Advertisement

iklan

Pilih Menjadi Trader Atau Investor

122378

Kalau dipikir-pikir lebih enak mana sih menjadi seorang trader atau menjadi investor? Banyak orang yang mengeluarkan pendapatnya tentang dua pernyataan ini. Namun di artikel ini kita akan mengulasnya serta memberi informasi pentingnya menjadi trader dan juga menjadi investor. Bagaimana ulasannya? Yuk kita lihat bersama-sama.Kebanyakan Investors membeli saham untuk disimpan dalam waktu yg

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Kalau dipikir-pikir lebih enak mana sih menjadi seorang trader atau menjadi investor? Banyak orang yang mengeluarkan pendapatnya tentang dua pernyataan ini. Namun di artikel ini kita akan mengulasnya serta memberi informasi pentingnya menjadi trader dan juga menjadi investor.

Pilih Menjadi Trader Atau


Investor biasanya bermain secara pasif. Ia mencari return di masa depan, low stress, bermain long term, tidak terpengaruh keadaan short term. Analisa yang digunakan terdiri dari fundamental, analisa bisnis dan laporan keuangan, namun sedikit teknikal. Kebanyakan para investor membeli saham untuk disimpan dalam waktu yang sangat panjang contohnya Warren Buffet. Jika mereka menyimpan dalam jangka panjang, pada waktu saham turun mereka malah menambah posisinya dan bukan menjualnya.

Salah satu rumus sukses dari berinvestasi dalam jangka panjang, khususnya di reksadana, adalah menggunakan metode dolar cost averaging (di Indonesia mungkin tepatnya Rupiah cost averaging). Yang artinya, tidak peduli pasar atau bursa naik atau turun, kita akan invest secara rutin setiap bulan. Sehingga dalam jangka panjang, yang kita dapatkan adalah nilai rata-rata dari investasi kita. Investor melihat pertumbuhan majemuk dari portfolionya dalam jangka panjang.

Coba Anda menginvestasikan uang sebanyak Rp20 juta dan memperoleh return 20% per tahun. Maka dalam 20 tahun uang Anda akan menjadi Rp766 juta. Nah kalau yg diinvestasikan Rp50 juta maka akan menjadi hampir Rp2 milyar. Contoh sederhananya, jika seseorang berjiwa investor memiliki orang tua yang kaya raya, ia tinggal minta Rp50 juta pada orang tuanya lalu ia menunggu 20 tahun sambil sekolah. Setelah 20 tahun, ia bisa langsung jadi milyader tanpa harus kerja keras.

Bagaimana dengan trader? Seorang trader biasanya akan bermain aktif mencari return cepat di masa sekarang. Ia cenderung lebih stress, trading short term, dan sangat terpengaruh terhadap harga. Analisa yang sering dipakai adalah teknikal full dan sedikit fundamental. Pemakaiannya dibarengi dengan stop loss ketat.

Trader tidak menyimpan saham atau valas melainkan "memainkan" dalam jangka pendek malah bisa dalam jangka yang sangat pendek seperti beli pagi jual sore (intraday trader). Jika harga melawan dari apa yg diinginkannya maka trader harus melakukan "cut loss". Bagi trader melakukan cut loss adalah merupakan tindakan penyelamatan.

Rasanya lucu dimana banyak sekali yang sudah belajar tentang bagaimana merencanakan keuangan yang baik dan sudah banyak pula yang mengerti bahwa investasi adalah untuk jangka panjang. Tapi apa daya, mungkin transaksi jual beli alias trading terasa lebih keren daripada duduk diam pasrah mengikuti harga pasar yang naik turun. Mungkin karena itulah seseorang lebih memilih menjadi trader.

Jadi, apakah Anda mau jadi trader atau investor? Semua kembali ke diri Anda masing-masing. Kuncinya hanya pada pilihan: AKTIF atau PASIF.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Ari Bloger
ini kan sepertinya untuk saham... bagaimana dgn forex?
Ryo Setyadi
Sedikit mirip, namun di forex sepertinya bisa investasi dengan modal yang tidak harus puluhan juta. Trading jangka panjang mungkin lebih membutuhkan modal yang lebih besar dari sekedar trading short-term. namun dengan kapasitas forex untuk menyediakan ukuran trading hingga ke lot micro, jumlah modal yang lebih rendah pun bisa diusahakan untuk tetap bisa mendukung trading jangka panjang. Dan untuk waktu tunggunya mungkin tidak selama hingga puluhan tahun. Membuka posisi dengan waktu float mingguan - bulanan saja biasanya sudah megaplikasikan strategi trading jangka panjang.
N_alwi
apa musti selalu yg tradingny jngka panjang itu namany investor? bagaimana kl buat trader jngk pendek yg udah sukses membukukan konsistensi profit dgn trdng jngka pendek?

bukany sdah ada trdr yg demikian? slm bertahun2 sudah mngumpulkn bnyak keuntungan dr cr trading jngk pendeknya. dia jg sdah punya trget profit dn pengelolaan resiko. apa yg demikin jg tdk disebut sbg investasi?
Erwin
Selain karna lebih seru mungkin banyak yang milih jadi trader karna kerasa lebih realistis secara banyak modal. Bayangin kalo belom2 kita udah mesti keluarin modal sampe 20jt, pasti udah pada mundur duluan itu calon trader. Mungkin yang siap buat main saham siapin modalnya udah segitu, tapi kalo di forex yang kabarnya bisa lebih terjangkau segitu ya tergolong besar. Apalagi kalo perlu nunggu sampe tahunan, pasti perlu margin + mental yang kuat tuh ngikuti pergerakan pasar. Dari ini mestinya soal seru-seruan trading jangka pendek sama panjang sama aja ya. Karna nungguin posisi yang lagi terfloating juga bisa bikin capek secara emosi sebenernya. Walopun kalo udah dilatih + kebiasaan jadi lebih santai sih nyikapinnya...
Andhika Fuadi
ane lhtx baik dlm jngk pndk / pnjng kl sm2 trdng y ttp trdng nmx. mngkn crx ja yg kyk investor. kyk memperlakukan mmx, spy bs ttp profit dlm jngk pnjng, tp kl trdng kt lakuin sndr n kt msh bnyk trlibat berarti msh lyk dibilang trdr. klk trdr jngk pnjng dibilang investor jd bingung tuh bedain sm investor yg bnr2 cm danain org ja bwt ngelola investasix sbg modal trdng. skrg ni kn jg udh bnyk investor2 yg nitip modal d trdr brpnglmn, baik lwt lmbg / institusi keuangan / dr jasa perbrokeran.