Advertisement

iklan

Pengertian Net Profit Margin (NPM)

207266

Margin laba atau Net Profit Margin adalah perbandingan total jumlah laba bersih dengan total jumlah pendapatan perusahaan. Istilah ini juga dikenal dengan singkatannya, NPM.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seringkali kita menghadapi persoalan saat ingin menanamkan investasi, dimana kita harus memilih perusahaan yang lebih menarik dari yang menarik. Sangat susah menentukan, pastinya, karena semuanya menarik. Jika kita punya banyak uang, kita bisa saja membeli semuanya. Namun jika uang kita terbatas, itu menjadi masalah. Sebagai solusinya, kita harus memilih salah satu diantara mereka. lalu, bagaimana caranya?

net profit margin - ilustrasi
Warren Buffet pernah berkata “Perusahaan yang menarik adalah yang menikmati margin laba yang tinggi dan menghasilkan keuntungan kas untuk pemiliknya. Daya tarik ini berlanjut jika laba bersih perusahaan memberikan keuntungan tinggi pada ekuitas perusahaan.” Jadi, jika masih bingung menentukan pilihan, ikuti saja saran Buffet, yakni memilih perusahaan yang menikmati margin laba yang tinggi.

Margin laba atau Net Profit Margin adalah perbandingan total jumlah laba bersih dengan total jumlah pendapatan perusahaan. Istilah ini juga dikenal dengan singkatannya, NPM. NPM biasanya digunakan untuk mengukur tipis atau tebal-nya laba perusahaan. Misalnya, dalam satu sektor terdapat :

Perbandingan Net Profit Margin Perusahaan
Keempat perusahaan tersebut berhasil mencatatkan pendapatan yang sama, yaitu 1 miliar. Namun laba bersih yang dihasilkan keempat perusahaan tersebut berbeda. Maka, jelas saja jika pendapatan yang diperoleh sama. Dengan perbandingan dalam tabel diatas, tentu kita lebih tertarik ke perusahaan yang mencatatkan laba bersihnya terbanyak, yaitu PT. JKL, Tbk.

Contoh diatas hanya sebagai gambaran sederhana saja, bahwa NPM itu biasanya dipakai untuk menentukan mana perusahaan dengan pendapatan tertentu yang bisa menghasilkan laba bersih yang maksimal. Penulis sengaja memberikan contoh pendapatan perusahaan dibuat sama tetapi laba bersih berbeda. Tujuannya untuk menyamakan persepsi awal saja.

Coba lihat contoh kedua dibawah ini :

Perbandingan Net Profit Margin Perusahaan
Dari contoh diatas, mana perusahaan yang menarik? Jawabnya, tentu saja PT MNO, Tbk. Karena menghasilan laba yang maksimal.

Serta, contoh ketiga:

Perbandingan Net Profit Margin Perusahaan
Dari contoh ketiga, mana perusahaan yang menarik?

Dari contoh pertama, kita sama-sama sepakat bahwa PT JKL, Tbk lah perusahaan yang menarik, karena perusahaan tersebut menghasilkan laba yang maksimal. Pun juga di contoh kedua, kita sepakat PT. MNO, Tbk sebagai perusahaan yang menaik, karena kedua perusahaan tersebut menghasilkan laba yang maksimal. Dan bagaimana dengan contoh ketiga?

Dari contoh pertama dan kedua, tanpa mengeluarkan kalkulator pun kita sudah tahu mana perusahaan yang bisa mencetak laba bersih maksimal. Pada contoh pertama, karena pendapatan masing-masing perusahaan sama, maka kita bisa mengambil perusahaan yang mencatatkan laba tertinggi sebagai perusahaan yang menarik. Dan dicontoh yang kedua, kita lihat bahwa semakin besar pendapatan perusahaan, laba bersihnya semakin menurun. Meskipun PT MNO, Tbk mencatatkan pendapatan yang paling rendah, namun karena dia berhasil mencetak laba tertinggi, maka dialah perusahaan yang menarik. Lantas, bagaimana menetukan perusahaan yang menarik pada contoh yang ketiga?

