Naked Chart

Trading dengan naked chart membutuhkan pengalaman dan ketelitian dalam mencermati pola-pola chart dan bentuk-bentuk candlestick yang terjadi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Saya suka iseng nanya secara berkala ke sesama temen trader, "lagi pake indikator apa sekarang?" Nah, akhir-akhir ini, entah kompakan atau emang lagi musimnya, banyak yang menjawab dengan jawaban yang sama: "naked chart aja ko," Nah lo, saya jadi bertanya-tanya sendiri nih,"ke mana gerangan perginya indikator andalan ya?" Perasaan, setahun yang lalu, kalo saya menayakan pertanyaan yang sama, jawabannya bisa bervariasi banged tuh.

Masing-masing temen trader menyebutkan indikator andalannya. Ada yang pake moving average, fibonacci , MACD atau ichimoku atau malahan custom indicator hasil oprekan sendiri. Yah, sebenernya sih itu kembali ke selera masing-masing trader sih, mau pake indikator apapun juga atau mau pake candlestick doang, yang penting kita bisa mengambil informasi untuk dasar melakukan open position.

Banyak temen trader yang justru memilih kembali ke naked chart. Entah karena bosen liat indikator, atau mungkin karena sebel sering ketipu ama sinyal indikator. Tapi yang jelas sih, trading dengan naked chart tidak identik dengan nekad kok. Sebenernya, kalau kita mau mencermati candlestick, sudah cukup kok banyak informasi yang bisa kita peroleh. Tinggal mungkin kita tambah horizontal line untuk membantu kita melihat nilai pasti dari high-low atau TP dan SL kita, itu sudah cukup.

Saya sendiri terus terang sekarang lebih berpatokan pada candlestick. Kadang sih dibantu trend line, tapi lebih sering malah narik trend line-nya cuma dibayangkan doang. Paling-paling saya mencoba mengamati di 2 time frame untuk memastikan trend yang sedang terjadi. Biasanya sih saya mengamati di time frame 15 menit dan hourly.

Trading dengan naked chart memang perlu pengalaman dan ketelitian dalam mencermati pola-pola chart dan juga bentuk-bentuk candlestick yang terjadi. Tapi, tampilan trading platform kita jadi lebih "bersih". Kurang lebihnya, tampilan trading platform saya cuma seperti ini:



Bersih kan? Tinggal kita amati bentuk-bentuk candlestick yang ada, serta coba perhatikan apabila terbentuk pattern yang khusus. Untuk contoh di atas, saya amati pair EUR/USD dan GBP/USD, masing -masing dengan time frame 15 menit (chart yang kiri) dan juga hourly (chart di kanan). Paling-paling saya akan tarik horizontal line untuk menentukan TP atau SL-nya. Jadi, trading tanpa indikator? Why not?

