OctaFx

iklan

Panduan Menyusun Setup Day Trading Ala Trader Pro

Tak ingin terjebak melakukan day trading layaknya trader amatir? Pelajari bagaimana cara trader pro menyusun setup day trading di sini.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Seperti strategi forex pada umumnya, day trading memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun tahukah Anda bila sebagian besar kelemahan day trading bisa diatasi dengan pengaturan setup yang tepat? Tak hanya memberikan solusi tersebut, merancang setup day trading juga dapat memandu Anda mengikuti jejak kesuksesan trader berpengalaman. Inilah yang menjadi fokus ulasan Abe Cofnas, seorang instruktur forex terkemuka, dalam kolom artikelnya di ActionForex. Lantas, apa saja tata cara menyusun setup day trading ala trader profesional yang diungkapkannya?

Menyusun Setup Day Trading


Tahap Pertama: Perbaiki Cara Pandang Anda

Salah satu perbedaan terbesar dari trader amatir dan pro adalah kesiapan mental. Newbie seringkali berpikir "apa ya yang bisa ditradingkan hari ini?" atau "bagaimana target 10 pip saya bisa tercapai?", sementara trader profesional memiliki cara pikir yang lebih tertata untuk masuk hanya berdasarkan peluang terbaik. Ketika trader pemula ingin segera trading setiap kali melihat peluang kecil, para profesional lebih suka bersantai menanti momen yang tepat. Jadi apabila Anda masih sering berpikir layaknya trader amatir, ubahlah cara pandang Anda untuk bisa mengenali peluang dan menyusun setup day trading layaknya trader pro.


Tahap Kedua: Mencari Peluang Trading

Secara teknikal, identifikasi peluang day trading bisa didasarkan pada pergerakan historis. Cobalah untuk mencari kesempatan dari pair-pair yang harganya tengah bergerak di kisaran level penting. Teknik ini bisa dilakukan dengan mengaplikasikan indikator-indikator yang dapat difungsikan sebagai support resistance, seperti Fibonacci, trend line, atau bahkan Moving Average.


Tahap Ketiga: Memilih Peluang Terbaik

Katakanlah Anda sudah mengenali pair mana saja yang berpotensi membentuk pergerakan signifikan. Lantas apakah bijak untuk mengambil semua peluang tersebut? Jawabannya tidak. Diperlukan peluang terbaik agar setup day trading Anda bisa tereksekusi dengan probabilitas tinggi.

Memilih Peluang Day Trading Terbaik
Kenyataannya, butuh waktu tidak sebentar bagi harga untuk mulai beraksi dan mensinyalkan peluang entry. Oleh karena itu, bandingkan posisi kedekatan harga dengan level penting yang Anda amati. Ketika terdapat 2 pair yang sama-sama tampak bergerak mendekati level 61.8% Fibo di chart 4 jam, amati posisinya dengan seksama, lalu ambillah peluang dari pair yang harganya berada paling dekat dengan level Fibonacci tersebut.


Tahap Keempat: Temukan Arah Trend Utama

Setelah menemukan peluang day trading terbaik, langkah selanjutnya adalah melihat kemana arah harga bergerak. Trend mayor merupakan elemen penting dalam penentuan setup trading, karena dapat menjadi acuan strategi selanjutnya.

Mula-mula, Anda bisa mengamati pergerakan harga di time frame harian (D1), kemudian bergeser ke chart 4 jam (H4). Tentunya, tidak ada patokan khusus mengenai kedua jenis time frame yang bisa Anda gunakan, karena semuanya bisa ditentukan berdasarkan preferensi sendiri. Jika masih bingung bagaimana cara melihat trend pasar pada beberapa time frame sekaligus, Anda bisa mempelajari kiatnya di artikel ini.


Tahap Kelima: Pilih Buy Atau Sell

Mengikuti hasil pengamatan di langkah sebelumnya, Anda kemudian bisa mengambil keputusan, apakah bakal mengambil opsi buy atau sell. Menurut aturan trading dengan multiple time frame, pilihan bisa ditentukan pada time frame yang lebih kecil, ketika harga bergerak berlawanan dari arah trend di time frame besar. Jadi seumpama chart harian menampilkan trend bearish, maka Anda bisa mencari peluang buy dari indikasi kenaikan harga di grafik 4 jam.


Tahap Keenam: Tunggu Momen Entry Yang Tepat

Salah satu aturan day trading termudah yang bisa diikuti pemula adalah: Pilih time frame 4 jam sebagai acuan. Sampai di sini mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa time frame tersebut lebih diprioritaskan untuk menunggu momen entry?

Masih dalam uraiannya mengenai cara menyusun aturan day trading ala trader pro, Abe Cofnas menekankan bahwa time frame H4 menyajikan range pergerakan harga yang nyaman untuk ditradingkan. Nyaman di sini maksudnya adalah terdapat jarak pip antara support dan resistance yang memadai untuk memenuhi target day trading Anda.


Tahap Ketujuh: Lakukan Eksekusi Trading

Membuka posisi order sebaiknya dilakukan setelah pemicu entry telah muncul. Darimana sinyal tersebut didapat, bisa bergantung pada setup teknikal yang Anda gunakan. Misalnya saja, Anda menggunakan trend line channel dan RSI. Dalam kasus tersebut, Anda bisa menganggap bounce harga dari lower channel dan kenaikan RSI dari level oversold sebagai pemicu entry buy.


Dalam Mengatur Setup Day Trading, Jangan Lupakan 2 Hal Penting Ini

Untuk mencapai keberhasilan yang se-level dengan trader profesional memang tidaklah mudah. Namun demikian, bukan berarti Anda tidak bisa meniru metode mereka untuk berupaya melangkah di jalur kesuksesan yang sama.

Dua hal lain yang wajib diperhitungkan dalam setup day trading Anda adalah faktor fundamental dan manajemen risiko. Tingkatkan kewaspadaan Anda dan ambil langkah ekstra hati-hati jika momen entry muncul dekat rilis berita forex penting. Jika Anda masih kesulitan mencerna efek fundamental, lebih baik hindari trading dan tunggu hingga keadaan pasar stabil.

Fundamental Day Trading
Sementara itu, manajemen risiko juga perlu diikutsertakan sebagai bagian dari langkah pengamanan, karena tidak setiap trading bisa berakhir sesuai harapan. Dalam mengatur manajemen risiko, sebaiknya perhitungkan target loss sesuai batas toleransi Anda.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Sigit
Kalau saya sih memang tidak terlalu prefer metode day trading, karena dasarnya kita seperti dikejar2 target setiap hari, apalagi scalping. Saya lebih memilih swing trading, soalnya saya bisa memilih untuk bertrading hanya di momen-momen tertentu saja. 
Yoseph
ah ndak juga, day trading menurut saya tidak seperti itu, saya tidak merasa dikejar-kejar target dengan day trading. Karena toh saya hanya buka posisi di hari-hari tertentu yang menurut saya juga event2-nya memang menarik untuk pasang posisi.

Menurut saya, itu lebih bergantung pada metode trading, tidak semua day trader diwajibkan trading setiap hari, karena kondisi pasar dan peluang juga tidak muncul setiap hari.