OctaFx

iklan

Penerapan Price Action Yang Efektif

Strategi Price Action merupakan salah satu teknik yang dipakai oleh para trader untuk meraih profit. Ketahui cara menerapkan Price Action yang efektif pada artikel di bawah ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam melakukan trading forex, salah satu strategi yang banyak dipakai adalah dengan memanfaatkan Price Action. Dengan mengetahui cara menerapkan Price Action, trader dapat menentukan peluang yang tepat untuk membuka ataupun menutup posisi. Namun sebelum bisa menerapkannya, tentu Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa yang disebut sebagai Price Action.

Definisi dari Price Action adalah pergerakan harga suatu aset atau suatu pair mata uang, sedangkan strategi Price Action berfokus pada analisa pergerakan harga di masa lampau, dengan harapan menemukan pola yang dapat dipelajari untuk membantu mengambil keputusan trading ke depannya. Ada begitu banyak metode yang bisa dikombinasikan, tapi Strategi trading Price Action paling sederhana dan efektif adalah yang digabungkan dengan Support atau Resistance, baik yang berupa garis horizontal maupun Trendline.

Trendline

Mengapa bisa begitu?

Simpel saja: Event Area di sekitar garis horizontal sering digunakan untuk menentukan level Stop Loss atau Take Profit, tidak peduli apakah kondisi pasar sedang Trending atau Sideways. Hal ini dimungkinkan karena pada area tersebut, sering terbentuk formasi bar yang mengindikasikan sinyal cukup valid.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat menerapkan Price Action:

  • Garis horizontal dan garis tren (Trendline) sering digunakan para analis untuk mengukur kekuatan pergerakan harga.
  • Batas-batas di sekitar garis Trendline lazim disebut Channel.

Channel dan Trendline

(Baca Juga: Menggunakan Garis Trend Dalam Trading)

 

Cara Menerapkan Price Action Dalam Trading Forex

1. Saat Pasar Dalam Kondisi Trending

cara penerapan Price Action 1

Seperti tampak pada gambar di atas, USD/CHF bergerak Downtrend dengan level-level Support dan Resistance (berupa garis horizontal) yang mengikuti aturan perubahan: Support yang telah ditembus akan menjadi Resistance, sementara jika Resistance berhasil ditembus, maka ia akan menjadi Support..

Swing Point merupakan area potensial terbentuknya sinyal dari Price Action. Dalam hal ini, formasi Pin Bar yang terbentuk pada Swing Point mengisyaratkan terjadinya koreksi pada arah trend utama (Downtrend). Kita bisa membuka atau menutup posisi secara manual pada Swing Point setelah sinyal trading terjadi. Semua Pin Bar pada contoh di atas mengalami penolakan (False Break) pada level-level Support dan Resistance, sehingga bisa dianggap valid. Sedangkan untuk pasar yang Uptrend, proses yang terjadi adalah kebalikannya.

 

2. Saat Pasar Dalam Kondisi Sideways

Cara penerapan price action 2

Pada contoh di atas, ke-4 Pin Bar terjadi pada level-level Resistance dan Support. Untuk kondisi pasar yang Sideways (Ranging), kita cukup mengamati formasi bar yang terbentuk pada Resistance dan Support. Jika terjadi Break, pastikan hal tersebut bukanlah False Break.

Mengapa formasi Pin Bar di sini penting? Perlu diketahui, trader forex seringkali salah menyangka bahwa semua Pin Bar terbentuk karena alasan yang sama. Padahal, banyak faktor lain yang mempengaruhi terbentuknya Pin Bar tersebut selain ukuran, karakteristik, perbedaan dengan Pin Bar sebelumnya, serta faktor-faktor teknis lainnya. Salah satu hal yang perlu dicermati adalah momen saat trader besar mengambil aksi Take Profit.

Untuk kondisi False Break, kita bisa buka posisi lagi setelah bar tersebut selesai terbentuk. Level Stop Loss dan target profit bisa ditentukan pada level yang dekat dengan Support Resistance-nya, sesuai dengan arah posisi Entry yang kita ambil.

