Advertisement

iklan

Penerapan Backtest Yang Tepat

Melihat track record merupakan salah satu kegiatan penting bagi trader. Artikel berikut akan membahas bagaimana memanfaatkan backtest untuk kinerja mendatang.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Ada satu ritual yang layak dilakukan saat pasar sedang tidur bagi seorang trader. Kembali ke masa lalu, lihatlah track record dari pergerakan harga dimasa lalu. Apa? Haruskah kita kembali ke masa lalu sedangkan kita sekarang sedang memikirkan keadaan untuk masa depan? Apa untungnya? Tunggu dulu, memang benar kata anda, bahwa kita harus focus di action untuk masa depan dari pada sekedar memikirkan masa lalu, apalagi kalo masa lalu tersebut penuh dengan kenangan manis loss bertubi-tubi…hehehehe. Ok, begini terlepas dari semua trading plan yang anda sedang gunakan, saya ingin membagi sebuah pengalaman tentang memanfaatkan masa lalu yang akan bermanfaat untuk meningkatkan kinerja akun anda dimasa mendatang.


Trading lebih nyaman dengan mengikuti tren

Tren bergerak seperti serangkaian kereta api. Kereta api? Apa hubungannya? Begini, itu hanya sebuah istilah yang biasa saya biasa saya gunakan untuk menggambarkan sebuah tren yang bergerak seperti sebuah kereta api. Amatilah bagaimana pergerakan sebuah rangkaian kereta api. Kereta api sangat lambat bergerak namun begitu dia sudah berjalan kencang, apapun yang berada di depannya tidak akan mudah untuk menghentikannya sekalipun itu sebuah tank. Tren, dengan demikian bisa disebut sebagai sebuah kondisi yang akan memudahkan anda untuk mencetak skor sehingga akun anda akan semakin bertambah gendut. Nah, ada suatu fenomena yang banyak terjadi diantara banyak trader: jika tren itu memudahkan untuk menambah pip, kenapa banyak yang mengalami loss atau tidak bisa mengoptimalkan peluang di kondisi ini? Jangan-jangan anda juga mengalaminya..hehehe. Begini, paling tidak ada 2 hal, mengapa hal itu tetap terjadi:


1. Selalu mencari-cari titik terendah atau tertinggi

Lihatlah contoh ini:

mencari titik terendah atau tertinggi


Dalam kondisi ini, saat para trader sudah terlanjur memasang posisi SELL, masih saja mereka berkeras kepala untuk tetap masuk dengan open posisi SELL yang lain. Trader-trader tersebut masih saja melakukan perkiraan-perkiraan dan hitungan-hitungan yang berkaitan dengan titik tertinggi dari sebuah tren naik. Mereka selalu berharap bahwa mereka akan mendapatkan hasil lebih dengan mempersiapkan strategi “kontra tren”.


2. Terlalu cepat menutup posisi

Lihatlah contoh ini:

terlalu cepat menutup posisi


Trader yang menggunakan konsep breakout pasti sudah melakukan open posisi dengan kondisi tersebut. Nah, sekarang kita ikuti proses berikutnya, berkembangnya pip secara positif akan membuat hati kita berbunga-bunga. Proses berikut, koreksi harga. Di titik inilah mental atau keyakinan kita terhadap trading rule kita, mulai diuji. Harga mulai bergerak berbalik dari arah open kita. Katakanlah kita sudah memperoleh profit 100 pip setelah menunggu sekian lama, tiba-tiba karena suatu berita, harga berbalik arah menguras pundi-pundi pip kita hingga tersisa 50 pip atau bahkan hanya tinggal 10 pip saja. Ujian mental dimulai disini. Akankah anda melakukan cut profit? Atau anda tetap bertahan pada rule anda?



Trading di posisi sideway lebih berisiko

Lihatlah contoh ini:

resiko trading sideways


Mungkinkah anda mendapatkan profit disini? Sangat mungkin, namun saran saya, lakukanlah backtest dengan lebih teliti dan mendalam. Carilah lebih banyak kondisi sideway dan lakukanlah test untuk mendapatkan sinyal yang paling dominan ato paling valid. Trading diposisi sideway lebih berat dibandingkan dengan kondisi trending.



Nilai lebih dari suatu data mingguan

Lihatlah contoh ini:

nilai lebih


Betapa valid dan mudah nya sinyal ditemukan di timeframe ini. Jika anda masih meragukannya, saya sarankan, segera coba lakukan backtest lagi. Anda akan terkejut dengan banyaknya
kepastian yang terjadi pada timeframe ini.



Kesimpulan

Melakukan backtest atau memanfaatkan data-data pasar memahami pergerakan harga di masa lalu baik dalam kondisi trending ataupun sideway akan sangat membantu anda untuk meningkatkan kinerja akun. Sekarang anda telah tau jika anda telah mendapatkan suatu kondisi awal tren dari pergerakan harganya, paling tidak anda sekarang tidak akan cepat-cepat untuk melakukan cut profit. Anda sekarang sudah bisa membayangkan bagaimana harga akan bergerak dimasa mendatang. Seperti contoh berikut…

kesimpulan backtest trading


Ingat, harga tidak akan bergerak serta merta sesuai dengan harapan anda dalam semalam. Nikmati pergerakan naik turunnya. Anda kan sudah pernah melihatnya dalam data-data di masa lalu. Jadi, tetaplah tenang dan rileks, biarkan pasar bergerak beserta koreksi harganya. Anda tinggal amati momentum-momentumnya seperti yang telah lihat di masa lalu.

230020

Kukuh Raharjo aktif sebagai penulis berita dan artikel di Seputarforex.com sejak tahun 2014 serta aktif juga sebagai freelance di dunia social media promotion. Sambil masih bertrading forex online, Kukuh Raharjo juga menggeluti dunia blogging dengan posisinya sebagai pengisi konten lepas.

Andri Candra
Agak tertipu, dari judulnya sy pikir ini membahas tentang cara backtest strategi trading yang banyak dilakukan untuk menguji suatu sistem atau EA. Ternyata hanya tips-tips trading dengan melihat tren kondisi harga secara keseluruhan. Pertanyaannya, apa hanya dengan melihat kondisi pergerakan harga di periode sebelumnya pada chart juga bisa disebut backtest? Sebelumnya saya kenal istilah ini bersamaan dengan forward test yang biasa dilakukan untuk menguji sistem.
Beni
Menurut saya. analisa chart yang sudah tertera pada aplikasi MT4 berapapun rentang waktu kebelakang sudah layak disebut backtest. Backtest tetap bisa dilakukan dengan manual atau robot. Ingat sejarah muncul dan suksesnya Japanese Candlestick kan bang? Jauh hari sebelum ada sistem komputerisasi, sang maestro penciptanya sudah melakukan backtest secara manual bukan?