OctaFx

iklan

Persiapan Seorang Trader

Sekedar trading di akun demo saja belum menyiapkan Anda untuk menghadapi pasar. Sebelum benar-benar terjun ke akun real, trader wajib melakukan evaluasi ulang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ketika Anda telah merasa siap untuk terjun pada account live, cobalah untuk melakukan evaluasi sekali lagi apa yang seharusnya diperlukan seorang trader agar tidak salah langkah atau merasa gagal ditengah jalan. Anggap saja Anda telah mempunyai metode dan strategi trading yang canggih dan teruji, namun apakah Anda telah benar-benar siap secara mental? Banyak trader yang gagal ditengah jalan karena mengabaikan kesiapan mental, atau mengira bahwa soal mental nanti akan bisa menyesuaikan dengan sendirinya. Dalam kenyataannya pendapat yang demikian adalah keliru. Persiapan mental seharusnya yang lebih Anda utamakan karena trading sangat rawan dengan pengaruh emosi. Metode dan strategi trading Anda menjadi kurang berarti jika mental Anda rapuh.

                                            Persiapan Seorang

Trading di account demo sangat berbeda dengan account live. Ketika Anda trading di account demo Anda sedang melakukan latihan perang-perangan, tetapi ketika benar-benar terjun di account live, Anda menghadapi perang yang sebenarnya. Dalam hal ini musuh Anda yang sebenarnya bukanlah pasar atau para pelaku pasar, tetapi diri Anda sendiri. Ketika Anda sudah bisa mengalahkan diri Anda, sebenarnya Anda sudah menang. Metode dan strategi Anda yang canggih dan telah teruji itu akan bisa bekerja, seperti yang pernah Anda lakukan dalam account demo.

Jika Anda belajar dari para trader profesional, ada beberapa hal penting yang membuat hasil trading mereka konsisten:

- Siap menerima kerugian
Kerugian adalah bagian yang tak terpisahkan dalam trading. Jika Anda tidak ingin menerima kenyataan bahwa Anda bisa mengalami kerugian, sebaiknya Anda tidak membuang waktu di pasar forex dan berhenti trading. Cobalah Anda ikuti rencana management resiko yang telah Anda buat dan Anda gunakan ketika trading di account demo. Jangan menambah atau mengurangi besar resiko. Terimalah kenyataan jika memang mengalami kerugian.

- Bersabar menunggu sinyal trading yang benar-benar valid
Anda tentu telah membuat kriteria baku untuk entry dan exit, dan bisa berjalan baik pada account demo. Namun ketika telah terjun di account live Anda bisa jadi tidak sabar dan ingin segera entry ketika sinyal trading belum benar-benar valid. Biasanya karena khawatir kehilangan momentum pasar. Jika Anda sering melakukan ini Anda bisa mengalami kerugian yang seharusnya tidak perlu terjadi.

- Bisa mengendalikan emosi baik ketika profit maupun loss
Ketika profit Anda mengalami euforia atau perasaan senang yang berlebihan hingga menganggap metode dan strategi Anda sudah sangat bagus dan tidak perlu dievaluasi lagi. Ada kalanya Anda mencari-cari sinyal trading agar bisa entry lagi. Sebaliknya ketika loss Anda cenderung untuk mengevaluasi metode Anda dan ingin segera ‘balas dendam’. Emosi semacam itu seharusnya tidak terjadi, dan bisa berakibat fatal. Anda bisa berlatih untuk selalu mengendalikan emosi baik ketika profit maupun loss.

- Bisa disiplin
Disiplin berarti Anda harus benar-benar mengikuti aturan baku dalam rencana trading Anda. Anda hanya akan masuk pasar jika sinyal trading cukup valid, dan Anda tidak mengintervensi posisi trading dengan merubah level stop loss atau target profit tanpa sebab. Selain itu, Anda juga mesti disiplin pada jadwal trading yang telah Anda rencanakan, tidak sering merasa jenuh atau bosan untuk menunggu peluang pasar yang bagus.

