Advertisement

iklan

Mining Bitcoin 2020: Masihkah Menjanjikan?

Ingin mining Bitcoin di tahun ini? Pastikan Anda sudah mengintip bagaimana prospeknya pada ulasan berikut sebagai pertimbangan Anda.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bitcoin (BTC) sudah menjadi mata uang digital yang sangat populer di Indonesia saat ini. Minat beli masyarakat terhadap mata uang kripto temuan Satoshi Nakamoto ini kian meningkat setiap tahunnya. Salah satu alasannya adalah sebagian besar orang menganggap bahwa Bitcoin memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Tak heran, banyak yang berbondong-bondong untuk berinvestasi di mata uang kripto ini dan menyebabkan nilainya kian mahal. Saat artikel ini ditulis, harga mata uang Bitcoin sudah di atas kisaran 78 juta Rupiah per BTC.

Di lain sisi, tidak banyak orang yang tahu sepenuhnya cara mendapatkan mata uang digital ini. Salah satu metode paling umum adalah dengan menukarkan mata uang fiat di bursa kripto. Namun, cara ini memerlukan perhitungan khusus karena untung ruginya bergantung pada nilai tukar Bitcoin yang sangat berfluktuasi.

Nah, solusi lain untuk mendapatkan BTC agar tidak memusingkan naik turun nilai tukarnya adalah mining Bitcoin melalui proses komputasi menggunakan mining hardware (mining rig). Singkat kata, mining hardware akan mencoba memecahkan teka-teki atau algoritma untuk menemukan blok-blok baru dalam jaringan blockchain, sehingga ia akan memperoleh reward sejumlah Bitcoin tertentu yang akan dikirim ke dompet (wallet).

prospek mining Bitcoin 2020

Meningkatnya popularitas mata uang kripto di tahun 2020, khususnya Bitcoin, membuat aktivitas mining kian meningkat. Sehingga, hal tersebut membuat kesempatan untuk menemukan blok baru dalam jaringan Bitcoin semakin sulit. Bagi Anda yang ingin memulainya, pasti akan bertanya-tanya:

Lantas, bagaimana prospek mining Bitcoin tahun 2020? Apakah masih worh it untuk dicoba?

Nah, untuk melihat prospek mining Bitcoin saat ini, maka diperlukan perhitungan secara keseluruhan mulai dari faktor teknis ataupun non teknis serta prospek Bitcoin itu sendiri. Selengkapnya bisa simak ulasan berikut ini.

 

Bitcoin Dan Hashrate

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mining Bitcoin adalah melihat hashrate, yaitu unit pengukur daya komputasi dalam menambang mata uang kripto. Semakin tinggi tingkat hashrate pada jaringan blockchain, maka algoritma atau teka-teki matematis yang ditemui juga semakin sulit dipecahkan oleh hardware yang memiliki daya hashrate kecil.

Dengan kata lain, hardware yang menghasilkan daya hashrate lebih besar akan sangat diuntungkan, karena akan lebih cepat memecahkan teka-teki atau algoritma dalam blockchain. Sehingga, mining BTC menjadi lebih efisien serta hasil yang didapat jauh lebih banyak dibanding menggunakan personal kumputer biasa. Bisa dilihat pada grafik di bawah ini, terjadi peningkatan daya hashrate signifikan dari awal kemunculan Bitcoin pada tahun 2009 hingga saat ini di tahun 2020.

hashrate bitcoin

 

Hardware (Mining Rig)

Dulu, ketika pertama kali mata uang Bitcoin diluncurkan, mining dengan mudah bisa dilakukan dengan Personal Computer saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu, persaingan ketat membuat para penambang membutuhkan hardware lebih canggih untuk memecahkan algoritma yang semakin rumit.

Menyikapi hal ini, banyak developer mulai mengembangkan mesin khusus untuk untuk meningkatkan efesiensi mining Bitcoin. Salah satunya adalah lahirnya application-specific integrated circuit chips (ASIC). Hardware ini tentu jauh lebih tangguh dan efesien dibanding komputer konvensional pada umumnya. Setelah hardware ASIC mulai banyak didistribusikan, laju hash crypto juga meningkat secara siginifikan, bisa di lihat pada gambar di bawah ini.

hashrate asic

 

Biaya Operasional Dan Maintenance 

Sayangnya, mining Bitcoin adalah kabar buruk bagi Anda yang ingin mining Bitcoin secara pribadi. Mulai dari biaya operasional ataupun maintenance, Anda perlu merogoh kocek lumayan dalam untuk memenuhinya. Misalnya saja, harga hardware mining (mining rig) saat ini tidak murah, terutama jika ingin mendapatkan yang efisien untuk memecahkan algoritma yang kian sulit.

