Momo Trading: Strategi 5 Menit Dari Lien Dan Schlossberg

290733

Trader dapat meraup profit hanya dalam hitungan menit, salah satu caranya menggunakan strategi trading Momo. Bagaimanakah ulasan selengkapnya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Setiap trader memiliki karakteristik yang berbeda dalam trading forex. Ada yang suka bersabar dengan menunggu kemunculan sinyal-sinyal trading, ada juga yang lebih suka mendapat hasil trading 5 menit. Jiwa-jiwa yang tidak sabaran ini bisa menggunakan beragam sinyal jangka pendek, salah satunya adalah momentum harga. Mereka menunggu pasar sampai memiliki kekuatan (momentum) yang cukup untuk mendorong harga ke arah yang diinginkan.

Apabila prinsip itu diterapkan dalam time frame pendek, maka terciptalah strategi trading jangka pendek yang bisa menyajikan potensi profit dalam waktu singkat. Menggunakan time frame 5 menit, Kathly Lien dan rekannya di BK Asset Management, Boris Schlossberg, merekomendasikan strategi Momo Hunter yang mengadopsi penggunaan sinyal momentum sebagai pemicu entry. Momo sendiri didapat dari nama lain "momentum" yang cukup mudah diingat.

 

Pedoman Strategi Momo Trading 5 Menit

Pengguna Momo Trading akan mencari "ledakan" momentum yang terjadi dalam periode 5 menit dalam chart. mereka menggunakan dua indikator, yaitu Exponential Moving Average (EMA) periode 20 dan Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Indikator EMA 20 lebih dipilih dibandingkan dengan Simple Moving Average (SMA), karena EMA 20 memberikan bobot lebih banyak pada harga penutupan. Hal inilah yang dibutuhkan oleh trader jangka pendek. Indikator EMA sebagai penentu arah trend kemudian dikombinasikan dengan indikator MACD yang dipakai untuk mengukur momentum.

Pengaturan untuk MACD adalah sesuai default. Strategi ini menunggu peluang reversal yang didukung oleh momentum pembalikan. Mengenai teknik Exit, trader dapat menutup posisi dalam dua segmen terpisah. Segmen pertama membantu trader untuk mengunci keuntungan dan memastikan trader menjadi "pemenang." Selanjutnya, bagian kedua memberikan kesempatan bagi trader untuk memaksimalkan keuntungan dengan risiko yang terminimalisir, sebab Stop Loss telah dipindahkan ke level Break Even (titik impas) pada tahap ini.

 

1. Aturan Buy

Berikut adalah langkah-langkah yang dianjurkan untuk posisi Buy:

  • Harga pada mulanya di bawah EMA 20, sementara MACD berada di area negatif.
  • Ketika harga sampai memotong ke atas garis EMA 20, pastikan MACD dalam proses pergantian dari area negatif ke area positif. Pastikan histogramnya belum sampai membentuk 5 bar di area positif.
  • Open Buy 10 pip di atas nilai EMA 20.
  • Untuk trader yang agresif, letakkan Stop Loss di Swing Low terakhir. Sedangkan untuk trader konservatif, pasang Stop Loss sesuai nilai EMA lalu kurangi 20 pip.
  • Setelah harga naik beberapa pip, Close setengah posisi trading Anda, dan geser Stop Loss ke posisi Break Even.
  • Alternatifnya, Stop Loss juga bisa disesuaikan dengan nilai EMA 20 terbaru, lalu kurangi 15 pips. Sebaiknya pilih metode penentuan Stop Loss yang hasil perhitungannya lebih besar.

Untuk mengetahui lebih jelas, cermati contoh sebagai berikut:

pair eur/usd

Berdasarkan gambar pergerakan harga EUR/USD di atas, kita dapat melihat bahwa harga bergerak ke atas EMA 20 saat MACD memotong ke atas zero line di level 1.2044. Jika diperhatikan secara detail lagi sebelum posisi entry, ada pergerakan harga ke atas EMA 20 saat pukul 1:30 hingga 2:00. Namun, Anda tidak perlu menghiraukannya, karena sesuai pedoman strategi Momo Trading 5 menit, sinyal itu tidak didukung dengan pergerakan MACD yang tetap di area negatif.

Ketika sinyal EMA dan MACD sama-sama terjadi saat harga di level 1.2044. Entry ditargetkan di 1.2044 + 10 pip = 1.2054, Stop Loss bisa ditempatkan di 1.2054 - 20 pip = 1.2034, dan target profit di 1.2054 + 30 pip = 1.2084.

