Pasar Mempunyai Ingatan

177873

Pasar tidak pernah lupa, atau tepatnya mempunyai ingatan. Secara kasat mata Anda bisa melihat level-level support dan resistance yang membuktikan hal ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pasar tidak pernah lupa, atau tepatnya mempunyai ingatan. Secara kasat mata Anda bisa melihat level-level support dan resistance yang membuktikan hal ini. Pasar tidak pernah melupakan saat-saat dimulainya pergerakan yang signifikan. Berapa kali Anda mengamati pergerakan harga yang mengalami koreksi dan kembali lagi ke level atau area dimana pergerakan tersebut dimulai?

Kadang harga bergerak ranging di sekitar level tersebut sebelum berlanjut atau berbalik arah. Kejadian ini terus berulang dalam histori pergerakan setiap pasangan mata uang, dan jika Anda mengerti mengapa hal ini terjadi tentu Anda tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam mengantisipasi pergerakan harga pasar.

 

Trading Forex Tidak Mutlak

Trading forex adalah mengenai probabilitas, jadi bukan seperti mengukur atau menghitung sesuatu yang pasti dan mutlak. Namun, pasar akan selalu ingat setiap pergerakan signifikan yang dibuatnya. Ini adalah probabilitas yang tinggi, ,eski tidak selalu demikian. Hanya saja, probabilitas yang tinggi bisa dijadikan sebagai asumsi.

Bukti yang jelas dari probabilitas tinggi tersebut terlihat pada formasi bar (candlestick) atau formasi pergerakan harga (price action) yang terjadi. Price action merupakan sinyal arah pergerakan selanjutnya. Kombinasi antara asumsi dan formasi price action bisa memberikan petunjuk yang jelas mengenai pergerakan harga dan merupakan sinyal trading dengan probabilitas yang tinggi.

Berikut contoh pada chart daily indeks saham DAX30  (Jerman) :

Pasar Mempunyai Ingatan

Level resistance kunci (key resistance) terbentuk antara 9735.00 hingga 9700.00. Area antara level resistance kunci dan pergerakan harga ke arah bawah yang signifikan dalam kasus ini disebut sebagai ‘event area’. Sinyal trading tidak harus terjadi pada level kunci, tetapi bisa juga pada event area. Seperti pada contoh ini sebuah pin bar reversal tampak terbentuk pada event area yang merupakan sinyal untuk sell.

Setelah 12 hari kembali terbentuk pin bar reversal pada event area dan harga kembali bergerak turun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tidak pernah lupa dan selalu merespek level-level kunci dan juga event area yang terbentuk. Jika trader telah mengerti akan hal ini maka ia akan bisa melakukan antisipasi ketika terbentuk sinyal-sinyal pada level-level kunci maupun event area.

Entry berdasarkan sinyal price action yang terjadi dekat pada level resistance atau support dan event area biasanya lebih aman dan sering kali benar. Ini karena keadaan tersebut dikonfirmasi oleh ingatan pasar.

 

Area 'Ingatan Pasar'

Penggunaan acuan event area sebagai area ‘ingatan pasar’ bisa didahului oleh formasi price action tertentu (misalnya pin bar) atau tanpa formasi price action sebagai pemicu entry, seperti pada contoh kasus EUR/USD berikut:

Pasar Mempunyai Ingatan

Pin bar pertama di sebelah kiri membentuk event area sehubungan dengan kuatnya penurunan harga yang mengikuti seperti ditunjukkan pada chart trading diatas. Dari sini kita tahu bahwa area yang dekat dengan pin bar tersebut adalah area penting yang akan memberikan reaksi pada test selanjutnya jika pergerakan harga kembali mendekati area tersebut. Harga akan menguji level pada area ini setiap kali berada pada level yang dekat dengan event area.

Pin bar ke 2 yang terjadi pada 27 Pebruari secara jelas mengisyaratkan sinyal buy. Selain sentimen pasar yang cenderung buying seperti tampak pada bar candlestick yang bullish (berwarna putih), pin bar tersebut juga mengalami rejection (penolakan) pada event area yang lazim juga disebut false break. Pergerakan uptrend yang kuatpun terjadi sesudahnya. 

Pasar selalu mengingat level pada event area ini sebagai level yang signifikan dalam menentukan arah pergerakan harga. Selanjutnya harga kembali terkoreksi turun hingga pada 4 April kembali ke level pada event area ini. Seperti tampak pada gambar pergerakan harga kembali bullish setelah mengalami rejection pada level ‘ingatan pasar’ tersebut.

Contoh kasus berikutnya adalah harga yang bergerak ranging sebelum membentuk event area, dan pasar selalu menguji level pada area ini sebelum menentukan arah gerakan yang signifikan.

Pasar Mempunyai Ingatan

Level kunci GBP/USD pada 1.6667 dan gerakan downtrend yang kuat setelahnya (dimulai 24 Januari) menunjukkan level tersebut akan diingat pasar. Sebelumnya pasar bergerak dalam range tertentu (ranging) sebelum terbentul pin bar berekor panjang (long tail pin bar) pada 13 Maret. Sinyal price action yang mengisyaratkan pergerakan reversal ini segera diikuti oleh penurunan harga dan sekaligus membentuk event area di sekitar level tersebut. Perhatikan juga percepatan pergerakan harga ketika harga menembus level terendah pin bar. 

Tampak sekali lagi harga turun ketika berada pada level tersebut sebelum menembusnya. Ketika pergerakan harga kembali terkoreksi ke event area, sebuah rejection pin bar kembali membuat harga bergerak uptrend. Seperti pada contoh kasus sebelumnya pasar mengingat level pada event area tersebut, dan kita bisa menggunakannya sebagai referensi. Contoh diatas menunjukkan kondisi konsolidasi (ranging) sebelum membentuk event area.

 

Pasar Tak Pernah Lupa Level Support Dan Resistance

Seperti telah dibahas pada bagian sebelumnya, pasar tidak pernah melupakan level-level support dan resistance, terutama yang telah beberapa kali diuji. Semakin kuat suatu level support atau resistance, maka akan semakin diingat pasar; demikian pula, semakin lama level-level kunci tersebut terbentuk, maka akan semakin direspek (ditaati) pasar.

Ingatan pasar pada level-level kunci tak lepas dari konsensus para pelaku pasar untuk selalu memperhatikan level-level tersebut, itulah sebabnya mengapa setiap kali pergerakan harga mendekati level-level tersebut pasar akan bereaksi dengan kuat, atau berkonsolidasi di sekitar event area sebelum menentukan arah gerakan selanjutnya. 

Contoh berikut adalah event area yang terbentuk setelah pergerakan harga menembus level resistance.

Pasar Mempunyai Ingatan

Pada chart XAU/USD daily diatas, 1277 adalah level kunci yang bertindak sebagai resistance antara akhir Juni hingga awal Juli 2013. Setelah ditembus pada 11 Juli, level tersebut berubah menjadi support. Hal ini dikonfirmasi dengan konsolidasi pasar di sekitar level tersebut tanpa menembusnya. Setelah terbentuk rejection pin bar pada 7 Agustus 2013 (titik A) maka terjadilah pergerakan bullish yang kuat, dan level 1277 akan diingat pasar sebagai event area. Trader juga harus mengingat level ini sebagai level support kunci yang kuat.

Kita lihat pada pergerakan selanjutnya, tampak jelas pasar menguji level tersebut pada 2 Oktober (titik B). Setelah turun tajam, pasar berkonsolidasi dengan membentuk beberapa inside bar sebelum kembali ke level ini pada 15 Oktober 2013. Rejection bullish pin bar yang terbentuk setelah inside bar (titik C) menyebabkan pergerakan harga kembali bullish. Titik B dan C jelas menunjukkan pasar tidak akan pernah melupakan event area yang signifikan, dalam hal ini adalah level kunci 1277.

Sekarang perhatikan pergerakan harga beberapa bulan kemudian antara akhir Januari hingga awal Mei 2014:

Pasar Mempunyai Ingatan

Pada 27 Januari 2014 harga kembali “mengunjungi” level kunci 1277 yang saat itu telah berubah menjadi resistance kunci (titik D). Rejection pin bar menyebabkan harga bearish, dan pada 11 Pebruari kembali menembus level ini dengan diikuti pergerakan bullish yang kuat. Setelah menguji level ini lagi pada 1 April 2014 dan tidak menembus, harga kembali bullish (titik E). Rejection pin bar yang terbentuk pada titik F (24 April 2014) dan titik G (2 Mei 2014) juga menunjukkan keadaan yang sama. Seiap kali harga menyentuh level 1277 pasar akan bereaksi dengan kuat, dan hingga artikel ini ditulis, level kunci tersebut belum tertembus.

Sebagai kesimpulan, untuk mengetahui level kunci yang diingat pasar Anda harus mengetahui level-level support dan resistance yang signifikan (bukan minor), kemudian amati dimana terbentuk event area, dan setiap kali harga mendekati level tersebut Anda mesti waspada. Seperti contoh beberapa kasus dalam artikel berseri ini, pasar mempunyai ingatan yang kuat pada event area yang signifikan.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Jeki
jadi bgtu ya membaca chart ny? tapi kalo liat contoh di artikel...rata-rata pake tf d1 ya?apa ini patokan validny?kalo pake tf di bwhny gmn ya?
Sherly
@jeki..mencoba membantu..lah begitu aj kog repot..bang..tinggal abang buka meta..praktekin aj kalee. masih untung penulis tersebut mo berbagi. jarang-jarang lho penulis dunia mo buka tips gtu..
Wahono
@jeki..si nial itu kasih saran itu mungkin untuk bahan edukasi para pemula yang baru aj terjun ke dunia dagang valas, akan lebih mudah kalo pake timeframe yng harian. Pertimbangan trading dengan harian mungkin akan terasa enak bagi pemula. Salah satunya karena kita tidak terasa diburu-buru waktu dan juga akan masih ada waktu buat kegiatan yang lain.
Reza
@pak wahono..masa sih pak..lah saya pemula kog malah gak pas kalo pake TF D1..kelamaan. Saya bilang pemula itu harus masuk ke TF kecil, aga lebih cepet belajar. Syaratnya hanya untuk belajar lho. Pake demo aj..sering-sering MC..nah dari situ nati si pemula akan semakin tertantang untuk belajar-belajar-dan belajar lebih banyak
Ayu
@sherly..sist..kog gtu jg..orang beda-beda cara belajarny..kalo mo ngasih tau yang enak donk. Harusnya kamu tuh semangati orang yang mo belajar. ato malah kamu bimbing sekalian biar doi cepet ngerti+bisa mandiri..
Sherly
jeng @ayu..eh sorry jg ya..itu emang cara gue belajar. Kadang juga gue ketemu orang yang mbosenin+monoton+gak kreatif, mo nya disuapin mulu. Sorry yg gtuan lngsung aj gue kick..biar dia cepet tersadar. Bahwa gak semua guru+master mo berbagi ilmu dengan orang yang males-malesan gtu..
Johan
to all...wow wow wow.. kog jadi seru gni.. tapi topiknya kog makin mlenceng. inget, ntar di banned lho ama gan mimin... hehehe. ayo balik ke tema. Jadi menurut saya.. itulah seni forex. gak ada patokan yang pasti benar tentang sistem ato strategi. balik ke masing-masing individu. Cobalah semua fasilitas yang ada di aplikasi/platform meta, cobalah semua ilmu yang beredar di forum-forum. katakanlah tidak semua tapi semakin banyak mencoba akan semakin paham..ato malah semakin bingug.. hahahaha. kalo saya semakin belajar semakin ngerti sih. kalo saya makin bingung...sori oot lagi. ok deh semua paling tidak itu saran dari saya... terimakasih
Martin S
@ jeki: itu karena si Nial Fuller (penulis artikel ini) seringnya trading pakai tf D1, tapi mengenai level-level yang diingat pasar itu bisa terjadi pada tf berapapun. Nah, semakin kecil tf-nya semakin pasar mudah melupakan, atau semakin kecil tf-nya semakin kurang valid level-level tersebut kecuali level2 tsb juga muncul di tf tinggi. Semakin sering level2 tsb muncul pada tf tinggi semakin tidak mudah dilupakan pasar, atau semakin valid level2 tsb (sebagai support ataupun resistance)
Mira Mizdi
Hmm, masih ga mudeng aja sih trading di TF 1D, soalx kan pergerakan relatif lambt dibanding 4h kebawah, nah tuh kalo polanya udah keliatan di TF1D terus pas zoom ke TF 4H koq kadang malah bikin bngung ya (soalnya polanya dah beda lg)... Ada solusi?
Martin S
@ Mira Mizdi: Tiap time frame memang pola pergerakannya bisa berbeda, juga price actionnya, jadi tergantung di time frame berapa Anda trading. Kalau misalnya Anda melihat sinyal di time frame H4 maka Anda bisa entry di tf tersebut, hanya saja untuk arah trend dan level-level support dan resistance kunci bisa mengacu pada time frame yang lebih tinggi (daily atau weekly).