Peluang Investasi Di Ethereum, Kripto Terbaik Kedua Setelah Bitcoin

282824

Ethereum atau ETH melaju kencang hingga menjadi koin kripto terbaik kedua setelah Bitcoin. Bagaimana cara memanfaatkan peluang tradingnya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bagi Anda pengamat kripto, pasti sudah sangat familiar dengan istilah Bitcoin dan Blockchain. Selain 2 istilah itu, Anda juga pastinya tahu tentang Ethereum. Ethereum dengan koinnya yang bernama ETH saat ini menduduki peringkat 2 dari 1,519 koin yang beredar di pasar kripto. Artinya, Ethereum berhasil menjadi mata uang kripto paling menjanjikan setelah Bitcoin.

 

blockchain ethereum

 

 

Basis teknologi penciptaan Ethereum, atau biasa kita kenal dengan ERC20 telah mendominasi pasar ICO; sembilan dari sepuluh peringkat teratas token ICO di coinmarketcap menggunakan ERC20 sebagai basis penciptaannya. Bahkan dari 100 peringkat teratas, ERC20 mendominasi lebih dari 85%.

Karena hal di atas, Ethereum sering disebut sebagai platform Blockchain yang paling menjanjikan. Selain karena dukungan Ethereum sudah merebak hingga ribuan token di seluruh dunia, berbagai perusahaan raksasa yang tergabung dalam EEA (Enterprise Ethereum Alliance) seperti Intel, Microsoft, dan ratusan perusahaan lain, dapat memastikan bahwa Ethereum bisa (paling tidak) tetap eksis.

Dari beberapa faktor di atas, sudah dapat diambil kesimpulan bahwa Ethereum telah menjadi pemain besar di dunia teknologi Blockchain Trading Ethereum atau investasi pada perusahaan yang mengadopsi teknologi Blockchain ETH pun sangat relevan untuk dilakukan.

Sebelum melanjutkan pembahasan tentang probabilitas dan kemungkinan jangka panjang trading Ethereum, mari kita mengulas seluk-beluk Ethereum terlebih dulu.

 

 

Apa Itu Ethereum Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ethereum merupakan sebuah platform perangkat lunak yang terdesentralisasi dengan teknologi Blockchain, dan tersebar ke semua nodes jaringan di internet. Jaringan tersebut berfungsi sebagai sebuah ekosistem komputer, sehingga seluruh informasi tidak disimpan pada satu server saja. Dengan ini, keamanan data dianggap sangat terjamin dan hampir mustahil untuk dirusak.

Ethereum menggunakan bahasa pemograman yang mirip dengan Javascript. Bahasa pemrograman ini dikenal dengan Solidity, yang kemudian digunakan oleh para pengembang untuk membuat Smart Contracts.

 

coinmarketcap

 

 

Smart Contracts adalah perangkat lunak yang menjalankan perintah untuk mengurangi kecurangan, down time, gangguan sensor, maupun segala gangguan dari pihak ketiga. Selain Smart Contracts, pengembang Ethereum juga menciptakan EVM (Ethereum Virtual Machine), sebuah platform yang memungkinkan adopsi Blockchain Ethereum dan Smart Contracts Ethereum pada aplikasi apapun, seperti sistem pembayaran ritel, pengelolaan transaksi, supply chain management, dan berbagai penerapan lainnya.

Berbagai perintah dan protokol yang di kode-kan di dalam Smart Contracts merupakan elemen dasar Ethereum. Pada akhirnya, platform ini akan memiliki kecerdasan tinggi untuk menjalankan perintah tanpa campur tangan manusia. Protokol Ethereum dapat diterapkan di hampir seluruh aspek kehidupan manusia dan Internet of Things (IoT). Bahkan ke depannya, platform Ethereum akan mampu diadopsi untuk menggantikan seluruh fungsi pihak ketiga yang masih sering mengambil keuntungan dari proses transaksi.

Keberlangsungan koin Ethereum dapat bertahan hingga saat ini karena adanya penambang (miner). Penambang tersebut diberi imbalan atas investasi mereka pada perangkat keras, listrik, dan daya pemrosesan. Penambang juga membantu menjalankan jaringan, proses validasi, dan merawat ekosistem agar tetap utuh. Reward atau gaji bagi para penambang ini diberikan dalam bentuk ETH sendiri.

Setelah ETH diterima, pemilik investasi dapat secara bebas menggunakan reward tersebut, apakah untuk melanjutkan monetisasi pekerjaan mereka lebih lanjut, atau menukar ETH dengan Dolar AS dan mata uang fiat lainnya. ETH yang diterima juga dapat diinvestasikan kembali kepada para pengembang aplikasi DApps.

 

 

Apa Saja Keunikan Ethereum?

