Perbedaan Deposito Dan DPLK

Untuk mempersiapkan kondisi finansial agar tetap baik setelah tidak bekerja lagi, Anda memiliki dua alternatif pilihan yakni dengan memanfaatkan deposito dan DPLK.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Terkadang banyak orang lupa bahwa uang hasil bekerja saat ini sebaiknya juga dialokasikan untuk memenuhi keperluan saat sudah tak mampu bekerja atau pensiun. Apabila kurang memperhatikan perencanaan keuangan ketika sudah tidak bekerja lagi, maka bisa jadi Anda akan mengalami kesulitan finansial.

Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan kehidupan dan keuangan di masa usia senja nanti, Anda memiliki dua alternatif pilihan, yaitu deposito dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

deposito dan dplk

 

1. Pengertian Deposito Dan DPLK

Deposito adalah salah satu produk sejenis jasa tabungan di bank yang dijamin oleh pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan ketentuan dan persyaratan tertentu. Sebagai tabungan berjangka yang lebih menguntungkan daripada tabungan biasa, deposito juga tergolong salah satu produk investasi paling aman dan menguntungkan.

Berbeda dengan deposito, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah salah satu program iuran yang menjadi solusi menarik dalam menyiapkan sejumlah dana untuk dicairkan saat peserta sudah pensiun. Program DPLK dapat diikuti oleh secara individual (perorangan) atau perusahaan pemberi kerja.

Peserta DPLK tersebut dapat melakukan pembayaran iuran untuk program ini secara berkala hingga sudah mencapai usia tertentu. Selain sebagai dana untuk jaminan masa tua, DPLK juga bisa digunakan sebagai dana kompensasi pesangon sesuai dengan isi Undang-Undang Ketenagakerjaan tahun 2013, yakni untuk pemenuhan kebutuhan terhadap kesejahteraan karyawan.


2.Bentuk Dan Jenisnya

Menurut jenisnya, investasi deposito terbagi menjadi dua. Pertama adalah jenis deposito berjangka. Deposito berjangka merupakan salah satu bentuk deposito yang paling sering digunakan dengan menawarkan tenor waktu dari 1 bulan sampai dengan 24 bulan sesuai dengan keinginan nasabah dan persetujuan pihak bank.Lalu untuk jenis kedua dalam deposito adalah deposito on call. Jenis deposito ini juga berbentuk tabungan berjangka, namun hanya memiliki jangka waktu minimal tujuh hari atau kurang dari satu bulan.

Sementara itu, dalam DPLK, Anda bisa memilih beberapa jenis pilihan paket investasi. Biasanya pihak bank atau perusahaan asuransi menawarkan beberapa jenis pilihan.

Sebagai contoh pada program DPLK Bank BRI dan Mandiri, dua bank ini menyediakan empat jenis pilihan investasi.Pertama adalah pilihan investasi pasar uang. Pada jenis pilihan investasi ini, 100 persen dana peserta akan diinvestasikan dalam instrumen pasar uang misalnya ke dalam deposito, sertifikat Bank Indonesia, giro, reksadana pasar uang dan efek yang bersifat utang dan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

deposito dan dplk

 

Pilihan investasi kedua, sekitar 80 persen dana peserta DPLK dapat diinvestasikan pada instrumen pendapatan tetap seperti misalnya obligasi, surat utang negara, reksadana pendapatan tetap dan efek utang lainnya yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Sisanya yakni sekitar 20 persen dialokasikan ke investasi pasar uang. Selain itu, DPLK juga menawarkan paket investasi saham. Jadi, sekitar 80 persen dana peserta DPLK akan ditanamkan pada saham dan hanya sekitar 20 persen pada instrumen pasar uang atau pendapatan tetap. Pengaturannya bisa berbeda-beda tergantung pilihan paket investasi yang dipilih saat membuka DPLK.

Di samping itu, ada pula DPLK kombinasi yang memberikan pilihan kombinasi antara DPLK pasar uang, pendapatan tetap, dan saham sesuai dengan pilihan peserta. Pada bank Mandiri, peserta juga dapat memilih paket investasi syariah, dimana 100 persen dana mereka akan ditanamkan di instrumen investasi berbasis syariah. Anda bisa memilih paket investasi syariah- pasar uang atau syariah pendapatan tetap.


3. Imbal Hasil

Imbal hasil deposito bisa Anda dapatkan dari sistem bunga atau bagi hasil (deposito syariah) oleh bank. Tingkat suku bunga deposito atau besaran bagi hasil tersebut relatif lebih tinggi daripada bentuk tabungan biasa. Oleh sebab itu, dana deposito yang sudah disimpan di bank hanya bisa ditarik oleh nasabahnya setelah melewati jangka waktu tertentubiasanya antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, atau 24 bulan.

Sementara itu, imbal hasil untuk DPLK adalah berupa ROI (Return on Investment) yang akan diberikan oleh lembaga penyedia program, bisa berasal dari bank atau pihak lain seperti perusahaan asuransi. Perlu diketahui bahwa jumlah imbal hasil DPLK akan selalu berbeda tiap tahunnya, namun biasanya diasumsikan sekitar 8-10 persen per tahun. Untuk melakukan pencairan dana di program DPLK, peserta harus sudah mencapai usia pensiun atau sudah tidak berpenghasilan karena berhenti bekerja atau terkena PHK.

Adanya perbedaan ROI ini disebabkan instrumen untuk menempatkan serta mengembangkan DPLK lebih beragam mulai dari hanya deposito, obligasi, saham, hingga perpaduan antara deposito, obligasi dan saham tersebut. Sehingga tidak seperti investasi deposito, DPLK memungkinkan pesertanya untuk memilih paket investasi yang diinginkan.

dplk

 

4. Risiko

Dalam investasi deposito, risiko relatif sangat rendah. Hal ini disebabkan karena investasi deposito tergolong jenis investasi aman, apalagi telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan syarat jumlah dana dan bunga deposito sama seperti jumlah yang ditentukan oleh LPS tersebut. Walaupun investasi deposito aman, imbal hasil yang ditawarkan lebih rendah dibanding aset investasi lainnya sehingga kurang menjanjikan apabila berinvestasi deposito dalam jangka panjang.

Sedangkan pada DPLK, peserta memiliki risiko yang beragam mulai rendah sampai sangat tinggi, seragam dengan potensi imbal hasil yang bisa didapatkan. Misalnya, jika investor memilih paket investasi pasar uang, risiko yang ditanggung cukup rendah, sedangkan pilihan seperti DPLK pendapatan tetap memiliki risiko sedang. Namun, apabila dana peserta diinvestasikan pada instrumen saham, risiko yang muncul menjadi tinggi meski potensi ROI bisa jadi lebih besar pula. 

 

Penutup

Setelah melihat paparan tentang perbedaan deposito dan DPLK tersebut diharapkan Anda sudah memahami karakteristik keduanya. Adanya produk deposito dan berbagai macam pilihan investasi dalam DPLK tentunya bertujuan untuk memberikan bantuan dalam mempersiapkan dana untuk masa tua Anda. Apapun pilihan Anda, pastikan bahwa deposito dan program DPLK tersebut merupakan sebuah produk dan jasa keuangan yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

 

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.

19 JUL 2019
BANK
BANK CENTRAL ASIA 5.5 5.8
BANK DANAMON INDONESIA 6 6
BANK MANDIRI 4.3 5.3
Selengkapnya