Metodologi Swing Trading

Strategi Swing Trading menawarkan tata cara mengatur pembukaan dan penutupan posisi selama kondisi pasar mengalami trend kuat.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Kalau Anda masih baru saja belajar trading Forex, kemungkinan besar inilah pertama kali Anda menemui istilah Swing Trading. Sudah jadi rahasia umum, sebagian besar trader pemula sangat menyukai scalping atau day trading. Beberapa dari mereka masih bertahan dengan gaya trading berjangka waktu pendek, tapi ada juga yang akhirnya tidak betah, lalu mencari metode trading baru. Itulah kenapa Strategi Swing Trading menjadi alternatif menjanjikan.

 

Mengenal apa itu Swing Trading

 

 

Apa Itu Swing Trading?

Pengertian paling gampangnya, Swing Trading adalah strategi trading yang menempatkan eksekusi Buy atau Sell pada titik-titik pembalikan harga, sehingga bisa mendapatkan keuntungan seoptimal mungkin saat harga sedang bergerak ke arah tertentu. Sedangkan para trader yang sering menggunakan sistem ini sering dijuluki "Swing Trader".

Swing Trader biasanya mencari pasangan mata uang dengan range trading yang cukup lebar. Namun, agar berjalan dengan baik, diperlukan sistem Swing Trading efektif yang paling tidak memperhatikan dua komponen dasar dan sangat penting, yaitu identifikasi tren secara tepat dan stop loss.

 

Perbandingan Swing Trading Dengan Scalping

Awal pertama berkenalan dengan dunia trading, trader pemula pasti mencari segala macam cara untuk mendapat keuntungan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dari situ, sebagian besar dari mereka sudah dicekoki dengan segala macam tips dan trik scalping, betul?

Memang, Scalping cukup mudah dilakukan, tapi risikonya juga relatif besar. Untuk mendapat keuntungan, trader biasanya terpancing untuk membuka banyak posisi dalam satu waktu. Kebiasaan beresiko tinggi ini akan menjadi lebih berbahaya lagi apabila trader pemula belum memahami Money Management dengan tepat.

Karena posisi yang dibuka lebih dari satu, trader dituntut untuk mendedikasikan sejumlah besar perhatian dan waktu, agar bisa mengawasi akumulasi perolehan poin setiap posisi. Tidak masalah kalau Anda memang punya waktu luang, tapi kalau sibuk, kelengahan akan mengakibatkan kerugian besar pada akun trading. Solusinya, Strategi Swing Trading menawarkan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengatur setup posisi trading.

Pertama, Strategi Swing Trading tidak menuntut trader untuk membuka banyak posisi trading. Satu posisi per minggu saja sudah cukup untuk mengeruk keuntungan. Setiap posisi pada Swing Trading memanfaatkan pergerakan trend secara maksimal. Ekspektasinya, setiap posisi strategi Swing Trading ditargetkan untuk meraih ratusan Pip.

Kedua, setiap posisi memfokuskan pada kualitas, bukan kuantitas. Buang kebiasaan buruk untuk membuka banyak posisi. Strategi Swing Trading menitikberatkan pada akurasi sinyal dan manajemen resiko untuk setiap posisinya, dari pembukaan sampai penutupan.

Ketiga, strategi sistem trading menerapkan prinsip "set and forget". Karena setiap posisi Swing Trading sudah diamankan dengan manajemen resiko dan targetnya juga sudah jelas, maka Anda tidak perlu lagi mengawasi pergerakan harga terus menerus.

Tiga faktor di atas jelas memberikan keunggulan bagi trader dengan kesibukan tinggi, tapi sebelum belajar mengaplikasikan strategi Swing Trading, Anda harus paham dengan pengertian dan disiplin sistemnya.

 

Aplikasi Dasar Swing Trading

Untuk mendapatkan sinyal Swing Trading, kita perlu mengidentifikasikan arah dan kekuatan trend terlebih dulu. Perlu dicatat, keberhasilan strategi Swing Trading sebagian besar bertumpu pada proses identifikasi arah pergerakan trend tersebut.

Banyak metode untuk mengenali arah dan kekuatan trend, tapi cara paling sederhana adalah dengan mengamati pergerakan harga itu sendiri pada grafik (chart).

 

Perhatikan pergerakan harga pada pasangan-pasangan mata uang berikut. Kualitas sinyal tradingnya diurutkan dari terburuk sampai terbaik:

 

sinyal swing trading terburuk

 

 

Kalau dengan mata telanjang saja kita susah menentukan arah pergerakan harga, tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan setup strategi Swing Trading. Lupakan saja grafik seperti ini, mending move on ke chart lain yang lebih menjanjikan.