Tidak seperti platform Blockchain lainnya, Blockchain Ethereum bersifat Turing Complete. Hal ini memungkinkan program yang sangat canggih untuk dirancang dan berjalan di atas platform dasar tersebut. Dalam artikel tahun 2015 di Fast Company Magazine, Ethereum digambarkan sebagai sebuah komputer global yang dapat memberikan kontribusi dan diadopsi oleh seluruh jenis aplikasi online.

Blockchain Bitcoin memiliki keterbatasan dalam hal potensi fungsionalnya, karena sebagian besar terkait dengan bahasa Scripting. Ethereum tidak seperti itu, karena bersifat lebih luas dan ekspansif. Ethereum juga berbeda dengan Bitcoin yang hingga kini masih mengalami masalah Skalabilitas. Dengan jumlahnya yang tidak terbatas, Ethereum dapat dengan mudah diskalakan. Sehingga meskipun Ethereum mencapai tingkat popularitas yang sama dengan Bitcoin, masalah skalabilitas di masa depan dapat dengan mudah diselesaikan dengan update secara terpisah.

 

 

Tingkat Keamanan Platform Ethereum

Skenario hacking, DdoS, dan kegiatan peretasan lainnya hampir tidak mungkin dilakukan pada platform Ethereum. Adanya Smart Contracts memastikan bahwa jika terjadi dua atau lebih transaksi yang sama, maka GAS (fee transaksi) akan dinaikkan beberapa persen. Jadi saat terjadi DdoS, peretas justru akan kehilangan seluruh dananya sebelum platform Ethereum mengalami gangguan.

Insiden hacking Ethereum yang pernah terjadi sejauh ini, adalah indisen DAO pada tahun 2016 silam. Insiden disinyalir murni karena kelalaian pihak DAO. DAO menyimpan hasil pengumpulan dana ICO hanya pada 1 Wallet, sehingga peretasan dengan sistem phising-pun bisa dilakukan.

Hingga saat ini, Ethereum masih menggalkkan program bernama Bounty Ethereum. Program ini menawarkan insentif bagi siapa saja yang dapat menemukan kelemahan atau celah di kode maupun metodologi perangkat lunak platform Ethereum.

 

 

Peluang Investasi Di Ethereum

Jumlah Investor yang terlibat dalam due diligence atau penelitian Ethereum terus berkembang, dengan adanya opsi DApps yang dapat diadopsi oleh perusahaan apapun. Bagi pihak perusahaan, Ethereum menawarkan kemungkinan solusi layering di atas ekosistemnya. Meskipun sampai saat ini Bitcoin tetap menduduki popularitas teratas, banyak ahli keuangan telah melihat potensi Ethereum yang dapat melebihi Bitcoin. Potensi ini telah ditelaah dengan baik dalam nilai valuasi dan koin ETH, maupun pada perkembangan Blockchain Ethereum.

Sehingga untuk trading dan diversifikasi portofolio Anda, sebaiknya tekankan pada koin yang menggunakan basis Blockchain Ethereum. Jika khawatir dengan gejolak koin kripto yang masih sangat volatil, Anda bisa berinvestasi jangka panjang pada saham perusahaan yang mengadopsi platform EVM dan Smart Contracts.

Sebagai contoh, kita bisa berinvestasi di koin VeChain (VEN) yang baru diluncurkan pada pertengahan November 2017. Bisa dilihat dari chart di bawah, pertumbuhan VeChain yang mengadopsi platform ERC20 telah membukukan kenaikan hingga 3,800% hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

 

vechain

 


Lalu, contoh lain adalah Stock Intel Corporation (INTC) yang mulai bergabung dengan EEA (Enterprise Ethereum Alliance) pada Mei 2017. Nilai dari Stock INTC mengalami lonjakan cukup besar setelah perusahaan tersebut memutuskan untuk Join dengan EEA.

 

saham intel

 

 

Contoh terakhir adalah Eastman Kodak Company yang mengadopsi teknologi Blockchain Ethereum dengan menciptakan koin KODK berbasis ERC20. Saham kodak langsung naik lebih dari 400% dalam waktu singkat, setelah adopsi dilakukan.

 

saham kodak

 

 

Penutup

Dunia kripto menyajikan investasi dengan tingkat return yang sangat tinggi. Hal ini juga tentu saja diikuti dengan tingkat risiko tak kalah tinggi. Seperti dalam penjelasan di atas, berbagai teknologi berbasis Blockchain Ethereum, ERC20, maupun VCM, bisa dijadikan sebagai aset investasi potensial. Basis-basis ini telah digunakan oleh berbagai perusahaan multinasional di dunia. Jika Anda tidak terlalu tertarik dengan investasi Ethereum secara langsung, Anda juga bisa belajar berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang menggunakan Blockchain sebagai teknologinya.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.