Penyedia Likuiditas Di Pasar Forex, Tak Kenal Maka Tak Sayang

Penyedia likuiditas di pasar forex punya posisi yang tak kalah pentingnya dari broker. Apakah Anda sudah mengenal para penyedia likuiditas ini?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sewaktu kita berusaha mencari informasi mengenai broker, pasti kita harus mengetahui siapa penyedia likuiditas mereka. Sebagai agen ketiga, mereka memiliki peranan penting dalam berlangsungnya transaksi instrumen finansial. Nah, apakah Anda sudah memahami seluk-beluk penyedia likuiditas dan fungsi mereka dalam pasar forex?

Penyedia Likuiditas
Pengertian umum dari penyedia likuiditas adalah lembaga atau institusi finansial di dalam jaringan broker dengan pasar forex, di mana setiap agensi mereka akan terus-menerus mentransmisikan harga permintaan dan penawaran. Setiap agen penyedia likuiditas dapat terkoneksi dengan lebih dari satu broker dan begitu juga sebaliknya.

 

Kenapa Kita Membutuhkan Penyedia Likuiditas?

Pasar forex menjadi salah satu pasar terbesar dengan tingkat likuiditas tertinggi karena dua faktor berikut; keseimbangan antara "kekuatan" penjual dan pembeli, serta selalu tersedianya permintaan dan penawaran. Keberlangsungan dua faktor tersebut ditopang oleh kehadiran penyedia likuiditas.

Seandainya kita menghilangkan agen penyedia likuiditas dari sirkulasi transaksi, hal negatif paling berdampak adalah melebarnya spread sebagai biaya trading. Kenapa bisa begitu?

Hal tersebut dikarenakan volume trading ritel tidak terlalu signifikan dibanding volume transaksi antara bank-bank atau institusi finansial. Tanpa mediasi penyedia likuiditas, harga penawaran dan permintaan antara trader ritel kemungkinan besar berada jauh dari ekspektasi. Begitu juga dengan lot-nya, bisa saja satu trader dengan lot relatif besar menjual atau membeli dengan harga jauh dari rata-rata hingga trader ritel lain dengan lot relatif lebih kecil terpaksa dibebani dengan biaya trading lebih besar untuk masuk pasar.

Masih ingat dengan apa yang terjadi pada waktu insiden SNBomb? Peristiwa tersebut terjadi disebabkan antara lain karena lembaga penyedia likuiditas besar menarik diri keluar dari pasar sebelum resiko dari kondisi pasar bergejolak tadi melumat aset mereka. Spontan spread melebar tanpa kendali dan menyebabkan kerugian besar  tidak hanya pada trader ritel (hingga margin akun menjadi minus) tetapi juga pada broker dan lembaga penyedia likuiditas lain yang masih mempertahankan posisi trading saat itu.

Di situlah pentingnya peran lembaga penyedia likuiditas sebagai pihak "penengah" sekaligus pelaku pasar (market maker) dengan harga permintaan dan penawaran lebih kompetitif sehingga spread (biaya trading) semakin rapat atau lebih kecil selisihnya. Sehingga kita sebagai trader ritel juga diuntungkan dengan berkurangnya biaya trading tersebut.

penyedia likuiditas


Ketahui Siapa Dan Bagaimana Performa Penyedia Likuiditas

Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah reputasi dan legalitas dari pihak penyedia likuiditas. Periksa apakah lembaga tersebut telah terdaftar secara legal di wilayahnya masing-masing.

Jika masih ragu, tanyakan kepada pihak broker, siapa penyedia likuiditas mereka. Umumnya broker NDD (non-dealing desk) akan menginformasikan atau mengumumkan nama bank-bank investasi atau prime broker sebagai penyedia likuiditas mereka. Berikut adalah nama-nama bank-bank investasi besar yang telah diakui statusnya; Deutsche Bank, Goldman Sachs, UBS, Morgan Stanley, JP Morgan Chase, Citibank, Nomura, BNP Paribas, dan lain sebagainya.

Kedua, transmisi harga penawaran dan permintaan akan ditampilkan sebagai harga Buy dan Sell pada platform Anda. Cek secara teliti apakah harga permintaan Anda tereksekusi (filled) dengan akurat atau seringkali mengalami slippage.

Dari dua aspek esensial di atas, ada beberapa jenis tipe jaringan kerjasama antara broker forex dengan penyedia likuiditasnya, yaitu: dealing desk, non-dealing desk, STP, dan ECN.

Berikutnya, konektivitas broker dengan penyedia likuiditas didukung oleh trading platform mereka. Umumnya broker dengan konektivitas ke interbank menggunakan cTrader sebagai sarana ber-trading. Sedangkan, broker dealing-desk akan menggunakan "lingkaran"-nya sendiri sebagai penyedia likuiditas eksklusif. (Baca juga artikel cTrader vs MT4)

Nah, begitulah kira-kira pengertian umum dan fungsi praktis penyedia likuiditas pada pasar Forex. Jika Anda memiliki informasi tambahan, silahkan komentar pada artikel ini.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.