 

kualitas sinyal swing trading medium

 

 

Sekilas tampak kurang mulus, tapi pergerakan harga seperti ini masih dapat kita kenali karena posisinya relatif konsisten ke satu arah. Kondisi trend seperti ini masih bisa diperhitungkan untuk strategi Swing Trading, tapi lebih baik lagi kalau kita tahu di mana titik Support dan Resistance-nya.

Mengetahui Support dan Resistance dapat membantu kita untuk memastikan kapan kira-kira pergerakan harga "kurang mulus" ini akan berlanjut atau malah berbalik arah.

 

kualitas sinyal swing trading terbaik

 

 

Wah, kalau Anda menemukan pergerakan harga semulus ini, jangan sampai dilewatkan. Memang agak jarang muncul, tapi akurasi sinyalnya paling tinggi.

 

Setelah mengenali arah trend, tugas berikutnya adalah menentukan kemana harga akan berpotensi untuk bergerak nantinya. Ingat, kata kuncinya adalah "berpotensi", jadi mau sebagus apapun sinyal strategi Swing Trading, pasti ada saja kemungkinan meleset. Tenang, kita akan mempelajari bagaimana cara menangani skenario terburuknya dengan menyusun sistem trading.

 

Menyusun Sistem Swing Trading

Sistem trading pada dasarnya adalah panduan bagi trader untuk menentukan langkah-langkah trading apa saja yang harus dilakukan saat muncul kondisi A sampai Z. Aturan buka dan tutup posisi trading juga sudah termasuk komponen penting dalam suatu sistem.

Ada beberapa indikator yang bisa kita gunakan untuk menyusun sistem Swing Trading, misalnya Weekly Pivot Point. Pivot Poin dapat menunjukkan di mana letak Support dan Resistance secara obyektif, jadi kita tidak perlu lagi menebak-nebak atau menggambar sendiri di mana posisi S/R-nya.

Support dan Resistance dapat membantu kita untuk mengetahui di level harga berapa harga akan berpotensi untuk terus bergerak ke satu arah saja atau malah berbalik arah. Misalnya, jika harga sedang mendaki, maka level Resistance adalah "batas visual"-nya, kalau harga mampu menembusnya berarti ada kemungkinan besar akan terus meroket. Sebaliknya, kalau harga menampilkan candlestick perlawanan seperti Pin Bar, berarti ada potensi untuk terjadi pembalikan arah trend.

Mari kita simulasikan sistem swing trading dengan contoh-contoh berikut:

a. Selama Uptrend


strategi swing trading selama uptrend

 

 

Pada pair GBPUSD (Daily) di atas, trend terlihat cukup jelas masih mendaki. Pertanyaan berikutnya, kira-kira kemana si Cable akan bergerak? Apakah dia masih punya cukup momentum untuk terus bergerak naik atau malah berbalik, terjun ke bawah?

Coba perhatikan proyeksi garis hijau, harga diprediksikan akan menembus R1 (Resistance level pertama) pada Weekly Pivot Point, turun sedikit untuk mengetes level tadi, lalu kembali mendaki hingga mencapai Resistance berikutnya. Pada skenario Bullish ini, Anda dapat membuka posisi trading saat badan candlestick ditutup di atas level R1.

Ada juga kemungkinan harga berbalik arah dari proyeksi garis merah. Jika ternyata harga berusaha mencapai level R1 tapi masih ditutup di bawah R1, persiapkan posisi Short (Sell). Formasi-formasi candle seperti Bearish Pin Bar, Three Inside Down, Evening Star dapat mengonfirmasi potensi pembalikan arah dari Uptrend ke Downtrend.

 

b. Selama Downtrend

 

strategi swing trading selama downtrend

 

 

Sekarang kita berpindah ke chart USD/JPY (Daily). Pada chart di atas, meski harga tampak relatif patah-patah, tapi barisan candlestick Bearish masih mendominasi (19 candle merah vs. 16 Candle hijau) dengan nilai High dan Low yang terus menurun.

Selama Downtrend, garis merah memproyeksikan potensi harga untuk terus menurun. Siapkan posisi Short saat harga ditutup di bawah level S1. Harga masih mungkin untuk mengetes batas S1 kembali, tapi kalau harga sudah ditutup di bawah level tadi, maka level Support menjadi level Resistance.