Selain itu, konsumsi listrik yang diperlukan untuk mining Bitcoin relatif besar. Dilansir dari powercompare[dot]co[dot]uk, ada peningkatan tajam mengenai jumlah konsumsi listrik di dunia yang berhubungan dengan aktivitas penambangan Bitcoin. Gambar di bawah ini menunjukkan peningkatan konsumsi listrik terkait Bitcoin sejak 2017 hingga 2020.

konsumsi listrik bitcoin

 

Alokasi Penambang Bitcoin Di Seluruh Dunia

Perlu diketahui bahwa persaingan mining Bitcoin juga tidak main-main. Banyak pemain-pemain besar yang juga ikut dalam bisnis ini, seperti perusahaan dan komunitas tertentu. Sehingga, hal ini menciptakan pusat-pusat pertambangan besar yang mengendalikan penambangan Bitcoin di seluruh dunia. Seperti yang dilansir dari cryptopotato[dot]com, berikut adalah perkiraan alokasi penambang Bitcoin di seluruh dunia.

alokasi mining bitcoin

China menjadi pemain paling menonjol dalam bisnis ini, dengan mengendalikan sekitar 66% dari semua tingkat hash yang ada di dunia. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, Poolin mengendalikan sekitar 18.3%, diikuti oleh F2Pool 14.8%. Keduanya sama-sama berbasis di China.

 

Bitcoin Halving Events

Bitcoin memiliki sifat terdesentralisasi, yang artinya tidak ada otoritas pusat yang mengendalikan pasokannya. Penciptanya, Satoshi Nakamoto mendesain mata uang Bitcoin sama halnya dengan komoditas emas sehingga berbasis hukum permintaan dan penawaran; dengan membuat limitasi persediaan Bitcoin yang bisa ditambang secara keseluruhan hanya sampai 21 juta. Dengan demikan, jika mata uang ini sudah habis ditambang sementara permintaan semakin meningkat, maka akan terjadi kelangkaan yang membuat harga mata uang ini terus melambung.

Selain itu, Bitcoin juga didesain secara bertahap menurunkan reward para penambang setiap empat tahun sekali atau setiap 210,000 blok baru yang sudah ditambang. Proses pengurangan reward mining ini disebut dengan Bitcoin Halving Events. Pertama kali Bitcoin Halving Events terjadi pada tahun 2012, kedua tahun 2016, dan yang ketiga diperkirakan terjadi tahun ini yaitu pada bulan Mei 2020.

Bagi penambang Bitcoin, dampak dari Bitcoin Halving Events juga sangat diperhitungkan. Pasalnya, pengurangan hasil reward akan semakin menurunkan pendapatan penambang. Dengan daya dan peralatan yang tidak berubah, tentu Bitcoin Halving Events akan menyebabkan ketidakseimbangan antara pengeluaran biaya operasional dan reward hasil mining BTC.

 

Jadi, Apakah Prospek Mining Bitcoin Di Tahun 2020 Masih Bagus?

Pertanyaan tersebut tidak memiliki jawaban konkret, karena setiap orang bisa memiliki respon yang berbeda-beda. Pada dasarnya, mining Bitcoin memiliki banyak perbedaan prespektif serta masalah kompleks yang bisa saja muncul. Akan tetapi, beberapa hal yang telah dijelaskan di atas bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda mulai menambang Bitcoin di tahun 2020 ini: Mulai dari set up hardware, biaya maintenance, hingga dampak setelah terjadinya Bitcoin Halving Events. 

Untuk Anda yang baru ingin terjun ke dunia cryptocurrency, alangkah baiknya bila Anda pahami dulu tentang Bitcoin dan cara penggunaanya. Karena pada dasarnya, memiliki atau berinvestasi dalam mata uang kripto seperti Bitcoin juga memiliki risiko tinggi. Anda bisa menyimak podcast dari tim Seputarforex berikut yang membahas sisi gelap mata uang kripto.

 

Jika mining Bitcoin sendiri dirasa terlalu memberatkan, Anda bisa bergabung dalam mining pool yang bisa membuat pertambangan kripto terasa ringan.

292346

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywritring, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone