Pelajaran Trading Dari Sang Raja Spekulan, Jesse Livermore

122428

Sebagai Raja Spekulan, benarkah Livermore mengandalkan intuisi? Artikel ini akan mengupas jawabannya, sekaligus membeberkan berbagai pelajaran penting lain dari sang tokoh.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sudahkah Anda mengenal sosok Jesse Livermore? Ia adalah seorang trader legendaris yang terkenal sukses mengandalkan intuisinya. Kemampuannya dalam mengandalkan feeling bahkan sangat diakui hingga ia kemudian mendapat gelar Raja Spekulan. Bagaimana kisah perjalanan karirnya? Pelajaran trading apa yang bisa dipetik darinya?

Jesse Livermore

 

Belajar Trading Karena Tak Ingin Jadi Petani

Sejak usia 14 tahun, Jesse Livermore kabur dari rumahnya karena sang ayah bersikeras menyuruhnya untuk menjadi seorang petani. Jesse Livermore sendiri hanya mengenyam pendidikan sampai dibangku sekolah dasar. Namun nasib berkata lain, karena kemudian Jesse Livermore bekerja disebuah broker kecil yang berkantor di Boston, Amerika Serikat. Berawal dari sana, kemudian dia belajar secara otodidak dan memulai karir tradingnya, hingga pada akhirnya dikenal sebagai Speculator King (Raja Spekulan) karena intuisinya (feeling) dalam trading yang membawanya meraih keuntungan hingga 100 juta Dollar pada tahun 1929.

 

Pengalaman Jesse Livermore Dengan Strategi Averaging

Selama hidupnya, Jesse Livermore pernah memperoleh namun juga kehilangan jutaan Dollar. Dia mendapatkan 3 juta Dollar dan 100 juta Dollar pada tahun 1907 dan 1929, namun selang beberapa tahun kemudian dia kehilangan semua keuntungan tersebut. Kala itu, Livermore memberikan sebuah filosofi yang sangat penting bagi para trader, bahwa dia menambahkan posisi lebih banyak ketika posisi trading sesuai dengan market (averaging), dan melakukan cut-loss secepatnya bila mengalami kerugian. Disiplin dalam penerapan strategi averaging sangatlah sulit dan ketidakdisiplinan itu pula yang menjadi penyebab hilangnya semua uang yang pernah dikumpulkannya.

 

Tak Hanya Mengandalkan Intuisi

Jesse Livermore memiliki gayanya sendiri dalam bertrading. Ia dikenal sebagai trader yang menggunakan nalurinya untuk melakukan open posisi. Padahal, sangat sulit dipercaya ada seorang “gambler” yang berhasil menjadi trader sukses. Namun begitulah kenyataannya untuk Jesse Livermore. Lantas apa yang membuatnya bisa meraih hasil berbeda dari gambler lainnya? Ternyata, dalam mengalahkan market Jesse Livermore tak cuma mengandalkan feeling. Ia juga menerapkan pemahaman tentang sifat-sifat psikologis manusia sebagai pelaku pasar yang dimanfaatkannya untuk meraih kesuksesan di dunia trading.

 

3 Kutipan Berharga Dari Jesse Livermore

1. Dalam sebuah tulisannya dia menyebutkan bahwa :
“Sepanjang waktu, orang pada dasarnya bertindak dan bereaksi dengan cara yang sama di pasar sebagai akibat dari keserakahan, ketakutan, kebodohan, dan harapan. Itulah mengapa formasi numerik dan pola market muncul secara konstan.”

2. Dia juga berkomentar mengenai julukannya sebagai Raja Spekulan:
“Permainan spekulasi adalah permainan paling menarik di dunia. Tapi hanya jika anda mengetahuinya, karena spekulasi bukanlah sebuah permainan untuk orang-orang bodoh, bermental malas, orang dengan keseimbangan emosional rendah, ataupun orang yang bermimpi untuk cepat kaya. Mereka yang saya sebutkan pada akhirnya akan jatuh miskin.”

3. Anda juga perlu mengingat petikan berikut ini;
"Wall Street never changes, the pockets change, the suckers change, the stocks change, but Wall Street never changes, because human nature never changes." (Wall Street tak pernah berubah, dompet berganti, pecundang berganti, saham berganti, tapi Wall Street tak bernah berubah, karena fitrah manusia tak pernah berubah pula.)

Dari kisah kesuksesan Jesse Livermore di atas, terdapat beragam pelajaran berharga terhadap semua trader di seluruh belahan dunia: Bahwa menjadi seorang trader yang sukses tidak harus memiliki gelar ataupun pendidikan tinggi, disiplin terhadap strategi akan menghindarkan Anda dari kerugian besar, dan mengandalkan intuisi untuk menghadapi pasar saja tak cukup, karena Jesse Livermore sang Raja Spekulan pun ternyata punya senjata rahasia, yaitu psikologi trading untuk membantunya meraih kesuksesan.

 

Tertarik mengenal tokoh ini lebih lanjut? Saga yang menuturkan kesuksesan Jesse Livermore dan berbagai ungkapan bijaknya dituturkan pula dalam sebuah buku berjudul "Reminiscence of a Stock Operator".

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Amir Masta
Kesuksesan Jesse Livermore dari cara tradingnya yang sekilas tampak seperti judi itu sebenarnya karena dia juga punya strategi money management dan juga analisa trading. Meski dia seorang spekulan namun dia juga tidak sembarangan trading, dan akhirnya berhasil mendapat banyak keuntungan.

Lebih baik untuk membaca profilnya yang lebih lengkap di sini. Karena jika hanya membaca bagian di atas saja bukannya mengarahkan pemula untuk belajar ini malah bisa menjerumuskan untuk masuk trading dengan cara yang kurang baik.

Cara trading yang spekulatif punya resiko yang besar dan trader sukses dengan cara seperti demikian tidaklah banyak, bahkan mungkin lebih jarang dari peluang trader sukses yang sebenarnya sudah sedikit (5% dari seluruh trader yang ada).
Tamrin
makasih atas rekomendasix bro. sehabis ane baca disitu emang ternyata ada resep lain juga yg bikin livermore sukses. bukan cuma karena dia lagi untung tebakanx berhasil aja.

tapi ada teknik pyramiding n analisa price pattern juga dibalikx. tapi setelah baca awal perjalanan karirx sebelum beliau pindah ke new york emang kayak bener-bener orang ini beruntung dari menang taruhan. gimana ya situasix kalo pas di saat2 awal itu livermore trnyata lagi g beruntung n g mencetak profit yg bisa dia modalkan buat trading di new york?

hmm gimanapun tetep salut sama ini trader karna dia g meneruskan cara tradingx yg kayak bertaruh walaupun sebelumx udah pernah menikmati keuntungan dari bertaruh itu, berarti livermore juga bisa sukses mungkin karna bisa sadar ya bahwa jadi trader g bisa selamax mengandalkan keberuntungan aja.
Nick Heriyanto
salut juga dengan jesse livermore. sudah pernah kalah & bisa mengakui kekalahan trus menyebut kekurangannya juga. tdak banyak ada trader yg mampu mengakui kalah & apalagi menyebutkan kekurangannya sendiri.

tapi karena jesse livermore cuma pernah menyebutkan bahwa kekalahannya itu karena tidak disiplin, apa ini artinya dia tidak pernah kalah saat bertaruh???

kalau memang iya berarti instingnya benar2 akurat & bisa diandalkan ya? begini jadi memancing pertanyaan lain, kalau instingnya sudah akurat kenapa dia masih mengandalkan disiplin? disiplin itukan buat yg tdak mengandalkan insting & msh banyak ragu. smentara yg punya insting biasanya lebih pede & yakin bahwa instingnya bakalan benar.
Nanang Amh
Krn dr awal si jesse ni udh bnyk mng dr brtaruh. Mkny kmudian dia bnyk mngndlkn psikologis manusia bwt menang. Inikan sbnrny hmpr sm kyk cr penjudi yg bs mnang krn dia tau bgmn psikologis lawan2ny dn bs ambil ksmptn dr situ. udh jls bhw jesse livermore ini hmpr sprt pnjudi, yg kelasny sdh bkn d meja judi lagi tp d psr saham. Dn hebatny ia bs mengenali, memahami, dn mngambil mnfaat dr psikologis pasar.
Positive
Apapun pengalamannya yang penting cukup diambil pelajaran yang bermanfaat aja.... Kayak bagaimana caranya Jesse Livermore u/ tdk mengesampingkan faktor psikologis.... Kalau kita terapkan mungkin tdk harus kita bisa mengenali psikologis market secara keseluruhan....Cukup mulai dari memperhatikan psikologis trading kita masing2....Lalu soal disiplin bisa kita jadikan pelajaran supaya tdk lupa untuk terus menjaganya agar tidak rugi besar seperi Jesse Livermore
Dessy Permata
Bukannya Jesse Livemore itu akhirnya bunuh diri ya gara-gara cutloss dalem?
Hari Santoso
Jesse Livermore memang mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut, tapi hingga saat ini belum ada yang benar-benar tahu alasannya melakukan bunuh diri. Sepanjang karir investasinya, beliau sudah pernah profit besar, tapi beberapa kali juga mengalami loss hingga bankrut. Namun penyebab jatuh bangunnya karir Livermore masih diliputi rumor dan spekulasi, belum ada yang bisa diklarifikasi secara resmi. Dalam dunia trading, sosoknya dianggap besar karena hasil-hasil fantastis yang diraihnya, baik itu dalam hal profit maupun loss. Namun demikian, cara tradingnya tergolong misterius dan gaya hidupnya pun serba mewah.
Samsi
Ngeri. Trader forex atau spekulan besar punya pemahaman (bukan pengetahuan) tingkat tinggi. Bisa memahami manusia dan segala perilakunya. kalau sudah marifat ke pemahaman itu, jangankan uang, kapan dunia akan terbalik juga bisa dibaca. Tapi namanya juga masih manusia bukan Tuhan atau dewa, pasti ada kesalahan dan kekeliruannya. Intinya, tidak ada kata berhenti dalam belajar dan mengembangkan diri. Mereka yang beruntung pasti punya alasan yang memadai.