Dalam kondisi pasar yang mendatar seperti contoh di atas, kekuatan garis Support atau Resistance tidak dapat menunjukkan lamanya keadaan Sideways berlangsung. Pada dasarnya, Sideways terjadi karena pasar sedang melakukan konsolidasi. Langkah aman yang bisa diambil adalah menunggu pasar mencapai kesepakatan dan menentukan trennya.

 

3. Saat Terjadi Penembusan Garis Support

Cara penerapan Price Action 3

Pada gambar chart USD/CAD Daily di atas, tampak Setup Inside Bar pada Event Area garis horizontal (dalam hal ini garis Support) sebelum ditembus dan berubah jadi Resistance. Selanjutnya, terbentuk setup Price Action Pin Bar yang mengalami penolakan (False Break) pada Event Area garis tersebut, sebagai Re-test yang menunjukkan kekuatan tren.

Dari ke-3 contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa penerapan strategi Price Action akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan faktor yang mendukung, dalam hal ini garis horizontal Support atau Resistance. Namun demikian, ada lagi cara penerapan Price Action yang direkomendasikan jika harga mengalami Reversal, yakni konfirmasi dengan area Supply And Demand.

 

4. Saat Terjadi Reversal

Pembalikan ini tidak sama seperti pembalikan dalam range yang terjadi pada kondisi pasar Sideways di atas, karena harga bisa saja membentuk tren baru dengan sangat kuat setelah membentur suatu level penting. Memprediksi kapan Reversal akan terjadi adalah target dari banyak trader Price Action.

Sayangnya, tidak banyak cara untuk benar-benar memprediksi kapan Reversal akan terjadi, apalagi jika hanya berdasarkan pada keadaan harga saat ini saja. Kebanyakan trader memprediksi momen Reversal dari titik harga yang diambil dari masa lalu, dengan memanfaatkan metode Support And Resistance, atau jika ingin lebih terukur lagi, trader bisa menggunakan area Supply And Demand.

Cara yang paling umum untuk mendeteksinya adalah dengan mencermati pola candlestick tertentu yang terbentuk di dalam zona penting Supply atau Demand. Contohnya, jika Anda melihat harga naik menuju area Supply dengan gerakan yang tajam, disusul oleh sinyal Price Action seperti pola Bearish Engulfing, hal itu adalah pertanda bahwa akan terjadi Reversal.

trading supply demand

(Baca Juga: Trading Dengan Supply And Demand Ala Trader Pro)

 

Kesimpulan

Untuk mengetahui cara menerapkan Price Action yang efektif, trader perlu mempelajari Support Resistance dan formasi candlestick terlebih dahulu. Selanjutnya, trader dapat menganalisa bagaimana pergerakan harga di titik Support and Resistance atau Supply And Demand, sesuai dengan kondisi pasar yang sedang berlangsung. Dengan banyak latihan, trader akan mampu untuk membedakan mana yang merupakan pergerakan terkonfirmasi, serta mana yang merupakan False Movement.

 

Strategi Price Action banyak dipilih karena terkesan simpel dan tidak membutuhkan indikator. Untuk menambah wawasan Anda, dapat ditambah dengan membaca artikel strategi Naked Trading yang simpel untuk pemula. 

Jika Anda memiliki lebih banyak pertanyaan tentang Price Action, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus Price Action berikut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Wahyu Maulana
berapa sebetulnya jumlah bar yang ideal untuk mengkonfirmasi break? apa bisa berbeda di tiap time frame? karena klo disamakan bisa drastis sekali perbedaannya, misal perlu tunggu 3 bar yg terbentuk, kalo di time frame hourly paling cuma menunggu 3 jam, sedangkan di time frame daily harus menunggu 3 hari
Martin S
@ wahyu maulana:
Konfirmasi breakout tidak disimpulkan berdasarkan jumlah bar, tetapi harga penutupan saat break (menembus) level tersebut, dan harga pembukaan bar berikutnya. Pada contoh berikut masing-masing pada time frame daily (XAU/USD dan GBP/USD). Perhatikan ke 2 resistance tsb sama-sama kuat. Ketika XAU/USD berhasil breakout, harga penutupan breakout bar ditutup diatas level resistance dan bar berikutnya juga dibuka diatas resistance. Sementara GBP/USD yang gagal breakout (false breakout), harga penutupan breakout bar ditutup dibawah level resistance dan bar berikutnya juga dibuka dibawah resistance. Untuk time frame: makin tinggi time frame makin valid kondisi breakout tsb, walaupun memang harus menunggu lebih lama.

Ikwan Triono
Dgn price action bs membantu analisa dengan garis horisontal walaupun pasar sdng trending. Tp price action yg mncul di area2 event bentukny macem2. Ane blm sbrp paham sama nama2ny, tp ada bbrp yg cmn 1 candle, ada yg disinyalkn sm 2 candle. Kalau ada bnyk jns pola yg bisa dipakai utk menandai penolakan ini, bgaimana y cara menghapalkanny dgn mudah?
Martin S
@Ikwan Triono:
Tidak harus dihafalkan Pak, yang penting dimengerti alur perubahan sentimennya. Yang penting dan sering muncul di pasar hanya 2 macam yaitu pin bar (1 candle saja), dan inside bar (2 candle plus mother bar-nya). Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa membaca:
- Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar
-Trading Dengan Strategi Inside Bar
Om Roy
trading price action paling baik di tf berapa?
apa ada pair khusus ato waktu trading khusus yang paling baik untuk trading price action?
Martin S
@ om roy:

  • Makin tinggi time frame makin valid sinyal price action. Misal sinyal yang terjadi pada tf daily akan lebih valid dari sinyal yang terjadi pada tf hourly (1 jam).
  • Tidak ada pair khusus, price action berlaku universal. Bahkan tidak hanya pasar forex, tapi pasar saham, komoditi dan futures juga bisa dianalisa dengan akurat dengan price action karena pada dasarnya price action adalah indikator sentimen pasar.
  • Tidak ada waktu trading khusus untuk menggunakan price action, tetapi tentu bukan waktu dimana pasar sedang choppy (bergerak slow dan tidak menentu).
Melvin Prayogo
Dalam kondisi pasar sideways seperti diatas, kekuatan garis support atau resistance tidak menjamin lamanya waktu keadaan sideways yang terjadi....

Lalu bagaimana kita bisa memperkirakan sideways akan berakhir? Karena untuk mencari tren kite tidak tahu kapan pasar akan kembali menemukan kesepakatan. Biasanya kita tahu setelah sudah terbentuk tren baru yang menyelesaikan sideways tersebut. Apa ada cara tertentu yang bisa digunakan untuk mengetahui potensi pembentukan tren baru pada saat pasar masih sideways?

Trims
Martin S
@ Melvin Prayogo:
Untuk mengetahui potensi trend baru berarti Anda bicara jangka menengah panjang, dan untuk itu mesti dianalisa dari fundamentalnya. Misal saat The Fed akan memulai tapering pada Oktober tahun lalu pasar sudah memperkirakan trend USD akan kembali bullish, atau berpotensi bullish, dan memang demikian kenyataannya. Untuk memprediksi trend jangka pendek hanya berdasarkan analisa teknikal saja sangat sulit karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging (terlambat merespons perubahan pasar). Yang bisa diandalkan dalam jangka pendek adalah mengamati terjadinya divergensi antara pergerakan harga dan indikator (divergensi bullish atau divergensi bearish).
Endang Abiz
@melvin - secara teknikal ane kurang tahu, tapi agan bisa coba perhatiin berita yang mau rilis dihari itu. saat harga akan break dari kondisi sideways biasanya dikarenakan oleh pengaruh data fundamental yang rilis. kalau kepingin manfaatkan trending harga setelah break mending tunggu entry di waktu dekat2 rilis berita, atau pasang pending order di area tertentu.