- Bersedia untuk terus belajar
Perkembangan pasar forex dari waktu ke waktu begitu cepat. Anda mesti bersedia untuk terus belajar agar bisa ‘tune in’ dengan kondisi pasar. Disamping itu jika mungkin Anda bisa belajar dari trader yang telah sukses guna menambah ilmu dan pengetahuan Anda dalam trading.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Landung
Jd keadaan mental itu sesuatu yang butuh dipersiapkan, bukan hal yang bisa dilatih? Sebetulnya mana yang nantinya lebih bisa efektif, mental yang dipersiapkan atau mental yang terbentuk karena pengalaman? Sy merasa bahwa kita bisa berusaha untuk mepersiapkan mental sebaik mungkin, tapi dalam kenyataannya bisa jadi apa yang sudah dipersiapkan itu tetap tidak bekerja sesuai dengan rencana. Berbeda dengan sikap yang terbentuk karena sebelumnya telah menghadapi pengalaman yang sama. Biasanya disitu akan lebih teruji. Walaupun begitu sy tetap menganggap bahwa mempersiapkan mental itu penting, karena itu setidaknya bisa mengarahkan ke cara yang benar,
Martin S
@ Landung:
Mental untuk trading selalu dari pengalaman. Dipersiapkan maksudnya baru terjun di account riil jika merasa mentalnya sudah benar-benar siap, berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh ketika trading di account demo. Atau untuk menguji mental bisa juga trading di account riil dengan dana kecil-kecilan.
Haryadi Way
bgmn cnth sinyal yg bnr2 valid itu? apa dgn sinyal 1 indikator sj sdh cukup? atau prlu sinyal dr bbrp indikator br bs bnr2 valid? atau justru dr bbrp teknik analisa jg perlu dilakukan spy mkn valid sinyalny?
Martin S
@ Haryadi Way:
Itu relatif, tergantung dari pengalaman Anda. Biasanya sinyal yang dianggap valid adalah jika telah memenuhi syarat-syarat konfirmasi dari indikator yang biasa digunakan (biasanya minimal 2 indikator), ada juga yang mengkonfirmasikan dengan sentimen pasar dengan mengamati formasi price action yang terbentuk.
Oni Wijaya
@haryadi. gitu itu ya disesuaiin sama strateginya agan lah.. agan pake analisa apa, indikator apa yang dipake... udah diuji apa belom... kalo tanya soal sinyal sih ya jelas banyak cara ngambilnya... yang dinyatakan valid juga banyak cara ngambilnya... dari sekian banyak itu agan coba praktekin sendiri.. mana yang paling nyaman agan pake n yang paling berhasil agan terapin.....
Eric Gama
mencari sinyal untuk entry yg benar seperti apa biar ndak dikatakan terpengaruh emosi? apa tiap pencarian sinyal sehabis profit/loss itu selalu dipengaruhi emosi jadi ndak boleh dilakukan?apa sinyal itu mesti ditunnggu saja & ndak perlu dicari? seumpama gw nemu sinyal yg valid sehabis ane valid apa tetap boleh diambil, ataukah lebih baik dibiarin saja karena bisa mengarah ke overtrading? gw agak bingung disini
Martin S
@ Eric Gama:
- Trading dengan sistem yang sudah teruji dan diketahui persentasi profit-nya (bisa di-backtest dan di forward test pada account demo). - Dari sistem tersebut dihasilkan sinyal-sinyal trading yang harus Anda jalankan.
Jadi agar bisa profit seperti yang ter-spesifikasi-kan pada sistem trading, Anda harus menunggu sinyal hanya dari sistem tersebut.
Tyo Tyo
ini jadi semacam job requirement buat seorang trader. kalau dilist secara singkat memang poin2 itulah yang muncul. tapi bukan berarti di awal kita sudah harus ada semua karakter itu kan? bagaimana jika ada calon trader yang sebenar nya siap menerima kerugian, bisa disiplin, bisa menunggu sinyal valid, bersedia untuk terus belajar, tapi kurang bisa mengendalikan emosi disaat profit ataupun loss? apa dia tetap lebih baik untuk menunda keinginannya menjadi trader dan mempersiapkan emosinya sampai jadi lebih baik, atau diteruskan saja dengan harapan bisa memperbaiki emosinya sambil jalan?
Martin S
@ Tyo Tyo:
Asal hasil tradingnya secara keseluruhan masih profit pengendalian emosi bisa sambil jalan, tetapi jika hasil tradingnya masih amburadul seharusnya dilatih dulu pengendalian emosi tersebut dengan trading di account demo.