Anda dapat menutup separuh posisi ketika harga naik 20 pip dari Entry, sehingga Anda sudah mengamankan sebagian keuntungan. Biarkan separuh posisi sisanya terus berjalan untuk mengumpulkan profit dari trend harga yang masih berlanjut. Apabila ternyata harga tiba-tiba reversal dan menyentuh Stop Loss, maka tidak ada kerugian yang Anda tanggung karena level SL sebelumnya sudah dipindah ke level Break Even.


2. Aturan Sell

Berikut adalah ketentuan yang dianjurkan untuk posisi Sell:

  • Harga pada mulanya bergerak di atas EMA 20, sementara MACD di area positif.
  • Tunggu sampai harga memotong ke bawah garis EMA 20, dan MACD berpindah dari area positif ke negatif. Pastikan histogramnya belum sampai membentuk 5 bar di area negatif.
  • Open Sell 10 pip di bawah nilai EMA 20.
  • Untuk trader yang agresif, letakkan Stop Loss di Swing High terakhir. Sedangkan untuk trader yang konservatif, letakkan Stop Loss 20 pip di atas EMA 20.
  • Setelah harga turun beberapa pip, Close setengah posisi dan pindah Stop Loss ke level Break Even.
  • Alternatifnya, Stop Loss bisa dipindah di level yang merupakan hasil pengurangan nilai EMA 20 terbaru dengan 15 pips.

Untuk mengetahui lebih jelas, perhatikan contoh berikut:

pair nzdusd

Chart NZD/USD di atas menunjukkan grafik harga sempat memotong di bawah EMA 20 pada pukul 01.30, tapi MACD histogram masih di area positif. Karena itu, sebaiknya tunggu sampai grafik pergerakan harga menyentuh zero line untuk mencari posisi entry.

Ketika sinyal EMA 20 serta MACD sama-sama terlihat saat harga di level 0.6294, Anda bisa bersiap Entry sell. Namun karena perpotongan EMA 20 tidak bersamaan dengan pergerakan MACD ke arah bawah zero line (area negatif), maka perhitungannya sedikit lebih rumit. Berikut ini penjabarannya:

  • Harga Open: 0.6291
  • Stop Loss: EMA 20 (0.6301) + 20 pips = 0.6321
  • Target pertama: harga Open - jarak Open ke Stop Loss -> 0.6291 - (0.6321 - 0.6291) = 0.6261

 

Waspadai Range Harga

Seperti yang Anda lihat pada contoh-contoh di atas, trading 5 Menit dari strategi Momo sangat membutuhkan penerapan yang mantap untuk menemukan momentum dari pergerakan harga. Meski demikian, hal tersebut tidak selalu berjalan mulus sesuai harapan. Ada kalanya terjadi kesalahan dan target tidak tercapai. Karena itu, coba waspadai beberapa kesalahan yang berpeluang terjadi dalam strategi Momo Trading 5 menit ini:

kesalahan

Berdasarkan grafik pergerakan pasangan EUR/CHF di atas, harga memotong di bawah EMA 20 dan pada 20 menit selanjutnya, histogram MACD berpindah ke area negatif. Ini merupakan setup tepat untuk Entry sell. Open order pun dijalankan pada harga 1.5711 dan perhitungan sebagai berikut:

  • Stop loss: EMA 20 + 20 pip -> 1.5721 + 20 pip = 1.5741
  • Target pertama: harga Open - jarak Open ke Stop Loss -> 1.5711 - (1.5741 - 1.5711) = 1.5681

Ternyata, harga hanya mengalami penurunan ke 1.5696 dan tidak memenuhi target. Selanjutnya, EUR/CHF justru berbalik arah dan pada akhirnya menyebabkan kerugian trading sebesar 30 pip.

Saat menggunakan strategi Momo Trading 5 menit ini, Anda harus mewaspadai range yang terlalu sempit maupun terlalu lebar. Di jam-jam perdagangan tertentu, harga hanya berfluktuasi di sekitar EMA 20 dan histogram MACD bergerak sideways dalam rentan waktu singkat, yang memicu sinyal palsu. Namun apabila strategi ini diterapkan dalam grafik yang memiliki range terlalu lebar, maka sebaiknya tutup posisi sebelum target tercapai.

 

Setelah membaca artikel mengenai strategi Momo Trading 5 menit yang mengandalkan momentum sebagai trigger Entry, tak ada salahnya untuk menambah wawasan dengan memahami indikator momentum. Pada dasarnya, semua strategi dapat menguntungkan, asalkan diimbangi dengan konsistensi dan penerapan yang tepat.

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.