Skenario reversal ditunjukkan oleh pergerakan garis hijau. Awalnya, harga tampil mendatar sebagai indikasi bahwa kekuatan Buyer dan Seller masih seimbang. Bersiagalah dengan posisi Long (Buy) saat harga sempat melorot hingga menyentuh batas S1, tapi harga malah ditutup di atasnya. Cari formasi Candle Morning Star, Three Inside Up, Bullish Pinbar untuk mengonfirmasi sinyal reversal dari Downtrend ke Uptrend.

Catatan: Semua chart di atas menggunakan timeframe Daily karena Pivot Poin yang digunakan menggunakan harga penutupan, tertinggi dan terendah selama 1 minggu terakhir. Kalau Anda ingin menggunakan timeframe H4, gunakanlah Daily Pivot Point.

Stop Loss atau jual rugi juga merupakan salah satu komponen penting dalam suatu sistem trading. Banyak trader Forex biasanya mengeksekusi market order dengan Strategi Swing Trading tanpa terlebih dahulu menyiapkan level Cut Loss. Padahal, tidak ada sistem trading yang menjamin 100% win rate.

Supaya kerugian dapat dikontrol, sistem Swing Trading harus dapat dengan jelas menetapkan level Cut Loss tersebut. Caranya adalah menerapkan rasio Risk Versus Reward dengan disiplin. Kalau anda sudah membuka posisi, maka jarak SL dan TP bisa ditentukan melalui perhitungan rasio Risk/Reward-nya.

 


 

 

Anda tertarik untuk belajar tips dan trik Swing Trading dari trader Profesional? Frankie Law adalah seorang praktisi strategi Swing Trading ternama dari Hongkong, yang mampu menyulap HKD (Hongkong Dollar) 200,000 menjadi HKD 6,000,000.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Bambang Fauzi
Swing trader biasanya mencari mata uang yang range tradingnya lebar.
Contohnya seperti apa ya itu mata uang yang range tradingnya lebar?
Rachmat
@Bambang: Pada umumnya mata uang Mayor, yaitu USD/...... dan ....../USD

demikian
Ha5an
Jd utk swing trdng saranny dsni adlh dgn pivot poin weekly ma rsi jg, trus mksudnya highlow candle tuh apa? trus jg yg kita sell di r1 waspada ada r2 dn r3 itu jg apa? tlg dprjls dong kata2nya biar kta jg pahaminny gmpang...

Handi Junaedi
@Hasan:

Saya coba bantu jawab disini untuk pertanyaan mengenai Sell R1 dan waspada R2 dan R3. Melihat dari keterangan berikutnya yang mengungkap pentingnya pemasangan stop loss dan pengaturan lot, jika kita melakukan sell pada R1, maka level R2 atau R3 bisa dipertimbangkan sebagai posisi penempatan stop loss yang layak. Ini juga terjadi pada Buy di S1, yang stop lossnya juga bisa diperhitungkan untuk disesuaikan dengan level S2 atau S3. Bisa jadi ini karena level-level tersebut bisa dianggap sebagai level kunci yang menjadi area pengujian arah pergerakan harga selanjutnya. Penting juga untuk diingat bahwa sebaiknya stop loss tidak dipasang tepat pada level S atau R, melainkan sedikit di bawah S atau sedikit diatas R. Cara ini berguna untuk mengantisipasi fake breakout pada level-level tersebut.

Demikian semoga membantu
Rudi_rifani
kenapa kok counter tren trader kayakx nggak tepat jadi swing trader? kalo di chart mingguan ada momen yg tepat buat nunggu tren reversal kan bisa juga dimanfaatin. lagian kalo mau ikut strategi following tren bukanx mesti konfirmasi sana sini juga biar posisix makin mantep? nah kalo sinyal2x justru nandain reversal apa swing trader lbh baik nggak ambil posisi ja? pdhl kan momenx suda muncul diwaktu trading yg tepat
Handi Junaedi
@Rudi:

Pengambilan posisi entry ada baiknya jika disesuaikan dengan strategi trading dari sistem yang telah diuji sebelumnya. Baik following ataupun counter-trend disarankan untuk tetap konsisten mengikuti aturan dari teknik trading masing-masing, dan hanya masuk posisi ketika sinyal trading yang muncul sesuai dengan apa yang direncanakannya. Jika seorang trend follower menuruti sinyal reversal, bisa jadi peluang tradingnya jadi lebih kecil, karena resiko yang dimainkannya juga akan semakin besar. Yang terbaik adalah untuk tetap bertrading sesuai dengan sistem dan melatih konsistensi untuk mendapatkan hasil profit yang maksimal.

Demikian semoga membantu