Pengaruh Obligasi Terhadap Pasar Forex

226186

Banyak berita tentang pengaruh obligasi pemerintah terhadap nilai tukar negara penerbit obligasi tersebut di pasar forex. Bagaimana hubungan itu terbentuk?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pasar keuangan meliputi perdagangan mata uang (forex), saham, bond (obligasi) dan efek lain yang saling mempengaruhi. Aliran dana dalam jumlah besar yang masuk ke pasar saham suatu negara akan menyebabkan fluktuasi pada nilai tukar mata uang negara tersebut, demikian pula pergerakan harga suatu komoditi akan mempengaruhi fluktuasi pada nilai tukar mata uang negara penghasil komoditi tersebut. Selain pasar saham dan komoditi, pasar obligasi juga mempunyai pengaruh pada pasar forex yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara penerbit obligasi tersebut.

Trader forex telah mengetahui hubungan antara saham dan pasar forex. Namun, bagaimana dengan pengaruh obligasi terhadap pasar forex? Mari simak bersama dalam artikel ini.

Pengaruh Pasar Bond Terhadap Pasar Forex

 

Peran Krusial Obligasi Pemerintah Dalam Perekonomian

Jangkauan pasar obligasi sangat luas dan nilainya juga cukup besar. Contohnya seperti pasar obligasi di Amerika Serikat yang mencapai USD 10.7 trilliun per Desember 2008. Setiap negara di dunia ini dapat menerbitkan obligasi masing-masing dengan harga dan yield berbeda-beda.

Obligasi tidak hanya bisa diterbitkan oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh pemerintah kota, institusi dan berbagai perusahaan swasta. Penerbitan obligasi dipandang sebagai salah satu sumber modal likuid yang cukup besar di samping penjualan saham secara publik. Para pemain di pasar obligasi (baik obligasi pemerintah atau korporasi) terdiri dari investor individu dengan nilai investasi yang relatif kecil hingga pemerintah suatu negara dengan nilai investasi yang sangat besar, sehingga isu atau rilis data yang menyangkut perekonomian suatu negara akan berdampak pada pasar obligasi.

Pasar obligasi pemerintah lebih berdampak terhadap nilai tukar mata uang negara terkait, sehingga lebih diperhatikan trader forex. Hal ini disebabkan karena obligasi pemerintah jauh lebih kredibel (bisa dipercaya) dibandingkan obligasi perusahaan dalam hal kepastian pembayarannya. Sebuah perusahaan yang dikategorikan besar sekalipun bisa mengalami default (gagal bayar) disebabkan oleh salah kelola, sehingga perusahaan tersebut bangkrut. Namun, obligasi pemerintah tidak akan benar-benar default selama negaranya masih eksis.

Hasil yang diperoleh dari penjualan obligasi pemerintah digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan mendukung ketahanan defisit anggaran, sehingga fluktuasi di pasar obligasi pemerintah akan sangat mempengaruhi nilai mata uang suatu negara. Selain itu, fluktuasi di pasar obligasi juga berhubungan dengan kredibilitas kebijakan moneter bank sentral negara tersebut.

 

Contoh Pengaruh Obligasi Terhadap Pasar Forex

Salah satu obligasi pemerintah yang paling berpengaruh di pasar forex adalah obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10-tahunan. Hal ini khususnya karena karena yield obligasi AS sangat bergantung pada tingkat inflasi, dan inflasi berhubungan erat dengan pertumbuhan. Fluktuasi yield 10-Year US Treasury seringkali diikuti oleh naik-turunnya nilai tukar Dolar AS. Apabila yield obligasi AS tersebut meningkat, maka akan mendukung penguatan Dolar AS terhadap mata uang dengan yield lebih rendah. Sebaliknya, jika yield obligasi AS tersebut melemah, maka Dolar AS berpotensi untuk melemah terhadap mata uang dengan yield lebih tinggi.

Di samping itu, yield US Treasury bisa digunakan untuk mengukur kondisi ekonomi AS, apakah sedang ekspansi atau memasuki masa resesi. Kondisi ekonomi ekspansif (normal) ditandai dengan yield obligasi AS bertenor 10-tahunan yang lebih tinggi daripada yield obligasi bertenor 2-tahunan. Apabila yield obligasi bertenor 10-tahunan turun drastis hingga lebih rendah daripada yield obligasi bertenor 2-tahunan, maka hal itu dianggap sebagai salah satu indikasi resesi di negeri Paman Sam.

Dalam perkembangannya, pasar obligasi pemerintah juga mempunyai dampak jangka panjang pada tren nilai tukar mata uang suatu negara. Kinerja pasar obligasi pemerintah yang baik akan cenderung menyebabkan nilai tukar mata uang menguat. Contohnya US Dollar yang tidak juga kolaps sekalipun pengeluaran pemerintah AS amat masif dengan hutang pemerintah yang besar.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.