OctaFx

iklan

Pengantar Trading Dengan Price Action (3)

Sentimen pasar bisa diamati melalui pin bar, inside bar atau fakey bar. Untuk entry, yang paling penting adalah menentukan faktor pendukung yang mengkonfirmasi keadaan tersebut, bisa berupa resistance dan support baik yang statis maupun yang dinamis, serta level-level Fibonacci retracement. Banyak faktor yang mempengaruhi sentimen pasar, termasuk rilis berita ekonomi hingga faktor geopolitik. Strategi price action hanya salah satu cara trading yang relatif sederhana dan mudah dipahami.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini adalah lanjutan dari bagian (2) artikel dengan judul yang sama

Trading dengan strategi price action

Setelah mengidentifikasi kondisi pasar, langkah berikutnya adalah menentukan level-level kunci sebagai faktor pendukung. Keadaan trending atau konsolidasi mencerminkan sentimen pasar untuk jangka menengah dan panjang. Uptrend menunjukkan sentimen bullish dan sebaliknya downtrend mengisyaratkan sentimen pasar sedang bearish.

Sentimen pasar saat ini bisa diamati melalui pin bar, inside bar ataupun false bar. Untuk entry, yang paling penting adalah menentukan faktor pendukung yang mengkonfirmasi keadaan tersebut. Faktor pendukung bisa berupa level resistance dan support baik yang statis berupa garis horisontal maupun yang dinamis berupa moving average, serta level-level Fibonacci retracement.

Tanpa konfirmasi faktor pendukung, bisa jadi setup price action kurang valid, atau probabilitasnya rendah. Ini disebabkan karena hampir semua pelaku pasar memperhatikan level-level penting (resistance atau support). Jika harga menembus level resistance penting, maka probabilitas untuk terjadinya sentimen bullish cukup besar. Dengan terbentuknya setup price action di sekitar resistance tersebut, maka sinyal buy di sekitar level tersebut akan sangat valid.

Sifat pasar secara alami akan selalu berulang, mencerminkan reaksi para pelakunya terhadap variabel ekonomi global, sehingga pola-pola pergerakan harga juga akan selalu berulang.
Strategi trading dengan mengikuti perubahan pola-pola tersebut dinamakan strategi price action. Pengulangan sebuah pola tertentu menunjukkan sentimen pelaku pasar yang pernah terjadi sebelumnya, dan biasanya memberikan petunjuk yang kuat untuk terjadi lagi. Para price action trader percaya bahwa dengan mengamati setup price action dan faktor-faktor pendukungnya maka akan diperoleh gambaran pergerakan harga selanjutnya. Berikut illustrasi keadaan tersebut pada chart GBP/USD daily:


                 Pengantar Trading Dengan Price Action

Contoh lain adalah pada chart USD/JPY daily berikut:


                 Pengantar Trading Dengan Price Action

Tampak level Fibo retracement 50% adalah support yang kuat setelah sebelumnya 2 kali diuji, dan dianggap sebagai level support kunci. Dengan terbentuknya pin bar yang memotong level tersebut, atau mengalami rejection, maka sentimen pasar cenderung bullish. Dalam hal ini level support kunci Fibo retracement 50% adalah faktor pendukung yang kuat.

Jika diperhatikan, rejection pin bar diatas adalah pengulangan dari keadaan pada contoh sebelumnya untuk level resistance, dimana sentimen pasar cenderung bearish setelah pin bar mengalami rejection pada level resistance (pin bar reversal). Meski begitu sentimen pasar tidak pasti akan selalu berulang demikian, hanya probabilitasnya tinggi.

Trading dengan strategi price action adalah mengenai sentimen pasar, dan sentimen pasar tidak bisa diprediksi dengan pasti. Banyak faktor yang mempengaruhinya, termasuk rilis berita ekonomi hingga faktor geopolitik. Strategi price action hanya salah satu cara trading yang relatif sederhana dan mudah dipahami.

Selesai.

Sumber : www.learntotradethemarket.com - What Is Price Action Trading ? – Introduction To Price Action

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Setiawan
bner2 ga pake indi apapun yaaa? bikin di forum dunk bray..biar bisa tanya jawab soal price action.
Martin S
@ setiawan: Indikator hanya terbatas pada moving average untuk melihat level support / resistance dinamis. Selain itu alat bantu yang sering digunakan adalah Fibonacci retracement dan expansion untuk menentukan support / resistance tambahan dan target exit. Kalau garis support / resistance mutlak diperlukan. Bagi yang belum berpengalaman trading dengan PA, biasanya menggunakan bantuan indikator oscillator untuk menentukan momentum entry yang tepat setelah mendapatkan sinyal dari PA.
Nirina
Bang Martin di tulisan atas itu si pengarang apakah juga masuk pasar saat ada rilis berita? Jelasnya misal sinyal price action juga muncul bersamaan dengan berita penting, apakah teknik tersebut juga bisa dipakai?
Martin S
@ Nirina:
Kalau menurut pengarang artikel ini (Nial Fuller), dia tidak masuk pasar menjelang rilis data berdampak tinggi, dan baru masuk setelah data dirilis dan marah pergerakan harganya diketahui. Analisa price action disesuaikan dengan pergerakan harga setelah data dirilis. Biasanya saat data dirilis price action sudah menunjukkan arah pergerakan harga yang jelas, sedang sebelum rilis data kita belum tahu arah pergerakannya, demikian juga price actionnya belum jelas.