Advertisement

iklan

Pandangan Masyarakat Terhadap Forex

Bagi kebanyakan orang, forex mungkin dianggap sebagai gambling alias judi. Padahal jika ditelisik lebih jauh, forex jelas berbeda dengan judi.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Pandangan masyarakat terhadap forex, terutama yang masih sangat awam, seringkali menganggap trading sama seperti judi. Hal ini karena pergerakan harga di pasar tidak tetap, ditambah tidak adanya kemampuan manajemen risiko yang baik dalam diri kebanyakan trader pemula. Akibatnya, profit yang diperoleh juga tidak bisa konsisten: kadang untung, kadang rugi.

Hal inilah yang akhirnya mendasari para trader forex gagal alias failed traders, untuk berpikir ala gambler dan menjadikan trading seperti judi. Menurut survei yang pernah dilakukan sebelumnya, failed traders cenderung menganggap pasar sebagai casino, lantas open posisi asal-asalan, kemudian mereka tinggal menunggu hasilnya. Kalau untung ya syukur, kalau rugi berarti nggak rejeki. Dari situlah kemudian muncul stigma jika trading forex tak jauh beda dengan bermain judi alias gambling.

trading bukan gambling

Padahal, jika ditelisik lebih jauh, trading forex jelas sangat berbeda dengan gambling. Jika dalam gambling Anda beradu keuntungan, maka dalam forex bukan semata-mata faktor luck. Ada juga pemahaman dan penerapan Trading Plan yang Anda jadikan acuan. Trading forex merupakan salah satu investasi bisnis yang menjanjikan karena profit yang diperoleh bisa sangat besar. Namun, tentunya penguasaan dan pemahaman trading dalam diri harus benar-benar matang dan maksimal. Kalau tidak? Yaa bablas deh hehe...

 

Beda Trader Dan Gambler

Agar Anda tidak tersesat dalam "forex-gambling" serta pandangan masyarakat terhadap forex tidak berlanjut salah, berikut ini adalah beberapa faktor pembeda antara trading forex dengan gambling:

Beda trader dan gambler


Jadi, apakah Anda sudah termasuk dalam karakter seorang trader forex? Atau karakter Anda masih "dibumbui" oleh karakter gambler? Jika ya, maka perlu kiranya untuk segera membenahi diri agar trading forex Anda tidak tersesat menjadi gambling.

Selain beberapa faktor pembeda di atas, satu hal lain yang mendasari perbedaan trading forex dengan gambling adalah hukumnya. Seandainya forex itu adalah sebuah perjudian, tentunya investasi semacam ini dilarang keberadaannya oleh pemerintah, baik di Indonesia maupun di negara lain. Alih-alih dilarang, keberadaannya semakin menguat dan forex merupakan aset dengan likuiditas paling tinggi dibanding produk bursa lainnya.

Sebagaimana yang disebut di atas, failed traders atau trader yang gagal dalam forex (banyak di antaranya dialami oleh seorang pemula) menyebabkan mereka beranggapan forex sama dengan judi. Padahal, satu-satunya penyebab kerugian adalah mereka sendiri. Mereka mungkin tahu tentang forex trading, tapi tidak menguasainya. Karena kurangnya pemahaman instrumen analisa yang ada, potensi kerugian menjadi lebih besar, dan itulah yang menimpa diri mereka. 

 

Mengubah Cara Pikir Gambler Menjadi Trader

Ada beberapa cara yang bisa diikuti jika ada "indikasi" Anda termasuk dalam gambler forex, yakni sebagai berikut:

  1. Anda boleh jadi berhenti trading dulu untuk sementara waktu, tapi jangan terlalu lama. Hal ini akan berguna untuk membantu menenangkan pikiran serta me-reset mindset Anda. Mindset harus bisa melihat trading sebagai sebuah bisnis, bukan sekedar tebak-tebakan belaka. 
  2. Segera miliki dan pelajari strategi trading. Jika diperlukan, Anda bisa mengulang kembali trading style dalam akun demo. Biasanya, trading yang banyak digunakan oleh trader pemula adalah dengan bantuan indikator Moving Average (MA) atau Bollinger Bands (BB) 
  3. Rencanakan target trading dengan membuat Trading Plan. Anda harus mencantumkan strategi trading, Risk/Reward Ratio, batas limit Stop Loss dan Take Profit, serta buatlah evaluasi tiap selesai trading. Perlu diingat bahwa Anda harus bisa disiplin dalam menerapkan cara trading, agar hasil yang diperoleh sesuai harapan. 
  4. Tidak menaruh harapan pada pasar, karena pasar forex tidak bisa diharapkan. Sebagaimana yang Anda tahu, pergerakan harga mata uang di pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk itu, analisa fundamental yang mendalam perlu dilakukan guna mengetahui kondisi pasar.
  5. Menargetkan hasil trading secara keseluruhan dalam jangka panjang, bukan mengharapkan hasil jangka pendek dengan sekali atau dua kali entry. Orientasi hasil trading jangka panjang biasanya bertahan lama dan bisa menghasilkan profit yang konsisten. Bagi forex gambler, orientasi jangka pendek melalui teknik scalping memang cepat memberikan hasil, tapi hasilnya tidak bisa berkelanjutan.
  6. Realistis pada modal yang digunakan untuk trading, dengan tidak menggunakan ukuran lot yang terlalu besar ketika entry. Batasi berapa lot maksimal tiap kali Anda membuka posisi, atau batasi berapa kali Anda masuk pasar. Misalnya, maksimal 1 lot tiap kali buka posisi dan maksimal 3 kali buka posisi dalam sehari. Pastikan jumlah lot sesuai dengan besarnya modal Anda. 

