Percaya Pada Indikator?

62101

"Do you believe in indicator?" Pertanyaan ini seringkali saya ajukan kepada temen trader untuk mengetahui, apa dasar dia dalam mengambil keputusan dalam trading.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Do you believe in God? Do you believe in life after death? Itu pertanyaan standar untuk mengetahui tingkat keyakinan sseseorang terhadap hal-hal di luar nalar. Pertanyaan sederhana, tapi jawabannya tidak sederhana. Ada satu pertanyaan sejenis itu yang bisa ditanyakan kepada trader: "Do you believe in indicator?" Lebay deh yaa? Iya sih! Tapi pertanyaan ini seringkali saya ajukan kepada temen trader untuk mengetahui, apa dasar dia dalam mengambil keputusan dalam trading. Apakah dia sudah memiliki trading system yang matang, ataukah trading hanya sekedar berdasarkan feeling, atau barangkali dia trading berdasarkan untung-untungan doang?

what do you believe
Di saat-saat awal saya belajar trading, saya mati-matian belajar aneka macam indikator. Kalau di chat room ada yang ngomongin tentang salah satu indikator yang “kebetulan” saya belum paham, saya akan segera tancap gas untuk cepet mencari tau tentang indikator tersebut. Kalau perlu trading dihentikan dulu, diganti dengan browsing sana-sini untuk cari tahu tentang indikator tersebut. Pendeknya, gak tau indikator yang dibicarakan orang merupakan satu hal yang memalukan menurut saya (saat itu).

Lama kelamaan, kok saya cape sendiri ya? Soalnya ternyata, setelah lumayan paham beberapa indikatorpun, akhirnya yang dipakai saat trading sebenernya juga indikator itu-itu ajah kok. Malahan, terus terang, sekarang saya malahan cenderung mengandalkan candlestick plus chart pattern saat trading. Paling-paling dibantu dengan horizontal line. Jadi, apa pengetahuan dan kepercayaan terhadap indikator itu menjadi sia-sia? Kalau dibilang sia-sia sih tentu saja nggak-lah. Proses belajar dan memahami beberapa indikator menurut saya adalah salah satu tahapan dalam belajar menjadi trader yang baik.

Terus terang saya suka ragu kalau kalau ada trader yang mengatakan bahwa dia trading berdasarkan feeling. Saya biasanya akan melanjutkan dengan pertanyaan: “sudah berapa lama belajar trading?” Kalau dia jawab “lebih dari 5 tahun”, itu saya anggap end of discussion. Mungkin dia memang sudah sampai pada satu tahap dimana dia sudah bisa membaca dan mengikuti gerak market, bahkan tanpa indikator sekalipun.

Tapi kalau dia jawab “kurang dari setahun…” Wah, gawat tuh! Lah, kok kesannya trading itu cuma berdasarkan untung-untungan yaa…? Biasanya sih trader yang sejenis ini kalau saya liat gak akan bertahan lama. Begitu merasakan sekali atau dua kali MC, dia pasti akan kapok dan berhenti trading (plus rasa dendam terhadap segala yang berbau forex) Pemahaman tentang indikator menurut hemat saya masih sangat perlu bagi seorang trader, meskipun nantinya dalam prakteknya dia hanya mengandalkan candlestick saat trading. Lagian, candlestick juga kan salah satu indikator?

Buat temen-temen yang saat ini dalam proses belajar menjadi trader, kalau saya boleh unjuk saran, cobalah untuk belajar dan memahami setidaknya beberapa indikator. Pahami dan kenali, dan yang utama, coba amati dan teliti bagaimana hubungan indikator tersebut dengan gerakan chart. Temen trader ada yang bilang, dengan modal mengamati, meneliti dan hafal akan sifat-sifat suatu indikator, kita akan bisa mengetahui ke mana gerakan chart selanjutnya, bahkan nantinya tanpa bantuan indikator sekalipun.

Jadi, kalau saya ditanya: percaya gak sama indikator? Jawaban saya: tentu saja percaya. Hanya saja, masalah keputusan dalam trading, itu kembali ke judgement kita sendiri. Itu juga sebabnya saya lebih suka trading secara manual dibanding menggunakan EA. Bukankah keasyikan trading itu justru di prosesnya? Eh, tapi ngomong-ngomong, beberapa temen trader suka protes kalau saya bilang letak keasyikan trading itu ada di prosesnya. Mereka bilang trading itu asyiknya ya di WD-nya.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


arrow up arrow down
Agus.zamroni
saya sangat setuju dengan pendapat artikel di atas, untuk mengesampingkan indikator itu memang harus paham dulu seluk beluk dari indikator itu, baru keputusan untuk tdk memakai indikator itu bisa valid
Sius Sius
hahaha... bnr tuh yg plg asik y wdnya.. kalo prosesnya mah malah bikin pusing aja... tapi kalo udah bisa di wd profitnya bisa deress
Cakra
Wah berarti tradingnya agan nih profit oriented ?? Apa begini ini jadinya enggak terlalu stres kalau yang didapet bukannya profit tapi malah loss ?? Yah emang sih namanya minat/passion enggak bisa dipaksa, tapi trading forexkan enggak selamanya untung, dan kalaupun untung enggak mesti bisa buanyak banget.