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


arrow up arrow down
Vieta
wuihhh dah master klo cara kayaq gini seh ^^ .. nice article.
Per Madi
Koq bisa ada kaitannya antara naked trading sama trader master ?? Apa cuman yang dah master aja yang bisa sukses naked trading ?? Sementara yg masih awam belom bisa pake cara ini ??
Aan Wijaya
Tidak selalu demikian sebenarnya
Namun membaca dan mengartikan chart serta menjadikannya sebagai dasar open posisi yang benar memang tidak bisa dilakukan oleh semua trader. Itulah kenapa banyak pemula langsung tertarik menggunakan indikator-indikator teknikal seperti MA karena bisa memperhalus gerak harga dichart dan menghasilkan sinyal yang terkesan lebih matang. Kebanyakan trader yang beralih ke naked trading umumnya sudah berpengalaman karena tahu betul bahwa indikator hanya bersifat lagging, masih banyak sinyal falsenya, dan kalau terlalu banyak malah terkesan ruwet di chart. Maka dari itu dengan kesadaran ini mereka kembali ke basic candlestick yang sebenarnya dengan pola-polanya saja sudah menggambarkan keadaan pasar secara ril.
Nanang Nihyee
trading platform bersih, moga2 profitnya ga ikutan bersih ya dgn cara naked nekad gini.. hohoho
Narnia
wkwkwkwkwk, trading tanpa indikator bagaikan traveling ke negeri antah berantah, tapi gak pakai peta atau GPS.
M Nugraha
Sebenarnya beberapa keterangan yang disediakan platform saja sudah cukup untuk dijadikan indikator, seperti yang disebutkan sebelumnya, dengan pengamatan pola candlestick saja, atau dari pengamatan high-low-close. Hanya saja cara seperti ini memang memerlukan kemampuan untuk berangan-angan dan berimajinasi yang tinggi, supaya bisa tepat hasil analisanya
Jonny Lubisz
waduh koq malah jadinya trading ada hubunganya sama ilmu berkhayal gini ? emang sih terkadang dalam analisa juga ada sense of art nya, tapi gag seperti ini juga. kesannya koq dengan naked trading analisanya jadi subjektif begitu. padahal naked trading ini masih tergolong objektif karna ada pola candle yang dijadiin sebagai indikator utama, bahkan pola chart juga bisa jadi metode tambahan yang sip + udah objektif buat cari posisi op di naked trading.
Nomnom
mnurut ane naked trading gini malah lebih gampang ngamatinx, nggak perlu jadi master juga buat nguasain ini... asal dari awal udah belajar banyak soal ini kayakx malah tradingx bisa jauh lebih simpel ketimbang pake indikato2 teknis...
Mr Kunto
Betul juga, tapi alangkah lebih baik klo udah paham kinerja & fungsi indikator sebelum mengabaikan peran indikator sama sekali. Dgn kata lain kita bisa kesampingkan pemakaian indikator karena udah kenal betul plus minusnya dan setelah pernah coba ternyata ga ada manfaat berarti yg bisa didapat. Klo fungsi indikator aja belum kenal betul tapi sdh buru2 belajar naked, malah risikonya melewatkan metode trading dg indikator yg bisa jadi lebih mempermudah. Juga kita lebih berhak ngomong bahwa suatu indikator itu ga lebih baik dari naked trading klo kita udah pernah pakai, tau kelebihan dn kekurangannya, terus merasa tidak ada manfaat.
M Nugraha
@Nomnom: Setuju, mungkin bagi sebagian orang cara ini sama sekali tidak menjanjikan dan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penggunaan indikator, tapi hasil dari pengamatan pola candlestick atau harga-harga penutupan biasanya akan sama dengan pengamatan dari indikator, karena indikator hanya memperjelas data-data yang sudah ada dengan tampilan-tampilannya. Tapi kalau kita bisa mengolah data itu sendiri untuk masuk posisi dengan tepat, maka peluang kita sebenarnya juga akan sama dengan mereka yang menggunakan indikator
Emma
widihhhh, kalo prediksi trennya dari bayangin aja apa ndak kaya taruhan itu jadinya trading kita?
Fauzi_sardi
@emma : kl bayangin nya didasarin sama kondisi sebelum nya ya enggak taruhan nama nya. menurut pendapat gue kl bayangin tren itu didasarin sama ekspektasi kayak sekarang lagi order buy trus prediksi tren nya bakalan naik, tapi ngga ada backup proof dari data sebelum nya ya itu mungkin bisa dianggep taruhan. tapi mungkin bakalan lain lagi sih cerita nya kl sama yang udah master, karena udah banyak pengalaman jadi ya sah2 aja mungkin kl pingin nya seperti itu
Ari_forex
Sayangnya masta geeenipips nggak detil nulis artikelnya, nggak dijelasin kalo trading pake naked chart gini lebih ke. Analisa candlestick krn candlestick sebenarnya cerita segala yg terjadi di pasar. jd banyak yg salah arti nangkap intisari naked chart. heheh
Tria
udah disebutin tapi kurang banyak. mungkin masi jadi rahasia kali candle apa aja yg jadi dasar analisanya. tapi ini udah jelas banget larinya kemana kalo kita naked trading: belajar analisa candle.
Bondan
Trading naked sekilas emang menarik banget karena jauh lebih simpel tapi sebener nya sama-sama susah dengan kita trading pake indikator.

Disini kita pake belajar analisa candlestick, berarti jelas musti banyak latihan mengenali pola candle, paham sinyal-sinyalnya dan membedakan mana yang fake mana yang beneran. Persoalan alat bantu horizontal line dsb itu malah opsional karena kalau cuma dikaitkan sama sl & tp maka metodenya ga sama dari trader ke trader.
Agus Bastian
Sama bro, gwa jg dulu pertama kali nyoba akun trading demo blajarnya pake indi ini itu, sampe bingung sendiri mau pake yg mana. Setelah nyoba beberapa hari live trading eh indi2nya pada g manjur semua. Akhirnya gwa belajar ke temen gwa yg dah pro eh dianya malah pake naked chart mirip sama di atas. Dia juga ngandelin price action alias pola-pola pergerakan harga dari candlestick. Selang beberapa minggu kemudian baru gwa ngeh sama naked chart + price action, n emang menurut gwa lebih tokcer daripada pake indi2 ini itu sampe pusing sendiri ngliatnya
Hans
rata2 kalo trader pemula sih biasanya masih ketergantungan sama indi paling ga MA, EMA lah, apalagi yg crossing tuh... tapi kalo situ masuk live trader terus diajarin mentor pake naked chart + price action, saya angkat jempol lah bagi mentornya kalo situ bisa profit konsisten. 
Agus Bastian
hmm ya ga bener2 100% lepas dari indi sih, emang bener gwa masih pake EMA buat konfirmasi, terus Fibo retracement buat tentuin sup sama res-nya. Jadi misalnya pola price actionnya udah mendekati garis Fibo itu biasanya akurasinya tinggi. Meskipun EMA crossing belum ada, biasanya gwa udah buka opening. Rata2 bisa sih gwa dapet 5-10 pip, lumayan.
Silent Bee
Baru tau ini yang namanya naked trading.... saya masih awam... dan dalam 1 bulan ini hanya pakai cara yang dijelasin d sini....
Surya Fx
Gimana gan hasilnya selama sebulan ini? Profit trus ya?
Robbana
Sudah pernah coba trading mengandalkan pola candlestick saja, hasilnya ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Saat menemukan inside bar, harusnya ini sinyal candlestick reversal, tapi harga malah meneruskan trend-nya.