Perbandingan Fibonacci Dan Pivot Point, Lebih Baik Mana?

275051

Perdebatan lama masih berlanjut, lebih baik mana antara indikator fibonacci atau pivot point? Simak artikel ini untuk menemukan indikator mana yang lebih cocok dengan preferensi trading Anda.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dari sekian lama Anda bertrading apakah Anda sudah familiar dengan fibonacci dan pivot point? Sekilas kedua indikator tersebut berfungsi nyaris sama. Namun tahukah Anda, seiring dengan ketrampilan trading, trader cenderung hanya akan menggunakan salah satu dari kedua pilihan tersebut. Mau tahu alasannya kenapa?

fibonacci vs pivot

 

Pengertian Dasar

Sebelum membandingkan kedua indikator tersebut, terlebih dulu kita akan mengupas mengenai dasar-dasarnya.

a. Fibonacci dan Golden Ratio Ajaibnya.
Fibonacci pada dasarnya adalah pengembangan "golden ratio" dari deret angka oleh Leonardo Bigollo Pisano (Fibonacci). Pada deret angka tersebut, golden ratio akan muncul bila salah satu angka berurutan pada deret dibagi dengan angka lain. Secara natural, golden ratio tersebut mampu memberikan panduan bagi trader untuk menentukan retracement dan extensi dari pergerakan harga terkini.

b. Pivot Point, Praktis dan Simple
Pivot Point adalah metode untuk membantu proses prediksi pergerakan harga dengan memperhitungkan harga tertinggi, terendah dan penutupan pada periode sebelumnya. Dengan bantuan formula tersebut trader dapat menemukan titik-titik di mana harga akan mengalami reversal atau breakout.


Perbandingan Fibonacci dan Pivot Point

Fibonacci dan Pivot Point umumnya digunakan trader sebagai alat bantu untuk membantu menentukan titik support dan resistance dari pergerakan harga terkini. Namun, keduanya memiliki perbedaan menonjol pada detil-detilnya. Berikut adalah perbandingannya:

a. Subyektifitas
Subyektifitas pada fibonacci jauh lebih tinggi daripada pivot point. Hal tersebut dikarenakan titik swing (harga tertinggi) high dan swing low (harga terendah) garis fibonacci bergantung sepenuhnya kepada pertimbangan trader. Sedangkan pada pivot point, level-levelnya ditentukan langsung oleh formula obyektif dari harga-harga periode sebelumnya.

Konsekuensinya, hasil penarikan garis fibonacci bisa berbeda-beda antara satu trader dengan trader lainnya, meskipun digunakan pada time frame dan pair yang sama.

b. Fleksibilitas
Fleksibilitas garis fibonacci lebih tinggi dari pivot point. Posisi level-level Fibonacci bisa dengan mudah digeser-geser di titik antara swing high dan swing low. Berbeda dengan pivot point dengan posisi sudah paten (fixed).

Akibatnya, banyak pengembangan fibonacci menjadi teori-teori lain seperti misalnya, pola fibonacci. Sedangkan pivot point kegunaannya relatif hanya terpusat pada kegunaan dasar saja.

pola fibonacci

c. Kemudahan
Fibonacci lebih sulit digunakan daripada pivot point. Jelas, karena penentuan letak titik swing high dan swing low garis fibonacci membutuhkan ketrampilan (jam terbang) tinggi agar dapat sesuai dengan ekspektasi. Lain halnya dengan pivot point di mana trader dapat menggunakan tool atau plugins pada terminal trading untuk menampilkan level-level pivot point.

d. Akurasi
Bergantung dari ketrampilan trader umumnya, fibonacci memiliki akurasi relatif lebih rendah daripada pivot point. Hal tersebut sekali lagi disebabkan penentuan titik swing high dan swing low garis fibonacci yang subyektif. Sedangkan pada pivot point akurasinya sudah paten pada segala macam pair dan timeframe.

 

Aplikasi Fibonacci dan Pivot Point

Aplikasi fibonacci dan pivot point dasarnya digunakan untuk mengidentifikasi arah dan kekuatan trend terkini. Level-level yang terbentuk pada kedua indikator akan memberikan informasi mengenai di mana harga kemungkinan besar akan bounce atau breakout dari batas resistansi atau support-nya.

Berikut adalah aplikasi dari masing-masing indikator:

a. Pivot Point
pivot point
Gambar di atas mengilustrasikan pergerakan harga rebound dari garis R1 (lingkaran merah) dan S1 (lingkaran hijau) pivot point pada pair USD/JPY (time frame H4). Harga kemungkinan besar akan rebound bearish pada level-level R1 sampai R3 sebagai batas resistance. Sebaliknya, harga akan rebound bullish pada level-level S1 sampai S3 sebagai batas support.

Trader dapat dengan mudah menampilkan level-level tersebut menggunakan tool bawaan dari terminal trading atau menggunakan panduan dari tabel Pivot Point. Perhatikan pula periode time frame pilihan Anda (H4, Harian, atau Mingguan).

 

b. Garis Fibonacci
fibonacci retracement
Jika Anda memperhatikan, harga bergerak memantul (bouncing) saat mendekati atau menyentuh level-level fibonacci dengan rasio kunci antara 0.23 sampai 0.88. Posisi level-level fibonacci lebih fleksibel karena pengguna dapat menggeser titik swing high dan swing low sesuai dengan pertimbangan.

Namun perlu dicatat, karena posisi garis fibonacci dapat berubah-ubah sesuai keinginan, kemungkinan terjadinya fake signal akan lebih besar jika Anda belum berpengalaman menggunakan garis fibonacci. Bisa jadi harga tidak bounce sesuai ekspektasi karena salah menentukan di mana titik swing high dan swing low-nya.


Kesimpulan

Fibonacci dan pivot point sama-sama ditujukan sebagai alat bantu dalam mengamati pergerakan harga berdasarkan arah dan kekuatan trend terkini. Hanya saja karena dasar tata cara penggunaanya berbeda, maka sebagian besar trader hanya akan memilih salah satu dari dua pilihan tersebut.

Trader pemula umumnya akan memilih untuk menggunakan pivot point karena paten (standar sudah fixed) sudah jelas pada level harga berapa saja pada pair-pair pilihan. Sedangkan Trader tingkat lanjut akan lebih memilih untuk menggunakan garis fibonacci karena fleksibilitasnya dapat disesuaikan dengan target profit dan gaya bertrading (scalping atau swinger).

Meskipun begitu, tak tertutup kemungkinan untuk menggunakan kedua indikator tersebut secara bersamaan. Trader berpengalaman dapat menentukan level-level harga sesuai paten pivot point lalu mengombinasikannya dengan fibonacci sebagai konfirmator. Dengan demikian, sinyal reversal atau rebound dapat ditingkatkan akurasinya.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Denny Muhammad
Thank you so much for this wonderful article really!
If someone want to know about auto fibonacci Indicator, I think this is the right place for you!
Giovanni Pandey
gan, gmna cara mendownload pivot pointnya yh?? mohon dibalas :)
Rio Renata
ada dua cara yaitu:
1. Anda bisa download plugin-nya di sini
2. Anda bisa mendapat level-level Pivot point di kalkulator pivot point