Tujuan akhir trading emang profit, tapi bisa lebih bagus lagi kalo prosesnya juga dinikmatin. Toh banyak pula trader yang malah hobi otak atik sistem karena tertarik sama analisa trading.. Terus ada pula yang lebih bangga kalo bisa menang dari analisa trading sendiri..
Kang Reno
yang kayak begini lebih cocok buat master2 yang udah punya banyak pengalaman soal indikator2 itu. kalau sudah merasa kenyang apalagi sampe bosen2 sama indikator bisa mulai ditinggalkan itu metodex, tapi buat yang baru belajar seringx malah sampai bingung sendiri belajar indikator ini itu, terlalu percaya sama keampuhan indikator menganalisa pergerakan harga, padahal peluangx ya segitu2 aja.
Raka99
@ Kang Reno : Sebetulnya yg dianjurkan adalah untuk tidak sama sekali meninggalkan kepercayaan thdp indikator bagi pemula. Jd selama trader pemula masih memperhatikan pentingnya penggunaan indikator dan memahami cara kerjanya sy rasa tidak masalah jika trader-trader yg blm terlalu berpengalaman juga menggunakan cara ini. Toh pola candlestick juga termasuk indikator yg bs diamati jg oleh trader pemula, jd tidak perlu menjadi masterf forex jg kan utk menjalankan cara trading ini
Kang Reno
ya masing2 pendapat trader kan boleh beda2, kalau menurut ane sih yang baru2 emang masih perlu belajar atau paling ga pake salah satu indikator aja, yang perlu diperhatiin kan belajar indikator itu seperlux aja. kalau bisa dari awal udah bisa ngenali fungsi2 indikator sama tipe2 yang memang perlu dipasang, jadi belajarx ga sembarangan.
Afandi Sarif
Jalur belajar trader ada yang ndak melulu teknikal. Ada yang sejak awal tertarik sama fundamental maka sedari awal ndak terlalu fokus di indikator teknikal. Sedari awal ndak akan bingung liat temen trader lain pake indikator yang ndak dikenal. Mungkin tetep pake indikator tapi seperlunya aja yang bisa dukung entri posisi dari analisa fundamentalnya dia. Gw setuju paham banyak indikator tuh perlu, tapi ndak harus ditingkat yang sama parahnya kayak si penulis ini, sampe suka nanya sana sini tentang banyak indikator teknikal. Kalo mau diurutin semua jelas ndak bakal ada habisnya cz jumlah indikator ni sekarang mungkin udah ribuan bahkan puluhan ribu karna udah banyak pula trader2 yang berhasil kembanging custom2 indikator.
Edi Ramadani
percaya indikator boleh, asalkan jangan percaya 100%. tetep kembali ke prinsip trading awal, bahwa sistem sebagus apapun tidak ada yang bisa sempurna memprediksi pasar. klo terlalu percaya indikator malah tdk akan bisa menerima loss padahal loss trading itu udah menjadi bagian wajar dari trading forex. oleh karenanya percaya indikator yang sewajarnya bakal lebih bisa membentuk pola pikir yang sudah siap menerima loss dan membuat sistem manajemen resiko yang wajar n sesuai batas toleransi...
Agi Santosa
Bwt trader yng uah paham bgmn konsep phm bekerja.. spertinya tdk wjb mengeksplore brbg macam indikator yg ada... Tp kl memang sdr awal perlu alat indikator utk mempermudah bc chart, maka bs bljr dulu jnis2 & fungsi indikator. Ini perlu krn menurut sepemahaman sya gonta ganti indikator tnp tau apa tujuan & peran indikator & cuma skdr coba2 itu hny buang2 waktu & g ada manfaatnya. lbh bagus lagi trader udah punya sistem jdi contohnya udh tau jenis indikator mn yg dicari trus dilihat apakah kira2 bs memenuhi kebutuhanny yg dicari. begitu proses pemahaman indikatorny lebih terarah drpd sekedar penasaran sm tiap trader yg kelihatan pasang indikator2 baru trus asal dicoba aja
Rudy Stephanie
Pakai indikator secanggih apapun saya rasa percuma, pasar tetap saja akan bergerak mengelabui trader. Yang terpenting di sini adalah bukan indikatornya apa, tapi bagaimana caranya untuk bisa menerapkan Money Management yang tepat. Karena yang bisa menyelamatkan anda di pasar forex bukan indikator, melainkan adalah Money Management yang baik.
Osep
setujuuuu ni paling ngga musti kenal indikator tren, oscillator, objek2 dasar semacem trendline + fibonacci, dan kl perlu indikator volume / volatilitas. yng penting dimulai dl dr apa yg uda tersedia d chart br merambah k custom indikator. cs custom indikator biasany cm turunan dr indikator2 dasar yg udh ada dichart
Mugi Mugi
Ini jadi berasa kita dibolehin belajar indikator mana-mana tapi akhirnya masih afdol kalo gag semuanya kepake. Memang ini diliat dari sudut pandang belajarnya, kalau melihat dari segi efisiensinya jelas cara kayak gini bukan yang paling baik diterapkan.Lah buat apa habisin waktu belajar banyak indikator tapi ujung-ujungnya yang dipake cuma candlestick? Sekali lagi, daripada emosi baiknya diliat dari sudut pandang belajarnya sj, at least ada pelajaran yang bisa diambil kita juga punya pengalaman banyak dan paham banyak indikator juga
Joss Borros
Ya betul. awalnya semua indi dicoba. sampai mumet lihat chart warna warni kebanyakan indi.. akhirnya cukup yang simple aja. mr candle dan arah trend
Edi Syakib
arah trend yg bagaimana tuh bos?
Kurniawan
Mungkin maksudnya menentunya arah trend dengan menggunakan trendline.