Pengaruh Siklus Ekonomi Terhadap Pasar Forex

126366

Kondisi ekonomi selalu berubah-ubah dari meninggi lalu merendah. Jadi, bagaimana pengaruh ekonomi terhadap pasar forex? Simak dinamika siklus ekonomi di sini.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Siklus ekonomi (economic cycle) selalu terjadi dalam tatanan ekonomi suatu negara dan ekonomi global. Seperti halnya keadaan alam, ada beberapa musim yang silih berganti mesti terjadi. Resesi suatu negara tidak akan terus-menerus berlangsung, demikian juga masa booming atau puncak ekspansi. Siklus ekonomi adalah keadaan ekonomi yang selalu akan berulang setiap periode tertentu, baik pada negara industri maju atau negara berkembang. Selaras dengan perubahan-perubahan itu, pengaruh ekonomi terhadap pasar forex pun silih berganti.

Pengaruh Siklus Ekonomi Terhadap Pasar

Siklus ini mengikuti trend pertumbuhan ekonomi yang berfluktuasi sesuai dengan aktivitas investor dan konsumen seperti ditunjukkan pada indikator fundamental. Perubahan indikator fundamental saat ekspansi, kontraksi, dan resesi, akan sangat mempengaruhi pergerakan nilai mata uang suatu negara.

Saat terjadi resesi global umpamanya, mata uang berbagai negara cenderung melemah. Dan sebaliknya, saat booming atau ketika terjadi ekspansi, nilai mata uang cenderung menguat. Ada 4 fase dalam siklus ekonomi yaitu ekspansi (expansion), puncak (peak), resesi (recession) dan lembah (trough atau bottom).


  • Ekspansi (Expansion)

Siklus ekspansi terjadi setelah perekonomian berada di titik yang paling rendah akibat resesi. Fase dalam siklus ekonomi ini sering disebut dengan recovery atau perbaikan; ditandai dengan meningkatnya produksi dan tumbuhnya tenaga kerja.

Para analis berpendapat, pada fase ini tingkat inflasi masih relatif rendah hingga perekonomian berada pada kapasitas penuh, atau mencapai level puncak (peak). Mata uang masih cenderung lemah, sehingga tingkat inflasi meningkat dan ke depannya bank sentral akan cenderung menaikkan tingkat suku bunga.


  • Puncak (peak)

Bila ekonomi berada pada puncak (peak), recovery sudah maksimal dan target pertumbuhan yang sudah tercapai. Pada fase ini, tingkat pengangguran berada pada level yang paling rendah dan perekonomian telah bekerja pada kapasitas penuh.

Dalam siklus ekonomi puncak, seluruh modal investasi dan sumber daya manusia dipergunakan untuk meningkatkan produksi. Tekanan inflasi bertambah, sehingga bank sentral akan menyesuaikan tingkat suku bunganya. Mata uang cenderung menguat dan arus modal yang masuk cenderung meningkat.


  • Resesi (recession)

Fase resesi terjadi pada periode dimana aktivitas bisnis dan output suatu negara terus menurun. Periode ini juga disebut dengan periode kontraksi; ditandai dengan tingkat pengangguran yang meningkat serta iklim investasi yang turun.

Analis berpendapat bahwa resesi terjadi bila tingkat pertumbuhan (GDP) negatif selama dua kwartal berturut-turut dan aktivitas bisnis cenderung menurun. Pada fase ini, indikator output industri, penjualan retail, dan tingkat kepercayaan konsumen serta produsen, cenderung menurun. Pengaruh ekonomi terhadap pasar forex di fase ini akan tampil dalam bentuk nilai tukar mata uang yang makin melemah.


  • Lembah (through atau bottom)

Siklus ekonomi pada fase ini mewakili titik terendah level produksi dan tenaga kerja. Analis masa kini berpendapat, periode ini tidak terjadi dalam waktu lama setelah para ekonom belajar dari depresi besar (great depression) yang terjadi di Amerika Serikat dan menyeret dunia ke resesi global pada awal tahun 1930-an hingga baru pulih setelah berlangsung lebih dari 10 tahun.

Pada fase Lembah, nilai tukar mata uang berada pada level yang paling lemah, dengan volume perdagangan yang juga rendah. Namun bila tanda-tanda recovery telah mulai tampak, investor dan spekulan mulai masuk, sehingga nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung menguat dengan cepat. 

Inilah pengaruh ekonomi terhadap pasar forex. Jika Anda amati kondisi ekonomi di Amerika Serikat, kawasan Euro, dan Asia saat ini, masuk ke dalam fase yang manakah mereka!?

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.