Kita bisa menggunakan perhitungan NPM untuk menentukan mana perusahaan yang menarik. Rumusnya:

Net Profit Margin (NPM) = Laba Bersih/Pendapatan

Dengan rumus tersebut, diperoleh NPM masing-masing perusahaan sebagai berikut:

Perbandingan Net Profit Margin Perusahaan
maka, dari hasil perhitungan pembagian antara total laba laba bersih dengan total pendapatan pendapatan di atas, PT. DORE, Tbk lah perusahaan yang lebih menarik dengan rasio NPM tertinggi ketimbang yang lain, yaitu 9%. Jadi, sudah tidak bingung lagi kan, bagaimana menentukan mana perusahaan yang lebih menarik untuk dikoleksi!?

Mengapa perusahaan dengan Net Profit Margin lebih tinggi yang dianggap menarik?

Pertama, penulis tegaskan bahwa masing-masing investor pasti memiliki pandangan berbeda tentang mana perusahaan yang menarik. Dari perbedaan tersebut, mungkin saja bukan NPM lah yang menjadi acuan seorang investor. Namun demikian, ada poin-poin berikutnya.

Kedua, semakin tinggi NPM menandakan laba perusahaan tersebut semakin tebal.

Ketiga, semakin tinggi nilai NPM menandakan bahwa perusahaan tersebut semakin efisien operasionalnya. Perusahaan dapat menekan biaya-biaya yang tidak perlu, sehingga perusahaan mampu memaksimalkan laba bersih yang didapatkan.

Keempat, sebagai antisipasi melonjaknya bahan baku, biaya operasional seperti kenaikan gaji pegawai, ataupun melonjaknya beban keuangan seperti pembayaran bunga. Jika NPM perusahaan lebih tebal angkanya, maka ketika hal-hal diatas terjadi, laba bersih perusahaan tidak turun signifikan.

Dan terakhir, perusahaan akan lebih cepat tumbuh menjadi perusahaan dengan ekuitas yang besar. Namun dengan catatan: persentase laba bersih yang masuk sebagai ekuitas jauh lebih tinggi ketimbang persentase laba bersih yang dibagikan sebagai dividen. Pertumbuhan ini dikarenakan perusahaan yang selalu mencatatkan laba bersih tinggi, dan laba bersih tersebut akan masuk sebagai saldo laba yang nantinya semakin menambah ekuitas perusahaan.

Sekali lagi, NPM digunakan untuk menentukan mana perusahaan yang dengan pendapatan tertentu berhasil menghasilkan laba bersih maksimal. Perusahaan seperti ini lebih efisien operasionalnya ketimbang perusahaan lain. Namun, perlu dicatat bahwa membandingkan rasio NPM suatu perusahaan dengan perusahaan lain haruslah dilakukan dalam satu sektor yang sama. Mengingat, NPM antara sektor yang satu dengan sektor lainnya jelas sangat berbeda. Sebagai contoh, perusahaan consumer food and beverage dengan perusahaan properti. Rasio margin perusahaan consumer food and beverage biasanya tipis. Perusahaan sektor ini lebih mengutamakan volume penjualan yang tinggi, ketimbang margin yang tinggi tapi barang jualannya tidak laku.

Di sisi lain, perusahaan properti bisa mempunyai rasio NPM tinggi, apalagi jika perusahaan tersebut mengelola properti di lokasi premium dengan nilai jual tanah dan bangunannya terus menanjak. Sehingga, jelas bahwa NPM perusahaan yang satu dengan NPM perusahaan lain dapat dibandingkan, namun mesti masih dalam sektor yang sama.


Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.


Jas
Sangat Lengkap keterangan Yang Di berikan.
Thank