beda trader dan gambler
Penutup

Terdapat pepatah lama yang mengatakan bahwa mereka yang mengetahui akan dikalahkan oleh mereka yang memahami. Mereka yang memahami akan dikalahkan oleh mereka yang menguasai. Mereka yang menguasai akan dikalahkan oleh mereka yang menyukai, dan mereka yang menyukai akan dikalahkan oleh mereka yang menghayati. Pepatah ini pun boleh jadi berlaku pada trading forex: ketahui dulu tentang forex secara mendalam, pahami, kuasai, kemudian cintai aktivitas trading Anda. 

The only way to do great, is to love what you do

 

Sebelum menyusun strategi trading yang tepat, ada baiknya Anda menentukan dulu time frame tradingnya. Jika tertarik untuk trading di time frame harian (intraday), maka artikel 5 Strategi Forex Andalan Untuk Trading Intraday ini dapat Anda jadikan referensi bacaan.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.


Anasubekti
ya gak bisa dibilang gt. misalnya bulan juli anda beli dollar dgn kurs $1= Rp.10.000. kemudian bulan oktober ketika kurs dollar menjadi $1= Rp.12.000..dollar yg tadi anda beli kemudian anda jual. keuntungannya anda menjadi Rp.2000..... Kalau begini yg dirugikan siapa ...??? ( masak kita protes pd negara Amerika spy dollar tdk naik....??? ) exportir dan org yg berpenghasilan dollar pasti yg diuntungkan untung
Malik Fuadi
Setuju, pandangan tentang forex yang menganggapnya sebagai judi itu biasanya muncul dari cara trading yang tidak menggunakan analisa dan manajemen trading yang baik. Yang membuat forex sebagai sistem judi atau investasi itu adalah dari cara trading masing-masing trader. Kalau tradingnya hanya mengandalkan spekulasi, dan open position karena ingin membuktikan kebenaran spekulasinya, ya jelas itu bisa dikatakan judi. Malah kalau hasil trading seperti itu kemudian gagal, trader-trader seperti itulah yang banyak mencap forex sebagai judi. Mereka tidak sadar kalau itu sebenarnya hanya berasal dari cara trading mereka.
Fatma Arie
iya bnyk tuh yg blng kyk gt, mlh smp ksih bukti2x segala. pdhl stlh dicek cm mrkx aja tuh yg tradingx smbrngn. biasax klo g tradingnya asal op aja ya krn lbh bnyk dipengaruhin sm emosi wkt trading......
Agus Prima
Mungkin dari konsepnya sendiri juga secara umum sekilas kayak judi. kan disini balance bisa dibilang taruhannya. apalagi ada strategi2 yang bisa dipake buat melipatgandakan profit, tapi dari cara yang belum pasti akurat juga. jadi timbul kesan seakan-akan trader fx itu mempertaruhkan duitnya buat keakuratan spekulasinya itu. padahal banyak cara analisa yang bisa dilakuin & manajemen resiko juga. kalo dijudi kan nggak ada gitu2annya
Kiel_harm
gmn nie caranya manage risk? kn peluang profit sm loss di forex tu 50:50...
Agus Prima
@kiel: Pake ilmu manajemen resiko.Di forex juga ada pembahasan & teori2 khusus seputar ini. Salah satunya ya dengan risk reward ratio. Jadi posisi trading ente bisa dibatasin dengan rasio reward yang lebih besar dari profit, kaya 1:2, 1:3, dst. Biasanya ini ditentuin lewat pemasangan sto loss & take profit. jadi mesti diperhitungin dulu pengen dapet profit sebesar apa & bisa nanggung resiko sejumlah apa pertradingnya..
Izky
cek aja di MUI,,...
Muslih
kecilkan laverage biar bisa mengurangi resiko kerugian, karna dengan leverage besar akan membuat kita over trade dan menyebabkan kerugian kalau kita tidak bisa menguasai emosi. Leverage bisa membantu dan melawan kita dan terapkan manajemen resiko untuk membatasi kerugian (stop loss) semua bisnis pasti beresiko
Cathy
@kiel_harm: peluang profit/loss di forex bukan 50:50. peluang profitnya tuh tergantung seberapa banyak pengalaman, seberapa skill, gimana psikologis trader, jadi nggak ada ukurannya.
Udin
"Mereka yang menguasai akan dikalahkan oleh mereka yang menyukai dan mereka yang menyukai akan dikalahkan oleh mereka yang menghayati. " kalimat ini maksudnya gmn min? mohon pencerahannya
Riska M
Maksudnya simpel mas. Anda tidak hanya harus paham akan suatu hal, anda harus menyukainya, menghayatinya, bahkan hidup dengannya agar bisa menguasai suatu hal.