locking atau Hedging yang terjadi lebih dari 50 pips, maka Anda disarankan melakukan Limit Order 25- 0 Pips ke arah berlawanan dengan Open Posisi yang mengalami floating minus.

Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih lengkapnya tentang cara menerapkan metode Hedging di Metatrader:

metode hedging

 

Cara Kedua

Ada juga cara lain yang bisa dilakukan. Anda bisa mengambil keuntungan dari pergerakan naik turunnya harga. Hanya saja, dalam tahap awal harus ada yang dikorbankan. Selengkapnya bisa Anda lihat pada ilustrasi berikut:

  1. Langkah pertama dalam metode Hedging alternatif ini adalah membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan. Usahakan melakukan ini dengan cepat, sehingga jaraknya tidak terlalu jauh.
  2. Selanjutnya, tunggu harga bergerak dalam range tertentu, misalnya 10 Pips.
  3. Setelah harga bergerak sejauh range yang ditentukan, tutup posisi Loss dan eksekusi kembali Buy dan Sell pada posisi tersebut.
  4. Ulangi metode Hedging alternatif tersebut hingga hasil secara keseluruhan mendapatkan untung.

Penjelasan lebih detail mengenai metode Hedging alternatif ini bisa Anda baca di artikel kami berjudul Strategi Hedging Sederhana.

 

Kesimpulan

Dengan mengetahui seluk beluk metode Hedging di atas, Anda diharapkan bisa mengerti lebih detail tentang cara menjalankan teknik yang satu ini dalam trading forex. Apabila dilakukan dengan benar, maka strategi memakai Hedging ini akan bisa membuka peluang bagi trader untuk mengurangi nilai kerugian yang didapatkan. Bahkan berpotensi mengubahnya menjadi profit. Pahami pula bahwa metode Hedging tidak selalu menjamin Anda untuk profitable. Selalu utamakan Money Management dan kedisiplinan dalam setiap strategi trading apapun yang Anda terapkan.

 

Selain mengetahui metode Hedging, penting juga untuk mengetahui pilihan broker yang mendukung Anda dalam menerapkan strategi ini. Supaya tidak salah pilih, Anda bisa membaca artikel kami berjudul Tips Memilih Broker Forex Untuk Hedging.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Aliph Budiman
Ada order yg tdk dibatasin sama stop loss bagaimana bisa terus mengharapkan minusnya bakal berkurang? Bagaimana kl yg ada malah order tersebut makin loss, dn lossnya lbh besar dr profit 50 pips di order sebelumnya? Gagal total kan?
Pernah denger juga kl hedging ada kemungkinan utk bikin ke2 posisi jd loss, bagaimana itu kasusnya?
Tara Setiawan
@aliph: bisa saja kedua posisi yang diterapkan sebagai teknik hedging mengalami kerugian kalau ada kesalahan dalam penutupan posisinya. jadi seumpama posisi yang pertama di close adalah yang sudah mengalami kerugian, disini tentunya kita mengharapkan posisi yang sedang untung akan terus profit sampai nilai pipsnya melebihi angka kerugian dari posisi yang loss tadi. namun setelah itu ternyata harga berbalik arah dan posisi yang tadinya profit malah akhirnya loss, jika kemudian trader memutuskan untuk cut loss posisi itu juga maka jadilah kedua posisi tersebut mengalami rugi.

jadi dalam hedging diusahakan untuk memiliki analisa trading yang tepat dan seakurat mungkin, serta aturan exit yang bagus, baik itu dengan pengaturan stop order maupun dari sinyal indikatornya. jika ada kesalahan bukannya kerugian dibatasi malah yang ada lossnya bertambah banyak seperti contoh diatas itu.
Saprudin
stj gann... mang kpn kt mw buka lockny itu yg trus jd prmslhn di strtg hedging ini... salah2 bknx loss berkurang/propit yg didapet tp lossx malah berlipat2.... weweeewwww
Viki_cacing
yah yaapa sih? katanya hedging trading nggak pake sl cuman tp doang? lhah dicontohnya pake sl selalu tuh? malah ada yang pake limit order segala. tpnya mana? kok close posisi yg untung malahan dihandle secara manual? gg dari tp?

tapi yah kalo caranya kayak contoh terakir tadi bisa endles tuh tradingnya. pusing trus mikirin posisi2 sm slnya... n kalo fluktuasi harganya gg nentu kan jadi labil pula itu kesuksesan hedgingnya?
Rifali Devwz
Disini kita mempunya posisi hedging profit. mau naik atau turun kita hanya ambil SL profit.
SL Profit apaan tuh maksudx? SL kan stop loss, berarti kalo posisi tertutup karna SL kan dah pasti loss. Trus profitnya darimane?
Rachmat
ada SL - ada SL +.. Contoh, anda Buy GBP/USD harga naik, SL dibawah BUY naikan menjadi diatas BUY, harga jatuh, SL tersebut. akhirnya jadi SL+.....demikian juga jika Sell, harga turun, SL diatas sel turnkan menjadi dibawah Sell, harga naik lagi kena SL, jadi SL+
Rachmat
Ini contoh gambarnya :


SL yang biasanya minus, jadi SL profit
Anonimus
Menurut saya hedging adalah teknik yg sangat rumit dengan resiko lebih tinggi untuk profit yg lebih kecil. Hasilnya tampak seperti memaksakan diri untuk melakukan trading disaat tidak yakin dengan harga pasar. Mungkin saya bisa menambahkan cara close yang ketiga disini: yaitu dengan memperhatikan total jumlah profit, ma, dan candle, apabila total profit sudah plus dan cukup memadai, maka close seluruh order satu persatu sebelum harga berubah jauh.