Perdagangan Kontrak Berjangka Komoditas di Indonesia

Di Indonesia, perdagangan komoditas berjangka seakan menjadi wilayah eksklusif yang dikuasai oleh orang-orang kaya dan perusahaan besar saja, serta tidak dipahami oleh masyarakat luas. Dalam artikel ini akan dibahas sekilas mengenai trading komoditas di Indonesia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dibandingkan dengan aset seperti saham, obligasi, dan forex, komoditas sebagai aset investasi relatif lebih jarang dikenal. Padahal, harga komoditas memiliki pengaruh besar karena kebutuhan manusia yang terus berkelanjutan. Di Indonesia terutama, perdagangan kontrak berjangka komoditas seakan menjadi wilayah eksklusif yang dikuasai oleh orang-orang kaya dan perusahaan besar saja, serta tidak dipahami oleh masyarakat luas. Dalam artikel ini akan dibahas sekilas mengenai perdagangan komoditas di Indonesia.


Bursa Berjangka Jakarta

Selain komoditas fisik yang diperdagangkan dalam transaksi di pasar, kontrak berjangka komoditas juga bisa diperdagangkan di pasar finansial. Transaksi dilakukan di bursa berjangka dengan tujuan hedging (lindung nilai) maupun untuk membentuk harga. Di Indonesia, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) didirikan pada tahun 1999 dengan landasan Undang-Undang No.32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Pada perkembangan berikutnya, Undang-undang tersebut diperbarui menjadi UU No.10 tahun 2011 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dan Bursa pun mengalami re-branding menjadi JFX dengan logo baru. Dalam memfasilitasi perdagangan komoditas secara online dan real time, JFX menggunakan teknologi terkini dalam bentuk sistem perdagangan elektronik yang disebut JAFeTS.

JFX

Sayangnya, JFX saat ini hanya baru memfasilitasi kontrak berjangka untuk beberapa produk komoditas tertentu saja. Diantaranya: Emas 1 kilogram (GOL), Emas 100 gram (GOL100), Emas 250 gram (GOL250), Kakao (CC5), Olein 20 ton (OLE), Olein 10 ton (OLE10), Emas gulir (KGE) dengan dasar harga emas pasar fisik Loco London, Emas gulir 100 troy ons USD (KGEUSD), Emas gulir 10 troy ons USD (GU1TF), Emas gulir 100 Troy Ounce USD Fixed (GU1H10), kontrak gulir indeks emas (KIE), Kopi robusta (RCF), Kopi arabica (ACF), serta beberapa kontrak berkala emas. Ini berbeda dengan bursa komoditas terkemuka dunia seperti NYMEX (New York) dan TOCOM (Tokyo) yang memfasilitasi lebih banyak ragam komoditas.

Apabila berminat untuk bertransaksi kontrak berjangka komoditas, maka Anda bisa membuka rekening pada broker (pialang berjangka) yang telah terdaftar di JFX. Pada awal tahun 2015, lebih dari 60 pialang telah terdaftar sebagai pialang berjangka di JFX. Marjin yang tersedia untuk trading kontrak berjangka komoditas lebih tinggi daripada marjin saham, namun partisipan pasar umumnya adalah perusahaan. Ini karena fungsi utama pasar komoditas adalah dalam upaya lindung nilai (hedging) bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan transaksi jual-beli komoditas. Disamping itu, yang diperjualbelikan adalah kontrak pesanan barang yang apabila dibiarkan terbuka hingga jatuh tempo tiba maka pengiriman bisa jadi benar-benar harus dilaksanakan.


CFD Komoditas Berjangka

Disamping memperjualbelikan kontrak berjangka komoditas, trader juga bisa memperjualbelikan komoditas berjangka secara CFD (Contract for Difference). Berbeda dengan pasar komoditas berjangka biasa yang berbasis di Indonesia dan umumnya diikuti oleh perusahaan-perusahaan terkait sebagai upaya lindung nilai, CFD komoditas berjangka biasanya menggunakan patokan harga di bursa komoditas internasional (umumnya NYMEX). Teknisnya, harga transaksi yang terekam di bursa disalurkan ke platform trading broker yang kemudian menetapkan harga bid/ask berdasarkan spread tertentu. Trader kemudian membuka posisi buy atau sell layaknya trading forex dan berusaha memperoleh profit dari selisih harga beli/jual dengan harga penutupan. Kontrak berjangka komoditas yang paling banyak ditradingkan secara CFD adalah emas, minyak, dan perak karena likuiditas dan volatilitasnya yang tergolong tinggi.

Karena CFD merupakan turunan (derivatif) dari perdagangan kontrak berjangka komoditas, maka trading CFD lebih bernuansa spekulatif. Trader pelaku trading CFD biasanya tidak sungguh-sungguh membutuhkan komoditas yang dibeli/dijualnya. Dalam trading CFD pun tidak ada jatuh tempo bagi barang yang akan dikirim. Dalam hal ini, trading CFD sangat mirip dengan trading forex. Tersedia leverage dalam skala besar, dan trader bisa mendapatkan keuntungan baik saat harga naik maupun turun. Namun demikian, resikonya juga sangat tinggi karena leveraged trading berarti bila harga bergerak ke arah berlawanan maka dana yang ditanamkan bisa habis. Inilah perbedaan utama CFD Komoditas dengan perdagangan kontrak berjangka komoditas yang paling mencolok, meski aset dasarnya sama.


Saat ini, perdagangan kontrak komoditas berjangka dan CFD masih belum banyak dikenal di Indonesia. Namun, di masa depan, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan lindung nilai dan diversifikasi aset, perdagangan komoditas bisa jadi akan semakin ramai.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Delima
Broker lokal mana aja yang menyediakan produk investasi CFD ya..bu guru? Apakah marginnya juga besar? Apakah harga di trading CFD mencerminkan juga harga emas fisik di pasaran?
A. Muttaqiena
Semua broker lokal biasanya juga menyediakan CFD, hanya jenis aset yang disediakan saja bisa jadi berbeda-beda, yang umum ada adalah minyak dan emas. Harga CFD dan fisik di pasaran jelas berbeda, karena harga CFD berdasarkan harga kontrak di pasar berjangka (futures), dimana barang dipesan untuk pengiriman yang akan datang.